Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Raden Fatah alias Al-Fatah; Sang Pemimpin Muda

Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan, tentang silisilah Raja-raja Majapahit. Prabu Adining Kung berputra Hayam Wuruk. Hayam Wuruk berputra Lembu Amisani, patihnya bernama Deming Wular. Lembu Amisani berputra Bra Tanjung. Bra Tanjung berputra Raden Alit, setelah menjadi raja bergelar Brawijaya, patihnya Gajah Mada.

Sang Prabu Brawijaya beristrikan puteri raja dari Campa. Raja Campa ini memiliki dua putri, putri pertama nikah dengan Brawijaya sementara putri bungsunya menikah dengan Makdum Brahim Asmara alias Maulana Malik Ibrahim ayah dari Sunan Ampel (ini berarti Prabu Brawijaya Raja Majapahit adalah ‘Ua dari Sunan Ampel). Alkisah sang Prabu Brawijaya beristri lagi dan memperoleh putri dari Cina. Istri tua dari Cempa sangat kecewa tidak rela di madu dengan putri dari Cina.

Karena besar kasihnya terhadap istri pertama, Prabu Brawijaya sanggup memulangkan putri Cina itu. Sang Raja lalu memanggil Patih Gajah Mada untuk diutus menyerahkan putri Cina itu kepada Arya Damar (Sebelumnya Jaka Dilah yang karena pengabdian dan karyanya bagi Majapahit, Jaka Dilah diangkat kedudukannya menjadi Raja di Palembang dengan gelar Arya Damar). Patih Gajah Mada berangkat membawa putri Cina itu dan bertemu dengan Arya Damar di Gresik, melaksanakan perintah raja serta menyerahkan surat. Bunyi surat, “ Putri Cina dilengserkan jadi istri Arya Damar, tetapi berhubung baru mengandung tidak diizinkan untuk menidurinya, tunggulah sampai melahirkan”. Arya Damar bersedia. Arya Damar segera berangkat, selamat sampai Palembang lalu menjadi Raja.

Alkisah putri Cina yang diserahkan kepada Arya Damar sudah melahirkan seorang anak laki-laki, bernama Raden Hasan yang selanjutnya dijuluki Raden Fatah atau Al-Fatah. Setelah dewasa Arya Damar berharap Raden Fatah menggantikannya menjadi Raja Palembang tetapi Raden Fatah menolaknya. Bersama adiknya  (anak Arya Damar) Raden Husen sepakat pergi meninggalkan Palembang ke Jawa untuk mengabdi ke Brawijaya di Majapahit dengan menumpang kapal para saudagar dan berhenti di Sura Pringga. Disitu keduanya turun ke darat berhenti di Ampel Denta. Mereka selanjutnya berguru kepada Sunan Ampel di Pesantren Ampel Denta. Lama menetap di Ampel Denta, Raden Fatah menikah dengan putri Sunan Ampel, Asyikah.

Dalam tulisan sebelumnya, program akselerasi dakwah Sunan Ampel di wilayah Majapahit menempatkan Raden Hasan (Raden Fatah) menjadi koordinator dakwah di wilayah Lasem menggantikan kakeknya Syekh Bah Tong atau Syekh Bentong. Berpusat di Glagah Wangi Bintara dan mendapat gelar Pangeran Bintara. Sementara Raden Husen saudara seibu Raden Hasan (anak Arya Damar) di tempatkan di ibukota Majapahit, oleh Prabu Brawijaya Kertabumi, Raden Hasan diterima sebagai abdi kerajaan dan mendapat gelar Adipati Terung. Daerah Bintara inilah yang selanjutnya menjadi pusat pemerintahan Negara Islam Demak.

Prabu Brawijaya Kertabumi mendengar berita bahwa ada orang yang bertempat tinggal di hutan Bintara, terkenal dimana-mana tentang besaran pedukuhan dan kesaktiannya. Raja memanggil para menteri untuk menanyakan benar-tidaknya kabar itu. Adipati Terung menjawab memang benar bahwa yang tinggal di sana adalah saudara tuanya (Adipati Terung tidak mengungkapkan asal usul mereka berdua). Sang Prabu lalu memberi perintah untuk memanggilnya. Singkat cerita Raden Fatah tiba di kerajaan Majapahit menghadap Prabu Brawijaya, Sang Prabu sangat gembira, jatuh hatinya kepada Raden Fatah sebab rupanya sangat mirip Sang Prabu. Lalu diaku sebagai putera, diangkat menjadi Adipati Bintara. Selanjutnya Raden Fatah kembali ke pedukuhan Bintara yang selanjutnya dikenal pula dengan nama Demak dengan membawa satu laksa abdi (10.000 tentara), serta di beri gajah, kapal, tandu dan pedati. Lama-lama pedukuhan Demak  menjadi makin gemah-ripah.

Raden Fatah berhasil merubah Bintara yang asalnya hutan belantara yang tumbuh pohon yang wangi sehingga dikenal dengan pedukuhan Glagah Wangi Bintara menjadi kawasan yang ramai dan terkenal. Letaknya geografisnya yang sangat menguntungkan untuk perdagangan dan pertanian. Dari hutan belantara berubah menjadi gudang padi dan kota pelabuhan yang berdatangan kapal-kapal dagang yang berlayar lewat pantai utara Jawa menuju Maluku. Bintara Demak juga menjadi penghubung antara Jawa Tengah dengan Jawa Timur. Seperti dalam Badab Tanah Jawi sebelum runtuhnya Majapahit, Demak Bintara sudah merupakan Negeri yang gemah ripah.

About these ads

19 Comments on “Raden Fatah alias Al-Fatah; Sang Pemimpin Muda

  1. Nalino Ngureres
    Desember 25, 2008

    GAJAH MADA TERNYATA ORANG DAYAK
    (perlu dilakukan penelitaian untuk pelurusan sejarah)

    Soal nama Gajah Mada menurut masyarakat Dayak di Kalbar perlu diketahui bahwa Gajah Mada bukan orang Jawa, ia adalah asli orang Dayak yang berasal dari Kalimantan Barat, asal usul kampungnya yaitu di Kecamatan Toba (Tobag), Kabupaten Sanggau Kalimantan Barat (saat ini).

    Banyak masyarakat Dayak percaya bahwa Gajah Mada adalah orang Dayak, hal itu berkaitan dengan kisah tutur tinular masyarakat Dayak Tobag, Mali, Simpang dan Dayak Krio yang menyatakan Gajah Mada adalah orang Dayak. Ada sedikit perubahan nama dari Gajah Mada pada Dayak Krio menjadi Jaga Mada bukan Gajah Mada namun Dayak lainnya menyebutnya dengan Gajah Mada.

    Sebutan itu sudah ada sejak lama dan Gajah Mada dianggap salah satu Demung Adat yang hilang. Ada kemungkinan ia diutus Raja-Raja di Kalimantan. Ia berasal dari sebuah kampung di wilayah Kecamatan Toba (saat ini). Hal itu dibuktikan dengan ritual memandikan perlengkapan peninggalan Gajah Mada setiap tahunnya. Gajah Mada dianggap menghilang dan tidak pernah kembali ke Kalimantan Barat.

    Kisah yang memperkuat bahwa ia memang asli Dayak dan berasal dari Kalbar yaitu ia adalah seorang Demung Adat dibawah kekuasaan Raja-Raja di Kalimantan. Ia seorang Demung dari 10 kampung yang ada, namun setelah dia menghilang entah kemana, kampung tersebut kehilangan satu Demung Adatnya sehingga Demung Adat di wilayah itu tinggal 9 orang saja lagi.

    Kisah ini sampai sekarang masih dituturkan oleh kelompok masyarakat Dayak ditempat asalnya Gajah Mada. Bukti-bukti tersebut sangat kuat dan bisa dibuktikan sebab Kerajaan tertua letaknya bukan di Jawa tetapi justeru di Kalimantan sehingga unsur Hindu lebih mempengaruhi setiap sikap dan tata cara hidup dan Hindu pun lebih dulu ada di Kalimantan bukan di Jawa. Alasan ini sangat masuk akal bahwa pengaruh Hindu di Jawa sangat dipengaruhi oleh kerajaan Kutai di Kalimantan dan kemungkinan Gajah Mada adalah orang kuat yang diutus kerajaan Kutai untuk menjajah nusantara termasuk Jawa.

    Dalam kisah Patih Gumantar Dayak Kanayatn (Dayak Ahe) Kalimantan Barat bahwa Patih Gajah Mada adalah saudaranya Patih Gumantar, mereka ada 7 bersaudara. (Baca Buku, Mencermati Dayak Kanyatan)

    Satu lagi soal nama Patih Gajah Mada bahwa gelar Patih itu sendiri hanya ada di Kalimantan khususnya Kalbar dan satu-satunya patih di Jawa adalah Gajah Mada itu sendiri, tidak ada patih lain dan itu membuktikan bahwa gelar “Patih” berasal dari silsilah kerajaan di Kalimantan bukan dari Jawa.

    • Kirana Galuh
      Januari 13, 2012

      Di Majapahit ada gelar yang namanya ‘Rakeyan Patih’… Bukan cuma Gajah Mada saja yang mendapat Gelar patih (Rakyan Patih Gajah Mada). Ada juga yang terkenal sprti Rakyan Patih Nambi… Tampaknya, sejarah versi anda diragukan kebenarannya… :)

    • Kirana Galuh
      Januari 13, 2012

      satu lagi.. Anda mengatakan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara mengirim Gajah Mada untuk menjajah Nusantara. Saya kira ini SANGAT KONYOL. Sebab, Kerajaan Kutai sudah tidak ada jauh sebelum Gajah Mada lahir.. Sepertinya bukan sejarah yang harus diluruskan.. Tapi LOGIKA BERFIKIR ANDA YANG HARUS DILURUSKAN.. :)

  2. cepot
    Desember 29, 2008

    wah terima kasih telah berbagi informasi tentang Gajah Mada… penggalian fakta sejarah memang harus terus dilakukan sehingga dari fakta-fakta yang “otentik” dan “sahih” itulah kita bisa menganalisanya untuk kebutuhan sekarang

  3. cepot
    Desember 29, 2008

    informasi seputar Gajah Mada sumber Kompas 26 Des 08

    … Aris Soviyani, Kepala Pusat Informasi Majapahit yang turut menjadi anggota tim penerjemahan naskah kuno itu, menyebutkan bahwa memang terdapat sejumlah pengertian yang berbeda dibandingkan dengan naskah sebelumnya. ”Namun, hasil terjemahan ini masih memperkuat dugaan bahwa Gadjah Mada memang berasal dari lereng Gunung Semeru,” katanya.

    Dugaan itu, lanjut Aris, karena menjelang ajalnya, Gadjah Mada diketahui menyepi ke daerah Madakaripura, Probolinggo, yang menjadi salah satu bagian dari lereng Gunung Semeru. ”Bahwa Gadjah Mada adalah putra seorang lurah di lereng Gunung Semeru, dan bahwa Gadjah Mada mengucapkan Sumpah Palapa pada tahun 1336 saat mengabdi kepada Tribuana (Tunggadewi) dan bukannya pada masa Hayam Wuruk,” ujar Aris.

  4. Gigih Pringgodani
    Agustus 24, 2009

    Ada sebuah referensi yang mengatakan bahwa Raden Patah adalah keturunan Mongol. Dengan nama Cheng ko po. Itulah cikal bakal tragedi Syeh Siti Jenar. Gimana pendapat mas. komunikasi lewat mail face book aja. Makasih mas

  5. imat
    Februari 16, 2010

    WAH JADI MAKIN PUSING MIKIRIN SEJARAH MANA YANG BENER NICH …..

  6. Yuni Rosdiana
    November 5, 2011

    Kata Nenek Buyut saya, keluarga kami merupakan keturunan dari Raden Patah,, entah itu turunan keberapa

  7. yusup
    November 20, 2011

    saya juga mau tanya apa ada anak dari raden fattah bernama raden bakir dan cucu nya bernama ahmad talib yang tinngal di gowa sebagai pejuang

  8. Kirana Galuh
    Januari 13, 2012

    Satu lagi.. Anda mengatakan bahwa kerajaan Kutai Kartanegara mengirim Gajah Mada untuk menjajah Nusantara. Saya kira itu KONYOL.. Sebab, Kerajaan Kutai Kartanegara sudah tidak ada jauh sebelum Gajah Mada lahir.. Sprtinya bukan sejarah yang mesti diluruskan.. Tapi LOGIKA BERFIKIR ANDA YANG HARUS DILURUSKAN.. :)

  9. Kirana Galuh
    Januari 13, 2012

    Anda mengatakan bahwa Kerajaan Kutai Kartanegara mengirim Gajah Mada untuk menjajah Nusantara. Saya kira ini SANGAT KONYOL. Sebab, Kerajaan Kutai sudah tidak ada jauh sebelum Gajah Mada lahir.. Sepertinya bukan sejarah yang harus diluruskan.. Tapi LOGIKA BERFIKIR ANDA YANG HARUS DILURUSKAN.. :)

  10. ray of king blood
    Januari 25, 2012

    antara keturunan tulen Raden Fatah pasti akan dapat menjawab soalan2 berikut di antaranya:-
    1. Dari mana datangnya Melayu
    2. Dari mana ujudnya Kesultanan Melayu
    3. Apakan yang di maksudkan House of Malay
    4. Apa itu MALAKA

  11. rudisuyanto.semarang.1982
    April 29, 2012

    Trimakasih

  12. Adi Prasetyo
    Juni 9, 2012

    antara keturunan tulen Raden Fatah pasti akan dapat menjawab soalan2 berikut di antaranya:-
    1. Dari mana datangnya Melayu
    2. Dari mana ujudnya Kesultanan Melayu
    3. Apakan yang di maksudkan House of Malay
    4. Apa itu MALAKA

    Parameswa meninggalkan Palembang bersama Sang Nila Utama pergi ke Tumasik dan diberinyalah nama Singapura kepada Tumasik. Sewaktu pasukan Majapahit dari Jawa akan menyerang Singapura, Parameswara bersama pengikutnya pindah ke Malaka disemenanjung Malaysia dan mendirikan Kerajaan Malaka. Beberapa keturunannya juga membuka negeri baru di daerah Pattani dan Narathiwat (sekarang wilayah Thailand bagian selatan). Setelah terjadinya kontak dengan para pedagang dan orang-orang Gujarat dan Persia di Malaka, maka Parameswara masuk agama Islam dan mengganti namanya menjadi Sultan Iskandar Syah.

  13. Joyoyakti
    Oktober 28, 2012

    Babad Tanah Jawi sama sekali lemah untuk dijadikan sbg sumber sejarah Majapahit dan Demak. Kitab yg kemudian hari jadi babon/buku induk sejarah Jawa tsb baru ditulis pada masa PakubuwonoI, di Kartosuro. Tentunya sarat dgn kepentingan,baik dari pihak kraton maupun VOC sbg mitra raja2 yg berkuasa.

  14. Joyoyakti
    Oktober 28, 2012

    Dongeng Sumpah Palapa cuma ada di Pararaton,yg ditulis sekitar abad XVI. Negarakertagama yg ditulis Prapanca tdk menyebut soal Sumpah Palapa.
    Sumpah Palapa juga memberi kesan bhw Gajah Mada adlh seorang penjajah. Konsep Nusantara yg disebut dlm Negarakertagama cuma sebatas kemitraan,tdk disebutkan bhw Samudra Pasai,Malaka,Ambon dll merupakan wilayah taklukan Majapahit. Majapahit juga tdk mencampuri urusan dlm negeri dari negara2 lain di Nusantara. Hanya dlm kemitraan,Majapahitlah yg memimpin. Bukan hanya negara2 di Nusantara,bahkan diluar itu ada wilayah Dwipantara dan Desantara.
    Pernahkah kita mendengar wacana Dwipantara dan Desantara dari guru2 sejarah kita di sekolah.?? Sepertinya memang para kebo bule dari barat itu sengaja mengkebiri,lalu membelokkan sejarah leluhur kita.

  15. wah .. komentar2nya benar2 sehat , makin asyik saja mempelajari sejarahnya .

    salah satunya r.patah ini , betul2 makin mengasyikan belajar sejarah – bravo !!

  16. adi
    Maret 25, 2013

    kalau mau cerita sejarah…anda2 harus pegang data dan penelitian lapangan yang sudah teruji…,jangan asal bicara,tulis dan coment….,semua memang punya hak masing2 dalam pendapat..,tp alangkah bijaksana kalau anda2 punya data yg konkrit hasil penelitian anda2…,untuk bisa dijelas kan dan didebat kan…tanpa itu…jangan banyak bicara…trims..

بسم الله الرحمن الرحيم

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 16, 2008 by in Sejarah Islam Indonesia, Sejarah Wali Songo and tagged , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di PKS Dis-Orientasikah ? ? ? oleh pakde Mei 18, 2013
    "dulu ku di sayang...sekarang ku di tendang...." gara-gara daging sapi jadi rebutan ... partai tergadaikan....Fathanah kelabakan ... dikejar perempuan ... LHI diamankan ...Ustazd Hilmi ditunggu kejujuran... Fahri amuk-amukan.... PKS deg-degan.. orang "PALANG" tepuk tangan.. INI AKIBATNYA KALO LUPA WAHYU TUHAN...(introspeksi...)
    pakde
  • Komentar di RAHMAH EL YUNUSIYAH ; Syaikhah Dunia Pendidikan Perempuan oleh Kang hasyim Mei 18, 2013
    lucu negara kita ini orang seperti kartini malah yang di agung2kan seperti halnya budhi utomo ( golongan peryayi ) yg tidk pernah mengobarkan perjuangan malah di jadikan kebangkitan nasional kalo mau juga oemar said cokro aminoto
    Kang hasyim
  • Komentar di SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 5/Habis) oleh Busana Musim Trendy dan Modis Buat Lebaran Mei 18, 2013
    Kisah tentang Syekh siti jenar adalah salah satu kisah berbau mistis yang saya sukai dan masih tetap misteri hingga sekarang..Terlepas ada atau tidaknya kisah ini..Cerita tentang siti jenar sangat menarik buat saya..hehe :) Salam kenal buat admin..
    Busana Musim Trendy dan Modis Buat Lebaran
  • Komentar di Zaman Re-Ra oleh cah magelang Mei 17, 2013
    Implementasi rera + hasil KMB hrs dibayar mahal dengan munculnya konflik di kalangan militer.. Hampir semua pemberontakan antara thn 1948 - 1955, kecuali DI/TII jawa barat bila ditelusuri akar masalah adalah rera dan hasil KMB, bukan ideologi. Peristiwa PKI Madiun dan MMC diawali dari kekecewaan tentara eks divisi ranggalawe dan panembahan senapati terhdp pe […]
    cah magelang

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: