Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB IV

KEDAAN SEBELOEM ISRA DAN MI’RADJ

Sedjak moela Rasoeloellah Clm. menerima noeboewah dan risalah, serta kemoe-dian menjiarkannja di dalam lingkoengan oemmat manoesia disekelilingnja, maka sedjak itoe dari kalangan kaoem djahilin, moesjrikin dan kafirin qoeraisj timboellah tentangan dan penolakan, tjelaan dan hinaan, tjertjaan dan makian, pentertawaan dan pentjemo-ohan, edjekan dan hasoetan, jang achir kemoediannja memoentjak mendjadi kebentjian dan permoesoehan, fitnah dan aniaja.

Pada tahoen 5 N (tahoen ke-5 sedjak Nabi Moehammad menerima wahjoe, atau tahoen Kenabian ke-5, diringkas: 5 N), terdjadilah Hidjrah pertama para sahabat/pengikoet Rasoeloellah Clm. jang setia ke Habsji, satoe negeri jang pada waktoe itoe dikoeasai oleh seorang radja (nadjas) Nasrani. Djoemlah Moehadjirin pertama itoe terdiri daripada 11 orang lelaki dan 4 orang perempoean. Mereka meninggalkan kam-poeng halamannja, sanak keloearganja, negeri dan tanah airnja, hanja karena mentjin-tai dan memeloek Agama Soetji, mengikoeti toentoenan Ilahi, jang diadjarkan oleh Moehammad bin Abdoellah, Rasoeloellah Clm., dan karena ta’ tahan lebih lama lagi menghadapi kekedjaman dan keganasan kaoem kafirin Qoeraisj.

Demikian poelalah alasan dan sebab-sebab Hidjrah kedoea, djoega ke Habsji, ja-ng dilakoekan oleh para sahabat Nabi pada achir 5 N atau awal 6 N. Pada waktoe itoe, paman Nabi jang amat setia, pembela dan pelindoeng kemenakannja jang dikasihinja, diantjam dan dipaksa oleh kaoem Qoeraisj, soepaja soeka berdaja oepaja oentoek menghentikan propaganda Islam, jang dilakoekan kemenakannja, Moehammad bin Abdoellah, Rasoeloellah Clm. Di kala Aboe Thalib –demikian nama paman Nabi jang bersangkoetan– menjampaikan pengharapan chianat kepada Rasoeloellah Clm., agar soeka mengaboelkan pengharapan orang-orang Qoeraisj, maka beliau mendjawab, jang maksoednja antara lain: “kami tidak akan menghentikan toegas soetji melakoekan dan menjiarkan Islam, hingga kami mentjapai kemenangan atau mati binasa dalam oesaha melaksanakan perintah-perintah Allah itoe.”

Sesoeai dengan sikap Nabi, maka achirnja Aboe Thalib-poen menolak poela an-tjaman kaoem kafirin Qoeraisj itoe, dan mengikoeti dengan setia djedjak Nabi, sambil melindoengi dan membelanja daripada oesaha-oesaha djahanam, jang dilantjarkan oleh pihak kafirin Qoeraisj.

“Orang boleh menempatkan Matahari di tangan kanankoe dan Boelan di tangan kirikoe, namoen kami tidak akan menghentikan oesaha soetji, toegas Ilahi ini”, demikian-lah kata-kata jang meloentjoer dari lisan Rasoeloellah Clm., dalam mendjawab antjaman, pengganasan, keboeasan dan kedlaliman kaoem kafirin Qoeraisj. Perloe poela ditjatat satoe peristiwa pahit, jang meroepakan boikot sosial, jang mentjegah Rasoeloellah Clm., beserta pengikoet-pengikoet beliau berdjoeal beli dan melakoekan perkawinan dengan pihak Qoeraisj choesoesnja dan orang-orang Arab di loear Islam ‘oemoemnja.

Pada masa itoe demikianlah terkenal di dalam riwajat, dapoer Nabi pernah bebera-pa boelan lamanja tidak mengepoelkan asap, satoe tanda, bahwa penderitaan telah me-moentjak tinggi. Boikot sosial itoe telah berlakoe koerang lebih 3 tahoen lamanja, sedjak 7 N hingga 10 N. Oedjian berat itoe agaknja masih djoega beloem dianggap tjoekoep. Melainkan ditambah lagi dengan meninggalnja Aboe Thalib, paman Nabi jang amat setia dan selaloe berboeat selakoe pelindoeng dan pembela kemenakannja.

Masih djoega oedara dan soeasana pedih, pahit dan getir itoe melipoeti keloearga Nabi, maka toeroenlah lagi oedjian jang maha berat bagi pribadi Rasoeloellah Clm. dengan wafatnja Siti Hadidjah, ialah seorang jang pertama-tama masoek Islam, isteri Nabi jang teramat setia, penghiboer di masa doeka-tjita dan lara, pendorong di masa tertimpa tekanan dlahir dan bathin dari pihak kafirin djahanam. Oleh sebab itoe, ma-ka tahoen-tahoen toeroennja tjoba dan goda, oedjian dan imtihan daripada Allah itoe, di dalam riwajat, terkenal dengan nama “Am-oel-Hoezn” atau tahoen-tahoen berdoeka-tjita.
Soenggoehpoen pada masa itoe boikot sosial telah batal dan gagal, namoen propa-ganda Rasoeloellah Clm. menjiarkan Agama Allah di tempat-tempat sekeliling Mekkah, seperti Thaif, tidaklah menghasilkan barang apa jang diharapkan. Bahkan sebaliknja. Hanja kedjoeroesan Jatsrib (kemoedian: Madinah) hasil oesaha soetji itoe agak memoe-askan. Terboekti dengan terdjadinja Ba’iat Aqabah pertama dan kedoea, jang masing-masing berlangsoeng pada achir 11 N dan achir 12 N., di mana segolongan orang-orang Jatsrib menjatakan soempah kesetiaannja terhadap kepada Rasoeloellah dan lebih djaoeh kepertjajaannja terhadap Agama Islam.

Keadaan dan kedjadian sebeloem Isra dan Mi’radj itoe dengan tepat di gambarkan di dalam Firman Allah, dalam soerah Al-Baqarah ajat 155:

Walanabloewannakoem bi-sjaiin min-al-chaoefi wal-djoe’I wanaqshin min-al-amwali wal-anfoesi watstsama-roti wabsj-sjirishobirin.

“Pastilah Kami (Allah) akan mentjoba kamoe dengan segala sesoeatoe (dengan segala matjam tjobaan) dengan takoet, dengan lapar, dengan keroegian dan kekoerangan harta benda, dengan kekoerangan (atau kehilangan) kawan-kawan (seperdjoeangan), dengan (kekoerangan) boeah-boeahan, maka Kami akan menoeroenkan boesjro (berita baik, berita gembira, atas) orang-orang jang sabar (menderita, koeat, tahan dan oelet dalam perdjoeangan soetji).”

Hikmah dan Adjaran

Alhamdoelillah segala sesoeatoe jang termaktoeb di atas, bagi kaoem Moedjahi-din penggalang Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia, boekanlah hanja ‘ilmoe dan teori-teori, melainkan disaksikan kebenarannja dengan boekti-boekti penga-laman jang njata. Bahkan pengalaman-pengalaman dan penderitaan-penderitaan kita selama ini bolehlah dibandingkan dan dinisbatkan dengan keadaan dan kedjadian pada zaman Rasoeloellah Clm., moengkin hanja beda sifat dan bentoeknja. Seperti terdjadinja boikot sosial jang dilantjarkan oleh kaoem kafirin Qoeraisj terhadap kepada Nabi beserta keloearganja, termasoek di dalamnja Bani Moethalib dan Bani Hasjim, dan para sahabat Nabi jang teramat setia, bolehlah pada zaman sekarang dibandingkan dengan blokade gerombolan kafirin pantjasila terhadap kepada para Moedjahidin Indonesia, jang tengah memperdjoeangkan Agama Allah dan Negara Koernia Allah, bagi menegakkan Kalimatillah!

Blokade dalam segala segi dan lapangan termasoek dilakoekan oleh golongan djahilin pantjasila, bertahoen-tahoen lamanja, disertai dengan keboeasan dan pengga-nasan jang tiada taranja dalam riwajat manoesia beradab. Bahkan hingga kini keadaan seroepa itoe masih teroes berlangsoeng, walaupoen soedah agak soeroet, karena pantjasila makin kehilangan tenaganja, oentoek melandjoetkan oesahanja jang djahanam itoe! Sekali lagi, Alhamdoelillah, bagi kita kaoem Moedjahidin ‘oemoemnja oedjian dan tjoba Allah ini soedahlah dapat kita limpahan tolong dan koernia Allah djoea dan dengan karena perlindoengan dan pemeliharaan-Nja belaka. Kesengsaraan dan penderitaan dlahir dan bathin adalah batoe oedjian Iman, Tauhid dan ‘amal Djihad kita. Selama itoe kita digembleng dan ditepas, ditapis dan diperas djasmani dan roehani, dlahir dan bathin, sehingga timboelah intinja manoesia, Moedjahid 100% jang sanggoep menegakan Kalimatillah, sampai tetes darah hemboesan nafas jang penghabisan.

————-

Bersambung ke halaman selanjutnya…

Iklan

10 comments on “Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

  1. MSF
    Juni 9, 2012

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Noer
    Juni 11, 2012

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati
    Juni 15, 2012

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah
    Juni 18, 2012

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

    • حَنِيفًا
      Juni 18, 2012

      Idem sama diatas ini 😀
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo
    Juni 18, 2012

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny
    Juni 19, 2012

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu
    Agustus 6, 2012

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti 🙂
    Salam

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: