Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB IX
BOERAQ

Pada malam tanggal 27 Radjab tahoen 12 N, terdjadilah Isra Rasoeloellah Clm. Baginja disediakan seboeah toenggangan, Boeraq namanja, seekor hewan dari soerga, jang sengadja diperoentoekkan bagi toenggangan para Nabi, djika hendak berdjalan djaoeh, mentjoekoepi perintah Ilahi.

Warnanja poetih bersih. Larinja setjepat kilat, sedjaoeh mata orang memandang. Tertib, hati-hati dan teliti serta stabil dalam perdjalanannja melakoekan toegas, karena kakinja jang depan memandjang dan kakinja belakang memendek di masa toeroen, dan sebaliknja di masa mendaki (mendjadi: datar). Ta’at dan patoeh kepada penoempangnja (Nabi). Demikianlah beberapa sifat Boeraq itoe.

Hikmah dan Adjaran

Boeroq adalah hewan beban dari soerga, jang mendjadi alat dan sjarat dalam perdjalanan. Tegasnja: alat dan sjarat ‘amal berbakti kepada Allah, memenoehi panggi-lan, seroean dan perintah-Nja. Alat dan sjarat ‘amal itoe bagi kita adalah pantja indera dan alat-alat lain di loearnja. Oleh sebab itoe, maka alat dan sjarat serta sifat-sifat ‘amal kita hendaknja mempoenjai sifat-sifat seperti Boeraq itoe, jang antara la-in adalah sebagai berikoet:

  1. “Bersih poetih”. Tegasnja: soetji dan bersih dalam segala ‘amal jang dilakoekan, menoeroet adjaran soetji, toentoenan Ilahi dan soennah Nabi oemmijjin, bersan-darkan atas Kebenaran dan Keadilan moetlak daripada Allah, tepat, djelas dan tegas dalam sepak terdjang dan tingkah lakoenja; tiada sjak dan ragoe-ragoe, tiada was-was dan poerbasangka: lapang dada dan loeas hati, tiada dendam, dengki dan iri hati, tiada hasoed dan chianat, loeroes, setia, djoedjoer dan lain-lain sebagainja.
  2. Kilat (memang “boeraq” erti loeghotnja “kilat”). Tegasnja: … “‘amal kita haroes setjepat kilat, haroes dilakoekan sebanjak-banjak dan sesempoerna-sempoerna-nja, selama hajat di kandoeng badan, selama sjarat roekoen memperkenankannja, hingga batas jang tertinggi (maximum), Istitho’ah, djanganlah berlambat-lambat atau bermalas-malas dalam meloenaskan hoetang kepada Allah, djangan maloe-maloe memperboeat sebanjak-banjak dan sesempoerna-sempoerna ‘amal.
  3. Tetapi Boeraq poen berdjalan tidak hanja asal kakinja melangkah, melainkan segala gerak langkahnja dilakoekan dan ditentoekan atas rentjana dan toegas jang pasti. Kitapoen hendaknja di dalam melakoekan soeatoe ‘amal seharoes dan sewadjib-nja mempoenjai rentjana, pedoman, pegangan, toedjoean dan maksoed tertentoe. Djangan memboeta toeli, alias ngawoer atau membabi boeta.
  4. “Tertib, hati-hati dan teliti”, demikianlah sifat Boeraq dalam melaksanakan toegasnja. Oleh sebab itoe maka ‘amal kita hendaknja memenoehi sifat-sifat dan sjarat-sjarat terseboet, ialah sjarat-sjarat sempoernanja ‘amal. Mafhoem.
  5. “Datar atau stabil”, sehingga bagi si penoempang, bagi si amil pelakoe seolah-olah perdjalanan itoe dilakoekan pada djalan rata, tiada mendaki poela toeroen. Bagi kita bolehlah diertikan: Istiqamah, tetap loeroes, tegak teroes meneroes, de-ngan tiada oebah dan hentinja. Tiada djoerang jang tjoeram-dalam, atau boekit jang tinggi, tiada tjobaan jang manis (fitnah hasanah) atau godaan pahit, jang boleh memperlambat, menghambat atau menggagalkan oesaha soetjinja. Ta’ lapoek karena hoedjan, ta’ lekang karena panas. Teroes madjoe djalan menoedjoe Mardla-tillah, dengan tidak menghiraukan tjoba dan goda apa dan manapoen djoega. Atau dengan kata-kata lain: Sjoekoer di masa menerima ni’mat anoegerah jang besar maoepoen jang ketjil, dan sabar di dalam menderita malapetaka, kesengsaraan dan matjam-matjam kesoekaran dlahir dan bathin. Itoelah sikap bathinijah jang sebaik-baiknja bagi setiap Moeslim, teroetama Moedjahid!
  6. “Ta’at dan Patoeh” kepada penoempangnja. Siamil-pelakoe jang memegang peranan dan bertanggoeng djawab atas keselamatan perdjalanan, haroes pandai dan tjakap mengoeasai kendali, memegang kekang. Djangan sekali-kali terbawa oleh nafsoe, atau alat dan sjarat ‘amal, sehingga sjarat dan alat ‘amal djasmani haroes ta’at dan patoeh kepada pimpinan rohani, roeh dan djiwa si amil. Sebab roeh dan djiwalah jang bertanggoeng djawab atas keselamatan ‘amal (perdjalanan) dan boekan alat dan sjarat ‘amal, seperti pantja indera dan lain-lain, selandjoetnja roeh dan djiwa-poen haroes ta’at dan patoeh sepenoehnja kepada Allah, pemberi toegas kepada sekalian hamba-Nja, segenap amilin.

Demikianlah beberapa sifat dan thabi’at Boeraq, jang boleh kita ambil tamsil dan I’tibar daripadanja, satoe tjermin ma’ani dan madjazi jang memboeahkan hikmah dan adjaran.

——-——-

Bersambung ke halaman selanjutnya…

Iklan

11 Comments Add yours

  1. MSF berkata:

    Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

    1. Kopral Cepot berkata:

      Hatur terima kasih atas tambahan informasinya

  2. Noer berkata:

    Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. Heti Sumiati berkata:

    rajab bulan fitnah dan ujian….Laa haula walaa quwwata illa billahil ‘aliyyil adziim.

  4. penyuka sejarah berkata:

    mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

    1. حَنِيفًا berkata:

      Idem sama diatas ini 😀
      Jujur neeeh… sampai detik ini, @Kang Kopral Cepot ref. sejarah yang paling lengkap dan komprehensif.

  5. Gogo berkata:

    Allahu akbar.. mantabs.

  6. danny berkata:

    memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

  7. masih relevan artikel ini pada sa’at situasi dan kondisi maupun toleransi , pandangan ataupun jangkauanya yang amburadul seperti sekarang untuk pengetrapanya.

  8. renbayu berkata:

    gambar masjidnya salah Bang. hehehe, biar umat Islam tidak menganggap bahwa masjid itu Al Aqsa, mohon diganti 🙂
    Salam

  9. red ant berkata:

    Subhanalloh, Menggelorakan kembali semangat di Rajab ini. Jazakumullah

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s