Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya

Anwar TjokroaminotoSuatu hari di tahun 1945, datanglah beberapa orang yang tergolong ‘Ulama ke rumah Anwar Tjokroaminoto (Anak kedua dari H.O.S Tjokroaminoto). Salah seorang diantara mereka itu bertanya : “Adakah almarhum mempunyai peninggalan kepada saudara ?”.

Anwar Tjokroaminoto menjawab : “ Ada, tetapi apa maksud saudara bertanya demikian?”

“Kalau ada, sebenarnya mengherankan kami sebab kami tidak pernah mendengar bahwa almarhum semasa hidupnya ada mempunyai harta kekayaan !”

Memang yang saya maksudkan bukan peninggalan yang berupa harta-benda, tetapi merupakan pesan-pesan. Mula-mula saya sendiri tidak sadar bahwa apa-apa yang dikatakannya itu merupakan pesan-pesan yang berharga. Tetapi beberapa waktu sesudah wafatnya, barulah saya sadar akan hal itu

Para tamu itu hampir semuanya merasa heran, mengapa kalau ada pesan yang ditinggalkan, tidak diketahui oleh orang banyak, lebih-lebih oleh orang-orang yang dekat hubungannya dengan almarhum itu.

Saya sengaja tidak menyatakan kata-kata ayah itu oleh karena sifat pesan-pesan itu tidak umum, hanya merupakan kata-kata seorang ayah dihadapan anaknya

“Tetapi, kalau saya tidak dianggap lancang”, kata salah seorang tamu itu – “ingin juga saya dengar, apa gerangan yang dipesankan kepada saudara itu”.

Ah, pesan atau wasiat almarhum Ayahanda itu sebenarnya terlalu sederhana, tidak berarti untuk orang lain, tetapi besar manfaatnya untuk saya”.

Tamu-tamu itu mendesak juga, dan salah seorang dari mereka berkata : “ Saudara rupanya belum tahu benar, siapa-siapa gerangan anak-anak Tjokroaminoto itu. Kami tahu : Anwar memang anak Tjokroaminoto, Harsono anak Tjokroaminoto, begitu juga saudara-saudara sekandung dari saudara sendiri. Itu anak-anak yang terikat oleh darah. Tapi yang disebut anak-anak Tjokroaminoto itu bukanlah semata-mata anak-anaknya yang terikat oleh darah, bukan semata-mata yang dilahirkan oleh istrinya, tetapi masih ada yang lain. Banyak dari golongan kamu Muslimin yang mengakui Tjokroaminoto sebagai bapaknya, sebagai ayahnya. Mereka inipun juga anak-anak Tjokroaminoto, bukan anak-anak yang terikat oleh darah, tetapi terikat oleh ruh, terikat oleh jiwa !

Kalau ada peninggalan yang merupakan harta-benda, misalnya rumah, sawah, uang dan sebagainya, itu adalah menjadi hak-milik anak-anak yang terikat oleh darah Tjokroaminoto. Tetapi kalau ada peninggalan yang berupa ilmu, yang harus dini’mati manfaatnya oleh Ummat, kalau merupakan nasehat yang harus diamalkan oleh Ummat, peninggalan-peninggalan yang serupa itu bukanlah menjadi hak milik anak-anak yang terikat oleh darah saja, tetapi oleh segenap anak-anaknya yang terikat oleh ruh dengan almarhum Tjokroaminoto itu.

Oleh karena itu, maka betapapun sederhananya pesan atau wasiat itu meskipun nampaknya bersifat dari ayah kepada anak, tidaklah boleh saudara monopoli sendiri, melainkan haruslah saudara berikan kepada saudara Muslimin lainnya, oleh karena Tjokroaminoto itu adalah Bapak Pergerakan Islam. Kalau saudara berikan kepada kami, misalnya, adakah berkurang yang ada pada saudara? Tidak, bukan?

Maka mendengar kata-kata indah, mendengar kata-kata emas dari tamu itu, Anwar Tjokroaminoto lalu menceritakan apa-apa yang dipesankan kepadanya itu.

Sesudah diteliti masak-masak, ternyata bahwa wasiat sederhanya itu dititik beratkan kepada tiga perkara, yakni : (1). Mengenai pengendalian nafsu, (2). Mengenai perkembangan kecerdasan dan (3) Mengenai kehidupan suci bersih.

Pengendalian Nafsu.

Berkali-kali, didalam waktu sakitnya almarhum Tjokroaminoto mengatakan kepada anaknya : “Lereno mangan sa’durunge wareg !” yang artinya : berhentilah makan sebelum kenyang. Perintah ini selalu diulang-ulang, padahal bukan adat kebiasaan sehari-hari beliau memberi perintah kepada anaknya hingga berulang-ulang.

Pesan ini dijalankan. Tentu saja tidak seketika itu atau seketika sesudah wafat almarhum. Tetapi sesudah berlalu rasa sedih-pedih ditinggalkan orang tua. Untung berlalunya kesedihan itupun tidak memakan waktu banyak. Memang tiap-tiap waktu kita mengalami kematian, kesedihan pasti menyelubungi kita. Tetapi kesedihan itu ada saat habisnya.

Cepat atau lambat habisnya kesedihan itu tergantung kepada diri orang yang menderita kesedihan. Bisa dibikin lama, bahkan menyebabkan luka dijantung, bisa pula dibikin singkat dengan kesadaran, bahwa tiap-tiap yang hidup itu mesti mengalami mati.

Pesan ; “Lereno mangan sa’durunge wareg ! atau berhentilah makan sebelum kenyang, dijalankan, mudah nampaknya, tetapi sesungguhnya berat. Tidakkah berat, kalau kita berhenti makan pada waktu lidah kita belum selesai meni’mati kelezatan makanan? Tidakah berat rasanya, berhenti makan, diwaktu perut kita belum benar-benar puas? Padahal makanan lezat masih ada dihadapan kita, dan tidak seorangpun yang akan melarang kita?

Jika pada waktu makan, kita selalu memakai dasar “berhenti sebelum kenyang” dan benar-benar bisa dijalankan, apa yang terlatih oleh karenanya? Bukan perut kita ! Sebab meskipun selalu berhenti makan sebelum kenyang, siperut tetap bisa merasa lapar dan tetap pula bisa merasa kenyang.

Bukan pula lidah kita ! Sebab lidah tetap bisa membeda-bedakan apa yang lezat dan yang tidak lezat.

Yang terlatih itu ialah hati kita. Tiap-tiap manusia mesti mempunyai keinginan didalam hatinya, tetapi keinginan itu bisa dikendalikan, bisa diarahkan kepada jalan yang baik, sehingga menjadi semangat yang membaja.

Latihan “berhenti makan sebelum kenyang” itu pun melindungi hati, dari keinginan serakah, loba dan tamak, dari perbuatan-perbuatan korupsi dan sebagainya, tetapi pun menimbulkan kemauan yang keras, untuk mengendalikan nafsu kita, mendidik kita kepada sabar didalam menghadapi segala malapetaka dan kekuatan hati didalam menghadapi semua bujukan kepada kenikmatan-kenikmatan yang dibisikan orang atau iblis kepada kita.

Perkembangan Kecerdasan

GUNAKANLAH lima menit setiap malam buat membulatkan pikiran !” itulah pesan kedua, yang juga berulang-ulang dikatakan. Walaupun didalam Sholat, kita diharuskan khusu, tak kurang pikiran jarang sekali bisa bulat kepada Allah yang sedang kita sembah.

Membulatkan pikiran itu, bukan melamun. Membulatkan pikiran, ialah mengatur pikiran kita. Banyak orang yang bisa berpikir, tetapi pikirannya itu tidak merupakan daya cipta, tidak merupakan sebab yang menimbulkan akibat. Berpikirnya tidak menimbulkan rencana dalam kenangannya, dan meskipun bisa membentuk rencana, bukanlah rencana yang bisa dikerjakan.

Berpikir adalah mencipta! Itupun bagi orang yang pandai mengatur cara berpikirnya.

Membulatkan pikiran adalah menghimpun segala pikiran kita kepada satu soal, kepada satu tujuan!

Tiap-tiap soal yang harus kita pecahkan, tidaklah mudah pemecahannya itu, jika kita tidak membulatkan pikiran kita kesana. Kita jelajah soal itu, kita pandang soal itu dari segala sudut!

Pun dalam mendalami ilmu. Tidaklah mudah ilmu bisa meresap kepada kita, jika tidak dengan sepenuh-penuhnya pikiran kita mempelajari ilmu itu.

Latihan membulatkan pikiran lima menit tiap-tiap malam itupun tidak semudah persangkaan orang. Bulat-bulat lima menit, acapkali sebelum lewat lima menit itu pikiran sudah terbelokan kelain jurusan. Tetapi jika dibiasakan, pastilah besar manfaatnya, karena kebiasaan membulatkan pikiran itu, memudahkan kita memecahkan sesuatu soal dan memudahkan kita menyelami sesuatu ilmu.

Dengan cara cepat pula, kebiasaan yang demikian itu menyebabkan tumbunya perkembangan kecerdasan kita, menyebabkan kecerdasaan kita bernilai tinggi.

Kehidupan Suci

Pesan ketiga, sebenarnya tidak merupakan pesan, melainkan merupakan pertanyaan yang sukar dijawab, bahkan sebenarnya sampai kinipun tidak terjawab.

Almarhum bertanya berkali-kali : “Bagaimana caranya, supaya bisa bersih sebelum wudhu?”

Bagi orang Islam, tidak bisa Sholat sah, jika tidak didahului dengan mengambil air wudhu, meskipun berwudhu sendiri hukumnya sunnat. Jadi sukarlah kiranya orang bisa mengatakan dirinya sudah bersih (siap) guna melakukan Sholat.

Tetapi bagaimanapun sukarnya pertanyaan tak urung pertanyaan itu tetap menjadi bahan yang ditinggalkan untuk selalu mencari……………….(maaf untuk point ketiga ini tidak dikutip lengkap semuanya)

Mungkin kelak, salah seorang atau lebih dari Ummat Islam yang membaca ini bisa mendapatkannya… Wallahu A’lam.. Mudah-mudahan.

 

Maka dari mulut-kemulut wasiat sederhana yang diceritakan oleh Anwar Tjokroaminoto itupun mulai tersiar, kendatipun tersiarnya itu tidak begitu luas !

Kini wasiat atau amanat sederhana itu yang mula-mula merupakan amanat seorang ayah kepada anaknya, kini menjadi beberapa rangkaian kalimat pusaka dari almarhum H.O.S. Tjokroaminoto untuk Ummat, menjadi amanat yang tiada mudah dilupakan.

Referensi (Sumber) :

H.O. S. Tjokroaminoto : Hidup dan Perjuangan (jilid ke dua), Amelz, Bulan-Bintang

*Foto : Bapak Anwar Tjokroaminoto, putra kedua H.O.S Tjokroaminoto

27 comments on “Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya

  1. Mamat Munandar (matmund)
    April 13, 2015

    Tadi siang nonton Film “Guru Bangsa Cokroaminoto”, ada kata ‘HIJRAH’ yang sering disebut-sebut film itu oleh Raza Rahadian yang mana dalam film tersebut ia berperan sebagai HOS. Cokroaminoto.

    “Gus, sudah sampai kemana HIJRAH kita?” ujar Cokro kepada Agus Salim, rekan seperjuangannya di Sarekat Islam, organisasi politik pertama yang menyeruakan kemerdekaan bumiputra terhadap penjajahan Belanda di awal tahun 1900an.

    Kepada istrinya pun, Pak Cokro yang Utama, berulang-ulang berucap kata HIJRAH. Ketika bercermin, HIJRAH yang ia ucapkan, didalam hutan, HIJRAH lagi yang ia ucapkan. Terus menerus kata HIJRAH tidak luput dari kata kunci utama dalam film itu.

    Dan di akhirnya cerita, dalam pencarian makna HIJRAH nya, Cokro yang Utama, menyimpulkan, bahwa hijrahnya itu adalah; SETINGGI-TINGGINYA ILMU, SEPANDAI-PANDAINYA SIASAT DAN SEMURNI-MURNINYA TAUHID. Sebagaimana kesimpulan tersebut di tuangkan di dalam kongres Partai yang dipimpinnya sehingga menjadi Program Azaz dan Tandhim partai.

    Adapun pada tahun 1934 sepeninggalan ketua utama PSII, Cokroaminoto, maka kepemimpinan jatuh pada adik almarhum sendiri yaitu Abi Kusno Cokrosuyoso dan wakil ketuanya adalah Bapak SM Kartosuwiryo.

    PSII dengan pimpinan baru mengadakan Kongres ke 23, dimana syuro’ PSII menetapkan dan menugaskan Bapak SM Kartosuwiryo untuk menyusun brosur Hijrah. Setelah tersusun sebanyak 2 jilid maka PSII menetapkan brosur tersebut sebagai konsep partai namun akibatnya terjadi pro dan kontra akan konsep partai yang baru. Karena konsep tersebut jelas menggariskan sikap non-koopertif yang radikal.

    Melihat kegoncangan sebagai reaksi dari konsep Hijrah, maka Abi Kusno mengadakan pemantauan ulang terhadap Konsep tersebut yang akhirnya dia menyatakan pembatalan konsep hijrah sebagai konsep partai. Namun Bapak SM Kartosuwiryo berdiri di satu pihak untuk tetap mempertahankan konsep hijrah yang sudah jelas kebenarannya dan juga merupakan kelanjutan dari ide almarhum Bapak HOS. Cokroaminoto.

    Selain kata HIJRAH, yang banyak disentuh film itu adalah nama Semaun dan kawan-kawan yang menyeruakan ideologi ke kiri-kirian dan diperankan juga banyak tayang sosok Sneevliet, orang buangan Belanda yang pada akhir cerita film itu di deportasi ke Negaranya, Belanda.

    Selain Semaun, sang Pendiri Partai Komunis Indonesia yang berawal dari Sarekat Islam Merah, ada nama Kusno, atau Soekarno, sang ploklamator yang banyak disorot kedua setelah peran Semaun dalam film itu.

    Dari awal cerita dalam film itu pun, ada istilah ‘sama rata, sama rasa’, seolah menggambarkan perkumpulan baru yang dibawa Cokroaminoto adalah sama rata sama rasa. Tidak memisahkan kaum buruh/petani dengan kaum priyayi, minoritas bisa menjadi mayoritas dan mayoritas bisa menjadi minoritas, rakyat kecil bisa menjadi pejabat.

    Akan tetapi ada satu hal yang lucu dalam film itu, dari ketiga murid terkenal Cokroaminoto; Semaun, Soekarno dan Kartosuwirjo. Hanya nama Kartosuwirjo yang tidak disebutkan sama sekali dalam film itu.

    Tanya kenapa? Padahal dalam sejarahnya, istilah yang terus diucapkan berulang kali dalam film itu oleh Cokroaminoto di teruskan perjuangannya oleh SM Kartosuwirjo.

    Kartosuwirjolah yang diberi tugas untuk menyusun brosur Hijrah yang hingga dua jilid itu. Logikanya, masa keputusan kongres partai tentang brosus hijrah, bisa dibatalkan begitu saja oleh pimpinan partai yang pada saat itu Abi Kusno sebagai pucuk pimpinannya.

    • Mustofa Toha
      November 24, 2015

      Dari SDI, menjadi SI dan berubah nama menjadi PSII,dan, Pada zaman orba bergabung dg PPP, karena penyederhanaan Partai.
      semua murid2 HOS Tjokroaminoto menjadi orang2 ngetop. Contoh : Semaun, Soekarno, Karto Suwiryo. Mohon maaf, tapi semuanya mempunyai ideologi yg berbeda, malahan berseberangan, dan berseberangan jauh sekali.
      Dan SI terpecah menjadi 2, SI Merah dan SI Putih.
      Mengapa Hukum Islam ( Syariat Islam ) dapat terpecah. ini sangat Kompleks, diantaranya :” POLITIK “. Maka hati2 dg politik, apalagi gerakan agama.
      Mohon maaf, seorang guru memang membebaskan pemikiran murid2nya, tetapi juga harus dibatasi/ dipagari untuk tidak berpikir secara liberal dan liar, yg dapat melanggar norma2 yg Hak.
      Andaikata sejarah SI tdk terpecah jadi 2, maka perjalanan SI barangkali berbeda. Tapi itulah sejarah senang dan tidak itu realita yg ada. Bukan saya mengecilkan arti perjuangan SI. SI sangat berjasa bagi perjuangan Bangsa Indonesia.
      Ini pelajaran untuk generrasi mendatang, politik adalah ” bukan segala- galanya “.
      Mohon maaf beribu maaf Pada waktu Pemilu 1955, SI dikalahkan oleh PKI.
      Mohon maaf, Wallahu a’lam Bish- Shawab.

    • abad
      Januari 29, 2016

      Islam bukan hanya soal gerakan Agama, tetapi Rahmatan lil alamin
      sya Anjurkan Anda (kg.Must)maaf. untuk megkaji lagi ttg Islam apalagi Biograpi SANG Rasul

    • hafidz maulana
      September 24, 2016

      luar biasa..

  2. Muhammad Qasim
    Mei 11, 2015

    Assalam-o-Alykum, my name is Muhammad Qasim I am from Pakistan. Sorry my English is not good.

    Its happened with me, from last 26+ years Allah and Muhammad s.a.w keep coming into my dreams, over 460+ times Allah comes in my dreams and 250+ times Mohammad s.a.w comes in my dreams, when I was about 12 years old I saw first time Allah and Mohammad s.a.w both in dream, after that in 93 when I was 17 years old Allah and Mohammad s.a.w starts coming continuously in my dreams and still Allah and Muhammad s.a.w coming into my dreams.

    Muhammad s.a.w is the last Messenger of Allah and its my Imaan Mohammad s.a.w is the last Prophet of Allah and I am the Ummati of Muhammad s.a.w

    In 2007 Allah and Mohammad s.a.w starts teaching me in dreams what u have to do and what u have not to do, Mostly Allah and Muhammad s.a.w told me to avoid from all type of form of shirk and in april-2014 Allah and Mohammad s.a.w start to telling me in dreams qasim share your dreams to everyone than I started to share my dreams to my family members, friends and some other people, I also share my dreams through email to Pak Army official sites, Pak Govt sites, Pakistan’s big name people, and many Islamic Countries official websites but seems like no one was believing on me and my dreams they all ignore me, after that I stopped sharing my dreams.

    Dec-2014 Mohammad s.a.w comes twice time in dream in a night and told me “qasim you should have to share ur dreams to everyone to save Pakistan to save Islam” I got confused I talked my self I share my dreams to many people and they are not believing on it what should I do more? and then Peshawar school got attacked and then I think and decided to share my dreams on Internet forums, but still people not believing on me and my dreams.

    Let me clear I am a simple person I am not a religious person, clean shaved, did not praying regularly, no tahajjud I just tell the truth to everyone and I didnot lie, I dont know why Allah and Mohammad s.a.w keeps coming into my dreams.

    I didnot look at Allah I just feel in my dreams Allah is on Arsh and voice coming from there or I saw Noor(light) and voice coming from Noor(light) or Allah talk to me from the sky. I did not look at Mohammad s.a.w face I can see Mohammad s.a.w Body, in one dream I hug with Muhammad s.a.w and my whole body witness me that u r hugging with Mohammad s.a.w I shake hands many times with Mohammad s.a.w in dreams and my hand witness me that u r shaking hand with Mohammad s.a.w.

    In 1994 Allah talked to me in dream from the sky I still remember those words I try to translate it in English “qasim which promises I make with you one day I will full fill my promises and if I cant full fill my promises I will not the Lord of the whole universe”

    From that day I start waiting for the Allah and I didnot lose my hope but whenever I about to lose my hope Allah or Mohammad s.a.w comes into my dreams and told me like that “Sabbrun Jameel qasim” , “qasim only Non-Muslim loses their hope” , “qasim Muslim cant be lose his hope”.

    I saw many other Nabi and Rasool in dreams but I only look at Suleiman A.S face. I saw Esa A.S in my dreams many times.

    In many dreams Allah and Mohammad s.a.w guided me which is the right path.

    In many dreams Allah told me qasim go and turns the world into light as the world in the darkness.

    Many dreams related to my personal life many dreams related to Pakistan/Muslim world and the whole world but its start from Pakistan and many dreams related to Qiammah(the judgment day).

    Allah and Muhammad s.a.w told me many times in dreams qasim one day you will get out the Whole Muslim Ummah from the darkness and then even the whole world and one day the whole world will become peaceful. but its starts from Pakistan.

    In few dreams i saw when whole world will become peaceful a man coming from somewhere else and try to destroy the world peace.

    In few dreams I saw Esa A.S(Jesus a.s) coming from the sky and Yajooj Majooj (gog magog) come out and spread the whole world and I with very few people join the Esa A.S(Jesus a.s) and then we live with Esa A.S …..

    In Feb 2015 Allah told me in dream qasim u will be the last Ummati of Muhammad s.a.w who will die on this earth. means after my death there will b no Muslim left on the earth but only bad people, and Qiyamah will establish on them.

    In another dream Allah told me qasim I(Allah) will full fill my all promises within next 13 years which I (Allah) makes with you.

    In Feb 2015 Muhammad s.a.w told me in dream “qasim my son dont lose ur hope u r very close to ur destiny Allah is helping u, my son just wait a little more.

    1993 when dreams starts I make a note book and I note my dreams on that note book how much time Allah comes in dreams and how much time Mohammad s.a.w comes in my dreams but few years back I lost that note book during the shifting. total drams are more than 800+ I still remember many many dreams.

    Many people told me you are mentally ill or its shaitan, that is why u are seeing these dreams. I confirmed it to many people I am not mentally ill and its not shaitaan. I believe Allah and Mohammad s.a.w and They are coming in my dreams, I am still unable to understand why Allah wanted it from me to share my dreams to others? maybe there is a big message in my dreams.

    Many years back in one dream Allah told me qasim before sleep read last 3 Qull and then sleep so shaitaan stay away from you, and I am doing this from last many years.

    Allah told me in many dreams like that “qasim one day I will help u and will give u the success and I will full fill my all promises even if the only one day left from Qiyammah (the judgment day) and the whole world will see your success” , but Allah didnot told me when that day will come, and I am waiting for Allah from last 20 years.

    Its a long long journey for me and still I am waiting for Allah I didnot losses my hope from last 20 years and dont know when and how I will reach to my destiny, I dont even know what is my destiny, only Allah knows better.

    my fb page https://www.facebook.com/pages/Allah-and-Muhammad-SAW-in-my-Dreams/324568321070386

    my blog https://allahandmuhammadsawinmydreams.wordpress.com

    Regards,

    Qasim

  3. Admin
    Mei 29, 2015

    Reblogged this on Blog Resmi HIMSE UNPAD.

  4. Ping-balik: Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya | butiksebelas

  5. Grosir Fitnes
    Agustus 14, 2015

    saya sangat menyetujui sebagian besar dari amanat tjokroaminoto tersebut terutama dalam membulatkan pikiran kita, kita memang harus membulatkan pikiran kita terhadap berbagai tujuan tujuan yang akan kita tuju selama bernaung di bumi sang pencipta ini.. 🙂

  6. John
    September 28, 2015

    termakasih infonya, sangat bermanfaat , Adriana

  7. Kisah Nabi Muhammad
    Oktober 9, 2015

    terimakasih atas artikel yang sangat mengispirasi gan… izin copy ya..

  8. 1@1.co
    November 24, 2015

    Dari SDI, menjadi SI dan berubah nama menjadi PSII,dan, Pada zaman orba bergabung dg PPP, karena penyederhanaan Partai.
    semua murid2 HOS Tjokroaminoto menjadi orang2 ngetop. Contoh : Semaun, Soekarno, Karto Suwiryo. Mohon maaf, tapi semuanya mempunyai ideologi yg berbeda, malahan berseberangan, dan berseberangan jauh sekali.
    Dan SI terpecah menjadi 2, SI Merah dan SI Putih.
    Mengapa Hukum Islam ( Syariat Islam ) dapat terpecah. ini sangat Kompleks, diantaranya :” POLITIK “. Maka hati2 dg politik, apalagi gerakan agama.
    Mohon maaf, seorang guru memang membebaskan pemikiran murid2nya, tetapi juga harus dibatasi/ dipagari untuk tidak berpikir secara liberal dan liar, yg dapat melanggar norma2 yg Hak.
    Andaikata sejarah SI tdk terpecah jadi 2, maka perjalanan SI barangkali berbeda. Tapi itulah sejarah senang dan tidak itu realita yg ada. Bukan saya mengecilkan arti perjuangan SI. SI sangat berjasa bagi perjuangan Bangsa Indonesia.
    Ini pelajaran untuk generrasi mendatang, politik adalah ” bukan segala- galanya “.
    Mohon maaf beribu maaf Pada waktu Pemilu 1955, SI dikalahkan oleh PKI.
    Mohon maaf, Wallahu a’lam Bish- Shawab.

    • 1@1.co
      November 24, 2015

      Dari SDI, menjadi SI dan berubah nama menjadi PSII,dan, Pada zaman orba bergabung dg PPP, karena penyederhanaan Partai.
      semua murid2 HOS Tjokroaminoto menjadi orang2 ngetop. Contoh : Semaun, Soekarno, Karto Suwiryo. Mohon maaf, tapi semuanya mempunyai ideologi yg berbeda, malahan berseberangan, dan berseberangan jauh sekali.
      Dan SI terpecah menjadi 2, SI Merah dan SI Putih.
      Mengapa Hukum Islam ( Syariat Islam ) dapat terpecah. ini sangat Kompleks, diantaranya :” POLITIK “. Maka hati2 dg politik, apalagi gerakan agama.
      Mohon maaf, seorang guru memang membebaskan pemikiran murid2nya, tetapi juga harus dibatasi/ dipagari untuk tidak berpikir secara liberal dan liar, yg dapat melanggar norma2 yg Hak.
      Andaikata sejarah SI tdk terpecah jadi 2, maka perjalanan SI barangkali berbeda. Tapi itulah sejarah senang dan tidak itu realita yg ada. Bukan saya mengecilkan arti perjuangan SI. SI sangat berjasa bagi perjuangan Bangsa Indonesia.
      Ini pelajaran untuk generrasi mendatang, politik adalah ” bukan segala- galanya “.
      Mohon maaf beribu maaf Pada waktu Pemilu 1955, SI dikalahkan oleh PKI.
      Mohon maaf, Wallahu a’lam Bish- Shawab.

      • 1@1.co
        November 24, 2015

        Bentul (benar dan betul)

  9. Pict nya dari mana tuh ? 😀
    <a href="http://www.hipnoterapisemarang.net/ Pelatihan Hipnotis Hipnoterapi

  10. mahendra
    Desember 17, 2015

    sampurasun…
    kumaha damang, Lur?
    tos lami teu panggih…
    mugya bagja sakaluwarga sadaya.

  11. Mustofa Toha
    Januari 12, 2016

    Komentar yg menarik dan pemikiran yg mencerahkan peradaban umat.

  12. abah shofi
    Januari 30, 2016

    bermanfaat nih.. Ijin baca dan follow ya mas .. 😀

  13. walidin din
    Februari 6, 2016

    Sepertinya mencari orang seperti sosok Tjokroaminoto itu sulit sekali ya jaman sekarang. Ilmu-ilmunya merupakan salah satu aset terbesar bagi bangsa indonesia. Ijin share di facebook saya ya mas

  14. Ping-balik: Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya | Petiyin BloGs

  15. tangan kaki
    Februari 26, 2016

    singgah ke blog kami ya kakak
    http://ngemutanislam.blogspot.co.id/

  16. zainurihanif
    Maret 1, 2016

    Bener, jadi kepikiran pesan ke-3…. 🙂

  17. ILYAS AFSOH
    Mei 12, 2016

    Ijin nyimakk
    Motivator Semarang

  18. Kasamago
    Mei 23, 2016

    kadang ,berimajinasi bagaimana klo Tjokroaminoto berdiskusi dg Tan Malaka..

  19. MARWAH ISLAM
    Juli 10, 2016

    Semoga arwahnya Tjokroaminoto berada disisi Allah SWT dan di tempat yang terbaik serta bakal penghuni syurga jannatun na’im, aaamiiiiiin

  20. sadewa
    September 15, 2016

    artikelnya sangat bermanfaat, menarik, dan mudah dipahami oleh saya gan. makasih gan artikelnya jika butuh domain hosting termurah kunjungi http://www.jualdomainhostingmurah.com

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: