Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII

Posting tentang “Sisingamangaraja XII (1845-1907) Pejuang Islam Yang Gigih” cukup mendapatkan respon yang “mencerahkan” terkhusus dalam mempersoalkan masalah “Agama” Sisingamangaradja XII.

Dr. phil. Ichwan Azhari, MS dalam seminar ‘Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Deli Room Hotel Danau Toba Internasional Medan 26 Mei 2007 dalam pengantarnya menuliskan : “Sekalipun tersedia relatif banyak literatur membahas tokoh yang kita seminarkan hari ini, tapi riwayat hidupnya, perjuanganya, spritualitasnya termasuk keterbukaanya dengan dunia luar tetap menimbulkan kontroversi yang menantang sejarawan untuk melakukan penelitian yang lebih mendalam. Benarkah dia beragama Islam sebagaimana ada sumber Belanda dan Jerman mengatakannya yang menyebabkan Mohammad Said menguatkan indikasi itu sementara WB. Sijabat membantahnya? Mengapakah dia disatu sisi dekat dengan Aceh yang muslim dan panglima-panglima Aceh rela membantu perjuangannya sampai mati di tanah Batak sementara dipihak lain, dia tidak memusuhi bahkan bertemu dan berkorespondensi dengan Nommensen missionaris Kristen Batak yang terkenal itu? Jika kakeknya (Sisingamangaradja X) tewas dibunuh pasukan Islam dari arah Selatan yang ingin melakukan Islamisasi Tapanuli, mengapakah ayahnya (Sisingamangaradja XI) tidak memusuhi Islam (bahkan mengirim Sisingamangaradja XII ke dunia Islam yang lain di Aceh) dan elemen Islam diterima masuk dalam serangkaian ritus-ritus kepercayaan Sisingamangaradja XII ? Benarkah dia di satu era perjuangannya tidak mendapat banyak dukungan orang-orang Batak sendiri sehingga dia harus mempertanahkan diri sampai ke Dairi sebagaimana sumber kontroversial (Mangaradja Parlindungan) menyebutnya? Bagaimana cara dia mati, ditembak oleh Christoffel sebagaimana berbagai sumber menyebut ataukah ditembak oleh seorang Maluku bernama Hamisi sebagaimana yang ditemukan Sijabat?”

Dari berbagai tanggapan terutama sahabat-sahabat yang berasal dari Sumatra Utara atawa Batak menyangkal bahwa Sisingamangaradja XII beragama Islam diantaranya, Soe Medan “Sejak kapan pulak Sisingamangaraja Beragama Islam? Seharusnya anda itu malu menyebut2 agama islam itu pada raja sisingamangaraja.memang negara kita ini negara islam, tapi kita sendiri juga tau bagaimana islam itu sebenarnya”., reogjhatilan ” mengapa tiba2 sisingamangaraja itu harus dijadikan islam? nama/gelar mangaraja adalah gelar hindu“. Rudi Siahaan “Jangan gitu dong bang… jangan sembarangan nulis kalau gak ada bukti yang konkrit… boleh menebak, tapi pake bukti, jangan cuma katanya…. katanya aja..sertain juga sumbernya ya… wasalammuaalaikum… Rudy siahaan, manado, sulawesi”

Komentar yang paling “mencerahkan” datang dari Bang syariffuddin Hutabarat yang saya tanggapi langsung dalam halaman sang pembelajar karena tidak hanya menyangkut masalah Sisingamangaradja XII tapi masalah pribadi pemilik blog.

Komentar dan respon yang lain dan bernada sama diantaranya datang dari sangkakala ” blog ini 100% bohong, baca sejarah makannya tolol sejak kapan sisingamangaraja orang silomo dasar lo orang mandailing asal bacot dah kebanyakan ngerokok shisa arab sih makannya begitu”. Umumnya beliau-beliau tidak menunjukan secara argumentatif bahwa Sisingamangaradja XII bukan “Agama Islam” seperti yang disampaikan oleh Mas Tommy wong Madura “sebuah artikel bernas dan mencerahkan…..saya salut dengan usaha anda……..
apapun tanggapan dari pembaca… maka kalo memakai bahasa Bang Hutabarat…ada satu kepercayaan (terutama bagi saya pribadi) …. bahwa apapun itu pasti akan mendapat respon yang baik pro maupun kontra……. bukankah tak pernah kita temui…sesuatu itu disetujui semua atau ditolak semua…. semua mendukung dan semua menolak…gak ada ituh……. bagi saya setiap usaha untuk menelusuri “kebenaran” sejarah adalah sesuatu yang patut kit hargai…..jika ada “ketidakserasian” dengan data kita jangan asal menyalahkan juga….bang Hutabarat juga tidak memberikan referensi terkait usaha menolak argumen bang Kopral Cepot yang di bebrapa bagian tulisannya sudah menyebut data dan referensi…..Ingatlah tak ada “kebenaran tunggal” dalam sejarah……..yang ada adalah tingkat validitas yang lebih dari yang lain yang mana hal itu berdasarkan data dan bukti referensi yang lebih kuat……semoga…. Semangat bang Kopral……saya mendukung anda….

Sesuai dengan janji saya kepada Bang Charlie M. Sianipar atas kometarnya “Keturunan Raja Si Sisingamangaraja dan keluarganya masih banyak yang hidup, salah satunya Raja Tonggo Sinambela. Yang bisa bertutur banyak tentang keluarganya. Begitu juga dengan kerabat mereka yang lainnya di Laguboti. Membaca posting diatas, saya jadi tersenyum. Mau ngapain ini si Kopral. Masih Kopral saja sudah begini, bagaimana dia bila sudah jadi perwira. Cerita apa lagi yang mau disuguhkan :-) untuk memberikan tambahan argumentasi yang saya peroleh dari studi literatur dari buku API SEJARAH atas posting yang membuat beliau tersenyum :-) bahwa Sisingamangaradja XII adalah beragama Islam.

Berikut cuplikan saya dari buku API SEJARAH mengenai “Agama” Sisingamangaradja XII dan secara jujur tanpa harus merubah judul posting Sisingamangaraja XII yang disarankan oleh Ahu “Semestinya, kalau masih banyak hal yang perlu distudi mengenai keagamaan Raja Sisingamangaraja, jangan menulis dengan judul yang sudah definit seperti tulisan anda ini”. Karena “sementara” ini saya berpegang pada “mazhab Mansyuriah”, dan meyakini bahwa Sisingamangaradja XII beragama Islam.

Perang Batak dipimpin oleh Si Singamangardja XII pada, 1289-1325 H atau 1872-1907 M. Dalam Sejarah Indonesia ditulis Si Singamangaradja XII sebagai penganut agama Perpegu. Dalam realitas sejarahnya, Si Singamangaradja XII seorang Muslim yang sangat taat kepada ajaran Rasulullah saw.

Dapat dibaca pada stempelnya. Tidak hanya menyebutkan dirinya sebagai Raja di Bakara. Namun juga, menuliskan Tahun Hijrah Nabi pada 1304. Pada umumnya, dala penulisan Tahun Hijrah, cukup dengan angka tahun diikuti tahun hijrahnya dengan disingkat dengan huruf H saja. Tanpa Nabi.

Tidaklah demikian halnya dengan Si Singamangaradja XII. Dituliskan dengan lengkap penyebutan Hijrah Nabi. Benderanya Merah Putih. Di dalamnya terdapat gambar Pedang Rosulullah saw yang bercabang dua (sekarang lambang Pedang Si Singamangaraja XII dibalikan posisinya, dan dijadikan lambang lembaga pendidikan Kristen di Medan karena pada batas antara bagian pegangan dengan pedang yang terbelah, terdapat penghalang genggaman tangan yang melintang sehingga bentuknya mirip salib. Buku Perang Batak ditulis oleh seorang penulis Kristen, memuat Stempel Si Singamangaraja XII, namun tidak menjelaskan mengapa Si Singaangaraja XII menggunakan Huruf Arab Melayu dan tahun 1304 Hijrah Nabi). Di kanan kirinya terdapat pula lambang Bulan dan Matahari.

Bulannya merupakan bulan sabit seperti pada umumnya lambang Islam. Namun, disertakan pula garis lengkung di depannya sehingga membentuk bulan purnama. Mataharinya pun bukan seperti lambang Muhammadiyah dan Persatuan Islam, melainkan matahari dengan sinar delapan yang berarti melambangkan cahaya kejayaan kearah delapan penjuru angin. Dapat juga diartikan sebagai lambang empat sahabat Rasulullah saw atau Khulafaur Rasyidin dan empat Mazhab Fikih.

Dampak dari upaya deislamisasi dalam penulisan Sejarah Si Singamangaradja XII, meragukan Si Singamangaradja XII memeluk agama Islam. Namun, kalau kita ikuti karya Sukatulis yang terbit 1907, menyatakan :

Volgens berichten van de bevolking moet de tegen, woordige titlaris een 5 tak jaren geleden tot den Islam zijn bekeerd, doch hij werd geen fanatiek Islamiet en oefende geen druk op zijn ongeving uit om zich te bekeren – Menurut kabar dari penduduk, raja yang sekarang (aksud Titularis adalah Si Singamangaradja XII), sejak lima tahun yang lalu telah memeluk agama Islam yang fanatik. Namun dia (Raja Sisingamangaradja XII) tidak memaksa supaya orang-orang disekitarnya menukar agamanya, menjadi Islam.

Perang Batak, pada 1289-1235 H atau 1872-1907 M berlangsung bersamaan dengan perang Atjeh, pada 1290 – 1332 H atau 1873-1914 M. Kedua perang ini tidak dapat dilepaskan hubungan dengan provokasi Imperialis Kerajaan Protestan Belanda. Provokasi ini sangat dipengaruhi oleh perolehan keuntungan Tanam Paksa yang sangat besar. Melalui kedekatan kedua wilayah tersebut, tidak mungkin salah satu diantara keduanya, dalam tinjauan teori pelumpuhan sumber kekuasaan ;awan tanpa diserangnya.

Perang dimulai dengan serbuan Zending terutama yang dipimpin oleh Rijnsche Zending, berhasil memasuki wilayah subur Danau Toba. Wilayah ini sebagai salah satu sumber potensi dari Si Singamangaradja XII. Invasi serdadu Belanda membuat Si Singamangaradja XII mengadakan kontak dengan Aceh dan Sumatra Barat. Dalam melancarkan perlawanan bersenjata, Si Singamangaradja XII didampingi dua panglima yaitu Panglima Nali dari Sumatra Barat dan Panglima Teoekoe Mohammad dari Aceh. Mungkinkah Si Singamangaradja XII mau menerima tawaran untuk menyerah dalam perundingan, bila ayahnya, Si Sisingamangaradja XI, dibunuh oleh Belanda.

Perang terjadi selama 35 tahun, pada 1289 – 1325 H. selama itu, Si Singamangaradja XII mempertahankan negerinya dari penjajahan Keradjaan Protestan Belanda. Tiga puluh lima tahun bukanlah waktu yang pendek. Invasi serdadu Belanda, sebenarnya tidak cukup untuk menguasai wilayah Sumatra Utara seluas 3.69 % luas wilayah Nusantara.

Sisingamangaradja XII memang tidak berdaya bila ditinjau dari jumlah senjata yang dimilikinya. Apalagi tidak memiliki armada perang dan juga tidak memiliki organisasi persenjataan dalam menghadapi kerjasama serangan dari imperialisme Keradjaan Protestan Belanda yang dibantu oleh Keradjaan Protestan Anglikan Inggris. Namun perjuangannya melawan upaya imperialisme, di dunia saja dapat dipastikan memperoleh bintang kehormatan penegak perikemanusiaan dan perikeadilan dari segenap pencinta kemerdekaan dan kedamaian. Jauh lebih terhormat dan mulia dari Bintang Officier van Oranje Nassau dari penjajah. Apalagi, di Yaumil Akhir nanti Insya Allah tergolong Syuhada.

(Dicuplik dari “API SEJARAH Buku yang akan Mengubah Drastis Pendangan Anda tentang Sejarah Indonesia, Ahmad Mansur Suryanegara, Salamadani Pustaka Semesta, Bandung, Juli 2009. sub Perang Batak hal 237-241)

Catatan : Perdebatan tentang agama Sisingamangaradja XII juga saya temukan di blog tetangga dan sesuai saran Wawan “Bagi para komentator, untuk menyanggah suatu pendapat haruslah didukung data yg valid dari permasalahan yg hendak disanggah/digugat. Barulah akan lahir dialog yg mencerdaskan. Dan para pembaca dapat menilai pendapat mana yg benar. marilah kita diskusi dengan argumentasi … :)

About these ads

71 comments on “Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII

  1. A. Pakpahan
    November 11, 2010

    Setelah membaca Tulisan serta ulasan dari anda-anda, saya mendapat suatu kesimpulan masih banyak diantara kita ini yang tak dapat menerima pendapat Orang lain (tdk dewasa) bahkan ada yang langsung emosi, sebenarnya gampang tidak suka tak usah baca, merasa kurang pas berikan tanggapan serta bukti walaupun seadanya, namanya juga mau menggali sejarah kalau tidak suka sejarah ngapain ditanggapin, masalah kesukuan saya juga Orang Batak dari turunan raja sonang, tapi karena saya cuman ngerti sejarah SM Raja sepotong-sepotong dan kebetulan ada di bahas pad blok Kopral Cepot ini membuat saya makin tertarik jadi harapan saya biarkanlah Pendapat Bung Cepot ini, kalau ada persi anda sampaikan saja biar kita dapat menyesuaikan sejarah yang sebenarnya.
    Kalau masalah agama apa sebenarnya Sisingamangaraja XII memang sudah tak penting orang udah mati kok, tapi Kebenaran sejarah perlu kita gali (khusus yang suka sejarah yang tidak suka tutup saja blok ini) karena itulah tandanya bangsa kita ini yang kaya akan sejarah serta mari kita tunjukkan kita Bangsa yang sopan saling menghargai pendapat orang lain, Terimakasih

    • lexandrisibuea
      September 18, 2012

      Sisingamangaraja XII.
      saya kira masalah agamanya gk perlulh untuk dibahas, karena akan sangat susah untuk menyertakan buktinya. yang pasti sisingamangaraja itu pahlawan nasional, dan itu kebanggaan kita bersama. jangan terlalu dibawa ke SARA, karena isu sara ini sangat sensitif. tetapi kalau ada bukti yang kuat, no problem..

  2. mochamadtaufik2009
    Januari 5, 2011

    Setuju dengan pendapatnya A. Pakpahan. Sekarang ini dunia demokrasi, tidak usah emosi mengenai pendapat orang lain yang mempunyai data dan fakta. Apabila mau menanggapi tidak perlu dengan perkataan jelek, melainkan dengan bukti yang dapat menyaggah pendapat tersebut.

  3. J.Sopar Pardede
    September 20, 2011

    Aha…sangat menarik ..membuka mata dan membuka diri adalah hal yang paling baik ,apalagi mengungkap sesuatu yang belum kita ketahui selama ini ..saya sebagai orang batak merasa ini perlu untuk diketahui dan membuka wawasan dan membuat kita menjadi lebih besar.
    Orang membuat analisa boleh saja asal didukung oleh data dan sumber yang benar…silahkan terus gali kopral…

  4. Pantun Sitohang
    Oktober 30, 2011

    Saudara-saudara pemerhati sejarah… rasanya campur aduk bila membaca tulisan-tulisan yang ada di blog ini. Penulis awal cukup handal memainkan judul yang cenderung memancing tanggapan dan dia berhasil, ada yang negatif ada juga yang positif. Terlepas dari kehandalannya saya punya kakek buyut yang seusia SM raja, beliau mewariskan buku-buku jimat kepada kakek saya (buku tersebut masih saya simpan sebagai kenangan) yang semuanya diawali dari bahasa arab dalam dialek batak, bismillah dirahaman dirohamin… apakah dengan demikian kakek saya muslim? tidak… dia adalah seorang Kristen yang dahulunya beliau adalah parmalim (agama budaya batak), tetapi dari bukunya saya mendapat kesimpulan bahwa aksara arab melayu sudah tersebar luas di daerah Tapanuli utara sekalipun masyarakatnya bukan penganut muslim. Sisingamangaraja adalah pemuka adat, dia adalah parmalim,

  5. babi koruptor
    November 8, 2011

    Sisingamangaradja XII adalah Raja Batak yang benar2 Demokrasi & Penyanyang rakyat nya .
    Pada zaman itu,negara TERKUTUK ini (INDONESIA) bukan sebuah negara & propinsi belum terbentuk,tetapi masih menganut system kerajaan & pada saat itu agama belum begitu familiar,karena masih menganut system KEPERCAYAAN!

    DAN KAMI SUKU BATAK BUKAN ORANG INDONESIA ASLI DAN BUKAN ISLAM!!!!!

    PERLU KALIAN CAMKAN,KEPERCAYAAN SUKU BATAK ZAMAN DULU & SEKARANG NAMANYA ” PARMALIM” artinya ” SUCI” DARI BAHASA ” YUNANI” .

    Dan tata cara beribadah sama dengan zaman YUNANI KUNO..DALAM DARAH BATAK ADA 7 DARAH/7DEWA/7MALAIKAT.
    DAN SEMUANYA UTUSAN YANG MAHA KUASA ( DEBATA MULA JADI NA BOLON).

    Jadi tolong jgn samakan dengan ISLAM,itu sudah JAUH BERBEDA,karena ” PARMALIM ” sudah ada sebelum ISLAM itu ada !!!

    Yang sangat disayangkan,banyak suku BATAK yang tidak tau dari mana dia berasa (Tdak paham tentand adat istiadat suku batak) bahkan dia merasa malu karena Suku Batak!!.

    Harapan saya,klw dia menganggap dirinya suku BATAK,setidaknya jgn hanya taunya membaca,yg sgt penting utk dipahami gmana TAROMBO nya (Silsilah Marga2 dan Adat Istiadat suku BATAK )

    DAN SAYA SGT BERHARAP…INDONESIA INI SADAR,bahwa ini bukan NEGARA ISLAM !!!….contoh lah negara yg jadi panutan ” MALAYSIA” Benar2 DEMOKRASI ,walau negara ISLAM tetapi menghargai AGAMA yg lain.

    HORAS!!!…

    • Indra
      Juli 1, 2013

      Jadi tolong jgn samakan dengan ISLAM,itu sudah JAUH BERBEDA,karena ” PARMALIM ” sudah ada sebelum ISLAM itu ada !!!

      Emang..Parmalin muncul tahun berapa masbrooww??

    • jestryxs man
      Oktober 9, 2013

      Halo Babi Koruptor!!!! yang muncung kau kayak Babi jgn sembarangan kau becakap, PARMALIM ITU MUNCULNYA SEJAK KAPAK? DAN ISLAM MUNCULNYA JUGA SEJAK KAPAN? PERLU KAU CAMKAN ITU BODAT!!! DASAR BABI KAU!!! KALO DITENGOK KAU INI YANG MEMANCING SARA!!! DASAR BODAT KAU!!!

  6. babi koruptor
    November 8, 2011

    DAN PERLU KALIAN KETAHUI SEMUA…JANGAN PERCAYA DENGAN SEJARAH INDONESIA YG TERKUTUK,KAREN SEJARAH INDONESIA TELAH DIPUTARBALIKAN FAKTA NYA OLEH BEDEBAH2 TERDAHULU YG MEMENTINGKAN KEKUASAAN!!!…..SEPERTI IKLAN SAMPOERNA SEJARAH ITU TIDAK BENER !!!

  7. Onlyhadi
    November 9, 2011

    menanggapi om babi koruptor, Islam memang berbeda dengan Parmalim dan bukan Parmalim, begitu pula Kristen juga berbeda alias bukan Parmalim… Terlepas nenek moyang orang Batak beragama Parmalim juga tidak ada persoalan dalam konteks ini…. Tinggal persoalannya adalah bukti dan fakta konkret yang terkuak itu seperti apa… Baru kita bisa menilai.

    Jika Si singamangaraja agama parmalim apa buktinya? jika islam apa buktinya? jika kristen apa buktinya?

    Kalau sudah lengkap bukti2nya, teruji, dan valid baru kemudiaan tinggal melapangkan diri kita untuk menerima itu. Kadang sebenarnya yang menjadi persoalan itu bukan masalah bukti sejarah tetapi kesungguhan diri ini untuk objektif dan menerima realitas. Ketidak sesuaian keingingan dengan realitas menimbulkan belenggu untuk tidak objektif dan menerima kebenaran…. ujung2nya yang bermain adalah emosi bukan logika dan rasionalitas. Hal ini memang cukup sulit karena memang sistem pendidikan di Indonesia kurang menekankan pencerdasan berpikir objektif, lebih condong pada dogma2 dan kulturbudaya.

    Saya setuju bahwa Kita memang tidak boleh mudah percaya dengan sejarah yang ada,terutama saat akan mempelajari sejarah secara objektif, justrus harus terus bertanya dan bertanya dari berbagai referensi yang valid, karena kecenderungan sejarah yang lahir secara subjektif. Mau tidak mau sejarah yang ada di masyarakat saat ini memang dipengaruhi oleh penguasa yang ada dan Ini adalah hubungan causalitas yang logis.

    Oleh sebab itu, dalam menilai sejarah memang harus dari berbagai sumber. sehingga kita bisa menilai dari berbagai perspektif.

    Tentang Si Singamangaraja… saya tidak bisa berkomentar banyak biarlah fakta yang bicara.

    Jikalau masa lalu gemilang maka apakah saat ini akan gemilang? Anda sendiri yang akan menjawabnya…

  8. Terang Rambe
    Februari 2, 2012

    Menurut kontepilasi saya di Bakkara dan mimpi saya 17 thn yang lalu sebelum mendapat berkat untuk mengobati orang setau saya agama dari SISINGAMANGARAJA XII itu bukan ISLAM maupun KRISTEN. Yang sebenarnya oppui i beragama PARMALIM sesuai dengan pendahulunya yaitu tulang SISINGAMANGARAJA I, RAJA UTI/RAJA BIAK-BIAK. Soal simbol dalam stempelnya yang bertuliskan Hijriah karena oppui sedang belajar ilmu sosial,agama dan politik di kerajaan SAMUDRA PASAI (ACEH) dengan julukan SERAMBI MEKAH. Mengenai panji perang oppui yang berwarna MERAH-PUTIH dan tergambar pedang panjang yang posisinya ditukar,bukanlah simbol dari pedang kalifah di ARAB melainkan itulah PISO SOLAM DEBATA yang diberikan oleh MULAJADI NABOLON di PUNCAK PUSUKBUHIT untuk digunakan memenggal kepala dari si RAJA UTI/ RAJA BIAK-BIAK.Mengenai bentuk stempel kerajaan yang bersudut delapan diambil dari PUSTAHA LAK-LAK soal pengaturan musim tanam dan delapan sudut bumi dalam proses kultural adat BATAK.

    • Simanjuntak
      September 6, 2013

      Kasi tunjuk PUSTAHA LAK-LAK.nya ompu Terang Rambe disini biar konkrit penjelassan opung….cuma orang BATAK yang tau sejarahnya oppu i Raja SiSingaMangaraja XII,yg lain cuma menerka-nerka dan meyakinkan dirinya bahwa Oppu i sama seperti yg mereka pikirkan…..trima kasih

  9. Christ Van Bommel
    Mei 24, 2012

    Mantap sekali keterangan ompu Terang Rambe, itu baru logis dan sesuai dengan kultur adat batak kuno dan masih ada sampai sekarang.Mauliate ompui. Horas Jala Gabe.

  10. lidon
    Mei 29, 2012

    malaysia – indonesia sama aja ga ada bedanya.. tukang klaim… neil armstrong, wong fei hung, pattimura.. sekarang sisingamangaraja. siapa lagi berikutnya ya…? mungkin abraham lincoln.. atau vladimir putin..
    “untuk meyakinkan dirinya bahwa agama Islam yang dianutnya adalah benar”

  11. itulah masalah yang sebenar-benarnya ” tidak semua suku batak memeluk salah satu agama secara mutlak ” dan bermacam-macam agama yang lain tumbuh dan berkembang yang juga memiliki pengikut ( meskipun cuma sedikit ). karena kebetulan yang menjadi topik bahasan ini adalah sejarah yang terkait berkelindan dengan para pahlawan ( yang amat berjasa dan tentu menjadi panutan kita semuanya ) bisa jadi tolok ukurnya sebuah bahasan dari hal yang paling besar ( secara riil TUHAN menciptakan agama islam yang paling banyak pengikutnya di indonesia ini ) untuk menghindari konflik yang timbul daripada memulai suatu bahasan dari sudut pandang yang paling kecil ataupun terkecil yang justru akan timbul konflik itu tadi. nah bpk/ibu/sdr/sdri : lidon silahkan untuk mengkritisi ( ham ) , seandainya kalau benar tulisan bung kopral ini ( ssm xii ) karena beliaunya telah memulai untuk menciptakan sejarah yang benar . kira2 apa benar seandainya judul tulisanya adalah begini ” semua pahlawan nasional menganut agama tertentu ” bagaimana menurut anda ?

  12. Simangunsong
    Januari 7, 2013

    Molo nipikkiran sian gambar fisik ni ompu sisingamangaraja i, marjenggot dohot marsorban do raja i, sarupa do i tu ciri ni akka tentara islam, molo taringot ni stempel i muse na patorang kon, hijrah nabi, ima sada bukti besar bahwa na holong hian do raja i tu agama islam. Logikana datung bahenon hu di stempel hu merek na asing na so sesuai dohot merek na di au, na hu pakke. Suang songoni ma raja ta i ima raja sisingamangaraja, datung bahenon na hijrah nabi molo so dung islam hinan raja i. Sada sukkun sukkun ima, boasa ikkon hijrah nabi bahenon, ima na mangartihon bahwa raja i nga hijrah be sian na golap tu natiur, ima agama islam situtu. On diperkuat muse bantuan ni angka panglima perang sian kerajaan na di aceh dohot minang, alana adong do prinsip di halak muslim bahwa di sada muslim tu muslim na asing ima saudara do i. Apalagi na tartindas songon ompu raja sisingamangaraja na di porangi halak bolanda i, jala muse boasa melarikan diri raja i, alana nga godang angka pengikutna na dipengaruhi si nomensen melalui ha karistenon, gabe hurang ma pengaruh ni raja i. On ma na didokna politik adu domba. Sada bolanda ale hita sappuluh, talu do hita alani politik adu domba. Ima opini na patuduhon na dung islam do raja i. Botima horas

    Molo ni artihon

  13. PuLo Briant Sinambela
    Februari 25, 2013

    saya Setuju,,,dengan Argumen atau keterangan dari ompu Terang Rambe..karna Mimpi itu tidak mudah untuk di Bohongi…karna Mimpi itu Bisa jadi Kenyataan yang seBenarnya…
    Jangan, kita terlalu percaya dengan Blog ini.!! karna banyak yang beranggapan Tidak KOnkrit…

  14. hulala
    Mei 19, 2013

    mimpi tidak mudah untuk dibohongi? fakta darimana pula itu -___- dan bisa jadi kenyataan yang sebenarnya..bisa jadi tidak yang sebenarnya juga dong? kan bisa jadi~

  15. Danny
    Juni 29, 2013

    Islam selalu aja mengklaim seseorang yang punya pengaruh di tengah komunitasnya beragama Islam. Di tanah Batak sangat banyak orang tua pakai peci pergi kebaktian di gereja. Apakah pakai peci agamanya Islam?. Kalau memang Maharaja Sisingamangaraja Islam apakah anak/ keturunannya Islam?

  16. hendri
    Juli 18, 2013

    rakyatnya parmalim semua..masa rajanya islam sendiri…wakakakakakak
    apa apaan ini…huakakakkaka
    yang masuk akal dikit donk
    ibarat arab saudi dipimpin seorang pastur…apa jadinyaaaa..hahahahahahah
    payah

  17. hendri
    Juli 18, 2013

    mura do kan??jadi jolo nipikkiran attong..

  18. jontor
    Oktober 10, 2013

    oii siapa bilang itu hurup arab???
    baca nih..
    http://id.wikipedia.org/wiki/Aksara_Pallawa
    itu bahasa sangsekerta bro-2…
    yg mengalami perubahan di daerah-2…
    jadi jangan ada lagi opini apalagi sama opung kita itu…

  19. jammi
    November 16, 2013

    tulisan dipinggir sekeliling itu huruf arab bgt…klw yg ditenggah dlm lingkaran itu kelihatannya sprti bahasa sangsekerta deh..

  20. pakusiranta
    April 1, 2014

    Suka kali ngaku- ngaku sisingamagaraja XII itu muslim. Anda bukan orang batak asli. Penjajah yang mengatakan itu adalah musuh sisingamagaraja jadi isu itu disebarluaskan agar setiap penjajah mau membunuh sisingamagaraja.

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: