Biar sejarah yang bicara ……

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara | Karena masa lalu mereka adalah masa depan kami

Motivasi Perang Sabil di Nusantara

Bila akal telah terasah pemahaman, bila jiwa telah terpatri keyakinan maka lahir motivasi yang menjadi energi luar biasa untuk berbuat, bertindak, berjuang dengan kerelaan diri sampai mati demi misi yang mengendali diri.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menggali pahatan sejarah bangsanya. Indonesia atMotivasi Perang Sabil di Nusantaraau Nusantara telah lama berabad-abad menjadi sebuah bangsa slam atau bangsa Islam yang gigih menebarkan salam keselamatan, rahmat dan berkah serta kurnia Ilahi bagi bumi pertiwi. Tetapi kita yang hadir di masa kini kurang begitu mampu menghayati nilai-nilai yang telah tertanam sekian lama di bumi ini. Penggalian sejarah terpaku pada pengetahuan tentang peristiwa demi peristiwa padahal history is not story. Mengungkap dibalik peristiwa justru lebih berdaya manfaat bagi lahirnya sejarah-sejarah baru di masa kini dan masa depan.

Tak banyak literatur, buku atau tulisan sejarah yang dengan sungguh-sungguh menggali kedalaman motivasi yang menyebabkan adanya gerak juang dalam waktu yang panjang dari generasi ke generasi. Semangat mendalami sejarah memudar karena peristiwa dibuat kontroversi yang menghabiskan energi saling beradu argumentasi, sementara makna sejarah terlupakan karena para pembaca sejarah sudah kelelahan.

Buku “Motivasi Perang Sabil di Nusantara” karya Mualimbunsu Syam Muhammad adalah diantara sedikit dan langka yang berupaya menggali sumber-sumber motivasi yang menjadi energi gerak juang para pejuang di bumi Nusantara tercinta ini. Memuat kajian kitab-kitab yang hadir memberi inspirasi dan motivasi bagi Umat Islam Bangsa Indonesia.

Dari Kajian 3 “Kitab kuning”

Dari membaca judul buku ini sudah menimbulkan beberapa pertanyaan. “Betulkah Kitab Ramalan Joyoboyo memotivasi orang berperang Sabil?” ramalan Joyoboyo yang selama ini hanya dikenal orang sebagai kitab mistik, penuh ramalan. Kitab yang berisi “pengkabaran’ akan datangnya Ratu Adil yang kadangkala dikenal juga dengan nama  Rajalullah, Idzharul-Huda, Imamul-Huda, Ratu Amisan, Sultan Heru Cokro, Ratu Ginaib, Noto Pinandito.

Berdasarkan Ramalan Joyoboyo yang disusun oleh Karma Yoga yang dikaji penulis; Ratu Adil bukan berupa figure (syahsyiyah) seseorang, ia merupakan lembaga, wadah, pemerintahan. Dan ianya telah lahir di ‘Indonesia’ pada “Wiku Memuji Ngesti Sawiji”, dengan berpedoman pada hitungan Condrosangkolo: wiku = 7: memuji = 7: ngesti = 8: dan sawiji = 1, dibacanya terbalik, jadi: 1877 tahun Jawa atau 1365 Hijriyyah atau 1947 Masehi. Tahun 1947 itu bertepatan dengan “Perumuman Perang Sabil, Perang Suci, Perang Jihad pada Jalan Allah, menempuh musuh angkara murka dan durjana, menghadapi kekuasaan Belanda penjajah” yaitu: pada bulan puasa tahun 1877 Jawa, atau 1365 H.

Begitu juga dengan Kitab Dalailul-Khairat, yang hanya mengandung berbagai shalawat dan hizib-hizib (doa-doa). “Bagaimana mungkin menjadi kitab mendorong muslim untuk berperang Sabil ?” Tetapi Mualimbunsu Syam Muhammad dengan baiknya mengangkat dua kitab (Ramalan Joyoboyo dan Dalailul-Kharat) setaraf dan sama dengan Kitab Hikayat Perang Sabil dalam memotivasi masyarakat Muslim berperang Sabil menghadapi kafir penjajah di bumi Nusantara.

Metode yang digunakan penulis dalam mengkaji 3 kitab tersebut adalah secara deskriptif analitis dengan mengetengahkan:

  1. Gambaran umum tentang spesifikasi format dan pengarang kitab.
  2. Memberi penekanan pada objek materi kitab (Perang Sabil) yang dianggap penting dan berguna untuk pengetahuan.
  3. Mencoba memberi ilustrasi latar belakang sosial dari lahirnya karya berbentuk kitab tersebut.
  4. Meneliti dan mengkaji posisi dan peran kitab serta cara masyarakat memanfaatkannya.
  5. Mencoba menggali “inti” atau ruh-kitab yang memberi semangat juang perang.
  6. Menganalisa pengaruh langsung (direct/straight) dan yang tidak langsung (indirect) terhadap masyarakat Muslim Nusantara. Juga tentang relevansinya bagi masyarakat Islam sekarang dan mendatang. (bab ketiga; Tiga Kitab Pemotivasi Perang Sabil)

Perang Sabil Dalam Sirah Nabawi.

Penulis ‘mengajukan’ atau menyusun kriteria Perang Sabil yang menurutnya dapat dijadikan acuan, pedoman dan juga standard dalam menilai perang-perang yang dilakukan kalangan Muslim hari ini. Tujuh kriteria Perang Sabil tersebut berdasarkan dari perang yang terjadi di zaman Rasulullah SAW, ketika menjabat sebagai ‘kepala pemerintahan Islam’ di Yastrib yang beribukota di Madinah al-Munawwarah.

Tujuh kriteria Perang Sabil: 1. Jaminan pasti dari Dinul-Islam. 2. Perang yang pada hakikatnya mengikut-sertakan Allah, Rasul, dan Malaikat. 3. Perang atas nama Negara Allah. 4. Ada pemimpin yang bertanggung-jawab di dunia dan menjadi saksi utama di mahkamah akhirat. 5. Melibatkan semua penganut (rakyat) Muslim, lelaki dan perempuan yang telah baligh. 6. Gugur sebagai syahid menjadi keutamaan (prioritas) para Mujahid. 7. Medan pertempuran dan waktu perang meluas. Keterangan terperinci kriteria perang dijelaskan penulis dalam Perang Sabil berdasarkan kejadian di zaman beliau SAW: “Sirah Nabawi” (bab pertama), yang dilengkapi dengan dalil-dalil dari kajian Ilmu Fiqh.

Perang Sabil di Nusantara

Perkataan “Perang Sabil” adalah istilah khas Nusantara (Indonesia). Berasal dari kepercayaan Aqidah-Islam. Dalam Al-Quran, perang disebut Qital, termasuk sebagai salah satu pengertian dari arti-kata Jihad. Sedangkan kata Sabil adalah singkatan dari Fi Sabilillah  yang  artinya di jalan Allah.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (Q.S. ash-Shaff, 61:4)

Jihad Fi Sabilillah (Perang di Jalan Allah) mengandung arti perang yang mengikuti ketentuan (syariat) Allah, sesuai dengan wahyu-Nya, dan mempunyai contoh dari sunnah Rasul-Nya, Muhammad SAW. Berbeda dengan pengertian teroris (irhab) yang bersifat merusak (ifsad) dan anarkhis/chaos (faudha).

Peristiwa Perang Sabil di Nusantara bisa ditelusuri dari sejak awal berdirinya Kerajaan Islam Sumatera (Indonesia) atau di Malaka, Semenanjung Malaya (Malaysia). Dalam penelusuran ini tentunya harus berpegang pada pengertian Perang Sabil, yaitu  perang yang terjadi dengan keberadaan pemerintahan atau Negara Islam. Berdasarkan catatan sejarah Islam Nusantara, Perang Sabil yang pertama terjadi adalah pada awal abad ke-16 Masehi yang ditandai dengan terjadinya agresi tentara Kerajaan Protestan Portugis tahun 1511 M. Panglima perang tersebut Alfonso de Albuquerque yang berpusat di Goa, India, terhadap Kerajaan Islam Malaka, yang ketika itu di bawah kekuasaan Sultan Mahmud Syah I (memerintah tahun 1488-1511 M.).

Pemahaman tentang Perang Sabil sangat diperlukan umat Islam. Banyak buku–terutama kajian fiqh–yang membahasnya. Selain untuk menambah wawasan atau pengetahuan, juga untuk menghindari salah pengertian yang menyamakan Jihad dengan teroris atau perusuh. Perang dalam jihad adalah perang yang mempunyai panduan jelas dari wahyu Ilahi dan contoh nyata dari prilaku Nabi Muhammad SAW. Disamping itu juga kita ketahui, bukan hanya Islam saja yang memiliki konsep Perang Sabil atau Perang Suci. Semua agama yang bermuara pada ajaran Nabi Ibrahim (‘alaihis-Salam),  Yahudi, Kristen dan Islam mempunyai ajaran dengan definisi konkrit berkaitan dengan perang. Yahudi dengan istilah Yahyeh-War (Perang Tuhan), Kristen dengan Crusades (Perang Salib) atau Holy-War dan Islam dengan istilah Perang Sabil (Perang fi Sabilillah). Selain itu dapat kita tambahkan juga bahwa, agama Hindu pun mempunyai ajaran tentang perang-sucinya sendiri yang tertulis dalam Kitab Mahabrata; Perang Bratayuda; dimana  orang yang membacanya dinilai sebagai kebaktian dalam agama mereka.

Dari sekian banyak Perang Sabil yang terjadi dan dipercayai pelakunya sebagai wajib-suci, Penulis mengemukakan tiga peristiwa Perang Sabil di Nusantara secara gamblang, yaitu: (1) Perang Aceh 1873-1904. (2) Perang Banjar 1859-1905 dan (3) Perang Darul-Islam (DI) 1947-1965. Serta dilengkapi dengan contoh Yahyeh War (Yahudi) dan Crusades (Nashrani)

Penulis menemukan kesamaan antara dokrin perang dua agama; Islam dan Yahudi, yaitu Perang di jalan Tuhan. Sabilillah bagi orang-orang Islam dan Yahweh War bagi Yahudi. Sedangkan orang-orang Kristen memilih penyebutan perang mereka dengan istilah Crusades (perang Salib). Disisi lain pula, dia menemukan persamaan antara Perang berdasarkan agama dari ajaran Yahudi dan Kristen; iaitu dengan menghadirkan ‘benda-benda sakral’ dalam perang mereka, sebagai menunjukan pengesahan (legitimasi) Tuhan dalam perang. Mengusung Tabut perjanjian Tuhan bagi Yahudi dan Tiang Salib (alat eksekusi) bagi Kristen yang bisa juga berperan sebagai pemberi spirit (semangat) bagi para prajurit di medan tempur. (bab kedua: Motivasi Dalam Perang)

Dakwah dalam Beraqidah menuju Negara Kurnia Allah

Di bab keempat berupa Epilog, dimana melalui epilog ini penulis menyajikan semacam renungan tentang Islam bernegara di Indonesia atau ajaran Islam yang berkaitan dengan negara sebagai sarana bagi setiap Muslim untuk dapat menjalankan syari’at Islam secara sempurna dan total (kaffah).  Pesan utama yang terkandung dalam epilog adalah;

  1. Begitu pentingnya fungsi Negara dalam berjamaah yang diterangkan al-Quran sebagai “rumah” yang memberi perlindungan aman kepada penghuninya. Sebagai bahtera transportasi yang membawa rakyatnya selamat sejahtera mengarungi kehidupan dunia menuju akhirat. Dan sebagai sarana utama untuk memperoleh curahan ridha dan rahmat Allah Ta’ala.
  2. Perang Sabil bukanlah perkara baru di Nusantara, Indonesia. Begitu pula dengan konsep Islam bernegara. Negara dalam bentuk Kerajaan atau Kesultanan telah lama  berdiri kukuh di Nusantara, diperkirakan seawal abad kesepuluh. Misalnya saja: Kesultanan Pasai, Samudera, Malaka, Pajang, Mataram, Banjar, Goa, Ternate, Tidore, Mindanao dan lain lain.
  3. Kedatangan penjajah dari Kerajaan Portugis, Sepanyol, Inggris, Belanda dan Amerika disambut oleh Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dengan perlawanan Perang Sabil.
  4. Selepas masa penjajahan, perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia dalam bernegara telah ditempuh dengan beragam cara, diantaranya melalui:
  • Musyawarah dalam rapat “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ketika menyusun preambule Undang-undang dasar konstitusi Negara Indonesia (Juni 1945) yang berbunyi: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
  • Parleman hasil pemilu tahun 1955, dimana wakil-wakil Muslim dari partai Islam dalam pembahasan dasar Negara Indonesia mengajukan usulan ISLAM sebagai dasar Negara Indonesia. Perdebatan yang alot, kemudian buntu dan berakhir dengan ‘intervensi’ yang bernama dekrit 5 Juli 1959, Surat Keputusan Presiden (SK) untuk kembali ke UUD’45.
  • “Revolusi Islam” dengan semangat juang Perang Sabil, Umat Islam Bangsa Indonesia yang berhasil memproklamasikan pemerintahan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949 di Madinah-Indonesia (Jawa-Barat)
  1. Fakta sejarah dari peristiwa di atas, merupakan usaha dan perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia untuk memiliki negara yang berdasarkan konstitusi syariah (Islam). Tampaknya ‘semua jalan’ telah mereka lakukan: dari “meja perundingan” BPUPKI pra-proklamasi nasional (Juni’45), dilanjutkan dalam “ruangan perleman” hasil Pemilu pertama (1955), kemudian dengan “Revolusi Islam” yang mengorbankan  nyawa dan harta demi sebuah Negara Islam yang merdeka.
  2. Pada Bab Keempat ini juga penulis mencoba memberikan beberapa solusi dari problem yang dihadapi Muslim Indonesia untuk menjaga kesatuan dan persatuan yang diharapkan bangsa dalam bernegara.
  3. Untuk mewujudkan Negara Maju dan Bahagia berasas Tauhid, Allah SWT menggariskan tugas kepada Khalifah-Nya dalam satu jalan yaitu DAKWAH.  Jalan dakwah adalah jalan yang ditempuh oleh para Nabi/Rasul, para Shiddiqin, para Syuhada, dan orang-orang Shaleh. Setiap dari mereka senantiasa menjadi barisan terdepan dalam menggugah fitrah manusia untuk bertauhid dan menjadi aktor dalam membangun tatanan masyarakat sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala, Pemilik Kerajaan-Nya di langit dan bumi. (bab keempat Epilog)

Buku ini diharapkan akan menambah hazanah kepustakaan dan bahan kajian serta rujukan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perang menurut ajaran Islam, dalam konteks aqidah, syari’ah, sejarah dan peristiwa perang pemeluk Islam di Indonesia.

“laqad kana fi qashasihim ‘ibratun li ulil albab”.  ~ Al-Qur’an Surah Yusuf Ayat 111 ~

Motivasi Perang Sabil di NusantaraJudul buku:     Motivasi Perang Sabil di Nusantara,

Kajian Kitab Ramalan Joyoboyo, Dalailul-Khairat dan Hikayat Perang Sabil.

Pengarang:       Mualimbunsu Syam Muhammad

<mualimbunsu@yahoo.com>

Penerbit:          Madia Madania, Ciputat, Jakarta Selatan.

Cetakan:          Pertama tahun 2013, Februari.

ISBN:               978-602-7570-07-8.

Tebal buku:     xx dan 318 halaman.

Harga:              Rp.49.500,-

PS : Insya Allah buku baru ini  akan beredar dipasaran penghujung bulan Maret 2013

Titipan Penulis

Insya Allah ada sekitar 30 buku yang penulis titipkan kepada blog serbasejarah ini untuk di berikan secara “GRATIS” bagi “Jama’ah Serbasejarah” khususnya.. umumnya bagi siapapun yang membutuhkan sebagai bahan kajian. Kepada siapa buku ini kami berikan?

  1. Kepada teman dan sahabat blogger yang “mereblog” postingan ini.
  2. Kepada sahabat blogger yang “merepost” postingan ini dengan catatan mencantumkan link referensi dari postingan ini.
  3. Kepada “Komentator Serbasejarah” yang sudah kami anggap sebagai keluarga serba sejarah yang telah memberikan pencerahan bersama.
  4. Kepada komunitas pencinta buku, perpustakaan, rumah baca dan intansi lain dengan cara mengajukan kepada kami atau penulis lewat email : <mualimbunsu@yahoo.com> atau <scepot@ymail.com>
  5. Bila dari point (1) s/d (4) permintaannya melebihi dari ketersediaan buku pada kami (sekitar 30 buku), maka kami akan menyeleksi siapa-siapa yang menurut kami lebih berhak.
  6. Hatur tangkyu 😉

Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sejarah. Dan semoga buku ini bermanfaat bagi kemashlahatan umat dan bangsa Indonesia.

Iklan

53 comments on “Motivasi Perang Sabil di Nusantara

  1. hana89
    Februari 25, 2013

    komen ah, #eeh 🙂

    ———
    Kopral Cepot : komen petromax’s … moga beruntung 🙂

  2. deri
    Februari 25, 2013

    Assalamu’alaikum Pak KC…
    numpang komen nih..*berharap dapet bukunya 😀
    Analisis yg luar biasa “jero” dari penulis,
    Mengenai Ramalan Joyoboyo “Ratu Adil bukan berupa figure (syahsyiyah) seseorang, ia merupakan lembaga, wadah, pemerintahan”.
    Selama ini saya mengenal Ratu Adil itu berkaitan dengan tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit, berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu sebagai 7 presiden RI..
    Wallohu’alam mana yg benar, namanya juga ramalan 🙂
    Tapi kitab apapun itu yang dikarang, pasti mengandung motivasi tertentu sesuai dengan kondisi waktu itu. Tinggal sekarang kita menggali literatur sejarah dengan melihat dari kedalaman motivasi (adanya gerak juang) masyarakat waktu itu sehingga kita ketahui maknanya, untuk bisa dijadikan hikmah pelajaran bagi kehidupan kita sekarang dan masa depan…

    ————-
    Kopral Cepot : kudu baca bukunya 😀

  3. A. sutisna
    Februari 25, 2013

    Ok banget, cara pandang dan analisis yang cukup menarik. Mudah2an saya termasuk yang mendapakanya, ditunggu kiriman bukunya kang.

    ———–
    Kopral Cepot : Berharap dan berdo’a … moga bukunya dapet 🙂

  4. ksu
    Februari 25, 2013

    betapa banyak dari ‘oemat islam bangsa indonesia’ yang buta akan sejarahnya sendiri. mudah-mudahan dgn terbit & tersebarnya buku ini bisa membantu mempermudah OIBI dalam mencerna serta menerima da’wah islam yg haq.

    ———–
    Kopral Cepot : Amin Ya Rabb

  5. MSF
    Februari 25, 2013

    “Bila akal telah terasah pemahaman, bila jiwa telah terpatri keyakinan maka lahir motivasi yang menjadi energi luar biasa untuk berbuat, bertindak, berjuang dengan kerelaan diri sampai mati demi misi yang mengendali diri.”
    Pemilihan kata-kata yang bijak,
    Tetapi…
    Perjuangan dengan rela (ikhlas) dan disiplin dapat mengasah akal dan membentuk jiwa pengabdian pada Ilahi Rabbi.
    Selamat dan semoga sukses.
    Wassalam

    ———
    Kopral Cepot : Makasih bang MSF… ntar kebagian bukunya juga he he he 🙂

  6. buku ini mengingatkan pada ” pasukan sabilillah” nya yang ada didaerah malang raya – pusat markasnyapun sekarang menjadi ” masjid sabilillah ” yang ada dikawasan blimbing – konkret sekarang adanya pendidikan play group / tk / sd ( ba / ra / mi ) yang cukup handal dan patut dibanggakan .

    kalau dahulu pasukan yang berbicara dan ditakuti musuh bila sekarang pendidikanya amat sangat mumpuni ” sabil ” benar2 bukan hanya sekedar istilah an sich sudah mejadi kenyata’an kekinian . paling tidak buat generasi penerus ( cuma saya belum membaca isi buku ini yang hanya sekedar mebaca artikel diatas atas dasar pendukung dan pemerhati sejarahnya a’a kopral ) . bisa jadi bukan hanya malang raya juga daerah2 lain memilikinya.

    demikian a’a kopral sebuah laporan ditengah malam . ( dt – ” swiss van java ” ).

    ———-
    Kopral Cepot : Insya Allah bukunya ntar dikirim lagi ke malang

  7. wajidi
    Februari 26, 2013

    Akhirnya ku berkunjung juga. Kukira blog biasa, ternyata konten kesejarahannya ruarr biasa. Izin ya kutautkan dalam blog aku: bubuhanbanjar.wordpress.com. Dan jangan lupa sebiji bukunya dikirim ke alamat yang ku emailkan… 🙂

    ———
    Kopral Cepot : Okeh n hatur tangkyu kunjungannya… bila berkenan bisa “repost” ..Insya Allah bukunya bila dah ada meluncur ke Banjar 🙂

    • wajidi
      Februari 27, 2013

      Insya Allah akan saya repost juga buku yang saya tulis ke alamat anda…jangan lupa alamat lengkapnya, ya 🙂

  8. Ratih Thea
    Februari 26, 2013

    semoga mendapatkan bukunya hehe,,mesikupn jarang coment tp aktif membaca berita terbaru dari blog nya kang Cepot…hatur tankyu… 😀

    ————
    Kopral Cepot : Alhamdulillah kalo aktif kemari…. jangan ragu komentar toh sama2 belajar.. btw bukunya di tunggu dulu.

  9. SITI FATIMAH AHMAD
    Februari 26, 2013

    Assalaamu’alaikum wr.wb, Kang KC…

    Ahhh… rasa malu pula saat berkunjung ini kerana mendapat jemputan dari saudara MRJ bagi mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat hasil tulisan Mualim Bunsu Syam Muhammad. 😀

    Sudah lama benar tidak bersilaturahmi kemari. Tidak pernah melupa tetapi kesibukan selalu menghambat masa sedangkan blog saya selalu aktif sendirian di sana.

    Senang jika buku di atas menjadi santapan rohani dan minda saya di Malaysia.
    Terima kasih banyak-banyak buat saudara MRJ, Sang Penulis dan Kang KC yang berbakti buat semua yang terlibat. Semoga dirahmati Allag SWT.

    Salam hormat dan hangat selalu dari Sarikei, Sarawak. 😀

    ———–
    Kopral Cepot : Wa’alaikum salam wr.wb… akulah yg malu bunda… krn praktis ngak berkunjung kemana-mana… btw kalau yg ngejemput bang MRJ, so tinggal tunggu bukunya meluncur ke Sarawak 😀 … maaf dan hatur tangkyu atas silaturahimnya.

  10. uniir
    Februari 27, 2013

    Asw. Subhaanallaah, tiada kata selain itu. atau ‘oustanding!’.. Sebaik-baik para pelajar kitab kuning adalah yang bisa memberi manfaat ‘kebenaran’ bagi masyarakat atas ilmunya. Kerenn, moga bermanfaat. Kalo boleh, mau ikutan juga.. #berharap dapet bukunya,he..karna kalau bisa dapet bukunya, insyaAlloh bermanfaat buat referensi ‘perjuangan’. aamien :))

    ———–
    Kopral Cepot : Insya Allah bukunya dapet… tunggu waktunya 😉

    • uniir
      Maret 20, 2013

      Pak,alamatnya sudah saya emailkan.. belum dikirim atau gimana Pak? 😀 nuhun…

  11. uniirma
    Februari 27, 2013

    Reblogged this on not only words_ and commented:
    sudahkah kita mengenal sejarah orangtua kita???

  12. Samaranji
    Februari 27, 2013

    Assalamu’alaikum….
    Subhanallah…. gemetar membaca resensi ini, Kang.

    Bagi saya pribadi, adalah benar jika nubuat, ramalan, bahkan mythe mampu memotivasi perjuangan. Namun, jika kita tergantung denga hal tsb maka kita akan terjebak mengikuti yahudi dan nashrani yang sedang menunggu nunggu “sang mesiah”.

    Saya percaya, bahwa Rasulullah Muhammad SAW pasti tahu nubuat nubuat yang ditujukan bagi kedatangan beliau (SAW), Sang Nabi Akhir Zaman. Tapi saya ragu jika perjuangan beliau (SAW) dimotivasi dari nubuat nubuat tersebut, bahkan beliau (SAW) pun tak mengharapkan jadi Nabi.

    Jadi…-menurut saya- jihad harta, tenaga, pikiran, bahkan jiwa sekalipun, bisa dimana saja, kapan saja, oleh siapa saja.

    Perpecahan dalam Islam tampaknya bagian psywar dari orang2 yang membenci ddiin yang diridhoi Allah Ta’ala ini. Namun saya optimis, terpecahnya islam ini ibarat job description, dimana masing2 golongan menda’wahkan Islam dengan metodenya masing masing yang dalam perjalanan tentu kritik2 utk saling mengingatkan antar golongan, antar madzhab, antar ormas, antar manhaj adalah wajar.

    Dipermukaan mungkin masing2 golongan Islam nampak terpecah, hanya kalimat Laa ilaha illalloh, Muhammadur Rosululloh….. yang insya-Allah menyatukan ummat Islam demi tegaknya izzatul islam wal muslimin. Amiin.
    ====================

    Maaf komentnya panjang 🙂
    Suatu kehormatan jika saya diberi kepercayaan utk menerima 1 buku tsb. 😉 Makasih… salam hangat selalu dari Semarang.

    ———-
    Kopral Cepot : Insya Allah Mas Samaranji termasuk kandidat yg dapet buku, krn engkau sahabat sejati serbasejarah he he he … tunggu waktunya meluncur ke Semarang 😀

    • Samaranji
      Maret 10, 2013

      Maaf, Kang…
      Saya dah imel sesuai alamat imel @kang diatas. Silahkan dicek. Haturnuhun. 😀

  13. Kang Baridin
    Maret 2, 2013

    Buat persiapan menuju tahun 2014,…

  14. aldy21
    Maret 2, 2013

    sebuah buku yang indah. kebetulan tengah mengkaji sebuah novel berjudul sama untuk skripsi saya

  15. assyifa
    Maret 4, 2013

    subhanallah,,,,terinspirasi untuk memahami alur perjuangan yang lebih dalam,menjadikan stiap pembaca yang tengah mempelajari sejarah semakin kuat langkahnya,dan insya Allah bisa dijadikan referensi sebagai penyemangat untuk membawa perubahan bagi pelanjut risalahnya dimasa kini.insya Allah buku ini akan jatuh di tangan yang diridhoi Allah.

  16. Ping-balik: Motivasi Perang Sabil di Nusantara | Kalam Melayu

  17. Awang Kudin
    Maret 6, 2013

    Assalamualaikum wrh. wbr.

    Kegemilangan Kerajaan Islam di Nusantara selama beberapa abad yang senantiasa menyaksikan pertembungan tauhid dan syirik, ternyata mendorong ramai cendekiawan untuk membuat kajian; antaranya dunia melayu dengan berlatarbelakangkan kisah-kisah berkenaan.

    Namun sayang, rata-rata bahan kajian yang hanya dicedok daripada sumber penyelidikan atau penulisan karya dari sudut orientalis-barat, tidak pernah menimbulkan Perang Sabil (1511M) sebagai titik mula perjuangan fardhu warga nusantara yang sememangnya majoriti Muslim; sebaliknya mereka lebih selesa menelan baris kata dijajah, ditawan atau dikalahkan…

    Resensi buku yang mantap, Semoga saya termasuk untuk memiliki naskhahnya di Semenanjung Malaya (Malaysia).

    http://kalammelayu.wordpress.com/2013/03/06/motivasi-perang-sabil-di-nusantara/

  18. Ping-balik: CT156. MERAIKAN AWARD | LAMAN MENULIS GAYA SENDIRI G2

  19. software sekolah
    Maret 7, 2013

    ulasan yang menarik pak…sejarah begitu asyik ternyata 🙂

  20. Muqarrabin al Yamin
    Maret 8, 2013

    Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami
    Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
    as A New World Religion Bangsa Islam Akhir Zaman.

    Kami mengundang Anda Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    Bukan Menjadi bagian dari Bangsa-bangsa berdasarkan Daerah

    Kunjungi Undangan kami Kehadiran anda kami tunggu di
    di http://dimelayu.co.de

  21. arhsa
    Maret 8, 2013

    assalamu’alaikum wr. wb
    bookmark dulu Kopral, semoga sehat selalu

  22. diko
    Maret 9, 2013

    Apek tenan….
    semoga semakin sering bagi2 buku nya kang, biar ane rada melek sejarah ehehehhe
    jzkalloh

  23. irfan
    Maret 10, 2013

    moga dengan komen ni, kebagian kiriman bukunya. oh ia buku yang dicari-cari bulan lalum kemarin2 di cari-cari lagi di gramed tetap belum nemu juga..

  24. jiah al jafara
    Maret 14, 2013

    Reblogged this on LET'S SING A SONG and commented:
    i hope

  25. jiah al jafara
    Maret 14, 2013

    sebenarnya saya baru nengok blog ini, malu tp mau kalau bilang pengen punya bukunya…
    jujur, saya memang butuh buku yg berbau dg sejarah untuk menyusun penggarapan tulisan saya nanti. Sekarang ini masih tahap mencari-cari referensi buku-buku sejarah. Kalau pun belum mendapat bukunya, setidaknya dengan membaca tulisan di blog ini, saya akan semakin mengerti tentang sejarah dan pentingnya sejarah 😀

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: