Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

Dalam rangka mentafakuri peristiwa besar dalam sejarah Islam yaitu peristiwa Isra’ dan Mi’raj Nabi Besar Muhammad SAW, berikut sebuah tulisan yang sangat bersejarah khususnya bagi Umat Islam Bangsa Indonesia yang ditulis oleh S.M Kartosoewirjo tentang Hikmah dan Ajaran dari peristiwa suci Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW.  Tulisan buah karya sang Mujahid yang menjadi bahan didikan dan pembinaan bagi Umat Islam khususnya Bangsa Indonesia sepanjang masa.

Berikut ini tulisan sesuai dengan ejaan aslinya.

Hikmah & Ajaran Daripada Perjalanan Soetji Isra’ dan Mi’radj Rasoeloellah CLM

 Oleh : S.M. Kartosoewirjo

Bismillahirrahmanirrahim

SOEMBANGSIH

Barang disampaikan Allah kiranja kepada segenap Pedjoeang Soetji, Pembina Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia,
di
Medan Bakti Soetji

Assalamoe’alaikoem War. Wab.

Waba’doe, maka dengan ini kami persembahkan seboeah tanda bakti kepada Dzat Wadjiboel Woedjoed, seboeah soembangsih bagi setiap Moedjahid Pembina Negara Koernia Allah, Penggalang Negara Islam Indonesia, terwoedjoedlah seboeah kitab ketjil, jang berisikan “Hikmah dan Adjaran dari Perdjalanan Soetji, Isra dan Mi’radj Rasoeloellah Clm.”, jang diperoleh dari tindjauan I’tibar-I’tibar Ma’ani dan Madjazi.

Semoga isi kitab ketjil ini bisa mendjadi tambahan bahan-bahan pensoetji roeh, pengoeat djiwa dan pendorong ‘amal Li-i’lai Kalimatillah, bagi setiap pembatjanja, jang ingin menghambakan diri sepenoehnja kepada Allah semata. Demi kesoetjian Islam, demi kedaulatan Negara Islam Bangsa Indonesia dan demi kepentingan Oemmat Islam Bangsa Indonesia seloeroehnja. Dengan karena tjoerahan sebanjak-banjak sesempoerna-sesempoerna Hidajatoellah dan Hidajatoettaoefiq djoea adanja. Semoga Ia berkenan Mendengar dan Menghibahnja.

Insja Allah. Amin.
Demikian harapan Pengarang.

Wassalam,
M.H.
Giridjaja S.P., 7 Radjab 1374 H.

BAB I
KALAM AWAL

Soebhanallah, walhamdoelillah wasjsjoekroe liLlah,
wala-haoela wala-qoewwatta illa billahil-‘alijil’adzim.

Maha Soetji-lah Allah, zat jang telah berkenan meng-isra-kan hamba-Nja, Moeham-mad bin Abdoellah, Rasoeloellah Clm., pada sebagian malam dari Masdjidil Haram ke Masdjid Aqsa, agar soepaja ia berkenan memperlihatkan kepadanja akan ajat-ajat-Nja, tanda-tanda Kekoeasaan-Nja. Maha Soetji-lah Ia, Dzat Maha mendengar dan Maha Mengetahoei. Maha Soetji-lah Allah, jang telah berkenan memboeka tabir ghaib jang telah menjeloeboengi segenap titah-Nja, bagi setiap hamba dan kekasih-Nja menoeroet kehendak-Nja semata. Soeatoe kenjataan bathin dan persaksian roehani, jang mendjadi pangkal dan soember dari segala kekoeatan dlahir dan bathin, kesoetjian roeh dan kebesaran djiwa, ketentraman hati dan kesempoernaan ‘amal shaleh, menghambakan diri kepada Allah belaka.

Soeatoe koentji pemboeka kebahagiaan dan keselamatan dlahir dan bathin, di doenia sehingga di achirat, Ialah satoe-satoenja arah dan kiblat, oedjoeng pengharapan dan tjita-tjita manoesia, jang bertoehankan kepada Allah dan bernabikan kepada Rasoeloellah Clm.

Sjahdan, maka dengan ini kami, hamba-Nja jang amat dlo’if, fakir dan miskin dalam segala sesoeatoe, choesoesnja mengenai bagian-bagian ‘ilmoe dan ‘amal sepan-djang toentoenan dan adjaran-Nja, ingin mentjoba memberanikan diri oentoek memper-sembahkan soeatoe dharma bakti moetlak kepada-Nja, berwoedjoedkan seboeah tindjaoean dan tela’ah, pendjeladjahan dan koepasan, atas soeatoe soal bathin, mengenai sekitar Perdjalanan Soetji Isra dan Mi’radj Rasoeloellah Clm. Soeatoe jang tetap hangat dan urgent sepandjang masa bagi kaoem ‘oelama dan hoekama di dalam tiap-tiap zaman dan keadaannja, hingga Jaoemal Qijamah.

Perloelah terlebih doeloe kami njatakan dengan dada terboeka dan hati jang toeloes ichlas, bahwa keberanian kami mengarang boekoe ini boekanlah sekali-kali karena kami merasa termasoek golongan ‘Arifin billah, ialah orang-orang jang dipandaikan Allah menemboes tabir ghaib, meneropong alam dibalik koeboer, dan menjaksikan barang sesoeatoe jang ada di belakang tirai rahasia, di belakang hidjab (warail hidjab). Melainkan semoeannja itoe hanjalah bersandarkan atas pengetahoean jang sempit, pengertian jang pitjik dan faham jang dangkal.

Tindjaoean ini di sana-sini dihiasi dengan adjaran-adjaran ‘ilmoe tasawwoef dan filsafatoel adabijah, berdasarkan atas Aqaidoel Iman, ‘ilmoe Aqaid, ‘ilmoe Kalam atau ‘ilmoe Ma’rifat, sekedar jang diteteskan Allah atas hamba-Nja jang serba kekoera-ngan dalam segala sesoeatoe.

Selain daripada itoe perloelah kami njatakan di sini, bahwa segenap isi jang terkandoeng di dalamnja tetaplah mendjadi pertanggoengdjawaban dlahir dan bathin dari Pengarangnja pribadi. Dalam pada itoe, ta’ poetoes-poetoesnja kami senantiasa mengharap-harapkan Sih-Koernia dan Hidajat-Nja jang sempoerna, serta sebanjak-banjaknja Taoefiq dan Maghfirah-Nja. Adapoen persoalan Isra dan Mi’radj dalam erti dan harga hakikinja, tidaklah mendjadi perbintjangan dalam karangan ini boekanlah oeroesan machloek sebodoh dan selemah pengarang ini, melainkan hak Allah semata. Sedang perdjalanan indah dan moelia jang telah dialami oleh Moehammad bin Abdoellah, hamba dan kekasih-Nja Nabi dan Rosoel-Nja, tetaplah hak Rasoeloellah Clm. pribadi, tiada seorangpoen di loear beliau, jang dapat menjaksikan dan menga-wasinja, ikoet serta atau boleh tjampoer tangan di dalamnja.

Dalam hoeboengan ini, perloelah kita menjesoeaikan hemat dan pendapat kita dengan sikap dan pendirian Aboe Bakar Ashidiq R.A., salah seorang sahabat Nabi jang tersekat (Akrab), tatkala Rasoeloellah Clm. ditanja oleh gerombolan Aboe Djahal dan komplotan Aboe Lahab, jang memang sengadja mengedjek-ngedjek dan menghina-hina Nabi, sekembali Beliau dari perdjalanan soetji itoe.

Atas pernjataan kepada pengchianat Islam, pembentji Nabi dan pemoengkir Allah “Apakah Aboe Bakar masih djoega pertjaja kepada Moehammad bin Abdoellah, dalam hoeboengannja dengan Isra dan Mi’radj, jang dilakoekan dan dialaminja hanja sebahagian dari soeatoe malam?”, maka mendjawablah Aboe Bakar Ashidiq: ”Kalau Nabi berkata, bahwa beliau telah melakoekan Isra dan Mi’radj, moelai Masdjidil Haram ke Masdjidil Aqsha, kemoedian teroes ke Moestawan dan poelang kembali, dalam sebagian dari soeatoe malam, maka, “saja pertjaja” akan kebenaran berita itoe, walaupoen terdengar loear biasa dan djanggal sekalipoen, karena Moehammad bin Abdoellah selaloe benar dan ta’ pernah bohong.” Demikianlah intisari dari djawaban Aboe Bakar, jang menoendjoekkan soeatoe kejakinan jang koeat dan kepertjajaan jang penoeh, atas kebenaran Rasoeloellah Clm.

Semoga dalam lapangan ini, Allah berkenan melimpahkan sebesar-besar Hidajat dan Taoefik-Nja, obor bathin pelita roehani, atas sekalian hamba-Nja, jang sengadja hendak menoempahkan segenap djiwa raganja oentoek mengabdi kepada-Nja semata.

Ialah isjarat dan sebab jang bisa mendjadi koentji kebesaran dan keloehoeran harkat deradjat manoesia, “indallah wa ‘indannas”, koentji kedjajaan dan kemenangan, koentji memperoleh koernia jang maha besar dari-Nja, Koernia dlahir dan bathin, di doenia hingga di achirat kelak, koernia dalam tiap-tiap lapangan dan tingkatan, sebagaimana jang telah didjandjikan oleh-Nja kepada setiap hamba-Nja, jang sanggoep dan mampoe melakoekan segala perintah-Nja dengan tiada tawaran atau pilihan atas-nja.

Moedah-moedahan kita sekalian didjadikan Allah orang-orang dan oemmat jang dipandaikan-Nja mendjalankan segala perintah-Nja dan mendjaoehi segala larangan-Nja. Ialah oemmat wasath, oemmat pilihan Allah, jang patoet dan pandai menerima, menikmati dan mensjoekoeri koernia-Nja jang Maha Besar, oemmat jang dipandaikan Allah mengoeasai segala matjam godaan bathin dan ganggoean nafsoe jang sesat dalam diri pribadi maoepoen di loearnja, oemmat jang dipertjajakan Allah oentoek tidak hanja mengoeasai doenia kini dan menerima bahagia di achirat kelak, melainkan djoega mendjadi soember bahagia dan kesentausaan, pangkal kesedjahteraan dan perdamaian bagi segenap peri-kemanoesiaan di seloeroeh doenia. Insja Allah. Amin.

Demikianlah hendaknja nasib baik dan deradjat loehoer jang bisa kita miliki, djika kita soenggoeh-soenggoeh ta’at sepenoehnja kepada Allah, Rasoeloellah Clm. dan kepada Oelil Amri Islam, atau Pemerintah Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia.

Selandjoetnja kepada sekalian pembatja dan pentelaah jang bidjak dan boediman, sangatlah dipoedjikan dan diharapkan hendaklah berlakoe tertib dan hati-hati, teliti, dan seksama (di dalam menelaah kitab ini) agar daripadanja dapat diperoleh natidjah dan hasil jang sebaik-baiknja, sebesar-besarnja dan sebanjak-banjaknja. Baik bagi keper-loean diri pribadi maoepoen bagi kepentingan masjarakat dan negara jang tengah kita perdjoeangkan, bagi kepentingan choesoes maoepoen ‘oemoem, bagi keselamatan doenia maoepoen kebahagiaan achirat. Djika nanti diketemoekan di dalamnja barang sesoeatoe jang salah dan keliroe, sesat atau chilaf jang menjesatkan, hendaklah karena Allah soeka memperbaikinja, kemoedian tolonglah kirimkan perbaikan (koreksi) itoe langsoeng kepada pengarang kitab ini diboeboehi dengan alasan-alasan, keterangan-keterangan dan pendjelasan-pendjelasan jang sah, koeat dan tjoekoep. Dan sebaliknja, djika didapat kebenaran dan kenjataan dan sifat apa dan manapoen djoega, soedi apalah kiranja soeka menjiarkan seloeas moengkin kepada setiap orang atau golongan, jang moestahiq menerimanja.

Sebeloem dan sesoedahnja, oetjapan Alhamdoelillah dan terima kasih sebanjak-banjaknja perloelah kami njatakan atas oesaha dan keichlasan para pembatja jang ”arif boediman itoe.

Hanja kepada Allah djoea kami senantiasa mengharapkan sebesar-besarnja dan sebanjak-banjaknja maghfirah, atas segala kesalahan dan kekeliroean jang amat moemkin kami perboeat dalam oesaha ini, baik dengan sadar maoepoen dengan tidak sengadja. Dan hanja kepada-Nja poelalah kami selaloe mengharapkan tjoerahan rahmat dan Ridla-Nja, Hidajatoellah dan Hidajatoettaoefiq, ditoentoen dan disampaikannja di maqam jang dilipoeti rahmat dan Ridla-Nja, dipenoehi dengan Ni’mat dan Koernia-Nja.

Amin, Amin, Amin, Ja Moedjibassailin.

————

Bersambung ke halaman selanjutnya…

About these ads

10 comments on “Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

  1. MSF
    Juni 9, 2012

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Noer
    Juni 11, 2012

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati
    Juni 15, 2012

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah
    Juni 18, 2012

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan ;)

    • حَنِيفًا
      Juni 18, 2012

      Idem sama diatas ini :D
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo
    Juni 18, 2012

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny
    Juni 19, 2012

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu
    Agustus 6, 2012

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti :)
    Salam

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: