Cerita Musso, tokoh PKI yang ternyata anak kiai besar

Temuan baru muncul mengungkap siapa sebenarnya Musso atau Munawar Musso alias Paul Mussote (nama ini tertulis dalam novel fiksi Pacar Merah Indonesia karya Matu Mona), tokoh komunis Indonesia yang memimpin Partai Komunis Indonesia (PKI) pada era 1920-an. Nama Musso terus berkibar hingga pemberontakan Madiun 1948. Musso dilahirkan di Kediri, Jawa Timur 1897. Sering disebut-sebut, Musso... Continue Reading →

Rawagede Menggugat

Nullum crimen sine lege ~ Tak ada kejahatan tanpa hukum Kejahatan perang adalah suatu tindakan pelanggaran, dalam cakupan hukum internasional, terhadap hukum perang oleh satu atau beberapa orang, baik militer maupun sipil. Pelaku kejahatan perang ini disebut penjahat perang. Setiap pelanggaran hukum perang pada konflik antar bangsa merupakan kejahatan perang. Pelanggaran yang terjadi pada konflik internal... Continue Reading →

Peran “Ulama” Djawa Barat dalam Operasi “Pagar Betis”

Penumpasan DI/TII termuat dalam Rencana Pokok (RP) dan Rencana Operasi (RO), sebagai berikut : pada tahun 1958 merupakan tahun kebangkitan pemikiran Kodam III/Siliwangi ke arah pemulihan keamanan di Jawa Barat yang lebih efektif dan efisien. Kemudian lahirnya konsep Perang Wilayah (sudah disahkan dengan Ketetapan MPRS No. II/MPRS/1960 merupakan manifestasi dari Undang-undang Dasar 45, pasal 30... Continue Reading →

SBY Bilang Negara Islam Sudah “Selesai”

"Mereka terus mengarah melakukan aksi terorisme, mereka ingin kembali berdirinya negara Islam, suatu yang sudah rampung dalam sejarah bangsa," kata Presiden SBY. Presiden menegaskan, kelompok teroris yang hendak mengubah dasar negara dan konstitusi itu pasti tidak akan dikehendaki rakyat. Presiden juga mendapat informasi bahwa para teroris itu menolak demokrasi. "Tiba-tiba mereka menggunakan Aceh, sebagai satu... Continue Reading →

Beureueh, “Pemberontakan” dengan Sebab Klasik

CERITA ini bermula pada sebuah dokumen rahasia. Tak ada yang tahu isinya dengan persis. Di kalangan tentara Darul Islam Aceh-gerakan pemberontakan yang mencuatkan nama Teungku Daud Beureueh sebagai ikon perlawanan dari Serambi Mekah-ia hanya disebut sebagai "les hitam". Sejarawan Belanda Cornelis van Dijk menyebutnya "daftar hitam". Selebihnya, dalam sengkarut revolusi yang membakar Tanah Jeumpa pada... Continue Reading →

Misteri Untung ; Yang Terbaik Lalu Terbalik

Dinihari, 1 Oktober 1965, seperti kita ketahui, pasukan Untung bergerak menculik tujuh jenderal Angkatan Darat. Malam itu Soeharto , menunggui anaknya, Tommy, yang dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto. Di rumah sakit itu Kolonel Latief, seperti pernah dikatakannya sendiri dalam sebuah wawancara berusaha menemui Soeharto. Dalam perjalanan pulang, Soeharto seperti diyakini Subandrio... Continue Reading →

Dipa Nusantara Aidit (Donlot Kisah Hidupnya)

Di jendela dingin berdiri reranting jarang beraneka bunga di depan semarak riang apa hendak dikata kegembiraan tiada bertahan lama di musim semi malah jatuh berguguran. (Mao Zedong) Dia memulai ”hidup” sejak belia. Putra Belitung yang lahir dengan nama Achmad Aidit itu menapaki karier politik di asrama mahasiswa Menteng 31—sarang aktivis pemuda ”radikal” kala itu. Bersama... Continue Reading →

Westerling “pun tersenyum” ..

Kalau hanya senyum yang engkau berikan Westerling pun tersenyum....... (Iwan Fals) Masyarakat Jawa Barat dan Divisi Siliwangi boleh jadi tidak bisa melupakan peristiwa ini. Pagi itu, 23 Januari 1950, tentara Belanda yang dipimpin Komandan Baret Hijau Kapten Raymon P.P. Westerling menggemparkan Kota Bandung. Pasukan tanpa atribut itu membabi buta menembaki anggota Divisi Siliwangi yang berada... Continue Reading →

Inilah Buku Yang Dilarang Beredar Kejagung

Kejaksaan Agung (Kejagung) melarang peredaran 5 buah buku. Buku-buku tersebut dianggap mengganggu ketertiban umum, bertentangan dengan UU 1945 dan Pancasila. “Jamintel melakukan penelitian terhadap buku-buku yang telah dilakukan clearing house tertanggal 3 Desember 2009 sejumlah 5 buku,” kata mantan Jamintel Iskamto. Hal itu disampaikan dia dalam jumpe pers Laporan Kinerja Kejagung Tahun 2009 di Kejagung,... Continue Reading →

Pidato Tan Malaka (1922) Tentang Komunisme dan Pan-Islamisme

Penerjemah: Ted Sprague Ini adalah sebuah pidato yang disampaikan oleh tokoh Marxis Indonesia Tan Malaka pada Kongres Komunis Internasional ke-empat pada tanggal 12 Nopember 1922. Menentang thesis yang didraf oleh Lenin dan diadopsi pada Kongres Kedua, yang telah menekankan perlunya sebuah “perjuangan melawan Pan-Islamisme”, Tan Malaka mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih positif. Tan Malaka (1897-1949)... Continue Reading →

Anugrah Gelar Pahlawan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menganugerahkan gelar pahlawan nasional tiga orang tokoh nasional. Selain itu, presiden juga memberikan piagam dan tanda kehormatan sejumlah tokoh lainya. Penganugerahan berlangsung di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (09/11) sekitar pukul 10.00 WIB. Karena semua yang mendapatkan penghargaan telah meninggal dunia, para keluargalah yang mewakili untuk mendapatkan penghargaan. Pemberian anugerah itu... Continue Reading →

Ruang Sastra Dalam Bingkai Sejarah Indonesia

Sastra (Sansekerta शास्त्र, shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu. Tetapi kata "sastra" bisa pula merujuk... Continue Reading →

Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII

Posting tentang "Sisingamangaraja XII (1845-1907) Pejuang Islam Yang Gigih" cukup mendapatkan respon yang "mencerahkan" terkhusus dalam mempersoalkan masalah "Agama" Sisingamangaradja XII. Dr. phil. Ichwan Azhari, MS dalam seminar ‘Peringatan 100 Tahun Gugurnya Pahlawan Nasional Raja Sisingamangaraja XII, Deli Room Hotel Danau Toba Internasional Medan 26 Mei 2007 dalam pengantarnya menuliskan : "Sekalipun tersedia relatif banyak... Continue Reading →

Peringatan dari Wiji Thukul

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan/di sana bersemayam kemerdekaan/apabila engkau memaksa diam/aku siapkan untukmu: pemberontakan! >>(Wiji Thukul) PERINGATAN Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gawat Dan bila... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: