Boekoe Jadoel

Abdullah, Taufik and Muchlis, Muchlis and Ibrahim Alfian, T and Kuntowijoyo, Kuntowijoyo (1983) Seminar sejarah lokal konseptual. Direktorat Jenderal Kebudayaan, Jakarta. Text Seminar sejarah lokal konseptual.PDF Download (21MB) Ayatrohaedi, Ayatrohaedi (1985) Pemikiran tentang pembinaan kesadaran sejarah. Direktorat sejarah dan Nilai Tradisional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Text pemikiran tentang pembinaan kesadaran sejarah.pdf Download (17MB) Djaja, Tamar (1974) Orang-orang besar Indonesia. Pustaka antara P.T Jakarta, Jakarta. Text Orang orangLanjutkan membaca “Boekoe Jadoel”

Tak Hanya Kartini

Oleh : Widi Astuti (Mushida Salatiga) : Penggemar Sejarah Islam, terutama tokoh pergerakan perempuan Islam di Indonesia. Tulisannya bisa dilihat di widi80.blogdetik.com _______________ Selalu ada nuansa lain di bulan April. Berbagai sekolahan, instansi pemerintah, swasta, ataupun organisasi kemasyarakatan  berlomba-lomba mengadakan berbagai kegiatan  untuk memperingati Hari Kartini. Sebagai puncaknya di tanggal 21, kaum Hawa mengenakan kainLanjutkan membaca “Tak Hanya Kartini”

Revolusi Dari Langit

Sejarah hidup manusia adalah sejarah revolusi atau sejarah perubahan. Sejarah yang dalam bahasa Arab dari ‘syajaratun’ yang berarti pohon, berkaitan erat dengan “perubahan”. Perubahan yang bermakna “gerak” menuju ke bumi untuk menerima dan menjalankan fungsi sebagai “khalifah” (Q.S. 2: 30). Dalam setiap perubahan bisa menghasilkan kebaikan atau keberkahan (An-Nur: 35, “min syajaratin mubarakah.”) yaitu ketika petunjuk Allah digunkan sebagai pedoman, iaLanjutkan membaca “Revolusi Dari Langit”

Mitos Konstituante

Orde Baru telah menafsir sejarah dari kepentingan mereka sendiri. Mitos politik pun dimunculkan untuk melanggengkan dan membenarkan sistem politik yang mereka anut. Salah satu mitos yang diciptakan Orde Baru adalah perihal kegagalan Konstituante pada 1959. Keluarnya dekrit Presiden Soekarno yang menyatakan kembali ke Undang-Undang Dasar 1945 itu disebut sebagai gagalnya demokrasi parlementer. Peristiwa itu lantas dikenangLanjutkan membaca “Mitos Konstituante”