Ikuti Natsir …..

Ikuti Pak Natsir …“ entah dari mana bisikan itu, mengigau, dejavu  ataukah lamunan sambilalu yang terbawa ke alam mimpi. Entahlah hanya yang jelas kalimat ini pernah ku dengar sebelumnya meski lupa entah kapan. Sebuah wasiat sekaligus teka-teki yang sampai hari ini belum ku mengerti, terlebih generasiku hari ini bukanlah generasi beliau dimasa lalu. Perkenalanku padaLanjutkan membaca “Ikuti Natsir …..”

Gincu dan Garam : Sebuah Artikulasi Politik Islam Yang Kian Memudar

‘Imaduddin Abdurrahim (alm), pada tahun 1962 bersama enam rekan aktifis Islam, ia menyatakan kekecewaannya kepada Bung Hatta.  “Kami, para pemuda Islam, sangat kecewa kepada Bapak, karena kami menganggap Bapak tidak bertanggung jawab kepada bangsa ini …. Bapak meninggalkan kursi kewakilpresidenan. Padahal, Bapak tahu kalau Sukarno tidak pernah mendengarkan perkataan orang lain kecuali kalau Hatta yangLanjutkan membaca “Gincu dan Garam : Sebuah Artikulasi Politik Islam Yang Kian Memudar”

SBY Bilang Negara Islam Sudah “Selesai”

“Mereka terus mengarah melakukan aksi terorisme, mereka ingin kembali berdirinya negara Islam, suatu yang sudah rampung dalam sejarah bangsa,” kata Presiden SBY. Presiden menegaskan, kelompok teroris yang hendak mengubah dasar negara dan konstitusi itu pasti tidak akan dikehendaki rakyat. Presiden juga mendapat informasi bahwa para teroris itu menolak demokrasi. “Tiba-tiba mereka menggunakan Aceh, sebagai satuLanjutkan membaca “SBY Bilang Negara Islam Sudah “Selesai””

Mengoreksi Sejarah Masuknya Islam

Sejarah baru itu terkuak dari perairan Cirebon. Jejak-jejaknya ditemukan pada sekumpulan harta karun di kedalaman 50 meter lebih dari permukaan laut. Benda berharga itu mengisi perut kapal perdagangan yang tenggelam ribuan tahun silam di 60 mil utara Cirebon. Ribuan artefak berupa keramik, emas, perak, dan rubi itu telah diangkat PT Paradigma Putera Sejahtera (PPS) danLanjutkan membaca “Mengoreksi Sejarah Masuknya Islam”