Ahmad Mansur Suryanegara
Ahmad Mansur Suryanegara

Bila Sejarawan mulai membisu, hilanglah kebesaran masa depan generasi bangsa ..

(Ahmad Mansur Suryanegara)

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah swt.. rasa kerinduanku kepada salah seorang yang telah membawaku “tenggelam dalam sejarah”, yang secara sadar menyebabkan diri ini “murtad” dari pendidikan secara akademik yang seharusnya menggeluti senyawa bahan alam atawa bergelut di rumus2 kimiawi tapi malah terdampar di belantara sejarah.. 🙂 rasa kerinduan terhadap sang pemilik suara ngeBass plus serak-serak, kini sedikit terobati dengan sebuah kado bagi Umat Islam Bangsa Indonesia umumnya, khususnya bagi saya yang tak pernah usai belajar sejarah. Saat jelang hari raya Idhul Fitri dengan perantara penerbit Salamadani tempat kang Ahsa bekerja, dan beliau ini juga yang jadi jajaran editor (selamat n sukses kang 8) kapan ada diskusi di Bandung?) telah terbit buku “API SEJARAH” Buku yang akan mengubah drastis pandangan anda tentang Sejarah Indonesia. Beliau adalah Prof. Ahmad Mansur Suryanegara, terakhir saya ketemu beliau saat “temen-temen” mengadakan sebuah seminar tentang “Seabad Kebangkitan Islam” memperingati lahirnya Syarikat Dagang Islam bulan September 2005 tepat 4 tahun yang lalu. (wuiiih dah lama skalie.. padahal rumahnya deket 🙂 )

Setelah buku Menemukan Sejarah, Wacana Pergerakan Islam di Indonesia yang terbit tahun 1995 dan Pemberontakan Tentara Pembela Tanah Air- Peta di Cileunca Pangalengan Bandung Selatan yang terbit tahun 1996, maka ini adalah buku ketiga yang saya miliki dari karya beliau. Sebetulnya ada tiga buku lagi yang beliau terbitkan tapi sayang saya tidak memilikinya 😦 . Spirit yang sama yang saya temui dari ketiga buku tersebut bahwa sejarah Indonesia adalah maha karya Umat Islam Bangsa Indonesia.

Dari “Menemukan Sejarah” ke “API Sejarah” sepertinya Prof. Mansur sedang menyampaikan pesan secara “simbol” bahwa yang ditemukan dalam sejarah adalah API … Menemukan API Sejarah .., API adalah cahaya … API adalah spirit ..API adalah pembakar … API adalah Amanat Pejuang Islam yang musti menjadi obor penerang bagi setiap orang generasi sekarang yang masih memiliki API Perjuangan untuk terus miKIR — dziKIR — dan nguKIR menjadi penentu arah masa depan bangsa Indonesia (maaf pak Mansur klo salah he he 🙂 ).

api-sejarahSepertinya saya membutuhkan waktu cukup lama untuk membaca buku “API SEJARAH” ini, maklum buku setebal 584 halaman ini seperti sebuah ensiklopedi perjalanan panjang sejarah Islam di Indonesia sejak jaman Nabi Muhammad sampai tahun 1942 jelang kedatangan Jepang ke Indonesia. Dan ternyata beberapa tulisannya mengingatkan saya pada pelajaran yang beliau ajarkan saat saya mengikuti “Kuliah Tafsir” di Masjid Istiqomah (entah tahun berapa 🙂 ), Tema yang menjadi pelajaran dari Prof. Mansur adalah “Tafsir Qishoshul Qur’an”. Diantara yang saya ingat diantaranya adalah Nabi dan Para Rasul Pembawa Ajaran Islam yang dalam buku ini ada di halaman 20 – 22.

Prof. MansurInilah “Tafsir Sejarah Mansuriyah” teringat saya akan candanya manakala membeberkan pemaknaan sejarah ‘yang lain dari yang lain’, sejarawan yang menikmati “beda” dan ” nyeleneh”, dan memang kalo dengar pemaparan beliau, otak ini seperti “melompat-lompat” dan tak berhenti miKIR. Moeflich Hasbullah, Asisten dan murid Prof.Mansur SN di Jurusan SPI UIN Bandung menyatakan : “Prof. Mansur Suryanegaraa adalah seorang sejarawan simbolis. Ia seorang pembaca fakta simbol yang handal yang tak ada duanya di kalangan sejarawan, bahkan di seluruh dunia. Fakta sejarah di tangannya menjadi berwarna, unik, hidup, menunjukkan sisi-sisi yang tak terbaca dari sebuah fakta dan oleh karenanya sering mengejutkan. Ini yang tidak dimiliki para sejarawan lain. Sebagai pembaca simbol, ia sangat peka dengan fakat-fakta historis dan menangkapnya secara simbolik. Tapi, ini menghadirkan resiko. Bacaannya menjadi sering tak dimengerti oleh kalangan sejarawan konvensional. Buku dahsyat ini, tentu sangat historis dan berbasis tradisi ilmiah. Tapi, oleh Pak Mansur, dilengkapi dan dihidupkan dengan tatapan simbolik tersebut, menjadikannya menjadi enak dibaca, perlu bahkan wajib bagi yang ingin sejarah Indonesia sesungguhnya. Ala kulli hal, saya tahu, buku ini disuguhkan dengan penuh takzim oleh beliau kepada segmentasi masyarakat yang sangat dihormatinya; Ulama. Untuk merekalah mahakarya ini didedikasikan. Generasi pembawa risalah nubuwah yang membawa pencerahan masyarakat melalui kebenaran dan spiritual enlightenment!“.

btw … ada beberapa hal yang saya sesalkan dari terbitnya buku “API SEJARAH” ini

  1. Pertamax : Saya harus mengurungkan niat untuk menulis buku sejarah karena “Sang maha guru” telah mendahului menerbitkan buku ini 😦 atawa mungkin suatu saat saya meneruskannya dengan judul buku “Biar Sejarah Yang Bicara ..” 😀
  2. Keduaaax : Untuk sementara saya dengan terpaksa mengurangi waktu ngeNet karena harus membaca buku ini .. dan itu membutuhkan waktu 🙂 ini sesuai dengan himbauan Prof. Dr.H. Miftah Faridl yang menyampaikan ” buku ini baik sekali untuk dibaca dan sejarah para pejuang didalamnya sangat bermanfaat untuk diteladani oleh mereka yang masih memiliki “API” Perjuangan”
  3. Kecugaaax : Tunggu resensi selanjutnya tentang “API SEJARAH” di Serbasejarah he he he he 🙂

Akhir kata salam penuh takzim pada guruku Prof. Mansur yang tak pernah berhenti miKIR — dziKIR — nguKIR dan hatur tararengkyu 🙂 buat mas Nusantaraku yang telah memberi info tentang rumah buku .. lumayan beli buku “API SEJARAH” dapet diskon 35 % 😀