Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

API SEJARAH 2 Sungguh Luar Biasa

Pernah dinyatakan hilang dan terancam tidak jadi terbit ketika draft naskahnya “dicuri” oleh “peminjam tanpa permisi” saat seminar API SEJARAH di Gedung Juang ’45, Pemerintah Kotamadya Sukabumi.  Salamadani sempat ketar- ketir dengan hilangnya draf buku itu, sebab dijadwalkan paling cepat terbit Februari 2010. Chief Editor Salamadani Pustaka Semesta Tasaro GK berharap naskah baru Api Sejarah Jilid II bisa diterbitkan. “Sekarang sedang disusun ulang sebagian, karena sampai sekarang draf yang dicuri itu tidak ada jejaknya.

Akhirnya berkat kegigihan dan kerja keras Kang Ahsa Cs di Salamadani Pustaka Semesta, dan tentunya spirit juang yang tak kenal lelah dari Bapak Ahmad Mansur Suryanegara untuk “Menuntaskan kepenasaran akan kebenaran sejarah Indonesia”, di bulan Maret 2010 “API SEJARAH 2” Alhamdulillah telah terbit dengan suguhan-suguhan yang sungguh luar biasa.

Bambang Trimansyah, Direktur PT Grafindo-Salamadani dalam kata pengantarnya di Buku API SEJARAH 2 mengungkapkan bahwa Api Sejarah 2 adalah kelanjutan bermakna dari buku Api Sejarah 1 yang telah mendapat respons luar biasa dari pembaca Indonesia. Buku yang tepat naik cetak menjelang peringatan Maulid Nabi Muhammad saw., 12 Rabi’ul Awwal 1431 H ini diharapkan menjadi salah satu buku yang merupakan sumbangsih seorang sejarawan Muslim modern dan penerbit Muslim yang moderat untuk mengawal arus perubahan besar bangsa dan dunia dengan “tidak sekali-kali melupakan sejarah”.

Sebagai “buku serial” Api Sejarah 2 melanjutkan kupasan sejarah Indonesia yang telah tersampaikan dalam Api Sejarah 1. Bila dalam Api Sejarah 1 muatan penjelasan sejarah Indonesia terbagi pada empat bab yang dimulai dengan “Pengaruh Kebangkitan Islam di Indonesia” yang dilanjutkan dengan “Masuk dan Perkembangan Agama Islam di Nusantara Indonesia” lalu memotret “Peran Kekuasaan Politik Islam Melawan Imperialisme Barat dan diakhiri dengan “Peran Ulama dalam Gerakan Kebangkitan Kesadaran Nasional (1900-1942)”, maka Api sejarah 2, rasa kepenasaran akan kebenaran sejarah Indonesia pasca 1942 sampai orde reformasi dikupas habis dengan membaginya pada 5 bab. Bab kelima sebagai kelanjutan Api sejarah 1 mengupas tentang “Peran Ulama Dalam Pembangunan Organisasi Militer Modern” dilanjutkan dengan “Peran Ulama Dalam Gerakan Protes Sosial dan Pemberontakan Tentara Pembela Tanah Air”, dua bab awal ini menunjukan peran ulama pada masa pendudukan Jepang. Bab Ketujuh dalam Api sejarah 2 Pak Mansur menyajikan kupasan tentang ” Peran Ulama Dalam Menegakan dan Mempertahankan Proklamasi” yang dilanjutkan dalam bab kedelapan “Peran Ulama Menegakan dan Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia”, dua bab diatas berkenaan dengan pasang surut peran ulama dalam masa revolusi Indonesia dan masa orde lama. Bab kesembilan Api sejarah 2 menyajikan kupasan bernas tentang “Langkah Penyesuaian Ulama dan Santri Di Era Orde Baru dan Reformasi”.

Peristiwa, Tokoh dan Gagasan

Menyajikan rangkaian peristiwa, tokoh dan gagasan, yang kesemuanya berperan dalam menciptakan sejarah dalam sebuah buku sejarah bukan hal mudah. Dalam metode pembelajaran sejarah biasanya rangkaian peristiwa, tokoh dan gagasan diajarkan secara terpisah. Belajar sejarah pada tingkat awal biasanya didekati dengan mengenalkan peristiwa-peristiwa sejarah, selanjutnya belajar sejarah melalui tokoh-tokoh sejarah dan pada tingkat lanjut pembelajaran sejarah adalah dengan mendalami gagasan-gagasan yang tercipta dalam sejarah. “Api Sejarah” baik pada jilid pertama maupun kedua yang ditulis oleh Ahmad Mansur Suryanegara justru menyajikan ketiga hal yang berperan dan menciptakan sejarah yaitu peristiwa sejarah, tokoh sejarah dan gagasan-gagasan yang melatarbelakangi peristiwa dan tokoh sejarah itu.

Bagi yang belum terbiasa membaca tulisan sejarah yang menampilkan kompleksifitas ramuan antara peristiwa, tokoh dan gagasan biasanya rumit dan jelimet, ini yang saya rasakan dalam membaca Api Sejarah 1 dan 2 sehingga butuh waktu untuk terus bolak-balik, maju mundur dalam membacanya ;) . Padahal sejarah naratif adalah sejarah deskriptif yang bukan sekedar menjejerkan fakta-fakta atau peristiwa, tetapi menurut Kuntowijoyo setidaknya kita temukan tiga hal dalam penulisan sejarah yaitu colligation yaitu inner connection atau hubungan dalam antar peristiwa sejarah, kedua plot yaitu cara mengorganisasi fakta-fakta menjadi satu keutuhan dan ketiga, struktur sejarah yaitu cara mengorganisasikannya sebagai “rekonstruksi yang akurat”.

Tema sentral yang ingin diungkap dalam Api Sejarah dari jilid 1 dan 2 adalah betapa Ulama memiliki peran penting dalam setiap masa sejarah di Indonesia sejak masuknya Islam di bumi Nusantara. Peran Ulama yang bukan sekedar pelengkap peristiwa tetapi yang menciptakan sejarah, yang membawa arah sejarah Indonesia sampai sekarang ini dan tentunya sebuah harapan dimana para Ulama zaman sekarang juga kudu punya peran penting dalam menciptakan sejarah selanjutnya.

Terjadinya depolitisasi Ulama, deislamisasi politik disetiap masa sejarah Indonesia baik masa penjajahan Belanda, masa pendudukan Jepang, masa orde lama, orde baru bahkan orde reformasi tidak menyurutkan langkah juang dari para Ulama untuk berperan aktif memajukan bangsa dan negara Indonesia.

Hijab Sejarah : Kepenasaran yang tak pernah tertuntaskan…

Entah ekspektasi yang berlebihan atau sebab ruang tulisan yang terbatas, apa yang termuat dalam Api Sejarah 2 dengan judul kecilnya “Buku yang akan Menuntaskan Kepenasaran Anda akan Kebenaran Sejarah Indonesia”, sebuah judul yang dramatis, bombastis, fantastis ;) ternyata masih belum menuntaskan rasa penasaran itu. Masih banyak hijab sejarah yang belum terungkap secara jelas dan gamblang, banyak peristiwa yang dikupas secara singkat, gagasan-gagasan yang masih tersembunyi berkenaan latar belakang peristiwa itu. Sekali lagi mungkin ini dikarenakan ruang tulisan yang terbatas. Dari cakupan penulisan yang luas baik dari rentang masa peristiwa maupun dari kedalaman setiap peristiwa sejarah Indonesia saya yakin sebetulnya pak AMS bisa menulis Api Sejarah ini dengan membagi minimal sampai 5 jilid atau setidaknya pihak penerbit bisa membagi-bagi Api Sejarah secara tematik.

Tema yang loncat-loncat, peristiwa yang dikupas secara singkat, tokoh-tokoh sejarah yang diselipkan diantara tulisan dalam bentuk foto dan penjelasan singkat menandakan rasa kepenasaran ini belum tertuntaskan secara tas … tas… tas… :lol: Seolah pembaca hanya digiring pada satu tema “rekonstruksi sejarah” dengan satu gagasan yaitu peran Ulama dalam menegakan dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ada dua tema yang tadinya saya berharap dalam Api Sejarah 2 ini memiliki space ruang yang lebih luas untuk dibahas yaitu berkenaan dengan Gerakan NII dan Peristiwa PRRI-Permesta. Dalam Api Sejarah 2 AMS mengupas  tentang NII dalam judul kecil “Problema TII dan NII” di halaman 328 dan “Proklamasi Darul Islam di Aceh” di halaman 342-346. Sementara peristiwa PRRI-Permesta secara singkat dibahas di halaman 377-381.

Yang menarik AMS mengungkapkan tentang TII bahwa “Problema Tentara Islam Indonesia- adalah sebagai tindakan kontra politik terhadap hasil peroendingan Renville yang dipimpin oleh Amir Sjarifoeddin, 1948 M. Selain itu pembentukan Tentara Islam Indonesia, menurut AMS bertujuan untuk menggagalkan Negara Pasoendan bikinan van Mook.

Adapun munculnya Proklamasi Negara Islam Indonesia- NII yang diproklamasikan oleh S.M. Kartosoewirjo, AMS berpendapat itu sebagai reaksi terhadap Roem-Royen Statements yang akan melahirkan Republik Indonesia Serikat dibawah Ratu Belanda. Dalam pandangan S.M. Kartosoewirjo pembentukan RIS itu statusnya sangat bertentangan dengan Republik Proklamasi 17 Agustus 1945. Sayangnya apa yang diungkapkan oleh AMS kurang di dukung oleh data-data primer yang menguatkan argumentasi beliau.

Dan masih banyak hal-hal yang lain yang sekali lagi masih ada pada ruang “hijab sejarah” yang belum menuntaskan rasa kepenasaran akan kebenaran sejarah Indonesia.

Walau bagaimanapun kurang lebihnya Api Sejarah jilid satu dan dua, saya harus sampaikan saluuuuuuut dengan empat jempol pada pak AMS yang secara lugas, cerdas dan berkualitas telah menyajikan sejarah Islam Indonesia sebagai khasanah historiografi Islam yang lahir dari buah karya sejarawan Muslim yang membangkitkan API Sejarah sebagai pelita ummat Islam untuk menjadi “Pelaku sejarah di abad 21″.

Akhirnya sambil baca-baca, mondar-madir, bolak-balik baca buku Api Sejarah dua ini jadi kepingin buat buku yang mungkin judulnya “BERMIMPI DI SUDUT HISTORY

Hatur tararengkyu ;)

Referensi : Api Sejarah 2 “Buku yang akan Menuntaskan Kepenasaran Anda akan Kebenaran Sejarah Indonesia,  Salamadani Pustaka Semesta, Bandung, Maret 2010.

About these ads

16 comments on “API SEJARAH 2 Sungguh Luar Biasa

  1. ahsa
    April 9, 2010

    wah…. jadi isin. haturnuhun tos promosi….

  2. Usup Supriyadi
    April 9, 2010

    memang buku Api Sejarah T.O.P banget, wajib dibaca khususnya kalangan non-Islam. :mrgreen:

    tapi saya baru baca sinopsisnya disebuah toko buku online, belum bisa beli dulu nih yang kedua mah, semoga cepet” deh. ckckck .

  3. omagus
    April 10, 2010

    jujur saya belum pernah baca.. :D

    —————-
    Kopral Cepot : Jujur saya juga baru baca sebagaian :D

  4. tary Sonora
    April 11, 2010

    ke gramedia dulu, wajib baca kayaknya.

    ———————–
    Kopral Cepot : emang kudu ;)

  5. Gigih Pringgondani
    April 11, 2010

    Hahahhahahahahahah, gimana kabar bang?
    Siap ditunggu kedatangan api sejarah nya di kota saya…….^_^

    • kopral cepot
      April 11, 2010

      baek2 … kayaknya disono banyak peminatnyah ;)
      hatur tararengkyu ;)

  6. gommu
    April 11, 2010

    izin muat d Oase kang! mantapz! hatur nuhun pisan.

    • kopral cepot
      April 11, 2010

      kapan2 ke jatinangor ah ;) dah rindu maen2 kesanah

  7. Ruang Hati Blog
    April 11, 2010

    pasti banyah hal yang dikupas nih sejaranh2 yang selam ini masih belum terungkap ke permukaan secara tuntas, salam Kopral!!

  8. Thomas
    April 12, 2010

    Cool….Sukarno bilang….jangan pernah lupakan sejarah.
    salam

  9. Abufaikar
    April 12, 2010

    Syukran. Saya menemui banyak referensi yang mencerahkan. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah Bapak.

  10. Zara
    Mei 1, 2010

    Subhanallah…
    Api Sejarah benar2 telah membangunkan dan menggertak saya..
    Trima kasih Pak Mansyur, Anda telah membuka mata rakyat dan umat.
    Jazakillah khairan
    Wassalamualaikum..

  11. Eka Hendra Jatnika
    Juli 20, 2010

    Kalau memahami sejarah sebagai sumber pelajaran, kyknya jgn mrasa cukup dr 1 sumber deh!!! Sjarah emang syarat dgn kpentingan… Mudah2an bkln banyak sejarawan yang objektif spy pminat sejarah tdk khilangan plita… Tp gak tau yah, kok djurausan sjarah, mhswnya sdikit???

    ————
    Kopral Cepot : Yang musti banyak bukan sejarawan tapi pelaku sejarah ;)

  12. sam's tiar si terdakwa
    Juli 8, 2011

    dashyat api sejarah memang membuka mata saya dalam memendang sejarah…

  13. qowiy
    Agustus 17, 2011

    dahsyat emang wahai kau sang pencipta buku ini insya allah makin laris ya….

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    ya,tapi kami orang toba trauma dengan islam,pasukan islam membantai tanah batak,dan kami tidak takluk dengan pedang.dio bakkara bangga dengan keislam anya,itu boleh saja.tapi alangkah baiknya anda belajar cari sejarah pengislaman tanah batak,walaupun kontroversial tapi jelas lebih mendekati dari pada sejaran yang di tulis pemerintah
    pstruct
  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    betul sekali poang,kita tau siapa yang tukang klaim,bagaimana mungkin sisingamangaraja itu islam,apakah begitu bodohnya ompui lupa tanah batak di bantai islam,yang jauuuuuuh lebih mengerikan dari belanda.
    pstruct
  • Komentar di Perang Jawa-3 ; 1825 – 1830 Perjuangan Islam Melawan Penjajah oleh hendriwibowo Juli 29, 2014
    Habis baca artikel Makasih artikelnya. Lebih membuka mata saya bahwa, jadi tertarik menelisik lebih jauh. Beberapa dokumen lain dari wikipedia, unesco, ternyata mendukung fakta liputannya natgeo bahwa perang diponegoro ternyata skalanya besar dan masif. Thxs buat artikelnya -yang Lebih membuka mata saya bahwa perang ini lebih dari sekedar urusan patok jalan. […]
    hendriwibowo
  • Komentar di Cerita Amriki di PRRI dan CIA di Permesta oleh Tri Jtamadji Juli 28, 2014
    Oh...ternyata gitu to? Selama ini banyak rakyat kita yang di benaknya ( hasil pelajaran resmi ) bahwa mereka adalah murni memberontak demi memisahkan dari NKRI. Namun harus diakui, suka atau tidak suka , ya memang runyam kalau tentara ( secara institusi) masuk ke dunia politik.
    Tri Jtamadji

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: