Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Sejarah Islam Tanah Jawa (2)

Lanjutan….

Dakwah Islam di Tanah Jawa

Pada 1258, kota Baghdad yang selama lima abad menjadi pusat peradaban Islam dibawah kekuasaan Dinasti Abbasiyah ditaklukan oleh bangsa Tartar, Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan, kekuasaan Islam Baghdad digantikan oleh Dinasti Mongolia yang beragama Kristen Nestoria. Hal ini yang menyebabkan kepemimpinan Islam bergeser di tangan para Ulama. Para Ulama kemudian bergerak keluar kota Baghdad menuju wilayah Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara, diantara mereka banyak yang menjadi Saudagar Islam. Daerah Turkestan, Bokhara dan Samarakand adalah pusat perkembangan Islam (Maulana Malik Ibrahim berasal dari Samarakand). Pada masa ini terjadi kelahiran ulama-ulama terkenal diantaranya Imam Bukhori dari Samarakand. Persilangan pernikahan antara keturunan Arab, Cina dengan India telah menjadikan “kerumitan” sejarah dalam menentukan asal-muasal Islam datang ke Indonesia. “Teori Arab” merujuk kepada diantara silsilah para wali dari jalur laki-laki yang menunjukan Trah Nabi Muhammad SAW, sementara “Teori Cina” merujuk kepada silsilah para wali dari garis perempuan.

Meskipun sejak tahun 674 M, di Pantai Barat Sumatera sudah ada koloni-koloni saudagar yang berasal dari negeri Arab, meningkatnya keramaian perdagangan di pelabuhan-pelabuhan pesisir pantai Sumatera dan Jawa terjadi pada kurun abad ke-13 dan 14. Sejalan dengan itu, abad ke-13 dalam sejarah Islam di Indonesia merupakan gelombang kedua dari dakwah Islam yang telah pelopori sebelumnya pada pada abad ke-7 atau masa Khalifah Rasyidiyah.

Intensitas dakwah Islam di tanah Jawa, memiliki beberapa fase perkembangan dinataranya;

Pertama, Dakwah Islam dilakukan oleh para pedagang Muslim dari Arab, India dan Cina kepada komunitas masyarakat biasa di pesisir utara pantai Jawa.

Kedua, Dakwah Islam dilakukan secara Akseleratif oleh para Ulama yang terkenal dengan sebutan “Wali Sanga”.

Ketiga, Dakwah yang dilakukan secara Institusional oleh Negara Islam yaitu Negara Islam Demak dan Negara Islam Cirebon. Kedua negara ini berhasil meluluh lantahkan dua kerajaan yang dominan yaitu Majapahit dan Padjadjaran (Sunda dan Galuh).

About these ads

5 comments on “Sejarah Islam Tanah Jawa (2)

  1. haniifa
    Agustus 12, 2009

    @Kang Kopral Cepot
    Subhanallah …
    Tiasa di angge ref. sekali nehhh, hatur tengkiu ahhh :D

    #Haniifa.

  2. imanamalsoleh
    Oktober 11, 2009

    Subhanallah…
    mantap nehhh artikelnya…
    bener ya Allah…
    bahwa agama islam ini menyebar bukan asbab dibawa angin, air, apatah lagi hanya sekedar didiskusikan dalam kursi yang empuk…
    tetapi agama islam dibawa asbab/sebab ada manusia yang mendakwahkan islam itu sendiri…
    yang perlu di catat oleh ummat islam khususya ummat islam di indonesia…
    dalam sejarah masuknya islam di indonesia para da’i da’i datang ke indonesia bukan dengan tujuan berdagang “sambil” menyebarkan agama islam sebagaimana orang2 “company” yang datang ke indonesia dengan tujuan berdagang “sambil” menyebarkan agama mereka yaitu nashrani..
    tetapi mereka niat datang dari kampung mereka hanya bermaksud untuk berdakwah tok tanpa embel2 “sambil”..
    sedangkan masalah dagang, ini hanyalah “keperluan” bukan “maksud”
    karena mereka juga membutuhkan bekal untuk berdakwah seperti butuh makan dan keperluan2 yang laen..
    maka itu mari kita belajar mengajak dan menyampaikan..
    walau hanya sekedar ucapan “ayo.. saudaraku kita sholat berjamaah dimasjid….!!!”
    Allahu ‘Alam

    ——————
    Kopral Cepot : Setujuuuuuuuh kawan … :) hatur tarrengkyu atas silaturahminya.

  3. fuske
    Januari 25, 2010

    siapa syeh subakir dan joko samudro ? perjanjian apa yg disepakati dengan pihak kerajaan pantai selatan kala itu ?

  4. jaya
    Juni 11, 2011

    belum tahu kejamnya sunan bonang yg islam itu ya ?? :)
    berpikirlah yang jernih teman. jangan terlalu keracunan cerita

    • Radita
      April 27, 2012

      tanpa ada referensi tanpa cerita kita juga ngk kan tau sejarah toh kamu jg dulu suka dengerin cerita dah jgan munafik segala sumber itu perlu utuk pengalaman ma nambah pengetahuan toh walapun cerita bisa menambah pengetahuan toh ceritanya positif

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Desember 12, 2008 by in Sejarah Islam Indonesia and tagged , , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: