Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-2)

lanjutan dari bagian 1 ” Dan manakala kamu diberi posisi (politik) di muka bumi (haruslah) menegakan sholat, membayar zakat, memerintah yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Dan kepunyaan Allah-lah hasil terakhir dari segala peristiwa” (QS Surat Al-Hajj : 41) Langkah strategis yang dilakukan Tjokroaminoto, menampakkan hasil yang luar biasa. Beberapa tahun sejak kemunculannya di panggungLanjutkan membaca “Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-2)”

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 5/Habis)

Oleh : Damar Shashangka Kekhalifahan pertama Jawa, yang selama ini dicita-citakan oleh Kaum Putihan berhasil berdiri. Raden Patah atau Tan Eng Hwat dikukuhkan sebagai khalifah pertama Demak Bintara dengan gelar Sultan Syah ‘Alam Akbar Jiem-Boenningrat ( Nama Jiem-Boen, adalah nama China. Saya belum tahu pasti darimana dan mengapa nama itu diambil. : Damar Shashangka )Lanjutkan membaca “SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 5/Habis)”

SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 4)

Oleh : Damar Shashangka Syeh Siti Jenar, kini telah menjadi semacam duri dalam daging bagi Dewan Wali Sangha. Sebuah duri ditengah berkobarnya semangat kekhalifahan. Sebuah obsesi Kaum Putihan untuk mendirikan bentuk pemerintahan Islam pertama di Jawa. Suatu Kekhalifahan yang menurut mereka bakal menjadi lebih besar gaungnya daripada Kekhalifahan Malaka( yang berdiri -/+ 1400 M) maupunLanjutkan membaca “SEKELUMIT KISAH SUNAN KAJENAR atau SYEH SITI JENAR (Bagian : 4)”

Misi Pen-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)

baca sebelumnya !! Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1) Berdirinya Giri Kedhaton Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara. Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, DewiLanjutkan membaca “Misi Pen-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)”