Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB II
AGAMA DAN ‘ILMOE PENGETAHOEAN MANOESIA

Agama dalam ma’na Ad-Din adalah soeatoe Peratoeran jang ditoeroenkan Allah kepada para Anbija dan Rasoel-Nja, bagi keselamatan dan kebahagiaan segenap perikemanoesiaan pada zamannja. Peratoeran itoe mengandoeng toentoenan dan petoendjoek, peladjaran dan pendidikan, ‘ilmoe dan ‘amal, tjontoh tauladan dan ibarat dan segala sesoeatoe lainnja dalam tiap-tiap segi lapangan dan tingkatan, moelai dari hal jang seketjil-ketjilnja hingga jang sebesar-besarnja, moelai keperloean seseorang (pribadi) hingga kepentingan seloeroeh oemmat dan semesta alam, alam ghoib maoepoen alam dlahir (sjahadah) mengenai doenia fana hingga doenia abadi, bagi keselamatan doenia ketjil (mikrokosmos) dan kesedjahteraan doenia besar (makrokosmos).

Walhasil dengan serba singkat bolehlah dikatakan, bahwa apa jang dinamakan Agama adalah Peratoeran-peratoeran Allah atau Oendang-Oendang Koernia Allah, jang ditoeroenkan bagi kepentingan dan keperloean hamba-Nja semasa hidoepnja, oendang-oendang soetji itoe mengandoeng segala faktor-faktor hidoep dalam semoea segi, lapang-an dan tingkatan, melipoeti segenap kepentingan dan keperloean manoesia selama hidoepnja di doenia mendjelang alam baqa, dimana tiap-tiap machloeq apa dan mana-poen djoega menghadapi kehadirat-Nja, oentoek memboeat perhitoengan oentoeng dan roegi, laba atau tjelaka, dengan neratja dan oekoeran ‘amal masing-masing, dlahir dan bathin, jang diperboeatnja di kala hidoepnja.

Hatta, maka manoesia adalah machloeq Allah jang dianoegerahi-Nja akal dan pengetahoean, faham dan pengertian, ialah alat-alat jang bisa dipergoenakannja oentoek melakoekan atau meninggalkan segala sesoeatoe, selama hajat dikandoeng badan, selama roeh bersemajam dalam toeboeh djasmani.

Dengan sjarat-sjarat ini dan beberapa faktor lain, maka hidoep dan kehidoepan manoesia di doenia bergerak madjoe selangkah demi selangkah, meninggalkan zaman lampau menghampiri masa depan. Dengan tjepat atau lambat, ta’ berhenti dari abad ke abad, sedjak moela manoesia dititahkan Allah di alam fana ini, maka proses seroepa itoe berdjalan teroes menoedjoe ke arah kemadjoean, ketjerdasan, ketinggian, keloehoe-ran dan kesempoernaan, melaloei berbagai tingkat dan berbagai lapangan, maka salah satoe bagian dari kemadjoean dan ketjerdasan otak jang bisa ditjapai oleh manoesia, mendekati alam sempoerna, adalah jang dinamakan ‘ilmoe atau pengetahoean (we-tenschap), ialah soeatoe koempoelan pengalaman, pendjeladjahan dan pendapat dalam ketjerdasan akal manoesia sepandjang masa.

‘Ilmoe dioedji dan disempoernakan dengan praktik, dengan boekti, dengan kenja-taan, dengan ‘amal oesaha, sesoeai dengan tingkatan ‘ilmoe terseboet. Kemoedian timboellah daripadanja sekoempoelan natidjah dalam bentoek dan sifat-sifat tertentoe, bisa diraba dan dirasakan, ditjoba dan dioedji, diperiksa dan diteliti. Koempoelan dan himpoenan hasil-hasil kemadjoean dan ketjerdasan ini dinamakan orang “technik.” Oleh karena kedoea bentoek ketjerdasan manoesia ini selaloe bergandengan dan isi mengisi seakan-akan tidak berpisah satoe dengan jang lainnja, maka doea istilah dan doea faham itoe lambat laoen bergaboenglah mendjadi satoe istilah dengan satoe faham “Pengeta-hoean dan Technik”, atau seringkali djoega dibalik seboetannja “Technik dan Penge-tahoean”.

Sjahdan, maka ketjerdasan ‘ilmoe dan technik dewasa ini soedahlah mentjapai tingkatan jang amat tinggi sekali. Seakan-akan ‘ilmoe dan technik memboeat dan meningkatkan manoesia mendjadi machloeq jang maha koeasa, jang kekoeasaannja melipoeti dan menggenggam seloeroeh doenia, di darat dan di laoet maoepoen di oedara.

Kalau doeloe orang menganggap doenia bagaikan tikar menghampar loeas, jang tidak dikenal oedjoeng pangkal dan tepinja, maka kini manoesia bisa terbang menge-lilingi doenia hanja di dalam beberapa hari sadja. Perdjalanan dari satoe benoea ke benoea lainnja dilakoekan ibarat boeroeng terbang dari pohon ke pohon dengan hampir-hampir tidak perloe memeras tenaga atau memboeang waktoe, laksana halilintar jang menjambar-njambar membelah angkasa.

Walhasil, kini segala sesoeatoe dilakoekan dengan alat-alat serba modern berda-sarkan ‘ilmoe dan technik manoesia jang ditjapai hingga sa’at ini. Oleh sebab itoe, maka dewasa ini, di abad atom atau abad hydrogen ini, ‘ilmoe dan technik mendjadi pangkal dan dasar manoesia berfikir dan berboeat, melipoeti dan mengoeasai dirinja. Ia ta’ dapat lepas dan menghindarkan diri daripadanja, baik dalam hidoep dan kehi-doepan sehari-hari maoepoen dalam pergaulan hidoep sedoenia. Inilah sebabnja, maka pada abad atom atau abad hydrogen ini, orang moedah sekali dipermainkan oleh ‘ilmoe dan technik, barang sesoeatoe jang diboeat dan dialami oleh manoesia sendiri. Ta’ bedanja dengan toekang pahat pemboeat patoeng, jang memoedji-moedji dan menjem-bah-njembah patoeng boeatannja sendiri, berbakti kepada benda jang mati, bertoehankan kepada alam jang tidak berdaja dan tidak berkoeasa, seperti (berbakti kepada) pentjipta dan pemboeatnja sendiri.

Maka persembahan kepada benda dan pentoehanan kepada harta doenia, “andad” namanja, jang lazim diseboet “materialisme” (dahrijah), itoe adalah salah satoe djalan sesat jang lagi didjalani dan digemari orang pada abad atom ini. Karena orang silau melihat alam sekelilingnja jang serba modern dan tjemerlang ini, loepa kepada Pemboeat, Pentjipta dan Penitahnja. Loepa kepada Soember Pemboeat atom, Pemboeat hydrogen dan Pemboeat benda apa dan manapoen djoega, jang kini (benda terseboet) mendjadi berhalanja setiap kaoem dahrijin (materialisten). Tegasnja: loepa kepada Allah, Dialah Pemboeat sardjana dan machloeq-machloeq lainnja jang seroepa itoe, dan Pemboeat ‘ilmoe dan technik jang didjadikan sesembahan kaoem dahrijin dewasa ini. Begitoelah selandjoetnja.

Inilah Maha faktor dan Maha sebab, jang menimboelkan dan mendlahirkan sege-nap faktor di doenia. Dan djoestroe inilah jang diloepakan manoesia. Karena manoesia hanjalah melihat koelit, ta’ kenal akan isinja, tahoe machloeq ta’ kenal akan chaliqnja, tahoe akan alam tapi boeta kepada Allah, jang memboeat, memelihara, dan mengatoer-nja; meraba garam tapi ta’ merasakan asinnja.

Setinggi-tinggi bangau terbang, djatoehnja ke koebangan djoega. Tegasnja: “se-tinggi-tinggi ‘ilmoe dan technik manoesia memboemboeng tinggi menemboes mem-belah angkasa, tetapi barang apa jang ditemoekan, diraba dan dilihatnja diperiksa dan diselidikinja, dipertjaja dan dijakininja, hanjalah benda, alam dan adam (kosong=tiada sesoeatoe) belaka”. Ta’ tahoe dan tidak mengenal Allah, alias boeta kepada Pemboeatnja, Chaliqil ‘alamin. Sajang.

Bahkan, ‘ilmoe dan technik jang seharoesnja diperalat oleh manoesia, tetapi ke-moedian didjadikan berhala sesembahannja, lebih dapat menjesatkan manoesia dari apa jang bisa disangka dan dikira-kira. Disebabkan pandangannja jang sempit dan penge-tahoeannja jang berat sebelah serta fahamnja jang dangkal itoe, maka manoesia moedah menoendjoekan sikap megah, tjongkak dan takaboer, menolak dan memboeang tiap-tiap sesoeatoe jang dianggapnja beloem dapat masoek akalnja, beloem diketemoekan perhitoengannja, dan mengatasi segala pengetahoean dan pengertiannja. Sikap pendirian bathin atau filsafat hidoep manoesia seroepa ini makin mendjaoehkan dia dari rasa ke-agamaan, rasa soesila jang soetji, lepas dari toentoenan Ilahi dan adjaran-adjaran para anbija Allah jang moerni. Dengan sendirinja, mau atau tidak mau, sadar atau tidak sadar, maka golongan manoesia atau bangsa jang sematjam itoe kian hari kian bertambah mendekati djoerang keroentoehan dan kedjatoehannja, mengham-piri tepi neraka doenia dan neraka Achirat.

Satoe mitsal agaknja bisa memberi gambaran akan nasib manoesia di masa jang akan datang. Djika perang doenia ketiga petjah –Insja Allah– peristiwa dahsjat dan hebat itoe akan tiba, maka seloeroeh doenia akan terlibat dalam peperangan. Bom atom dan hydrogen, bom cobalt dan lain-lain alat hypermodern, hasil daripada pengetahoean dan technik ultramodern, akan digoenakan. Kini, semoeanja itoe soedah mendekati kepada kelengkapan dan kesempoernaannja. Masing-masing pihak seka-rang telah siap sedia dengan sebanjak-banjak alat pembasmi machloeq doenia sematjam itoe.
Apa gerangan akibat semoeanja itoe? Sebagian besar doenia ini akan hantjoer leboer, peradaban doenia akan moesnah binasa, bersama-sama dengan nafsoe angkara moerka dan nafsoe anti Toehan, jang kini mengoeasai dlahir dan bathin manoesia dahri. Kalaulah soedah terdjadi demikian, maka manoesia baroelah menanja tertje-ngang, dan sadar; baroe tahoe akibat kesalahan dan kekeliroeannja, dan baroe sadar akan natidjah kesesatan dan kedjahilannja. Tapi Ö.. soedah terlambat sajang.

Dengan satoe tamsil ini sadja kiranja orang bisa mendapat gambaran, bahwa nasib manoesia dahri, penjembah berhala patoeng modern boeatannja sendiri (‘ilmoe dan technik), di masa datang akan memboenoeh diri dengan sendjatanja sendiri (andad), menemoei adjalnja jang sesat dan doerhaka. Na’oedzoebillahi min dzalik.

Beloem djoega diriwajatkan tentang pendapat dan pendirian, faham dan pengertian manoesia tentang persoalan ma’ani, seperti soal hidoep (het leven, the life), Roeh (ziel), Achirat (Soerga dan Neraka), Qadar dan Qadla, Ba’ats (hidoep kembali sesoedah mati), Qijamah (hari Pembalasan), ‘Arasj, Koersi, Laoeh-Mahfoedz, dan persoalan lain sematjam ini. Menjelidiki dan mengoepas, mendjeladjah dan memetjahkan persoalan ini, demikian poela persoalan sekitar Isra dan Mi’radj Rasoeloellah Clm., boekanlah barang sesoeatoe jang moedah. Karena oentoek menjelami dan mengenal persoalan ini tidak tjoekoep hanja dengan ketjerdasan otak serta ‘ilmoe dan technik jang tinggi. Melainkan teroetama sekali amat diperloekan kesoetjian roehani, ketadjaman penglihatan bathin, keadilan timbangan, keloehoeran boedi dan ketinggian achlak, serasi dengan adjaran Al-Qoer’an, jang ditafsirkan oleh Rasoeloellah Clm. dalam Soennahnja jang meroepakan perintah dan larangan, keoetamaan dan ketjaman, harapan dan tjegahan. Achirnja di dalam bab ini hendak kami singgoeng sikap dan pendirian manoesia, dalam lingkoengan Oemmat Islam sendiri, mengenai persoalan jang kami loekiskan dengan ringkas di atas.

Karena pengaroeh gelombang besar dari laoetan ‘ilmoe dan technik modern, maka manoesia –djoega Moeslim ingin menempatkan dirinja dalam apa jang dinamakan orang golongan “modernisten” itoe. Ia tidak hanja tjoba-tjoba menafsirkan Islam dengan ‘ilmoe jang diperolehnja, tetapi atjapkali tampak gedjala-gedjala jang membahajakan. Islam seakan-akan diperkosa dan dipaksakan haroes sesoeai dengan ‘ilmoe pengetahoean dan technik, boekan sebaliknja.

Maksoednja moemkin amat baik sekali. Seperti: memberi keterangan-keterangan modern atas beberapa dalil Al-Qoer’an atau Soennah Rasoeloellah Clm., mitsalnja: Jang dikatakann dengan “7 langit dan 7 boemi” di dalam Al-Qoer’an ialah “7 planet dan 7 langit dari planet-planet terseboet. Toedjoeh planet jang dimaksoedkan ialah: (1) Merkoerioes, (2) Venoes, (3) Mars, (4) Joepiter, (5) Satoernoes, (6) Oeranoes, dan (7) Neptoenoes, sedang doenia (Boemi) kita sendiri berada di antara jang terseboet pada angka (2) dan (3). Keterangan ini moengkin masih dianggap orang benar sebeloem tahoen 1929, tahoen diketemoekannja planet ke 8, jakni Ploeto. Tapi sesoedah itoe hingga kini, teranglah dengan boekti jang njata bahwa keterangan atau tafsir terseboet salah! Demikianlah satoe tamsil, jang menoendjoekkan satoe gedjala membahajakan dalam tjara manoesia berfikir dan memandang sesoeatoe.

Dalam hal ini, orang haroes pandai membatasi dirinja. Djangan terdjeroemoes kepada kesimpoelan “Islam haroes sesoeai dengan ‘ilmoe pengetahoean”, jang ingin menjesoeaikan Islam dengan wetenschap. Melainkan seharoesnja wetenschap haroes disesoeaikan dengan Islam, oentoek memperloeas pengetahoean Islam, oentoek mem-perdalam faham Islam, serta oentoek menjempoernakan ”’amal” dan ”’ilmoe Islam”. Djadi, kesimpoelan “Islamitisch wetenschap” (wetenschap jang diper-Islam-kan) atau “wetenschappelijk Islamisme” (Islam jang diper- wetenschap-kan) adalah satoe kesim-poelan jang sesat dan menjesatkan.

Karena Islam, pada dasarnja, mempoenjai sifat-sifat jang tetap (constant), sedang-kan ‘ilmoe manoesia senantiasa beroebah-oebah, berkoerang atau bertambah, menoeroet ketjerdasan otak manoesia pada tiap-tiap zaman. Tegasnja: Islam “kalau perloe” boleh bertentangan dengan kehendak, pengertian dan pengetahoean manoesia. Tetapi penge-tahoean dan pengertian manoesia, ‘ilmoe dan technik jang benar, tidak boleh dan tidak akan bertentangan dengan adjaran Islam.

Dengan ini, maka kita tetap berpedoman kepada apa jang diwadjibkan Allah dan Nabi-Nja, dan mengoetamakan (mensoennatkan) apa jang dioetamakan (soen-natkan) Allah dan Nabi-Nja. Djangan sebaliknja, mengoetamakan sesoeatoe jang di-wadjibkan Allah dan Rasoel-Nja. Atau dengan kata-kata jang lebih tegas lagi: Wadjib tetaplah wadjib hoekoemnja, dan soennat tetaplah soennat hoekoemnja, dan tidak boleh dipoetar balik seenaknja menoeroet kehendak dan keinginan manoesia.

Wadjib haroes didahoeloekan daripada soennat. Djangan sekali-kali soennat men-dahoeloei wadjib. Lebih-lebih lagi djangan melakoekan soennah, tetapi meninggalkan wadjib. Islam di atas segala sesoeatoe. Djoega di atas segala ‘ilmoe dan technik jang manapoen.

Dengan oeraian ringkas di atas, boekanlah sekali-kali maksoed kami hendak menge-tjam ‘ilmoe pengeetahoean dalam hoeboengannja dengan Agama Islam. Bahkan sebalik-nja, kita haroes pandai menghimpoenkan sebanjak-banjak ‘ilmoe sampai kepada tingkat setinggi-tinggi, bagi menjempoernakan segala ‘amal bakti jang ditoegaskan Allah atas kita masing-masing dan penglihatan kita sekalian, oentoek memperloeas pandangan dan penglihatan kita dalam mempeladjari ‘ilmoe Islam, oentoek memperdalam penger-tian dan faham kita dalam mentelaah Islam.

Maksoed mengoempoelkan sebanjak-banjak ‘ilmoe boekanlah sekali-kali oentoek mendjaoehkan diri dari Islam, soepaja keloear dari adjaran soetji, atau goena mentjari djalan sesat, atau oentoek menemoei djalan dan oesaha jang dilaknat Allah, satoe koetoek jang menjebabkan ketjelakaan dan keroegian doenia dan achirat!! Boekan!, sekali lagi, boekan! Peringatan dan adjakan ini kami toedjoekan kepada kawan-kawan seagama, jang masih salah paham dan keliroe pendapat, dan jang soeka meninggalkan sjari’at Nabi, karena pengaroeh bathinijah sesat, jang bisa toemboeh daripadanja.

Golongan angkatan moeda, kaoem moetaawilah, jang terpengaroeh oleh doenia dan kedoeniaan, atjapkali meninggalkan jang wadjib dalam agama, baik jang enteng maoepoen jang berat, jang moedah maoepoen jang soekar. Teroetama djika wadjib terseboet tidak serasi dengan nafsoenja; nafsoe jang beralaskan kepada dalil-dalil pengetahoean atau “modernisme” jang diboeat-boeat dan direka-reka, dengan alasan-alasan jang dianggap dapat melepaskan mereka daripada toegas dan wadjib jang di-bebankan Allah atasnja.

Sebaliknja, dalam lingkoengan golongan angkatan toea, kaoem moeta-achirah (diantaranja: jang soeka menamakan dirinja “kaoem moehaqqiqin”) poen terdapat poela kegandjilan jang seroepa itoe, dengan alasan-alasan dan keterangan jang kadang-kadang sebaliknja daripada pihak pertama terseboet di atas. Tetapi kedoea-doea alasan terseboet semata-mata bersandarkan kepada “kedoeniaan” belaka. Walhasil, dalam hoeboengan ini inginlah kami tetap menjatakan seroean dan harapan: Tjarilah alasan-alasan oentoek mengoeatkan dan menjempoernakan wadjib, sepandjang adjaran Islam, dan djanganlah mentjari-tjari dan mereka-reka alasan oentoek koefoer kepada Allah dan Rasoel-Nja, oentoek moertad dari Islam.

————

Bersambung ke halaman selanjutnya…

Iklan

10 comments on “Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

  1. MSF
    Juni 9, 2012

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Noer
    Juni 11, 2012

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati
    Juni 15, 2012

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah
    Juni 18, 2012

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

    • حَنِيفًا
      Juni 18, 2012

      Idem sama diatas ini 😀
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo
    Juni 18, 2012

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny
    Juni 19, 2012

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu
    Agustus 6, 2012

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti 🙂
    Salam

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: