Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB X
MALAIKAT-MALAIKAT DJIBRIL DAN MIKAIL

Dalam perdjalanan Rasoeloellah Clm. melakoekan Isra’ dan Mi’radj selaloe di-dampingi didjaga dan dilindoengi oleh doea malaikat, jakni: Djibril sebelah kanan dan Mikail sebelah kiri. Pengawalan itoe berlakoe teroes meneroes, sedjak Masdjidil Haram (Mekkah) hingga Sidratoel Moentaha.

Hikmah dan Adjaran

1. Walaupoen roeh dan djiwa – taroehlah: pandai mengoeasai djasad, nafsoe (amarah, lauwwamah), ghodhob dan sjahwat, dalam wadjib melakoekan maoepoen dalam wadjib meninggalkan sesoeatoe perboeatan, namoen masih selaloe amat diper-loekan adanja penoentoen dan pembimbing ‘amal, pengasoeh dan petoendjoek (djalan) bagi roeh dan djiwa, seakan-akan pengawal perentas djalan imam-pemim-pin ‘amal, bagi keselamatan pribadi dan oemmat pengikoetnja, dlahir daan bathin, di doenia dan di achirat kelak.

Adapoen jang kami maksoedkan dengan Imam, pemimpin, penoentoen dan pem-bimbing ‘amal, pengasoeh dan petoendjoek (djalan) bagi roeh dan djiwa itoe ialah: Al-Qoer’an di tangan kanan (ibarat Djibril, di sebelah tangan kanan Nabi) dan Soennah Nabi Besar Moehammad Clm. di tangan kiri (ibarat Mikail, di sebelah tangan kiri Rasoeloellah Clm.). Itoelah satoe-satoenja djalan loeroes, Sirathal Moestaqim, jang langsoeng menoedjoe Mardhatillah sedjati!

Djadi, dalam tiap-tiap ‘amal jang kita lakoekan atau tinggalkan, wadjiblah kita senantiasa berpegang kepada Al-Qoer’an dan Hadist-hadist shahih, agar tetap pada djalan (rail) jang dilimpahi Rahmat dan Ridla Ilahi, dan terpelihara dari sesat dan laknat! Tetapi sebaliknja, djika manoesia tidak soeka berpegang kepada kedoea pedoman soetji itoe, pastilah ia akan sesat dalam perdjalanannja, terdjeroemoes dalam djoerang neraka doenia dan neraka achirat. Perhatikan dan renoengkanlah baik-baik dan seksama.

2. Malaikat Djibril dan Mikail menghantarkan Rasoeloellah dalam perdjalanan soetji itoe hanja sampai Sidratoel Moentaha. Tegasnja: hanja sampai di oedjoengnja Alam ketiga, Alam Malakoet. Sedang sementara itoe, perdjalanan memasoeki alam keempat dan jang penghabisan, Alam Lahoet, dilakoekan Rasoeloellah Clm. seorang diri, tidak ada kawan dan saksi, tiada pengawal dan petoendjoek djalan di loear pribadinja. Peristiwa ini menoendjoekkan, bahwa harkat martabat manoesia jang besar, tinggi dan sempoerna, seperti Rasoeloellah Clm., lebih tinggi daripada marta-bat dan deradjat para Malaikat. Demikian poela pengetahoean dan kedoedoekannja.

Ternjata daripada pengawalan mereka hanja hingga Sidratoel Moentaha, oedjoeng-nja segala ‘ilmoe dan kesoedahan segala pengetahoean machloeq, djoega pengeta-hoean manoesia dan Malaikat, tindak landjoet sampai Moestawan! Sesoenggoehnja pada zaman sekarang ini kedoedoekan dan deradjat setinggi dan semoelia itoe-poen masih tetap disediakan Allah bagi para hamba kekasih-Nja, jang sanggoep dan mampoe mendjalankan perintah-Nja, dengan patoeh dan setia hati, tegas : sanggoep meng’amalkan segenap isi Al-Qoer’anoel Karim, dengan tiada tawaran dan pilihan atasnja !

Teroetama djika kita mendjeladjah ma’na “bi-abdi-hi” (boekan “bi-Nabiji-hi” atau “bi-Rasoeloelli-hi”) dalam kalimat “… asra bi-abdi-hi …”, lebih-lebih lagi, karena isi Al-Qoer’an berlakoe sepandjang masa hingga Jaoemal Qijamah, dan melipoeti semesta alam. Marilah kita sekalian setingkat demi setingkat mengajoen-kan langkah ke depan menoedjoe dan menghampiri serta mentjapai harkat deradjat jang teramat tinggi dan moelia itoe. Dengan karena tolong dan koernia Allah djoea!

—–—–


BAB XI
JATSRIB, THAIBAH ATAU MADINAH

Tempat pemberhentian pertama ialah Jatsrib atau Thaibah, di mana Rasoeloellah Clm. pada tahoen 13 N, maka sebagai tanda kehormatan nama Jatsrib diganti dengan Madinatoen-Nabi, atau Kotanja Nabi, disingkat mendjadi Madinah. Dan, kemoedian daripada Fathoel-Maki, maka Madinah mendapat Madinatoel Moenawwarah, tegasnja Kota jang bertjahaja, di samping Makkatoel-Moesjarrafah, ertinja Mekkah jang moelia. Kedoea kota itoe achir –kemoedian menerima nama– gelar Haramain ertinja kedoea kota soetji. Selain terkenal sebagai “mahdjoerah” (tempat atau medan Hidjrah), maka Madinah poen didjadikan Nabi dan para sahabat Ançar dan Moehadjirin mendjadi Basis Negara Islam jang pertama di Djaziratoel Arab, pangkal perdjoeangan soetji menggalang Negara Koernia Allah, dan modal pertama membina Negara Islam di Tanah Arab.

Hikmah dan Adjaran

Kiranja hal ini bagi kaoem Moedjahidin seloeroehnja, bagi segenap pembina dan pendoekoeng Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia, boekanlah barang baroe. Karena djoestroe perdjalanan Rasoeloellah Clm. itoelah jang kita djadikan tjontoh dan tauladan. Karena perintah Allah djoea. Itoelah tjita-tjita tertinggi dan termoelia bagi setiap Moedjahid. Djoega bagi setiap Moeslim, jang hendak mempersembahkan dharma baktinja kepada Allah dengan sempoernanja dan meng’amalkannja Al-Qoer’an selengkapnja.

Kalau dengan Al-Qoer’an Rasoeloellah Clm. telah berhasil mendirikan Negara Islam di Tanah Arab, maka dengan Islam poela kita haroes pandai dan koeasa mengga-lang Negara Islam Indonesia di permoekaan boemi Indonesia. Asalkan ‘amal kita se-soeai dengan Al-Qoer’an dan Hadits shahih, dengan toentoenan soetji dan soennah Nabi oemmiji. Tjamkanlah baik-baik!

————

BAB XII
GOENOENG TOERSINA

Dalam perdjalanan soetji selandjoetnja, maka Rasoeloellah Clm. singgah sedjenak di Goenoeng Toersina, tempat Nabi Moesa ‘a.s. menerima wahjoe Ilahi, setelah lepas dari bahaja kedjaran Fir’aun, menoedjoe Daroes-Salam, Medan Damai, jang didjan-djikan Allah kepada Nabi Kekasih-Nja beserta pengikoet-pengikoetnja jang setia. Sebeloem itoe Beliau melaloei dan singgah sebentar di soeatoe tempat beriwajat, Madjan namanja.

Hikmah dan Adjaran

1. Dengan renoengan sedjenak jang mendalam, maka hendaknja mahfoemlah kita sekalian akan erti dan maksoed adjaran sedjarah lama itoe. Tegasnja: Djandji Allah, atau Wa’ad dan Wa’id Allah semoea itoe benar, njata dan terboekti, tiada sjak dan ragoe-ragoe di dalamnja. Walhasil, segenap djandji Allah akan ditjoekoepi dengan Kehendak dan Idzin-Nja, asalkan –demikianlah adjaran Islam– kita memenoehi selengkapnja akan apa jang termaktoeb di dalam Kitaboellah dan Soennah Rasoeloellah Clm.

2. Selandjoetnja bagi para Oelil Albab, orang-orang jang terboeka mata hati noeraninja, loeas ‘ilmoenja dan sempoerna ‘amalnja, maka segala riwajat pada zaman-nja jang lampau –teroetama tarich para Anbija Allah– adalah:

A. Tjermin dan petoendjoek ‘amal ke depan
B. Soember dzikroellah, mengingat akan Allah, dalam Dzat, sifat-sifat, Asma dan Af’al-Nja; dan
C. Tangan tafakoer, memikirkan segala sesoeatoe boeatan Allah, ialah soember segenap ‘ilmoe.

——-——-

BAB XIII

BAITAL LAHM ATAU BETHLEHEM

Adapoen tempat pemberhentian ketiga dalam perdjalanan soetji Isra Rasoeloellah Clm. ialah Baitoel Lahm (ma’na loeghotnja: roemah daging, atau pendjagalan, atau pembantaian). Bangsa Barat menjeboetnja Bethlehem, ialah tempat kelahiran Nabi Isa ‘a.s.

Hikmah dan Adjaran

Agaknja tidak perloe dioeraikan lagi, apakah gerangan hikmah dan adjaran jang boleh diperdapat daripada mengetahoei tempat bersedjarah, dan mengenal riwajat para Nabi, dan lain-lain seteroesnja. Periksalah Bab XII tentang Goenoeng Toersina.

——-——-

Bersambung ke halaman selanjutnya…

Iklan

10 comments on “Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

  1. MSF
    Juni 9, 2012

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Noer
    Juni 11, 2012

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati
    Juni 15, 2012

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah
    Juni 18, 2012

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

    • حَنِيفًا
      Juni 18, 2012

      Idem sama diatas ini 😀
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo
    Juni 18, 2012

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny
    Juni 19, 2012

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu
    Agustus 6, 2012

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti 🙂
    Salam

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: