Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

“Ilusi Negara Islam” ; Kenapa Ilusi Dilawan Rekomendasi Strategis ?

Salah satu pertunjukan yang paling memukau dunia ialah pertunjukkan oleh David Copperfield, seorang pesulap yang dijuluki ILUSIONIS TERBESAR didunia. David Copperfield pernah mempertunjukkan lenyapnya pesawat Boeing 747 dihadapan ribuan penonton, ia pernah melenyapkan diri masuk ke DINDING AGUNG di Cina , The Great Wall dilewatinya dari satu sisi dan keluar dari sisi yang lain. Ia pernah melenyapkan patung LIBERTY di New York, patung hadiah dari pemerintah Perancis pada acara Kemerdekaan Amerika Serikat kepada pemerintah Amerika dan sangat terkenal dikalangan turis manca negara. Boleh dikatakan bahwa David Copperfield adalah pesulap terbesar dan ilusionis terbesar.

Apakah yang dinamakan ILUSI ? Dalam istilah ilusi didapatkan arti yang beragam dan arti ilusi ialah : sesuatu yang tidak ada, atau sesuatu yang berbeda dengan kenyataan dan ada pula yang mengartikan sebagai idee yang salah atau kepercayaan yang salah. Jadi orang yang mempercayai sesuatu yang salah disebut juga sebagai ilusi. Suatu pola berpikir yang salah dapat juga dinamakan sebagai ILUSI.

cover-front-145Buku kontroversial kembali hadir di Indonesia, “Ilusi Negara Islam”. Setidaknya bagi sekelompok orang. Karena di beberapa daerah buku ini sudah masuk dalam daftar hitam (black list) dan dirazia di sejumlah toko2 buku yang menjualnya. Buku ini kalau dilihat dari judulnya “Ilusi Negara Islam”, memang dengan tegas dan gamblang membidik kalangan tertentu dalam masyarakat Indonesia ini.

LibForAll Foundation Melawan ILUSI

KH. Abdurrahman Wahid memberikan pengantar “Musuh dalam Selimut” pada buku ini. Di awal tulisannya beliau menuliskan : “Buku yang seDang anDa baca InI (“Ilusi Negara Islam”) Merupakan hasil penelitian yang berlangsung le­bih dari dua tahun dan dilakukan oleh LibForAll Foundation, sebuah institusi non-pemerintah yang memperjuangkan terwujudnya kedamaian, kebebasan, dan toleransi di seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa Indo­ne­sia secara formal, kami bersama C. Holland Taylor adalah pendiri-bersama LibForAll Foundation, dan bersama-sama de­ngan KH. A. Mustofa Bisri, Prof. Dr. Ahmad Syafii Maarif, Prof. Dr. M. Amin Abdullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, Prof. Dr. Nasr Hamid Abu-Zayd, Syeikh Musa Admani, Prof. Dr. Abdul Munir Mulkhan, Dr. Sukardi Rinakit, dan Romo Franz Magnis-Suseno me­jadi Penasehat LibForAll Foundation. Dalam kunjungan CEO LibForAll Foundation ke Mesir pada akhir Mei 2008, Syeikh al- Akbar al-Azhar, Muhammad Sayyid Tantawi juga menyatakan kesediaannya untuk menasehati LibForAll Foundation dalam usaha menghadirkan Islam se­agai rahmatan lil-‘âlamîn.

Dan se­be­narnya, siapa pun di seluruh dunia yang berhati baik, berkemauan baik, dan punya perhatian kuat pada usaha-usaha mewujudkan kedamaian, kebebasan, dan toleransi, secara kultural adalah keluarga LibForAll Foundation. Dalam usaha dimaksud, LibForAll Foundation selalu mengutamakan pendekatan spiritual untuk menumbuhkan ke­adaran yang mampu mendorong transformasi individual maupun sosial. Hal ini didasari kenyataan bahwa kete­gagan batiniah antara roh dan hawa nafsu berdampak pada aktivitas lahiriah. Bahkan, kete­gangan batiniah ini kerap memicu konflik-konflik lahiriah, baik antarindividu maupun sosial. Dalam konteks inilah, sabda Kanjeng Nabi Muhammad saw. kepada para sahabat, “Raja‘nâ min jihâd al-ashghar ilâ jihâd al-akbar” (Kita pulang dari jihad kecil menuju jihad besar), sepulang dari perang Badr me­jadi sangat pe­ting untuk kita renungkan.

Siapa dan apa LibforAll Foundation bisa di lihat DISINI. Program utama LibforAll adalah membantu mengeliminasi sebab-sebab yang melandasi terorisme, dengan mendamaikan dan mengintegrasikan masyarakat-masyarakat Muslim tradisional dengan dunia kontemporer.

Ada lagi pernyataan jujur yang mencengangkan. Libforall mengadakan pendidikan bagi anak-anak Islam yang berada dalam kemiskinan, “…agar anak-anak miskin ini menerima pendidikan kesetaraan untuk toleransi, penguatan, dan keterampilan individual, dan juga berempati terhadap agama lain, menghadapi dunia maju. ” Seraya menuliskan kegiatannya ada di Jawa Tengah, Yogyakarta, hingga merambah anak-anak korban tsunami di Aceh.

Ilusi dilawan dengan Rekomendasi Strategis

Jika yang mau membaca keseluruhan isi buku “Ilusi Negara Islam” bisa di donlot di sini. bla bla bla … dari isi buku ini ujungnya adalah Rekomendasi Strategis yang di “sarankan” keluarga besar LIBFORALL Foundation. Rekomendasi itu diantaranya :

  1. Mengajak dan mengilhami masyarakat dan para elit untuk bersikap terbuka, rendah hati, dan terus belajar agar memahami spiritualitas dan esensi ajaran agama, dan menjadi jiwa-jiwa yang tenang
  2. Menghentikan dan memutus – dengan cara-cara damai dan bertanggungjawab- mata rantai penyebaran paham ideologis garis keras melalui pendidikan (dalam arti kata yang seluas-luasnya) yang mencerahkan, serta mengajarkan dan mengamalkan pesan-pesan luhru agama Islam yang mampu menumbuhkan kesadaran sebagai hamba Tuhan yang rendah hati, toleran dan damai.
  3. Menyadarkan para elit dan masyarakat bahwa paham dan ideologi garis keras yang dibawa oleh gerakan Islam transnasional dari Timur Tengah bertentangan dengan Islam serta tradisi budaya dan corak keberagaman bangsa Indonesia yang sejak lama bersifat santun, toleran dan moderat
  4. Memperjuangkan, melestarikan dan mewujudkan Pancasila yang merefleksikan esensi syari’ah, serta meyakinkan para elit dan masyarakat bahwa hal ini merupakan cara untuk mewujudkan Islam benar-benar sebagai rahmat Tuhan bagi seluruh makhluk, sebagaimana dicita-citakan oleh para Pendiri Bangsa
  5. Bekerjasama dengan para kyai spiritual untuk merevitalisasi Nahdlatul Ulama sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jama’ah, serta mohon dan mendukung kyai-kyai spiritual untuk memimpin NU. Dengan cara demikian, kelompok-kelompok dan para agen garis keras akan sulit menyusup dan mempengaruhi ormas moderat ini.
  6. Bekerjasama dengan para ulama, intelektual, dan budayawan dari beragam disiplin dan keahlian, dari ormas-ormas Islam moderat, untuk memberikan informasi alternatif atas fatwa-fatwa MUI yang tidak sepenuhnya menyuarakan pesan sejati Islam.
  7. Bekerjasama dan mendorong para praktisi pendidikan dari tingkat dasar, menengah, dan tinggi untuk memperkenalkan dan mengajarkan kekayaan, keluhuran, dan arti penting warisan budaya dan tradisi bangsa Indonesia; mendorong otoritas dunia pendidikan dan para praktisi pendidikan, orang tua/wali murid, untuk bersikap kritis terhadap berbagai kegiatan dan pengajaran keagamaan di lingkungan mereka yang kerap digunakan sebagai sarana infiltrasi ideologi garis keras; mengkampanyekan life long study atau belajar seumur hidup agar bisa mengatasi kebodohan, khususnya dalam pemahaman dan pengamalan ajaran agama.
  8. Bekerjasama dengan para pengusaha untuk mendukung terwujudnya keadilan, keamanan, ketertiban, dan stabilitas sosial demi terwujudnya kehidupan berbangsa dan bernegara yang adil dan sejahtera melalui institusi-institusi pemerintah dan masyarakat sipil
  9. Menumbuhkan dan meningkatkan pemahaman tentang pesan-pesan luhur agama Islam sebagai rahmat bagi seluruh makhluk, dan memobilisasi tokoh-tokoh Indonesia yang nguri-uri ngelmu (menghidupkan dan mengamalkan warisan spiritual bangsa)
  10. Membangun jaringan generasi cinta Merah-Putih yang akan mengilhami generasi muda mengenai arti penting sejarah, tradisi dan budaya nenek moyang bangsa sendiri, mendorong pemahaman tradisi dan budaya bangsa dalam konteks keagamaan secara utuh, menyeluruh dan mendalam.
  11. Membangun keyakinan dan kebanggaan bahwa tradisi dan budaya bangsa sendiri sejalan dengan ajaran agama yang dianut bangsa Indonesia.

“Usaha menjadikan Islam sebagai Ideologi dan mewujudkan negara Islam boleh jadi disebabkan adanya semangat yang berlebihan namun tidak didukung oleh pengetahuan yang memadai” (Belajar Tanpa Akhir; A. Mustofa Bisri, hal 233).

“Andai masing-masing terus belajar, saling mendengarkan dengan yang lainnya, tentu pemahaman akan lebih baik dan lengkap. Karena sebenarnya, kebenaran kita kemungkinan salah, dan kesalahan orang lain kemungkinan benar” (Belajar Tanpa Akhir; A. Mustofa Bisri, hal 235).

………………. Akhirnya para master ILUSIONIS, MENTALIS, HIPNOSIS terus mengajak kita untuk “menonton” DUEL MASTER dengan menggunakan “trik dan mantra” nya masing-masing, dan sebagai penonton cukup “KEPROK PROK PROK PROK”….. :) :D

About these ads

25 comments on ““Ilusi Negara Islam” ; Kenapa Ilusi Dilawan Rekomendasi Strategis ?

  1. aris rinaldi
    Mei 22, 2009

    terima kasih atas kunjungannya

    mw nanya nih? pasang profile facebook di blog gimana yah?

    flagcounter bisa di update ga, biar daftar negaranya lebih banyak?

    ——————
    Kopral Cepot : wuduuuh kok nanya ke sini :) tapi ngak apa2 jawabannya aku balik ke ‘rumahmu’ ajah

  2. kangBoed
    Mei 22, 2009

    hmm… pusing daaah… dari pada mikirin itu… mendingan… mariii kita torehkan SPIRIT ISLAM dalam Rahmatan Lil Allamin… menjadi karya nyata…
    Salam Sayang

    ——————-
    Kopral Cepot : masih mending kalo pusiiing, aku dah sakit kepala. Hatur Tangkyu tos kersa “ngajang” ka saung he he…. Karya Nyata itu yang di nanti ummat …

  3. ngax nyambung
    Mei 22, 2009

    idem ama kangboed!!!!!!!!!!!!

  4. itempoeti
    Mei 22, 2009

    “…….membantu mengeliminasi sebab-sebab yang melandasi terorisme, dengan mendamaikan dan mengintegrasikan masyarakat-masyarakat Muslim tradisional dengan dunia kontemporer…….”

    Apa yang dimaksud dengan Muslim tradisional? Apakah Muslim tradisional = Salafiyah?

    Dan apa pula yang dimaksud dengan dunia kontemporer?

    Apa yang dikuatirkan oleh Rasulullah ternyata terbukti…, “islam akan hancur oleh umatnya sendiri…”

  5. kangBoed
    Mei 23, 2009

    *ngelirik atas*.. hehehe.. antara islam saja dah ributnya setengah mati.. bahkan sampe mati.. berebut masing masing paling beneeer.. belum antar golongan agama selalu merasa paling benar.. ingat selama kebenaran itu banyak itu adalah pembenaran bukan kebenaran itu sendiri.. karena itu mulailah masuk dalam esensi ibadah itu sendiri.. mulai bangun hubungan pribadi yang apik.. hubungan yang dekat denganNYA..
    Salam Sayang
    Salam Kangen

  6. asrul
    Mei 23, 2009
  7. Indonesia Menulis
    Mei 24, 2009

    Sekarang islam ribut dan ribet lagi ngurusi pesbuk.

  8. m4stono
    Mei 25, 2009

    salam kenal…
    hmmm menarik juga ni buku, buto cakil aja bisa bilang “kamu memang benar arjuna, aku yg salah”, lha kok manusia yg ngaku islam+jenggot+jubah bilang “aku benar, kamu kafir” tanya kenapa?

  9. BaNi MusTajaB
    Mei 25, 2009

    Gagasan negara Islam selalu menarik dan tidak akan berhenti dengan hadirnya buku tersebut.Kalau pun dalam 100 tahun ke depan belum tercapai, setidaknya 100 tahun berikutnya akan selalu diperbincangkan.

  10. Yudha
    Mei 26, 2009

    Buku ‘Ilusi Negara Islam’ Mengadu Domba Ummat
    By Republika Newsroom

    YOGYAKARTA — Peneliti Yogyakarta, Dr Zuli Qodir, Adur Rozaki MSi, Laode Arham SS, Nur Khalik Ridwan SAg melakukan protes terhadap buku ‘Ilusi Negara Islam’ yang diterbitkan The Wahid Istitute, Maarif Institute dan Gerakan Bhineka Tunggal Ika. Buku tersebut dinilai tidak sesuai dengan apa yang mereka teliti dan isinya mengadu domba umat Islam.

    ”Saya tidak berani lagi pulang ke Madura, karena terbitnya buku ini. Bisa-bisa saya dikalungi clurit karena buku ini mengadu domba umat Islam,” kata Abdur Rozaki di Kantor Republika Yogyakarta, Senin (25/5).

    Dijelaskan Zuli Qodir, isi buku ‘Ilusi Negara Islam’ bukan merupakan hasil penelitiannya meskipun mereka disebut sebagai penelitinya. Sebab isi dari buku tersebut telah menyimpang dari apa yang mereka teliti. Selain itu, pihaknya juga tidak dilibatkan dalam proses penerbitan.

    ”Kami tidak pernah diajak dialog di dalam proses menganalisis data dan membuat laporan peneliltian sampai penerbitan menjadi sebuah buku,” kata Zuli.

    Bahkan, lanjut Zuli, dalam proses pengumpulan data, beberapa nama yang dicantumkan dalam buku tersebut sebagai peneliti jauh hari sudah mengundurkan diri namun masih dicantumkan, seperti Khalik Ridwan dan Abdur Rozaki. Sehingga keduanya sudah tidak terlibat lagi dalam tahap penelitian mulai dari pengumpulan data, analisis data, penulisan laporan hingga penerbitan buku.

    Kata Zuli, tujuan penerbitan buku ‘Ilusi Negara Islam’ telah bergeser dari riset yang semula bertujuan akademik kepada politis. Kondisi ini diperkuat hampir semua peneliti daerah yang namanya tercantum dalam buku tersebut tidak pernah diajak untuk berdialog menganalisis temuannya dalam kerangka laporan hasil penelitian yang utuh.

    ”Para peneliti daerah namanya dicatut hanya sebagai legitimasi politis dari kepentingan pihak asing. Sebagaimana dilakukan Holland Taylor dari //Lib for All,// Amerika Serikat yang begitu dominan bekerja dalam kepentingan riset dan penerbitan buku ini.

    Karena itu, peneliti Yogyakarta menuntut kepada //Lib for All// untuk menarik peredaran buku tersebut jika tetap mencantumkan nama-nama peneliti Yogyakarta. ”Kami menghimbau kepada para peneliti dan intelektual Indonesia untuk lebih berhati-hati dan tidak mudah diperalat dan dimanipulasi oleh kepentingan agen intelektual asing yang bekerja di Indonesia,” tandas peneliti Yogyakarta.

    Bahkan yang aneh dari peneribatan buku tersebut adalah pencantuman KH Abdurahman Wahid atau Gus Dur sebagai editornya. Padahal selama ini Gus Dur terganggu penglihatannya sehingga tidak mungkin Gus Dur bisa mengeditnya. ”Ini sudah kebablasan,” kata Abdur Rozaki.

    Sementara Ahmad Suadey, Direktur The Wahid Institute kepada Zuli Qodir mengirim SMS bahwa dirinya tidak tahu persis isi buku ‘Ilusi Negara Islam’ yang diterbitkannya. Karena itu, dirinya merasa kaget ketika mendapat protes dari peneliti Yogyakarta.

    ”Aku malah baru tahu ini. Kalau gitu perlu klarifikasi ke //Lib for All.// Kalau perlu teman-teman bikin nota protes tertulis. Aku gak keberatan karena saya tidak berhubungan dengan isi sama sekali,” kata Ahmad Suaedy. -hep/ahi

    ———–
    Kopral Cepot : Mas Yudha tankyu info nya ..

  11. admin
    Mei 27, 2009

    Wah, saya baru akan nulis bagian kedua tentang “Menelanjangi buku Ilusi Negara Islam” eee ternyata benar, penelitiannya tidak valid yah! Hehehe

    Pokoknya nggak perlu ada gebuk2an ajalah, yang penting kalau U main Intelektual Mari kita Main Intelektual2an, tapi kalau U main gebuk2an nanti U tak kasih bantal atau sansak biar gebukinnya terarah. :D

    Piss. Salam perdamaian.

    ————-
    Kopral Cepot : Makanya mas … kalo isinya aku cukup bla bla bla ajch .. tapi Lihat “rekomendasi strategisnya” entahlah … rekomendasi itu arahnya ke siapa … btw kalimat “U” ditujukan ke siapa ? he he he :)

  12. oRiDo™
    Mei 28, 2009

    saya udah download file pdf nya..
    belum sempat baca sih..
    agak2 males juga bacanya, karena isinya memperpecah umat aja.. :(

    ———–
    Kopral Cepot : Sebagai wawasan … ngak ada salahnya tuk di baca :)

  13. Lanang
    Mei 29, 2009

    Membacanya harus dengan kepala dan hati yang dingin. Mencara kebenaran tak perlu sambil marah-marah. tenangkan dan damaikan hati, ambil sikap terbuka terhadap masukan apapun. Lihatlah dengan mata hati.

  14. 848
    Mei 29, 2009

    Saya sudah baca, bagus dan objektif. Membuka mata saya dari bahaya kaum puritan, teroris yang mengancam NKRI. Sayang karena banyak orang langsung komentar sebelum membacanya terlebih dahulu. Buat saya buku ilusi negara islam punya poin 10/10 . Top ! sangat direkomendasikan untuk dibaca, terutama bagi mereka yang lebih mencintai Afghanistan dibanding NKRI !

    Ilusi negara islam : Top deh!

  15. pengelolakomaht
    Juni 6, 2009

    Assalamualaikum ya ayyuhal ikhwah

    Simak Terus Update Diskusi antara Mantan HT vs Aktifis HT di :
    http://mantanht.wordpress.com
    dan simak terus Tulisan tulisan terbarunya hanya di :
    http://mantanht.wordpress.com
    Semoga bermanfaat

    Barokallohufikum

  16. bang habib berisik
    Juni 9, 2009

    setuju ajah dah sama ini

    Membacanya harus dengan kepala dan hati yang dingin. Mencara kebenaran tak perlu sambil marah-marah. tenangkan dan damaikan hati, ambil sikap terbuka terhadap masukan apapun. Lihatlah dengan mata hati.
    Saya sudah baca, bagus dan objektif. Membuka mata saya dari bahaya kaum puritan, teroris yang mengancam NKRI. Sayang karena banyak orang langsung komentar sebelum membacanya terlebih dahulu. Buat saya buku ilusi negara islam punya poin 10/10 . Top ! sangat direkomendasikan untuk dibaca, terutama bagi mereka yang lebih mencintai Afghanistan dibanding NKRI !

    kalo kita jujur yak, ga nipu hati nurani, sebagian besar Negara yang bersyariat Islam ga pernah damai dan tentram….pasti saling ga akur sesama umat islamnya……

    kecuali saudi arabia….karena dah makmur saben tahun ada ibadah haji…pemasukan negaranya luar biasa …. dan mreka justru malah jadi budak amrik …….CMIIW

  17. Anti SPILIS
    September 9, 2009

    Bangsat for LibForAll, ternyata hanya mengadu domba umat Muslim… Masya Allah….

  18. Andini
    September 24, 2009

    pada malu ya rahasianya kebongkar…
    ngaca mas…Indonesia adalah negara beragama bukan negara agama

  19. Ilusi Demokarasi
    Oktober 16, 2009

    Buku Baru
    Ilusi Demokrasi: Ekspansi Gerakan Liberal Transnasional di Indonesia

    Enak dibaca dan perlu. Disusun oleh Farid Wajdi dan KH. Shiddiq Al Jawi. Berisi data-data akurat kebobrokan dunia setelah runtuhnya Khilafah Islamiyyah dan berdiriya idiologi setan sekularisme kapitalis. Cita-cita hidup damai ideologi sekuler kapitalis hanya lah illusi. Kedamaian hanya bisa diwujudkan bila dunia mengadopsi Islam yang rahmatan lil ‘alamin itu dalam wujud negara Khilafah Islamiyyah.

    Hadirnya Khilafah Islamiyyah hanyalah perkara waktu saja. Dan saat terbitnya fajar Khilafah itu pupuslah harapan kaum sekuler untuk memperbudak manusia.

    Ingat kasus 9/11 peledakan WTC dan isu seputarnya adalah murni rekayasa. Baca surat terbuka Carlie Shiin, bintang kenamaan Holiwood keluarga korban WTC dan video reportasenya yang dikirim ke presiden Obawa. Dia menuntuk re-open 9/11 WTC. Dia menuduh Bush ada di balik peledakan itu.

    • kopral cepot
      Oktober 16, 2009

      Buku baru ?? … hatur tangkyu info nyah ;)

      • abifasya
        Oktober 16, 2009

        Pertamaaaxxxx memang asyiiiiiiiiiiiiiixxxxxxxxxx

        • abifasya
          Oktober 16, 2009

          hayohhhhh salah
          pasti isineun

  20. abifasya
    Oktober 16, 2009

    Pertamaaaxxxxxxx heula ah

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    ya,tapi kami orang toba trauma dengan islam,pasukan islam membantai tanah batak,dan kami tidak takluk dengan pedang.dio bakkara bangga dengan keislam anya,itu boleh saja.tapi alangkah baiknya anda belajar cari sejarah pengislaman tanah batak,walaupun kontroversial tapi jelas lebih mendekati dari pada sejaran yang di tulis pemerintah
    pstruct
  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    betul sekali poang,kita tau siapa yang tukang klaim,bagaimana mungkin sisingamangaraja itu islam,apakah begitu bodohnya ompui lupa tanah batak di bantai islam,yang jauuuuuuh lebih mengerikan dari belanda.
    pstruct
  • Komentar di Perang Jawa-3 ; 1825 – 1830 Perjuangan Islam Melawan Penjajah oleh hendriwibowo Juli 29, 2014
    Habis baca artikel Makasih artikelnya. Lebih membuka mata saya bahwa, jadi tertarik menelisik lebih jauh. Beberapa dokumen lain dari wikipedia, unesco, ternyata mendukung fakta liputannya natgeo bahwa perang diponegoro ternyata skalanya besar dan masif. Thxs buat artikelnya -yang Lebih membuka mata saya bahwa perang ini lebih dari sekedar urusan patok jalan. […]
    hendriwibowo
  • Komentar di Cerita Amriki di PRRI dan CIA di Permesta oleh Tri Jtamadji Juli 28, 2014
    Oh...ternyata gitu to? Selama ini banyak rakyat kita yang di benaknya ( hasil pelajaran resmi ) bahwa mereka adalah murni memberontak demi memisahkan dari NKRI. Namun harus diakui, suka atau tidak suka , ya memang runyam kalau tentara ( secara institusi) masuk ke dunia politik.
    Tri Jtamadji

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: