Hikmah dan Ajaran Daripada Perjalanan Suci Isra’ dan Mi’raj Rosululloh SAW

BAB XIX
NATIDJAH DAN AKIBATNJA MOE’DJIZAT

Sebagaimana dioeraikan di atas dengan singkat, Isra dan Mi’radj Rasoeloellah Clm. adalah soeatoe Moe’djizat. Satoe tanda Kekoeasaan Allah jang ditampakkan kepada hamba-Kekasih-Nja, kepada para Nabi dan Rasoel-Nja, oentoek lebih memper-tebal Imannja, lebih memperkoeat dan membersihkan Tauhidnja. Natidjahnja, ialah: sabar dalam menderita, sjoekoer dalam berbakti dan ladjoe lantjar dalam oesaha menoe-naikan toegasnja. Karenanja, maka tiap-tiap moe’djizat mempoenjai sifat loehoer, moelia dan besar, di atas segala pengetahoean dan pengertian manoesia, di loear dari faham bagi perhitoengan manoesia dahri (materiil). Di dalam bahasa manoesia dahri, sifat ini dikatakan: loear biasa, tidak masoek akal, loear perhitoengan, loear sangkaan dan doegaan, loear adat dan kebiasaan manoesia beserta alam moemkin sekelilingnja. Periksalah: riwajat Anbija Allah, di antaranja : riwajat Nabi Ibrahim, Moesa dan Noeh ‘a.s. Djoestroe karena sifat loear biasa jang melekat kepada tiap-tiap Moe’djizat itoelah jang menjebabkan orang ingkar, ragoe-ragoe, was-was, bimbang, sjak wasangka, dan membalik ke belakang. Hanja disebabkan karena toeroennja Moe’djizat kepada seorang Nabi atau Rasoel.

Demikian poelalah natidjah dan akibat dari Moe’djizat Isra dan Mi’radj Rasoel-oellah Clm. Proses seroepa ini lazim dinamakan orang: Fitnah. Ialah soeatoe proses alam dalam diri masjarakat manoesia, jang memisahkan mas dari tahinja, memisahkan air dari boeihnja, memisahkan haq dari bathil, memisahkan benar dari salah dan sesat, memisahkan baik dari boeroek dan boesoek, memisahkaa Iman dari koefoer, memi-sahkan Tauhid dari sjirik, dan seteroesnja.

Selain dari sifat pemisah, maka tiap-tiap fitnah djoega meroepakan oedjian dan tjobaan. Oedjian dan tjobaan atas mas, intan dan permata, dikatakan fitnah. Dengan fitnah kita dapat mengetahoei dengan pasti tingkatan (karakter) dan nilai daripada barang jang dioedji atau ditjoba itoe.

Demikian poela oedjian dan tjobaan atas Iman, ‘amal, oesaha dan lain-lain seroepa itoepoen diseboet fitnah. Dengan fitnah kita akan dapat mengetahoei tebal tipisnja Iman, koeat-lemahnja Tauhid, nifak dan ingkarnja ‘amal dan lain-lain seteroesnja. Sjahdan, maka dengan toeroennja Moe’djizat terseboet di atas Rasoeloellah Clm., maka timboelah pendapat di kalangan oemmat manoesia sekeliling Mekkah, ialah Djaziratoel Arab ‘oemoemnja, choesoesnja dalam lingkoengan para Sahabat dan pengikoet Nabi, pemeloek Agama soetji. Dengan fitnah itoe, maka manoesia mendapat oedjian dan tjobaan Allah jang berat, jang karenanja laloe tampak isi hati, kandoengan djiwa, kepertjajaan dan kejakinan manoesia jang sebenarnja.

Adapoen djoemlah kaoem Moeslimin pria dan wanita pada waktoe itoe, hasil penjiaran Agama selama koerang lebih 12 tahoen – tidak lebih dari 300 (tiga ratoes) orang. Di antaranja telah hidjrah ke Habsji hingga doea kali, sebanjak koerang lebih 100 orang. Djadi jang masiih tinggal di Mekkah dan tempat tempat sekelilingnja (termasoek poela Jatsrib) hanja koerang lebih 200 orang. Dengan pendjelasan ini terang-lah soedah, bahwa kaoem Moeslimin mendoedoeki tempat minoriteit, dalam djoemlah jang amat ketjil djika dibandingkan dengan djoemlah kaoem kafirin, moesjrikin dan djahilin sekelilingnja.

Hatta, maka dengan toeroennja Moe’djizat terseboet di atas pihak kafirin Qoeraisj makin bertambah kekoefoerannja, makin tebal kedjahilan dan kemoesjrikannja. Hanja dengan karena berita jang dibawa oleh Rasoeloellah Clm. sekembali dari Perdjalan Soetji memenoehi Panggilan Ilahi itoe, jang loear biasa, tidak dapat dipahaminja dengan hati jang gelap-sesat (djahil). Sebagian dari sahabat Nabi poen menolak kebenaran berita itoe. Tegasnja : Koefoer kepada Nabi, jang langsoeng atau tidak langsoeng, djoega koefoer kepada Allah. Lantaran boekan Nabi-lah jang memboeat Moe’djizat itoe, melain-kan Allah pribadi-lah jang berkenan mendjadikannja. Mereka ini keloear dari agamanja (Islam) alias moertad, menggaboengkan diri dan menambah koeat barisan kafirin Qoeraisj.

Sebagian jang lainnja, pada dlahirnja seakan-akan masih tetap Iman kepada Nabi, tidak membantah dan tidak menolak. Tetapi pada hakikatnja, dalam hatinja, mereka koefoer kepada Nabi. Mereka ini termasoek dalam golongan jang dinamakan moenafiqin, ialah orang jang bersifat nifaq alias “oelar kepala doea”, satoe sifat rendah jang amat ditjela, dibentji dan dikoetoek oleh Allah. Pada dlahirnja mereka menampakan dirinja selakoe Moeslim, tetapi di sa’at toeroen perintah (Amar) Allah jang dirasakan berat atau oedjian lainnja, maka dengan tidak ragoe-ragoe lagi mereka membalik ke belakang, meninggalkan barisan kaoem Moeslimin dan masoek komplotan kaoem kafirin.

Adapoen dalam kalangan sahabat jang terdekat (akrab) maka fitnah jang timboel dari Moe’djizat itoe tidaklah menimboelkan peroebahan hati dan djiwa, kepertjajaan dan kejakinan. Mereka tetap Iman kepada Nabi, mengakoei kebenaran berita tentang Isra dan Mi’radj Rasoeloellah Clm. Mereka ini adalah inti-nja Oemmatoel Moeslimin pada masa itoe. Di antaranja jang amat terkenal ialah Aboe Bakar, jang sedjak itoe digelari orang; Aboe Bakar Ashidiq.

Hikmah dan Adjaran

Djika kita mengenangkan nasib saudara-saudara kita kaoem Moedjahidin, jang telah bertahoen-tahoen melakoekan toegas soetji moetlak, kemoedian godaan sjetan dan iblis jang ada dalam dirinja ataupoen jang ada di loearnja laloe mendjadi moertad, koefoer dan nifaq, atau sedikitnja moedzabdzab, soenggoeh amat kita sajangkan! Piloe hati kita merenoengkan nasib mereka jang boeroek, hina dan rendah itoe! Lebih-lebih lagi atas nasib di antara mereka, jang laloe mendjadi kafir, lebih boeas daripada kafir harbi asli, mendjadi pengchianat (moesoeh) jang semoela! Walhasil nasib mereka lebih hina dina dlahir dan bathin daripada nasibnja seorang Moeslim biasa. Bahkan lebih boeroek dan lebih rendah daripada nasibnja kaoem kafirin, penentang dan pemoengkir Hoekoem-hoekoem Allah jang asli! Alangkah sedih dan tjelakanja nasib mereka jang hanja akan mendjadi oempan api neraka doenia dan neraka achirat! Na’oedzoe billahi min dzalik! Oleh sebab itoe hai kaoem Moedjahidin! Awas dan waspadalah dalam tiap-tiap ‘amal, mendjelang zaman Madinah Indonesia! Mengenal dan mengetahoei riwajat ini besarlah hikmah dan adjaran jang bisa kita peroleh dari padanja.

1. Kenanglah sedjenak riwajat perdjoeangan kita sendiri!

A. Peristiwa Pertengahan 1947

Peng’oemoeman Perang Soetji, Perang Sabil, Perang Djihad fi Sabilillah terhadap kepada pendjadjahan Belanda!
Loear biasa, loear doegaan dan perhitoengan, hampir tidak bersjarat, tongkat takijari melawan sendjata otomatis, mitraljoer dan bom! Ibarat ketimoen berperang dengan doeren! Tiada ramalan dan hitoengan jang boleh mem-benarkannja!

B. Peristiwa 17 Febroeari 1948

Revoloesi Islam di Goenoeng Tjoepoe petjah meletoes, api soetji menjala berkobar, semangat Islam soetji meloeap membakar djiwa tiap-tiap pedjoeang soetji. Djoega loear biasa, loear doegaan dan perhitoengan manoesia, hampir tidak bersjarat!

C. Peristiwa 7 Agoestoes 1949

Proklamasi berdirinja Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia!

Ta’ bedanja sifat loear biasa jang terkandoeng di dalamnja. Keberanian jang tidak terbatas, kesanggoepan jang memoentjak! Segala-galanja mentakdjoeb-kan, mengherankan! Loear doegaan dan sangkaan, loear hitoengan dan rabaan!

D. Dan banjak lagi peristiwa-peristiwa besar ketjil jang selama ini mendjadi penga-laman kita dalam melaksanakan toegas soetji!

Semoeanja ini boekan Moe’djizat, walaupoen sifat-sifatnja senisbat dengan itoe, karena apa jang dinamakan Moe’djizat hanjalah mengenai para Nabi dan Rasoel, boekan barang sesoeatoe jang ditampakkan pada hamba-hamba Allah lainnja, di loear kekasih-kekasih-Nja jang teramat moelia itoe, melainkan peristiwa-peristiwa jang aneh adjaib, loear biasa dan menakdjoebkan itoe ialah : ma’oenat dan keramat, dalam erti kata : tolong dan kurnia langsung dari Allah, kepada para hamba kekasih-Nja, Penggalang Negara Koernia-Nja, Pembela Agamanja. Ialah tanda kekoeasaan dan kebesaran Allah jang ditjoerahkan atas hamba-hamba kekasih-Nja selakoe Perlindoengan dan Tanda Kemoeliaan dari-Nja. Tanda Rahmanijat dan Rahimijat (Maha Kasih Sajang) Allah jang melipoeti seloeroeh Barisan Moedjahidin dan Moeslimin, jang ikoet serta menoenaikan toegas soetji, melaksanakan Amar Allah!

Wallahoe ‘alam!

Hanja Allah poela jang Maha Mengetahoei !

2. Kita makin jakin akan benarnja dan wadjibnja ‘amal kita menggalang Negara Koernia Allah, Negara Islam Indonesia, karena Alhamdoelillah segala ‘amal kita sesoeailah kiranja dengan Soennah Rasoeloellah Clm. beserta para sahabat Beliau (walladzina amanoe ma’ahoe), jang menerima perintah langsoeng dari Azza wa Djalla. Dengan karena limpahan Hidajatoellah dan Hidajatoettaoefiq semata.

3. Kita makin mengerti dan faham akan hikmah dan adjaran jang kita ketemoekan dalam ‘amal, dalam kalangan Moedjahidin dan Moeslimin ‘oemoemnja, dan proses terpetjah pentjarnja kaoem Moeslimin atau Moedjahidin.

A. Mengapa mereka moertad, laloe membalik mendjadi koefoer kembali! Mendjadi moesoeh Allah, moesoeh Rasoeloellah dan moesoeh Negara Islam Indonesia!

B. Mengapa mereka djatoeh roentoeh mendjadi moenafiqin, pengchianat Agama Islam dan pengchianat Negara Islam Indonesia! Atau sekoerang-koerangnja bersifat pasif, berdiam diri, moedzabdzab!

C. Dan mengapa mereka tetap dalam perdjoeangan soetji, tahan oedji, tetap ber’amal djihad fi sabilillah; tetap bergerak menoedjoe Mardlatillah, walau-poen halangan dan rintangan, tjobaan dan oedjian apapoen djoega jang dikete-moekan pada djalan jang dilaloeinja! Mereka jang hingga kini telah dapat menempoeh berbagai matjam oedjian dan tjobaan, melaloei saringan dan djaring-djaring dengan selamat, karena tjoerahan tolong dan koernia langsoeng dari Allah, maka mereka inilah orang-orang jang termasoek Barisan Moedjahidin Sedjati. Karena pilihan, saringan dan oedjian langsoeng dari Allah, mereka mentjapai setinggi-tingginja deradjat ‘indallah wa ‘indannas asalkan mereka tetap dalam melakoekan wadjib djihad fisabilillah 100%. Inilah intinja oemmat, benih oemmat pilihan Allah di masa mendatang, jang akan ditjakapkan dan dipandaikan-Nja melaksanakan Hoekoem-hoekoem-Nja dengan sempoernanja, menoeroetkan perintah-Nja dengan takat dan patoehnja. Moedah-moedahan selandjoetnja kita sekalian dipandaikan-Nja melaksanakan segala toegas soetji, pada djalan-Nja, karena-Nja, oentoek memperoleh Rahmat dan Ridla-Nja. Insja Allah. Amin.

4. Alhamdoelillah bagi kaoem Moedjahidin choesoesnja oedjian seroepa ini, kini agaknja telah mendekati kesoedahannja. Seperti Rasoeloellah Clm., setelah mendja-lani dan melaloei oedjian jang terberat, teroetama setelah Isra dan Mi’radj, laloe delapan boelan kemoedian dihidjrahkan Allah dari Mekkah ke Madinah, maka daripadanja bolehlah kita ambil peladjaran antara lain sebagai berikoet :

A. Bahwa kini kita lagi dalam perdjalanan menoedjoe Madinah-Indonesia, tegasnja: Negara Basis, Negara Modal, jang kelak akan toemboeh dan ber-kembang mendjadi Negara Islam Indonesia, jang besar dan koeat, djaja dan sentausa. Dengan karena tolong dan koernia Allah pada hakikatnja, dan berkat ichtiar segenap Moedjahidin pada Sjari’atNja!

B. Oleh sebab itoe: Koeatkanlah Iman! Tegoehkanlah Tauhid! Boelatkanlah Te-kad! Bersihkanlah Niat! Sempoernakanlah ‘amal! Sesoeai dengan adjaran Kitaboellah dan Soennah Rasoeloellah Clm., Insja Allah, di masa jang dekat kita akan disampaikan Allah di Madinah Indonesia, hingga Fathoel Makki Indonesia. Tegasnja Kemenangan Islam Sempoerna, jang akan mendjadi wasilah dlahirnja Keradjaan Allah di moeka boemi Indonesia, dengan tegak dan tegoehnja!

C. Djangan Islam hanja dianggap dan diperlakoekan sebagai pakaian dan perhiasan belaka, jang boleh dikenakan pada badan manoesia atau ditanggalkan daripadanja! Melainkan Islam seharoesnja dan sewadjibnja mendjadi isi Roeh, Djiwa dan Djasad setiap hamba Allah!

Islam adalah Toentoenan Ilahi jang mendjadi kenjataan Roeh mempersaksikan Kebesaran dan Keagoengan Allah, Adjaran soetji jang mendjadi bimbingan dan asoehan djiwa! Dan lebih landjoet, Islam adalah Hoekoem soetji jang mendjadi pedoman dan pegangan setiap manoesia jang ingin mempersembah-kan dharma bakti soetjinja hanja kepada Dzat Azza wa Djalla semata!

Tegasnja : Islam haroes mendjadi Agama jang Hidoep, jang menerangi tiap-tiap roeh jang gelap (djahil), mensoetjikan tiap-tiap djiwa jang haoes akan maksiat, dan membawa oemmat bangsa manoesia ke arah selamat bahagia dlahir bathin dan doenia achirat, tegasnja : ke arah mardlatillah sedjati !

D. Achirnja perloelah kami njatakan di sini, bahwa Islam adalah Agama Doenia dan Agama Sempoerna. Agama setiap bangsa dan golongan, tidak membeda-bedakan manoesia karena warna koelit dan kebangsaannja, Agama bagi boeroeh dan tani, bagi pedjabat negeri dan pertikoelir, bagi kjai dan santri, bagi kaja dan miskin, bagi radja dan rakjat, bagi ningrat dan marhain, wal hasil Islam adalah Agama Allah jang ditoeroenkan bagi segenap perikemanoe-siaan di seloeroeh doenia, jang hendak bakti kepada-Nja.

Tiada peratoeran atau oendang-oendang Islam jang berat atau memberatkan (La joekalifoellahoe Nafsan illa woes’aha). Melainkan jang merasa berat dan diberatkan ialah nafsoe sjaitanijah jang selaloe menghinggapi, menghampiri, menggoda, memperdaja dan menipoe manoesia, jang lemah djiwa dan roehnja, tipis Iman dan Tauhidnja dan bimbang dalam ‘amal tindakannja.

Oleh sebab itoe, maka Hoekoem Sjari’at Islam haroes dan mesti dapat berdjalan dan dilaksanakan oleh setiap hamba Allah, jang hadjat mempersembahkan dharma baktinja, kepada Dzat Wadjiboel Woedjoed semata!

Djika tidak, maka boekan Islam-lah jang salah, melainkan Oemmat Moeham-mad jang mengakoe Islam-lah jang salah!

Ialah oemmat jang tidak pandai dan koeasa, serta tidak sanggoep dan mampoe memboektikan pengakoeannja!

Renoengkan dan tjamkan baik-baik!

Iklan

11 Comments

  1. Artikel di atas ditulis oleh Mucthofa Habibullah yang disingkat namanya menjadi M.H. Disalin semula tertanggal 1 Maret 1955 atau sama dengan yang anda tuliskan 7 Rajab 1374 H. dalam salinan yang saya temukan ianya terdapat dalam PDB 3 yang ditulis dengan tidak menggunakan “oe” untuk “u”. dan buku ini ditujukan dan digunakan oleh Pejuang Suci, Pembina Negara Kurnia Allah, Negara Islam Indonesia; oleh karena itu uraian/bahasan materinya berbeda dengan Kisah Isro Mi’raj yang dikenal masyarakat. barangkali semacam buku Bhagawatgita untuk kelengkapan Bratayudha.
    wassalam

  2. Seperti buku-buku lama lainnya, khas kesasterannya kuat dgn penggunaan istilah yg berasal dari melayu dan arab. Dgn kutifan dan ejaan asli, perbedaan pemahaman bisa diminimalisir ya kang …

    ———–
    Kopral Cepot : Untuk membacanya juga kadang masih sulit…. sehingga saya kutip aslinya saja, supaya tdk salah.

  3. mannntaaaafffff…..sy sangat bersyukur scara tidak sengaja bertemu dgn situs ini,walhamdulillah

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah………. hatur tangkyu moga berkenan 😉

  4. memahami pemikiran diatas, yg menjelaskan kenyataan dengan pendekatan tarekat-sufistik perlu kehati2an, penulisnya luar biasa, sebuah anugerah,..anugerah bagi pejuang

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s