Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB XVII
SIDRATOEL MOENTAHA DAN MOESTAWAN

Setelah melaloei Baitoel Makmoer, maka Rasoeloellah clm., memasoeki alam ketiga, Alam Malakoet, alamnja para Malaikat, jang berkesoedahan di Sidratoel-Moen-taha darimana mengalir soengai-soengai Rahmat dan Kaoetsar. Sidrah adalah nama se-boeah pohon, jang daoen-daoennja amat lebar, seperti telinga gadjah. Demikianlah ma’na loeghotnja, kata setengah moefassirin.

I’tibar daripadanja mentjerminkan batas kesoedahan dari ketinggian ‘ilmoe, pe-ngertian, faham, ketjakapan dan kemampoean manoesia dan machloeq Allah jang lainnja. Ialah soeatoe batas terachir, jang tidak dapat dilampauinja. Tegasnja segala sesoeatoe di alam moemkin ini serba terbatas, atau dengan kata-kata lain : “alam moemkin mem-batasi dirinja”.

Sampai di sini, di batas oedjoeng Alam Malakoet, Rasoeloellah Clm. berpisah de-ngan para Malaikat jang semoela menghantar dan mengawalnja. Maka selesailah soedah toegas jang Allah atas Malaikat itoe. Kemoedian Rasoeloellah Clm. seorang diri mema-soeki Alam Keempat, alam jang penoeh dengan keindahan, tiada banding dan taranja, tiada imbangan dan nisbatnja, tiada oempama dan ibaratnja.

Alam ini terkenal dengan Alam Lahoet, Alam Ketoehanan, Alam Penghabisan, di mana tiap-tiap machloeq hamba kekasih Allah dengan Idzin dan Kasih Sajang-Nja, bo-leh menghadap kehadlirat-Nja, menemoei Dia, dengan tiada perantara atau pengantara siapa dan apapoen djoega. Alam ini terkenal poela dengan nama Moestawan. Wallahoe’alam.

Hikmah dan Adjaran

1. Setinggi-tinggi manoesia mentjapai tingkatan deradjat, pengetahoean dan ‘amal di doenia, namoen semoeanja itoe masih djoega tetap di dalam lingkaran batas tertentoe, batas “beloem sempoerna”. Hal ini berlakoe dalam tiap-tiap hal apapoen djoega. Hikmat dan adjaran daripadanja antara lain ialah : Hendaknja orang soeka meninggalkan.

A. Sifat takaboer; besar kepala, sombong, tjongkak, mengemboengkan dada, dan seteroesnja.

B. Sifat rija; sengadja memamerkan ‘amalnja, mempertontonkan djasanja, memperlihatkan ketinggian ‘ilmoenja atau ketjakapan-ketangkasannja dalam segala segi dan lapangan, dlohir maoepoen bathin.

C. Sifat oedjoeb; mendahoeloei Kehendak Allah, menentoekan barang sesoeatoe jang beloem terdjadi; ialah sifat jang timboel dari sifat-sifat rija dan takaboer.

D. Sifat soem’ah dan lain-lain sifat jang dibentji dan dimoerkai Allah. Karena memang tiada alasan dan pertimbangan oentoek memelihara dan memoepoek sifat-sifat rendah dan doerhaka seroepa itoe dalam diri manoesia! Djika demikian halnja maka Insja Allah ia akan didjadikan Allah mendjadi seorang manoesia jang benar, djoedjoer, setia dan ichlas, jang pandai melaksanakan toegas soetji dengan sempoernanja. Ialah seorang hamba Allah jang patoet disampaikan oleh-Nja kepada tingkat dan martabat, harkat dan deradjat, jang teramat tinggi dan moelia, doenia dan achirat, sebagaimana jang didjandjikan-Nja di dalam Kitab-Nja.

2. Pengawalan Malaikat ada batasnja, toentoenan goeroe ada kesoedahannja, dan asoehan pemimpin poen ada habisnja. Hal ini teroetama sekali mengenai soeloek bathin, djalan ma’ani jang dilakoekan oleh para salikin, mendekatkan diri (taqarroeb) kepada Allah. Dan pangkal inilah timboel beberapa matjam tjara (sistem), atoeran, latihan (rijadlah) dan tata tertib mengenai pendjeladjahan dan pemetjahan soal-soal bathinijah.

Inilah poela soembernja berbagai ‘ilmoe bathin dan latihan roehani dalam berbagai pergoeroean bathin, jang lazimnja diseboet orang: ‘ilmoe thariqat, ‘ilmoe haqiqat dan ‘ilmoe ma’rifat. Toedjoeannja satoe jakni : Arkanoel Iman atau Aqaidoel Iman atau ‘ilmoe Kalam atau ‘ilmoe Ma’rifat.

Oentoek mentjapai tingkatan Allah “Allah Minded 100%, maka dilakoekan latihan-latihan dlahir dan bathin teroes meneroes bertahoen-tahoen lamanja, dengan tidak meninggalkan Sjari’atoel Moehammadijah sedikitpoen. Bahkan kekoeatan bathin, jang diperoleh dari latihan-latihan roehani itoe, ialah koernia Allah langsoeng kepada masing-masing hamba kekasih-Nja jang bersangkoetan, seharoesnja dan sewadjibnjalah men-djadi tangga memandjat tinggi, dasar pengoeat sjari’at dan penjempoerna segala toegas soetji, jang dibebankan Allah atas poendak setiap machloeq-Nja. Sekali lagi kami oelangi kalimat “dengan tidak meninggalkan Sjari’atoel Moehammadijah sedikitpoen djoea”. Karena biasanja, djika orang hendak, atau tengah atau soedah melakoekan soeloek bathin itoe, maka ia laloe soeka tergoda oleh sikap “berdiam diri, bertoempang dagoe, berpeloek loetoet, meninggalkan ichtiar dan mengabaikan sjari’at Islam”. Seakan-akan mereka merasa soedah “poeas” dan tjoekoep “sempoerna” dengan hasil-hasil rijadlahnja, dengan satoe “kepertjajaan dan kejakinan jaang sesat dan palsoe”, jang hanja bajangan dan chajal belaka. Karena tidak sanggoep dan ta’ tahan oedji oleh realita, kenjataan, dan tidak bersendikan dan beroekoeran Sjari’at Islam. Soenggoeh soeatoe djalan sesat dan hasil palsoe jang patoet disesalkan dan disajangkan.

Satoe tipoean iblis dan lambaian sjetan la’natoellah! Padahal maksoed dan toedjoeannja semoela amat tinggi dan moelia, mentjari djalan hidoep sempoerna dan menemoei djalan mati sempoerna poela. Tegasnja: hidoep dan mati dengan dan di dalam Islam. Kepada salikin jang akan dan lagi mengindjak djalan ma’ani jang penoeh dengan tjoba dlahir dan bathin itoe, inginlah kami menjampaikan seroean : Berhati-hatilah hendaknja dalam melaloei djalan litjin jang penoeh dengan goda dan tjoba dlahir-bathin itoe! Awas dan waspadalah akan tipoe daja iblis, jang kasar maoepoen jang haloes. Sjahdan, maka bagi chalajak ramai tjoekoeplah kiranja, djika tiap-tiap niat dan ‘amalnja selaloe didasarkan atas sendi-sendi tekad :

  1. Lamathloeba illa-Llah; dalam erti kata : Tiada jang diharap-harapkan, ditjari dan diperloekan, melainkan hanja Rahmat dan Ridla Allah.
  2. Lamaqshoeda illa-Llah; dalam ma’na: Tiada sesoeatoe maksoed jang ditoe-djoe, melainkan hanja melaksanakan toegas Ilahi, membina Negara Koernia Allah, serta melakoekan Hoekoem-Hoekoem Allah.
  3. Lama ‘boeda illa-Llah; dalam ma’na: Tiada sesoeatoe jang wadjib disembah, melainkan Allah : mensoetjikan Iman dan Tauhid, daripadanja tiap-tiap choefarat dan tachajoel, faham watsanijah dan kepertjajaan djahilijah; dan
  4. Lamaoedjoeda illa-Llah; Tegasnja: Tiada sesoeatoe jang woedjoed (moetlak), melainkan hanja Allah belaka, ialah Dzat jang wadjiboel Woedjoed.

Wallahoe a’lam! Hanja Allah djoealah Jang Maha Mengetahoei.

Selandjoetnja, kami silahkan dan pertjajakan para ‘oelama dan hoekama, oentoek mengasoeh dan memimpin oemmat, teroetama Oemmat Islam, dalam djoeroesan dan menoedjoe arah jang dilimpahi Rahmat dan Ridla Ilahi.

————

Bersambung ke halaman selanjutnya…

Iklan

10 comments on “Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

  1. MSF
    Juni 9, 2012

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Noer
    Juni 11, 2012

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati
    Juni 15, 2012

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah
    Juni 18, 2012

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

    • حَنِيفًا
      Juni 18, 2012

      Idem sama diatas ini 😀
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo
    Juni 18, 2012

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny
    Juni 19, 2012

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu
    Agustus 6, 2012

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti 🙂
    Salam

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: