BAB VIII
MASDJIDIL HARAM–MEKKAH

Pemberangkatan Rasoeloellah Clm. dalam melakoekan perdjalanan soetji dimoelai dari Masdjidil Haram, di Mekkah.

Hikmah dan Adjaran

Harga nilai Masdjidil Haram atau Masdjid Soetji, ialah pangkal perdjalanan soetji, kiranja moedah dapat kita mengerti. Selain daripada itoe, Masdjidil Haram dengan Ka’bahnja mendjadi Kiblat jang kedoea dan terachir bagi segenap Oemmatoel Moeslimin, hingga Jaoemal Qijamah. Masdjidil Haram letaknja di Mekkah, tempat kelahiran Moehammad bin Abdoellah, jang achirnja setelah menerima noeboewwah dan wahjoe Ilahi, diangkat-Nja-lah mendjadi Nabi dan Rasoeloellah Penoetoep. Mekkah adalah djoega tempat kelahiran Islam, di tengah-tengah kaoem moesjrikin dan kafirin Qoeraisj.

Selain didjadikan pangkal dan soembernja perdjoeangan soetji, menjiarkan Agama Islam dalam lingkoengan kaoem djahilin, maka Mekkah-poen mendjadi oedjoengnja perdjoeangan soetji, kesoedahan dan kesempoernaan perdjoeangan, toeroennja wahjoe jang pertama (di Goea Hira) dan wahjoe jang penghabisan, semasa Rasoeloellah Clm. melakoekan ‘ibadah hadji jang penghabisan (Hadjdjoel-Wada), beberapa sa’at kemoe-dian setelah Fathoel-Maki, kemenangan atas Mekkah, atau terboekanja kota Mekkah bagi Islam. Tegasnja: Kemenangan Islam.

Adjaran bagi kita ialah:

Dengan Islam kita hidoep, dan dalam Islam kita mati. Memenoehi perintah dan panggilan Ilahi, dan dengan Islam kita menang! Oleh sebab itoe, djanganlah tanggoeng-tanggoeng kita ber’amal bakti kepada Allah. Djangan terlambat, terhambat atau terhenti dalam perdjalanan dan perdjoeangan soetji, walaupoen apa dan betapa poela tjoba dan goda jang boleh diletakkan Allah di depan kita! Sempoernakanlah bakti kita, hingga batas kekoeatan jang terachir. Hingga hemboesan napas dan tetesan darah jang pengha-bisan! Hingga Allah berkenan mendlahirkan Keradjaan-Nja, ataupoen ia berkenan memanggil kembali para pedjoeang soetji hamba kekasih-Nja kehadlirat-Nja. Pegang firman Allah:

Wa’boed robbaka hatta ja’tijakal jaqin.

Indonesianja koerang lebih:

“Baktikanlah kepada Toehanmoe, hingga datang kejakinan kepadamoe (hingga berdirinja Negara Koernia Allah di doenia, atau mati dalam melaksanakan toegas soetji, toegas Ilahi).”

Dan:
… fa’inna hizboellahi hoemoel gholiboen.

Indonesianja koerang lebih:
“… Bahwasannja partai Allah –jang patoeh dan ta’at dalam melakoekan toegas soetji– itoelah jang menang.”

————

Bersambung ke halaman selanjutnya…