Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB V
NOEZOELOEL AJAT DAN TERDJADINJA MOE’DJIZAT

Sepandjang penjelidikan tarich Islam dan pendjeladjahan ‘ilmoe Noezoeloel Qoer’an, maka peristiwa jang setengah ghaib berwoedjoedkan Perdjalanan Soetji Isra dan Mi’radj Rasoeloeloellah Clm. itoe terdjadi pada malam tanggal 27 boelan Radjab tahoen 12 N., ialah sa’at jang amat penting dalam sedjarah Rasoeloellah Clm. Sa’at bersedjarah ini tiap-tiap tahoennja diperingati dan dirajakan oleh ratoesan djoeta oemmat manoesia pemeloek Agama Islam di seloeroeh doenia, dengan bermatjam-matjam tjorak dan ragam, dalam berbagai-bagai sifat dan bentoek, menoeroet keadaan dan adat istiadat setempat atau sedaerah.

Lebih djaoeh njatalah soedah, bahwa peristiwa penting itoe berlakoe di dalam masa tahoen-tahoen doeka-tjita, dikala toeroen berbagai tjoba dan goda, dalam aneka warna sifat dan bentoeknja. Atau koerang lebih 8 boelan sebeloem Hidjrah Rasoeloellah Clm. dari Mekah ke Madinah, sedjak tanggal 4 hingga 12 Rabi’oel Awal tahoen 13 N, atau tahoen 1 H (hidjrijah), atau pertengahan tahoen 622 M (Masehi), ialah salah satoe titik atau patok dalam sedjarah Islam jang terkenal hingga sa’at ini.

Adapoen keterangan hal ini lebih landjoet, periksalah bagian-bagian lainnja. Oleh sebab itoe, maka setengah ‘oelama moefassirin dan sebagian daripada hoekama berpendapat, bahwa kedoea peristiwa penting itoe (1) Isra dan Mi’radj, dan (2) Hidjrah; adalah doea hal jang tidak dapat dipisah-pisahkan satoe dengan jang lainnnja, seperti: isi dengan koelitnja, goela dengan manisnja, bathin dengan dlahirnja, atau sebab dengan akibatnja. Dibelakang, baiklah hal ini kita tindjau lebih djaoeh.

Peristiwa penting seperti Isra dan Miradj Rasoeloellah Clm. itoe dalam riwajat dan adjaran Islam, terkenal dengan nama Moe’djizat. Ialah barang sesoeatoe jang loear biasa, jang menakdjoebkan; atau peristiwa besar jang mentjengangkan, atau pe-ristiwa hebat jang menakoetkan.

Adapoen Moe’djizat itoe, sepandjang hemat kami, boekanlah barang sesoeatoe jang diboeat atau di’amalkan oleh nabi karena ketjakapan dan kepandainnja, karena ‘ilmoe dan kepertjajaannja. Boekan poela barang sesoeatoe jang segadja dipertontonkan sebagai pameran jang menakdjoebkan segenap penonton dan penggemarnja, seperti sematjam soelap, sihir dan lain-lain, melainkan Moe’djizat adalah “Soeatoe tanda kekoeasaan Allah, jang dinjatakan atau ditoedjoekan kepadanja Nabi dan Rasoel-Nja, dan kepada hamba kekasih jang disoekai-Nja, oentoek memperkoeat dan memper-tegoeh kejakinan dan kepertjajaannja kepada Maha Besar dan Maha Koeasa Allah atas segala sesoeatoe, oentoek lebih membersihkan tekad dan niatnja melakoekan toegas Ilahi, sepi dari sjak dan tjoeriga, lepas dari doega dan wasangka, dan penoeh dengan kepertjajaan akan benarnja segenap apa jang ditoeroenkan-Nja, djoega atas benar dan tepatnja djandji-djandji Allah kepada sekalian Hamba-Nja”

Djadi, dengan serba ringkas bolehlah dikatakan, bahwa Moe’djizat adalah Perboeatan-perboeatan Allah (Af’aloeLlah) Pribadi. Tiada’ sesoeatoe diloearnja, jang dapat dan boleh tjampoer tangan didalamnja. Tegasnja: Perboeatan-perboeatan Allah jang bersifat Takwin. Oleh sebab itoe, maka peristiwa-peristiwa sematjam itoe lepas dan diatas segala matjam penjelidikan. Tidak menghendaki setoedjoe dan sepakat ma-noesia, tidak memboetoehkan bantahan dan sangkalannja, dan tidak memerloekan ketja-man dan edjekannja. Maka tetaplah Perboeatan-perboeatan Allah itoe didalam kesoetji-annja jang semoela, tidak bertambah, karena dipoedji-poedji dan disepakati manoesia, dan sebaliknja, tidak poela berkoerang harga dan nilainja hanja disebabkan karena tjer-tjaan, hinaan, penolakan dan sangkalan manoesia jang manapoen djoea.

Alangkah besar dan tinggi nilai dan harga Koernia Allah itoe. Koernia jang boleh dilimpahkan-Nja kepada sekalian hamba dan kekasih-Nja, jang pandai mene-rima, menjaksikan, mensjoekoeri dan menikmatinja.

Hikmah dan Adjaran

Selandjoetnja, bagi kita Moedjahidin pendoekoeng Negara Koernia Allah, maka Koernia senisbat itoe, jang boleh dilimpahkan Allah atas kita, berwoedjoedkan apa jang lazim diseboet orang: Ma’oenat dan Karamat. Pada tiap-tiap sa’at dan dimana-mana tempat tanda kekoeasaan Allah itoe boleh ditoeroenkan-Nja dengan soeka-Nja. Koernia Allah ini beroepakan perlindoengan dan tolong langsoeng daripada-Nja, Hidajatoellah dan Hidajatoettaoefiq jang selaloe mendjadi obor pelita bagi setiap pedjoeang soetji dalam melakoekan toegasnja; kesentausaan bathin dan kekoeatan djiwa membadja, jang tahan segala matjam oedjian, semangat soetji menjala-njala jang ta’ koendjoeng padam dalam melaksanakan segala perintah Ilahi, ‘amal oesaha djihad berperang pada djalan Allah jang dilakoekannja dengan tekad isti’anah, dengan ‘amal Istiqamah dan Istitha’ah, dengan tidak menghiraukan goda dan tjoba, serta tahan oedji jang manapoen djoega.

Beloem poela kita disampaikan-Nja kepada nikmat Koernia jang maha besar jang boleh dilimpahkan Allah atas sekalian Moedjahidin, jang langsoeng atau tidak langsoeng mendjadi Rahmat bagi sekalian Oemmat Islam Bangsa Indonesia —ber-oepakan: dlahir-nja Keradjaan Allah dimoeka boemi Indonesia, tegak tegoeh berdirinja Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia, dan berlakoenja Hoekoem-hoekoem Allah jang soetji atas segenap oemmat dan masjarakat Indonesia, dalam tiap-tiap lapangan dan lapisan; seperti Rahmat dan Koernia Allah jang telah dilimpahkan-Nja atas sekalian hamba-Nja, kaoem moehadjirin dan anshar, pada zaman awal Madinah, kemoedian daripada Hidjrah.

Oleh karena itoe, pandailah hendaknja kita sekalian mensjoekoeri dan menikmati segala tolong dan koernia Allah itoe, baik jang ditoeroenkan dimasa lampau maoepoen jang akan datang dianoegerahkan di zaman mendatang, zaman mendjelang dlahirnja Kebesaran dan keadilan Allah dipermoekaan boemi Indonesia.

——-——-

Bersambung ke halaman selanjutnya…

Iklan

10 comments on “Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

  1. MSF
    Juni 9, 2012

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Noer
    Juni 11, 2012

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati
    Juni 15, 2012

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah
    Juni 18, 2012

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

    • حَنِيفًا
      Juni 18, 2012

      Idem sama diatas ini 😀
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo
    Juni 18, 2012

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny
    Juni 19, 2012

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu
    Agustus 6, 2012

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti 🙂
    Salam

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: