Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya

Suatu hari di tahun 1945, datanglah beberapa orang yang tergolong ‘Ulama ke rumah Anwar Tjokroaminoto (Anak kedua dari H.O.S Tjokroaminoto). Salah seorang diantara mereka itu bertanya : “Adakah almarhum mempunyai peninggalan kepada saudara ?”. Anwar Tjokroaminoto menjawab : “ Ada, tetapi apa maksud saudara bertanya demikian?” “Kalau ada, sebenarnya mengherankan kami sebab kami tidak pernah... Continue Reading →

HOS Tjokroaminoto Menurut Mohamad Roem

Pak Tjokro yang penulis ingat senantiasa memakai pakaian Jawa tradisionil. Blankon, jas tutup, kain panjang dan sandal. Saudara Anwar Tjokroaminoto baru-baru ini menerangkan kepada penulis, bahwa ia pun hanya ingat ayahnya memakai pakaian itu. Perkenalan kami, pemuda Islam terpelajar yang tergabung dalam Young Islamieten Bond (Serikat Pemuda Islam), dengan Pak Tjokro mulai di tahun 1925,... Continue Reading →

RAHMAH EL YUNUSIYAH ; Syaikhah Dunia Pendidikan Perempuan

Negeri Minangkabau terkenal telah melahirkan begitu banyak  tokoh utama di negeri ini, baik alim ulama maupun para cendekia. Tidak hanya hanya kaum pria yang menonjol, tapi juga kaum wanitanya. Salah satu tokoh perempuan hebat dari negeri ini adalah Rahmah El-Yunusiyah. Tidak diragukan lagi Rahmah el-Yunusiyah adalah salah satu tokoh wanita hebat yang dimiliki negeri ini.... Continue Reading →

Tak Hanya Kartini : Siti Aisyah We Tenri Olle, Penyelamat Sastra Warisan Dunia “I La Galigo”

Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih hatur tangkyu buat Mba Widi Astuti yang telah bersedia mengirimkan tulisannya yang katanya Insya Allah sebentar lagi akan terbit dalam bentuk buku tentang Tokoh Pergerakan Perempuan Islam Indonesia. Kedua, jelang peringatan hari Kartini 21 April, lewat tulisan "Tak Hanya Kartini" banyak hal yang perlu perenungan ulang terhadap simbol perjuangan perempuan... Continue Reading →

Tak Hanya Kartini : Malahayati, Laksmana Perempuan Pertama di Dunia

Melanjutkan tulisan kiriman dari Widi Astuti "Tak Hanya Kartini" (Tulisannya bisa dilihat di widi80.blogdetik.com). Kali ini beliau mengirimkan tulisan ke admin serbasejarah tentang Malahayati. __________________ Jika kita berbicara tentang Aceh, maka yang terbayang di benak kita adalah para mujahid dan mujahidah  yang berjuang  gigih tanpa pamrih. Aceh telah melahirkan begitu banyak pahlawan. Sungguh heroik perjuangan... Continue Reading →

Jong Islamieten Bond : Meng-Islam-kan Kaum Terpelajar

Sejarah adalah cerita kaum muda ~ Kita mengenal tokoh-tokoh pejuang Islam di Indonesia seperti Mohammad Natsir, Mohammad Roem, Kasman Singodimedjo, Sjafruddin Prawiranegara, Prawoto Mangkusasmito, S.M. Kartosoewirjo. Mereka lahir dari dua organisasi Islam kalangan muda waktu itu yang berperan membina sikap dan keyakinan mereka sebagai muslim pejuang yang dididik di Jong Islamieten Bond (JIB) dan Studentent... Continue Reading →

Kewajiban Umat Islam Menghadapi Dunia Baru

Pengantar : ~ Kuburmu dicari, jejakmu ditelusuri, ajaranmu dikaji, Mujahid tak pernah mati~ S.M. Kartosoewirjo, seorang pejuang yang konsisten dalam mengarungi hidup di empat jaman,  zaman Belanda, zaman Jepang, zaman Kemerdekaan sampai zaman Orde Lama, beliau tetap istiqomah melawan penjajahan, anti penindasan dan membela Islam serta Umat Islam. Kepiawaiannya menapak jejak perjuangan Rosululloh  dan mampu meletakan langkah... Continue Reading →

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

Dalam rangka mentafakuri peristiwa besar dalam sejarah Islam yaitu peristiwa Isra' dan Mi'raj Nabi Besar Muhammad SAW, berikut sebuah tulisan yang sangat bersejarah khususnya bagi Umat Islam Bangsa Indonesia yang ditulis oleh S.M Kartosoewirjo tentang Hikmah dan Ajaran dari peristiwa suci Isra' dan Mi'raj Nabi Muhammad SAW.  Tulisan buah karya sang Mujahid yang menjadi bahan... Continue Reading →

Laman: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16

Kartosoewirjo Muda Jurnalis Fadjar Asia

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.  Istilah “pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau... Continue Reading →

Antara Haji, Negara dan Sejarah Islam Indonesia

Merekonstruksi masa lalu dan menafsirkannya adalah semata-mata agar sejarah bisa dimengerti dan dipahami. Kuntowijoyo menyatakan dalam tulisannya "Penjelasan Sejarah", bahwa sejarah bertumpu pada metode Verstenhen, yaitu pengalaman “dalam” yang menembus jiwa dan seluruh pengalaman kemanusiaan. Verstehen atau understanding adalah usaha untuk “meletakan diri” dalam diri yang “lain”. Verstehen adalah mengerti “makna yang ada di dalam”,... Continue Reading →

Hari-hari terakhir ~Tah ieu teh Hudaibiyah ~

Pada tanggal 15 Mei 1962, Kartosoewirjo, mendapat laporan bahwa pasukan DI/TII yang tersebar di gunung Cakrabuana, gunung Guntur serta gunung Galunggung telah kocar-kacir. Tak hanya itu, juga mendengar kondisi fisik pasukannya kian lemah, kehabisan tenaga. Kondisi yang tak jauh beda dengan dirinya. Saat itu Sang Imam ini sedang sakit, Ia menderita penyakit gula serta kurang... Continue Reading →

“Juru Peta” Sastra Indonesia ~H.B. Jassin~

Di samping mendapat julukan "Paus" Sastra Indonesia, Hans Bague Jassin juga dipanggil administrator dan diktator sastra. Ia pernah memukul Chairil Anwar. Dihukum 1 tahun penjara gara-gara cerpen Langit Makin Mendung. Inilah orang yang telah menerjemahkan Al-Quran ke dalam bahasa Indonesia. Lahir di Gorontalo, 31 Juli 1917, mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Indonesia, juru... Continue Reading →

Gerilya di Ajteh

Tulisan ini melengkapi beberapa tulisan sebelumnya tentang perjuangan Abu Daud Beureueh di Atjeh yaitu : Beureueh, “Pemberontakan” dengan Sebab Klasik Pada Suatu Hari Dengan Daud Beureueh ______________ Hanya dua bulan sebelum pergolakan yang kemudian disebut sejarah sebagai Darul Islam-pecah pada 21 September 1953, Boyd R. Compton berkunjung ke rumah Daud Beureueh di Beureuneun, Pidie. Compton, peneliti dari... Continue Reading →

Buya Hamka ~ketika ulama tak bisa dibeli~

Surat itu pendek. Ditulis oleh Hamka dan ditujukan pada Menteri Agama RI Letjen. H. Alamsyah Ratuperwiranegara. Tertanggal 21 Mei 1981, isinya pemberitahuan bahwa sesuai dengan ucapan yang disampaikannya pada pertemuan Menteri Agama dengan pimpinan MUI pada 23 April, Hamka telah meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Buat banyak orang pengunduran diri Hamka... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: