Gerilya di Ajteh

Tulisan ini melengkapi beberapa tulisan sebelumnya tentang perjuangan Abu Daud Beureueh di Atjeh yaitu : Beureueh, “Pemberontakan” dengan Sebab Klasik Pada Suatu Hari Dengan Daud Beureueh ______________ Hanya dua bulan sebelum pergolakan yang kemudian disebut sejarah sebagai Darul Islam-pecah pada 21 September 1953, Boyd R. Compton berkunjung ke rumah Daud Beureueh di Beureuneun, Pidie. Compton, peneliti dariLanjutkan membaca “Gerilya di Ajteh”

Akar Yang Terserak

AWAL tahun lalu, Bambang Soerjadi, 74 tahun, kaget kedatangan tiga tamu tak dikenal. Mereka berbicara dengan aksen Sunda. Setelah disilakan duduk di kursi tua di ruang tamu rumahnya, salah seorang tamu-yang kurus dan berkumis-memperkenalkan diri sebagai Herman. Ia menantu Dianti, salah seorang anak Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo. “Setelah itu, saya senang sekali,” kata Soerjadi. “Seperti sudahLanjutkan membaca “Akar Yang Terserak”