Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Motivasi Perang Sabil di Nusantara

Bila akal telah terasah pemahaman, bila jiwa telah terpatri keyakinan maka lahir motivasi yang menjadi energi luar biasa untuk berbuat, bertindak, berjuang dengan kerelaan diri sampai mati demi misi yang mengendali diri.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menggali pahatan sejarah bangsanya. Indonesia atMotivasi Perang Sabil di Nusantaraau Nusantara telah lama berabad-abad menjadi sebuah bangsa slam atau bangsa Islam yang gigih menebarkan salam keselamatan, rahmat dan berkah serta kurnia Ilahi bagi bumi pertiwi. Tetapi kita yang hadir di masa kini kurang begitu mampu menghayati nilai-nilai yang telah tertanam sekian lama di bumi ini. Penggalian sejarah terpaku pada pengetahuan tentang peristiwa demi peristiwa padahal history is not story. Mengungkap dibalik peristiwa justru lebih berdaya manfaat bagi lahirnya sejarah-sejarah baru di masa kini dan masa depan.

Tak banyak literatur, buku atau tulisan sejarah yang dengan sungguh-sungguh menggali kedalaman motivasi yang menyebabkan adanya gerak juang dalam waktu yang panjang dari generasi ke generasi. Semangat mendalami sejarah memudar karena peristiwa dibuat kontroversi yang menghabiskan energi saling beradu argumentasi, sementara makna sejarah terlupakan karena para pembaca sejarah sudah kelelahan.

Buku “Motivasi Perang Sabil di Nusantara” karya Mualimbunsu Syam Muhammad adalah diantara sedikit dan langka yang berupaya menggali sumber-sumber motivasi yang menjadi energi gerak juang para pejuang di bumi Nusantara tercinta ini. Memuat kajian kitab-kitab yang hadir memberi inspirasi dan motivasi bagi Umat Islam Bangsa Indonesia.

Dari Kajian 3 “Kitab kuning”

Dari membaca judul buku ini sudah menimbulkan beberapa pertanyaan. “Betulkah Kitab Ramalan Joyoboyo memotivasi orang berperang Sabil?” ramalan Joyoboyo yang selama ini hanya dikenal orang sebagai kitab mistik, penuh ramalan. Kitab yang berisi “pengkabaran’ akan datangnya Ratu Adil yang kadangkala dikenal juga dengan nama  Rajalullah, Idzharul-Huda, Imamul-Huda, Ratu Amisan, Sultan Heru Cokro, Ratu Ginaib, Noto Pinandito.

Berdasarkan Ramalan Joyoboyo yang disusun oleh Karma Yoga yang dikaji penulis; Ratu Adil bukan berupa figure (syahsyiyah) seseorang, ia merupakan lembaga, wadah, pemerintahan. Dan ianya telah lahir di ‘Indonesia’ pada “Wiku Memuji Ngesti Sawiji”, dengan berpedoman pada hitungan Condrosangkolo: wiku = 7: memuji = 7: ngesti = 8: dan sawiji = 1, dibacanya terbalik, jadi: 1877 tahun Jawa atau 1365 Hijriyyah atau 1947 Masehi. Tahun 1947 itu bertepatan dengan “Perumuman Perang Sabil, Perang Suci, Perang Jihad pada Jalan Allah, menempuh musuh angkara murka dan durjana, menghadapi kekuasaan Belanda penjajah” yaitu: pada bulan puasa tahun 1877 Jawa, atau 1365 H.

Begitu juga dengan Kitab Dalailul-Khairat, yang hanya mengandung berbagai shalawat dan hizib-hizib (doa-doa). “Bagaimana mungkin menjadi kitab mendorong muslim untuk berperang Sabil ?” Tetapi Mualimbunsu Syam Muhammad dengan baiknya mengangkat dua kitab (Ramalan Joyoboyo dan Dalailul-Kharat) setaraf dan sama dengan Kitab Hikayat Perang Sabil dalam memotivasi masyarakat Muslim berperang Sabil menghadapi kafir penjajah di bumi Nusantara.

Metode yang digunakan penulis dalam mengkaji 3 kitab tersebut adalah secara deskriptif analitis dengan mengetengahkan:

  1. Gambaran umum tentang spesifikasi format dan pengarang kitab.
  2. Memberi penekanan pada objek materi kitab (Perang Sabil) yang dianggap penting dan berguna untuk pengetahuan.
  3. Mencoba memberi ilustrasi latar belakang sosial dari lahirnya karya berbentuk kitab tersebut.
  4. Meneliti dan mengkaji posisi dan peran kitab serta cara masyarakat memanfaatkannya.
  5. Mencoba menggali “inti” atau ruh-kitab yang memberi semangat juang perang.
  6. Menganalisa pengaruh langsung (direct/straight) dan yang tidak langsung (indirect) terhadap masyarakat Muslim Nusantara. Juga tentang relevansinya bagi masyarakat Islam sekarang dan mendatang. (bab ketiga; Tiga Kitab Pemotivasi Perang Sabil)

Perang Sabil Dalam Sirah Nabawi.

Penulis ‘mengajukan’ atau menyusun kriteria Perang Sabil yang menurutnya dapat dijadikan acuan, pedoman dan juga standard dalam menilai perang-perang yang dilakukan kalangan Muslim hari ini. Tujuh kriteria Perang Sabil tersebut berdasarkan dari perang yang terjadi di zaman Rasulullah SAW, ketika menjabat sebagai ‘kepala pemerintahan Islam’ di Yastrib yang beribukota di Madinah al-Munawwarah.

Tujuh kriteria Perang Sabil: 1. Jaminan pasti dari Dinul-Islam. 2. Perang yang pada hakikatnya mengikut-sertakan Allah, Rasul, dan Malaikat. 3. Perang atas nama Negara Allah. 4. Ada pemimpin yang bertanggung-jawab di dunia dan menjadi saksi utama di mahkamah akhirat. 5. Melibatkan semua penganut (rakyat) Muslim, lelaki dan perempuan yang telah baligh. 6. Gugur sebagai syahid menjadi keutamaan (prioritas) para Mujahid. 7. Medan pertempuran dan waktu perang meluas. Keterangan terperinci kriteria perang dijelaskan penulis dalam Perang Sabil berdasarkan kejadian di zaman beliau SAW: “Sirah Nabawi” (bab pertama), yang dilengkapi dengan dalil-dalil dari kajian Ilmu Fiqh.

Perang Sabil di Nusantara

Perkataan “Perang Sabil” adalah istilah khas Nusantara (Indonesia). Berasal dari kepercayaan Aqidah-Islam. Dalam Al-Quran, perang disebut Qital, termasuk sebagai salah satu pengertian dari arti-kata Jihad. Sedangkan kata Sabil adalah singkatan dari Fi Sabilillah  yang  artinya di jalan Allah.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (Q.S. ash-Shaff, 61:4)

Jihad Fi Sabilillah (Perang di Jalan Allah) mengandung arti perang yang mengikuti ketentuan (syariat) Allah, sesuai dengan wahyu-Nya, dan mempunyai contoh dari sunnah Rasul-Nya, Muhammad SAW. Berbeda dengan pengertian teroris (irhab) yang bersifat merusak (ifsad) dan anarkhis/chaos (faudha).

Peristiwa Perang Sabil di Nusantara bisa ditelusuri dari sejak awal berdirinya Kerajaan Islam Sumatera (Indonesia) atau di Malaka, Semenanjung Malaya (Malaysia). Dalam penelusuran ini tentunya harus berpegang pada pengertian Perang Sabil, yaitu  perang yang terjadi dengan keberadaan pemerintahan atau Negara Islam. Berdasarkan catatan sejarah Islam Nusantara, Perang Sabil yang pertama terjadi adalah pada awal abad ke-16 Masehi yang ditandai dengan terjadinya agresi tentara Kerajaan Protestan Portugis tahun 1511 M. Panglima perang tersebut Alfonso de Albuquerque yang berpusat di Goa, India, terhadap Kerajaan Islam Malaka, yang ketika itu di bawah kekuasaan Sultan Mahmud Syah I (memerintah tahun 1488-1511 M.).

Pemahaman tentang Perang Sabil sangat diperlukan umat Islam. Banyak buku–terutama kajian fiqh–yang membahasnya. Selain untuk menambah wawasan atau pengetahuan, juga untuk menghindari salah pengertian yang menyamakan Jihad dengan teroris atau perusuh. Perang dalam jihad adalah perang yang mempunyai panduan jelas dari wahyu Ilahi dan contoh nyata dari prilaku Nabi Muhammad SAW. Disamping itu juga kita ketahui, bukan hanya Islam saja yang memiliki konsep Perang Sabil atau Perang Suci. Semua agama yang bermuara pada ajaran Nabi Ibrahim (‘alaihis-Salam),  Yahudi, Kristen dan Islam mempunyai ajaran dengan definisi konkrit berkaitan dengan perang. Yahudi dengan istilah Yahyeh-War (Perang Tuhan), Kristen dengan Crusades (Perang Salib) atau Holy-War dan Islam dengan istilah Perang Sabil (Perang fi Sabilillah). Selain itu dapat kita tambahkan juga bahwa, agama Hindu pun mempunyai ajaran tentang perang-sucinya sendiri yang tertulis dalam Kitab Mahabrata; Perang Bratayuda; dimana  orang yang membacanya dinilai sebagai kebaktian dalam agama mereka.

Dari sekian banyak Perang Sabil yang terjadi dan dipercayai pelakunya sebagai wajib-suci, Penulis mengemukakan tiga peristiwa Perang Sabil di Nusantara secara gamblang, yaitu: (1) Perang Aceh 1873-1904. (2) Perang Banjar 1859-1905 dan (3) Perang Darul-Islam (DI) 1947-1965. Serta dilengkapi dengan contoh Yahyeh War (Yahudi) dan Crusades (Nashrani)

Penulis menemukan kesamaan antara dokrin perang dua agama; Islam dan Yahudi, yaitu Perang di jalan Tuhan. Sabilillah bagi orang-orang Islam dan Yahweh War bagi Yahudi. Sedangkan orang-orang Kristen memilih penyebutan perang mereka dengan istilah Crusades (perang Salib). Disisi lain pula, dia menemukan persamaan antara Perang berdasarkan agama dari ajaran Yahudi dan Kristen; iaitu dengan menghadirkan ‘benda-benda sakral’ dalam perang mereka, sebagai menunjukan pengesahan (legitimasi) Tuhan dalam perang. Mengusung Tabut perjanjian Tuhan bagi Yahudi dan Tiang Salib (alat eksekusi) bagi Kristen yang bisa juga berperan sebagai pemberi spirit (semangat) bagi para prajurit di medan tempur. (bab kedua: Motivasi Dalam Perang)

Dakwah dalam Beraqidah menuju Negara Kurnia Allah

Di bab keempat berupa Epilog, dimana melalui epilog ini penulis menyajikan semacam renungan tentang Islam bernegara di Indonesia atau ajaran Islam yang berkaitan dengan negara sebagai sarana bagi setiap Muslim untuk dapat menjalankan syari’at Islam secara sempurna dan total (kaffah).  Pesan utama yang terkandung dalam epilog adalah;

  1. Begitu pentingnya fungsi Negara dalam berjamaah yang diterangkan al-Quran sebagai “rumah” yang memberi perlindungan aman kepada penghuninya. Sebagai bahtera transportasi yang membawa rakyatnya selamat sejahtera mengarungi kehidupan dunia menuju akhirat. Dan sebagai sarana utama untuk memperoleh curahan ridha dan rahmat Allah Ta’ala.
  2. Perang Sabil bukanlah perkara baru di Nusantara, Indonesia. Begitu pula dengan konsep Islam bernegara. Negara dalam bentuk Kerajaan atau Kesultanan telah lama  berdiri kukuh di Nusantara, diperkirakan seawal abad kesepuluh. Misalnya saja: Kesultanan Pasai, Samudera, Malaka, Pajang, Mataram, Banjar, Goa, Ternate, Tidore, Mindanao dan lain lain.
  3. Kedatangan penjajah dari Kerajaan Portugis, Sepanyol, Inggris, Belanda dan Amerika disambut oleh Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dengan perlawanan Perang Sabil.
  4. Selepas masa penjajahan, perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia dalam bernegara telah ditempuh dengan beragam cara, diantaranya melalui:
  • Musyawarah dalam rapat “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ketika menyusun preambule Undang-undang dasar konstitusi Negara Indonesia (Juni 1945) yang berbunyi: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
  • Parleman hasil pemilu tahun 1955, dimana wakil-wakil Muslim dari partai Islam dalam pembahasan dasar Negara Indonesia mengajukan usulan ISLAM sebagai dasar Negara Indonesia. Perdebatan yang alot, kemudian buntu dan berakhir dengan ‘intervensi’ yang bernama dekrit 5 Juli 1959, Surat Keputusan Presiden (SK) untuk kembali ke UUD’45.
  • “Revolusi Islam” dengan semangat juang Perang Sabil, Umat Islam Bangsa Indonesia yang berhasil memproklamasikan pemerintahan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949 di Madinah-Indonesia (Jawa-Barat)
  1. Fakta sejarah dari peristiwa di atas, merupakan usaha dan perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia untuk memiliki negara yang berdasarkan konstitusi syariah (Islam). Tampaknya ‘semua jalan’ telah mereka lakukan: dari “meja perundingan” BPUPKI pra-proklamasi nasional (Juni’45), dilanjutkan dalam “ruangan perleman” hasil Pemilu pertama (1955), kemudian dengan “Revolusi Islam” yang mengorbankan  nyawa dan harta demi sebuah Negara Islam yang merdeka.
  2. Pada Bab Keempat ini juga penulis mencoba memberikan beberapa solusi dari problem yang dihadapi Muslim Indonesia untuk menjaga kesatuan dan persatuan yang diharapkan bangsa dalam bernegara.
  3. Untuk mewujudkan Negara Maju dan Bahagia berasas Tauhid, Allah SWT menggariskan tugas kepada Khalifah-Nya dalam satu jalan yaitu DAKWAH.  Jalan dakwah adalah jalan yang ditempuh oleh para Nabi/Rasul, para Shiddiqin, para Syuhada, dan orang-orang Shaleh. Setiap dari mereka senantiasa menjadi barisan terdepan dalam menggugah fitrah manusia untuk bertauhid dan menjadi aktor dalam membangun tatanan masyarakat sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala, Pemilik Kerajaan-Nya di langit dan bumi. (bab keempat Epilog)

Buku ini diharapkan akan menambah hazanah kepustakaan dan bahan kajian serta rujukan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perang menurut ajaran Islam, dalam konteks aqidah, syari’ah, sejarah dan peristiwa perang pemeluk Islam di Indonesia.

“laqad kana fi qashasihim ‘ibratun li ulil albab”.  ~ Al-Qur’an Surah Yusuf Ayat 111 ~

Motivasi Perang Sabil di NusantaraJudul buku:     Motivasi Perang Sabil di Nusantara,

Kajian Kitab Ramalan Joyoboyo, Dalailul-Khairat dan Hikayat Perang Sabil.

Pengarang:       Mualimbunsu Syam Muhammad

<mualimbunsu@yahoo.com>

Penerbit:          Madia Madania, Ciputat, Jakarta Selatan.

Cetakan:          Pertama tahun 2013, Februari.

ISBN:               978-602-7570-07-8.

Tebal buku:     xx dan 318 halaman.

Harga:              Rp.49.500,-

PS : Insya Allah buku baru ini  akan beredar dipasaran penghujung bulan Maret 2013

Titipan Penulis

Insya Allah ada sekitar 30 buku yang penulis titipkan kepada blog serbasejarah ini untuk di berikan secara “GRATIS” bagi “Jama’ah Serbasejarah” khususnya.. umumnya bagi siapapun yang membutuhkan sebagai bahan kajian. Kepada siapa buku ini kami berikan?

  1. Kepada teman dan sahabat blogger yang “mereblog” postingan ini.
  2. Kepada sahabat blogger yang “merepost” postingan ini dengan catatan mencantumkan link referensi dari postingan ini.
  3. Kepada “Komentator Serbasejarah” yang sudah kami anggap sebagai keluarga serba sejarah yang telah memberikan pencerahan bersama.
  4. Kepada komunitas pencinta buku, perpustakaan, rumah baca dan intansi lain dengan cara mengajukan kepada kami atau penulis lewat email : <mualimbunsu@yahoo.com> atau <scepot@ymail.com>
  5. Bila dari point (1) s/d (4) permintaannya melebihi dari ketersediaan buku pada kami (sekitar 30 buku), maka kami akan menyeleksi siapa-siapa yang menurut kami lebih berhak.
  6. Hatur tangkyu ;)

Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sejarah. Dan semoga buku ini bermanfaat bagi kemashlahatan umat dan bangsa Indonesia.

About these ads

50 comments on “Motivasi Perang Sabil di Nusantara

  1. diko
    Maret 16, 2013

    Assalamu’alaikum Wr.Wb. punten buku “Motivasi Perang Sabil di Nusantara” hal 126-127. sub bab no.1 tidak ada atau memang ditiadakan kang nyak..? ko langsung no 2. 3. 4. nuhun

    • Mualimbunsu SM
      Maret 16, 2013

      assalamu’alaikum @ diko
      hal. 126-127 salinan penjelasan teks proklamasi hanya disalin point 2,3,4 saja.
      untuk lengkapnya ada 10 point yang semuanya dapat dilihat dari sumber asal PDB
      atau bisa juga diketemukan dalam buku “Manhaj Bernegara dalam Haji” kajian Sirah Nabawi di Indonesia, dalam rangka “Memperingati 100 tahun Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII 1911-2011) tulisan Muhammad Rasuli Jamil, 2011, Media Madania. hal.215-217.
      Demikian adanya terima kasih
      wassalam

      • diko
        Maret 16, 2013

        Wa ‘alaikum salam wa rahmatullah wabarakatuh.
        Occhh iya-iya saya menyadari n memaklumi…” smoga Allah SWT berkenan menyibakkan kabut kegelapan yang menyelimuti di bumi Nusantara ini, agar sluruh umat Islam bisa melaksankan ibadah secara merdeka, sempurna, paripurna, Khusyu dan Tawadhu’.
        Amin Ya Rabbal Alamin.
        Jazakallah

      • fitria
        November 26, 2013

        bisa pesen bukunnya?

  2. doktertoeloes malang
    Maret 16, 2013

    AMIEN ALLAHUMMA AMIEN ………amien yaa robbal alamien…..

  3. Suhendri Mr
    Maret 17, 2013

    Saya tertarik juga ingin ikut berkontribusi e-book secara gratis ini. tapi saya baru komentar 2x. hehe. banyak ilmu yang saya dapat dari serbasejarah.

    author: seolow. co
    berbagi kreativitas

  4. Hasprabu
    Maret 21, 2013

    Tiap-tiap kita orang batja daripada sedjarah, itoe selaloe menarik. Djadiken kita orang semangkin faham daripada akar bangsa kita. Perang soedah djadiken bagian daripada djalan sedjarah di ini negara Indonesia. Dan tamtoenja perang ideologi, agama, atawa motif ekonomi, akan teroes sahadja terdjadinja.

    Trims kopral jang ianja itoe telah radjin bantoe koempoelken verslaag tentang daripada kita orang poenja tjatetan sedjarah…landjoetken pot!

  5. Bambang Ts
    Maret 21, 2013

    Assalamu’alaikum…
    Sebuah pembahasan yang menarik, ijin untuk menjadikannya salah satu referensi bacaan… Semoga Islam dan Indonesia kembali Jaya…

  6. Ping-balik: Buku Perang Sabil di Nusantara, telah tiba | Goresan Pena

  7. arhsa
    Maret 21, 2013

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Kopral, Bukunya sudah sampai ketangan saya minggu kemarin, mohon maaf baru bisa laporan sekarang, ini link-nya http://arhsa.wordpress.com/2013/03/21/buku-perang-sabil-di-nusantara-telah-tiba/ tapi beluam ada review atau ulasan.

    Kenapa susah mencari informasi tentang Mualimbunsu Syam Muhammad di Internet, saya lihat komentarnya ada disini, ala kulli hal, saya ucapkan terima kasih untuk Mualimbunsu dan Kopral Cepot,

    jazakumullah khoiron

  8. Widi Astuti
    April 4, 2013

    Assalamualaikum, salam kenal :-) saya penggemar setia blog ini, tapi maaf baru ikut comment :-) Saya juga sangat menyukai sejarah Islam dan bersyukur sekali dapat menemukan blog menarik ini. Apabila tidak keberatan, saya juga ingin sekali mendapatkan buku motivasi perang sabil di Nusantara. Btw, saya juga nulis buku tentang Tokoh Pergerakan Perempuan Islam Indonesia. Sebagian isinya bisa diintip di blog saya: http://www.widi80.blogdetik.com. Ditunggu tkunjungannya ya :-) matur nuwun

  9. Ibnu Sunarka
    April 4, 2013

    Kita oetjapken terimakasih kepada Toean Penoelis, karena boekoe jang ianja kirimken telah saia terima. Wassalam. http://www.hasprabu.com

  10. Ping-balik: Judul buku: Motivasi Perang Sabil di Nusantara, | KONSTANTA

  11. ann
    April 6, 2013

    yth. admin situs serbasejarah dan rekan-rekan pecinta blog ini, mohon kesediannya melihat blog tewelonanian wordpressdotcom aku sendiri baca postingannya sampai mengelus dada, kok bisa-bisanya membuat postingan berisi fitnah seperti itu ya, masuk ke 100 besar id.wordpressdotcom lagi.

  12. kasamago
    April 10, 2013

    menarik neh bwt nmbh kazhanah sejarah islam..

  13. arumwidyaningsih
    April 17, 2013

    Reblogged this on Arum Widyaningsih and commented:
    From “Biar Sejarah yang Bicara”

  14. saya mendapatkan hadiah dari penerbitnya via a’a kopral , saya membaca buku ini . buku ini syarat dengan ilmu dan pengetahuan maupun tuntunan suri ketauladanan .

    anjuran saya bagi yang belum memilikinya ( tentu belum membacanya ) agar supaya cepat2 membelinya……he..he..he…

    salam hyppocrates cerdas !!…….
    (doktertoeloes ” swiss van java “).

    • mualimbunsu syam muhammad
      Mei 30, 2013

      Terima kasih kepada bapak doktertoeloes “swiss van java” yang telah memberikan koment dan anjurannya. wassalam

  15. bacaunik
    April 30, 2013

    infonya menarik, sukses selalu..

  16. Mualimbunsu Syam Muhammad
    Mei 8, 2013

    Salam,
    Kepada seluruh komunitas/jamaah Serbasejarah yang dihormati.
    Setelah tiga bulan waktu berjalan; sejak beredarnya buku Motivasi Perang Sabil di Nusantara pada blog ini dan juga di pasaran. Saya pribadi mengharap dari anda semua –semoga tidak menjadi beban bagi anda– untuk memberikan kritikan, pandangan, pendapat, saran, komentar, atau apa pun bentuknya; yang dapat kita share/kongsi bersama. Semuanya itu dapat anda kiimkan ke fb mualimbunsu.
    Atas kenan dan perhatian anda diucapkan terima kasih.
    wassalam;
    mualimbunsu syam muhammad

  17. irwan tuanku saliah
    November 2, 2013

    Assalamualaikum,,,saya Irwan, rencana akan menulis tentang perang padri dengan tokoh Tuanku Nan renceh,, apa kira-kira masukan dari penulis blog thd hal ini???

  18. Toko Bunga Jakarta
    April 8, 2014

    Cerita yang sangat menarik. Jadi ingat masa belajar sejarah dulu.

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: