Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Motivasi Perang Sabil di Nusantara

Bila akal telah terasah pemahaman, bila jiwa telah terpatri keyakinan maka lahir motivasi yang menjadi energi luar biasa untuk berbuat, bertindak, berjuang dengan kerelaan diri sampai mati demi misi yang mengendali diri.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menggali pahatan sejarah bangsanya. Indonesia atMotivasi Perang Sabil di Nusantaraau Nusantara telah lama berabad-abad menjadi sebuah bangsa slam atau bangsa Islam yang gigih menebarkan salam keselamatan, rahmat dan berkah serta kurnia Ilahi bagi bumi pertiwi. Tetapi kita yang hadir di masa kini kurang begitu mampu menghayati nilai-nilai yang telah tertanam sekian lama di bumi ini. Penggalian sejarah terpaku pada pengetahuan tentang peristiwa demi peristiwa padahal history is not story. Mengungkap dibalik peristiwa justru lebih berdaya manfaat bagi lahirnya sejarah-sejarah baru di masa kini dan masa depan.

Tak banyak literatur, buku atau tulisan sejarah yang dengan sungguh-sungguh menggali kedalaman motivasi yang menyebabkan adanya gerak juang dalam waktu yang panjang dari generasi ke generasi. Semangat mendalami sejarah memudar karena peristiwa dibuat kontroversi yang menghabiskan energi saling beradu argumentasi, sementara makna sejarah terlupakan karena para pembaca sejarah sudah kelelahan.

Buku “Motivasi Perang Sabil di Nusantara” karya Mualimbunsu Syam Muhammad adalah diantara sedikit dan langka yang berupaya menggali sumber-sumber motivasi yang menjadi energi gerak juang para pejuang di bumi Nusantara tercinta ini. Memuat kajian kitab-kitab yang hadir memberi inspirasi dan motivasi bagi Umat Islam Bangsa Indonesia.

Dari Kajian 3 “Kitab kuning”

Dari membaca judul buku ini sudah menimbulkan beberapa pertanyaan. “Betulkah Kitab Ramalan Joyoboyo memotivasi orang berperang Sabil?” ramalan Joyoboyo yang selama ini hanya dikenal orang sebagai kitab mistik, penuh ramalan. Kitab yang berisi “pengkabaran’ akan datangnya Ratu Adil yang kadangkala dikenal juga dengan nama  Rajalullah, Idzharul-Huda, Imamul-Huda, Ratu Amisan, Sultan Heru Cokro, Ratu Ginaib, Noto Pinandito.

Berdasarkan Ramalan Joyoboyo yang disusun oleh Karma Yoga yang dikaji penulis; Ratu Adil bukan berupa figure (syahsyiyah) seseorang, ia merupakan lembaga, wadah, pemerintahan. Dan ianya telah lahir di ‘Indonesia’ pada “Wiku Memuji Ngesti Sawiji”, dengan berpedoman pada hitungan Condrosangkolo: wiku = 7: memuji = 7: ngesti = 8: dan sawiji = 1, dibacanya terbalik, jadi: 1877 tahun Jawa atau 1365 Hijriyyah atau 1947 Masehi. Tahun 1947 itu bertepatan dengan “Perumuman Perang Sabil, Perang Suci, Perang Jihad pada Jalan Allah, menempuh musuh angkara murka dan durjana, menghadapi kekuasaan Belanda penjajah” yaitu: pada bulan puasa tahun 1877 Jawa, atau 1365 H.

Begitu juga dengan Kitab Dalailul-Khairat, yang hanya mengandung berbagai shalawat dan hizib-hizib (doa-doa). “Bagaimana mungkin menjadi kitab mendorong muslim untuk berperang Sabil ?” Tetapi Mualimbunsu Syam Muhammad dengan baiknya mengangkat dua kitab (Ramalan Joyoboyo dan Dalailul-Kharat) setaraf dan sama dengan Kitab Hikayat Perang Sabil dalam memotivasi masyarakat Muslim berperang Sabil menghadapi kafir penjajah di bumi Nusantara.

Metode yang digunakan penulis dalam mengkaji 3 kitab tersebut adalah secara deskriptif analitis dengan mengetengahkan:

  1. Gambaran umum tentang spesifikasi format dan pengarang kitab.
  2. Memberi penekanan pada objek materi kitab (Perang Sabil) yang dianggap penting dan berguna untuk pengetahuan.
  3. Mencoba memberi ilustrasi latar belakang sosial dari lahirnya karya berbentuk kitab tersebut.
  4. Meneliti dan mengkaji posisi dan peran kitab serta cara masyarakat memanfaatkannya.
  5. Mencoba menggali “inti” atau ruh-kitab yang memberi semangat juang perang.
  6. Menganalisa pengaruh langsung (direct/straight) dan yang tidak langsung (indirect) terhadap masyarakat Muslim Nusantara. Juga tentang relevansinya bagi masyarakat Islam sekarang dan mendatang. (bab ketiga; Tiga Kitab Pemotivasi Perang Sabil)

Perang Sabil Dalam Sirah Nabawi.

Penulis ‘mengajukan’ atau menyusun kriteria Perang Sabil yang menurutnya dapat dijadikan acuan, pedoman dan juga standard dalam menilai perang-perang yang dilakukan kalangan Muslim hari ini. Tujuh kriteria Perang Sabil tersebut berdasarkan dari perang yang terjadi di zaman Rasulullah SAW, ketika menjabat sebagai ‘kepala pemerintahan Islam’ di Yastrib yang beribukota di Madinah al-Munawwarah.

Tujuh kriteria Perang Sabil: 1. Jaminan pasti dari Dinul-Islam. 2. Perang yang pada hakikatnya mengikut-sertakan Allah, Rasul, dan Malaikat. 3. Perang atas nama Negara Allah. 4. Ada pemimpin yang bertanggung-jawab di dunia dan menjadi saksi utama di mahkamah akhirat. 5. Melibatkan semua penganut (rakyat) Muslim, lelaki dan perempuan yang telah baligh. 6. Gugur sebagai syahid menjadi keutamaan (prioritas) para Mujahid. 7. Medan pertempuran dan waktu perang meluas. Keterangan terperinci kriteria perang dijelaskan penulis dalam Perang Sabil berdasarkan kejadian di zaman beliau SAW: “Sirah Nabawi” (bab pertama), yang dilengkapi dengan dalil-dalil dari kajian Ilmu Fiqh.

Perang Sabil di Nusantara

Perkataan “Perang Sabil” adalah istilah khas Nusantara (Indonesia). Berasal dari kepercayaan Aqidah-Islam. Dalam Al-Quran, perang disebut Qital, termasuk sebagai salah satu pengertian dari arti-kata Jihad. Sedangkan kata Sabil adalah singkatan dari Fi Sabilillah  yang  artinya di jalan Allah.

“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh”. (Q.S. ash-Shaff, 61:4)

Jihad Fi Sabilillah (Perang di Jalan Allah) mengandung arti perang yang mengikuti ketentuan (syariat) Allah, sesuai dengan wahyu-Nya, dan mempunyai contoh dari sunnah Rasul-Nya, Muhammad SAW. Berbeda dengan pengertian teroris (irhab) yang bersifat merusak (ifsad) dan anarkhis/chaos (faudha).

Peristiwa Perang Sabil di Nusantara bisa ditelusuri dari sejak awal berdirinya Kerajaan Islam Sumatera (Indonesia) atau di Malaka, Semenanjung Malaya (Malaysia). Dalam penelusuran ini tentunya harus berpegang pada pengertian Perang Sabil, yaitu  perang yang terjadi dengan keberadaan pemerintahan atau Negara Islam. Berdasarkan catatan sejarah Islam Nusantara, Perang Sabil yang pertama terjadi adalah pada awal abad ke-16 Masehi yang ditandai dengan terjadinya agresi tentara Kerajaan Protestan Portugis tahun 1511 M. Panglima perang tersebut Alfonso de Albuquerque yang berpusat di Goa, India, terhadap Kerajaan Islam Malaka, yang ketika itu di bawah kekuasaan Sultan Mahmud Syah I (memerintah tahun 1488-1511 M.).

Pemahaman tentang Perang Sabil sangat diperlukan umat Islam. Banyak buku–terutama kajian fiqh–yang membahasnya. Selain untuk menambah wawasan atau pengetahuan, juga untuk menghindari salah pengertian yang menyamakan Jihad dengan teroris atau perusuh. Perang dalam jihad adalah perang yang mempunyai panduan jelas dari wahyu Ilahi dan contoh nyata dari prilaku Nabi Muhammad SAW. Disamping itu juga kita ketahui, bukan hanya Islam saja yang memiliki konsep Perang Sabil atau Perang Suci. Semua agama yang bermuara pada ajaran Nabi Ibrahim (‘alaihis-Salam),  Yahudi, Kristen dan Islam mempunyai ajaran dengan definisi konkrit berkaitan dengan perang. Yahudi dengan istilah Yahyeh-War (Perang Tuhan), Kristen dengan Crusades (Perang Salib) atau Holy-War dan Islam dengan istilah Perang Sabil (Perang fi Sabilillah). Selain itu dapat kita tambahkan juga bahwa, agama Hindu pun mempunyai ajaran tentang perang-sucinya sendiri yang tertulis dalam Kitab Mahabrata; Perang Bratayuda; dimana  orang yang membacanya dinilai sebagai kebaktian dalam agama mereka.

Dari sekian banyak Perang Sabil yang terjadi dan dipercayai pelakunya sebagai wajib-suci, Penulis mengemukakan tiga peristiwa Perang Sabil di Nusantara secara gamblang, yaitu: (1) Perang Aceh 1873-1904. (2) Perang Banjar 1859-1905 dan (3) Perang Darul-Islam (DI) 1947-1965. Serta dilengkapi dengan contoh Yahyeh War (Yahudi) dan Crusades (Nashrani)

Penulis menemukan kesamaan antara dokrin perang dua agama; Islam dan Yahudi, yaitu Perang di jalan Tuhan. Sabilillah bagi orang-orang Islam dan Yahweh War bagi Yahudi. Sedangkan orang-orang Kristen memilih penyebutan perang mereka dengan istilah Crusades (perang Salib). Disisi lain pula, dia menemukan persamaan antara Perang berdasarkan agama dari ajaran Yahudi dan Kristen; iaitu dengan menghadirkan ‘benda-benda sakral’ dalam perang mereka, sebagai menunjukan pengesahan (legitimasi) Tuhan dalam perang. Mengusung Tabut perjanjian Tuhan bagi Yahudi dan Tiang Salib (alat eksekusi) bagi Kristen yang bisa juga berperan sebagai pemberi spirit (semangat) bagi para prajurit di medan tempur. (bab kedua: Motivasi Dalam Perang)

Dakwah dalam Beraqidah menuju Negara Kurnia Allah

Di bab keempat berupa Epilog, dimana melalui epilog ini penulis menyajikan semacam renungan tentang Islam bernegara di Indonesia atau ajaran Islam yang berkaitan dengan negara sebagai sarana bagi setiap Muslim untuk dapat menjalankan syari’at Islam secara sempurna dan total (kaffah).  Pesan utama yang terkandung dalam epilog adalah;

  1. Begitu pentingnya fungsi Negara dalam berjamaah yang diterangkan al-Quran sebagai “rumah” yang memberi perlindungan aman kepada penghuninya. Sebagai bahtera transportasi yang membawa rakyatnya selamat sejahtera mengarungi kehidupan dunia menuju akhirat. Dan sebagai sarana utama untuk memperoleh curahan ridha dan rahmat Allah Ta’ala.
  2. Perang Sabil bukanlah perkara baru di Nusantara, Indonesia. Begitu pula dengan konsep Islam bernegara. Negara dalam bentuk Kerajaan atau Kesultanan telah lama  berdiri kukuh di Nusantara, diperkirakan seawal abad kesepuluh. Misalnya saja: Kesultanan Pasai, Samudera, Malaka, Pajang, Mataram, Banjar, Goa, Ternate, Tidore, Mindanao dan lain lain.
  3. Kedatangan penjajah dari Kerajaan Portugis, Sepanyol, Inggris, Belanda dan Amerika disambut oleh Kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara dengan perlawanan Perang Sabil.
  4. Selepas masa penjajahan, perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia dalam bernegara telah ditempuh dengan beragam cara, diantaranya melalui:
  • Musyawarah dalam rapat “Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) ketika menyusun preambule Undang-undang dasar konstitusi Negara Indonesia (Juni 1945) yang berbunyi: “Ketuhanan dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya”.
  • Parleman hasil pemilu tahun 1955, dimana wakil-wakil Muslim dari partai Islam dalam pembahasan dasar Negara Indonesia mengajukan usulan ISLAM sebagai dasar Negara Indonesia. Perdebatan yang alot, kemudian buntu dan berakhir dengan ‘intervensi’ yang bernama dekrit 5 Juli 1959, Surat Keputusan Presiden (SK) untuk kembali ke UUD’45.
  • “Revolusi Islam” dengan semangat juang Perang Sabil, Umat Islam Bangsa Indonesia yang berhasil memproklamasikan pemerintahan Negara Islam Indonesia pada 7 Agustus 1949 di Madinah-Indonesia (Jawa-Barat)
  1. Fakta sejarah dari peristiwa di atas, merupakan usaha dan perjuangan Umat Islam Bangsa Indonesia untuk memiliki negara yang berdasarkan konstitusi syariah (Islam). Tampaknya ‘semua jalan’ telah mereka lakukan: dari “meja perundingan” BPUPKI pra-proklamasi nasional (Juni’45), dilanjutkan dalam “ruangan perleman” hasil Pemilu pertama (1955), kemudian dengan “Revolusi Islam” yang mengorbankan  nyawa dan harta demi sebuah Negara Islam yang merdeka.
  2. Pada Bab Keempat ini juga penulis mencoba memberikan beberapa solusi dari problem yang dihadapi Muslim Indonesia untuk menjaga kesatuan dan persatuan yang diharapkan bangsa dalam bernegara.
  3. Untuk mewujudkan Negara Maju dan Bahagia berasas Tauhid, Allah SWT menggariskan tugas kepada Khalifah-Nya dalam satu jalan yaitu DAKWAH.  Jalan dakwah adalah jalan yang ditempuh oleh para Nabi/Rasul, para Shiddiqin, para Syuhada, dan orang-orang Shaleh. Setiap dari mereka senantiasa menjadi barisan terdepan dalam menggugah fitrah manusia untuk bertauhid dan menjadi aktor dalam membangun tatanan masyarakat sebagaimana yang dikehendaki oleh Allah Ta’ala, Pemilik Kerajaan-Nya di langit dan bumi. (bab keempat Epilog)

Buku ini diharapkan akan menambah hazanah kepustakaan dan bahan kajian serta rujukan tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan perang menurut ajaran Islam, dalam konteks aqidah, syari’ah, sejarah dan peristiwa perang pemeluk Islam di Indonesia.

“laqad kana fi qashasihim ‘ibratun li ulil albab”.  ~ Al-Qur’an Surah Yusuf Ayat 111 ~

Motivasi Perang Sabil di NusantaraJudul buku:     Motivasi Perang Sabil di Nusantara,

Kajian Kitab Ramalan Joyoboyo, Dalailul-Khairat dan Hikayat Perang Sabil.

Pengarang:       Mualimbunsu Syam Muhammad

<mualimbunsu@yahoo.com>

Penerbit:          Madia Madania, Ciputat, Jakarta Selatan.

Cetakan:          Pertama tahun 2013, Februari.

ISBN:               978-602-7570-07-8.

Tebal buku:     xx dan 318 halaman.

Harga:              Rp.49.500,-

PS : Insya Allah buku baru ini  akan beredar dipasaran penghujung bulan Maret 2013

Titipan Penulis

Insya Allah ada sekitar 30 buku yang penulis titipkan kepada blog serbasejarah ini untuk di berikan secara “GRATIS” bagi “Jama’ah Serbasejarah” khususnya.. umumnya bagi siapapun yang membutuhkan sebagai bahan kajian. Kepada siapa buku ini kami berikan?

  1. Kepada teman dan sahabat blogger yang “mereblog” postingan ini.
  2. Kepada sahabat blogger yang “merepost” postingan ini dengan catatan mencantumkan link referensi dari postingan ini.
  3. Kepada “Komentator Serbasejarah” yang sudah kami anggap sebagai keluarga serba sejarah yang telah memberikan pencerahan bersama.
  4. Kepada komunitas pencinta buku, perpustakaan, rumah baca dan intansi lain dengan cara mengajukan kepada kami atau penulis lewat email : <mualimbunsu@yahoo.com> atau <scepot@ymail.com>
  5. Bila dari point (1) s/d (4) permintaannya melebihi dari ketersediaan buku pada kami (sekitar 30 buku), maka kami akan menyeleksi siapa-siapa yang menurut kami lebih berhak.
  6. Hatur tangkyu ;)

Semoga kita bisa mengambil banyak pelajaran dari sejarah. Dan semoga buku ini bermanfaat bagi kemashlahatan umat dan bangsa Indonesia.

51 comments on “Motivasi Perang Sabil di Nusantara

  1. diko
    Maret 16, 2013

    Assalamu’alaikum Wr.Wb. punten buku “Motivasi Perang Sabil di Nusantara” hal 126-127. sub bab no.1 tidak ada atau memang ditiadakan kang nyak..? ko langsung no 2. 3. 4. nuhun

    • Mualimbunsu SM
      Maret 16, 2013

      assalamu’alaikum @ diko
      hal. 126-127 salinan penjelasan teks proklamasi hanya disalin point 2,3,4 saja.
      untuk lengkapnya ada 10 point yang semuanya dapat dilihat dari sumber asal PDB
      atau bisa juga diketemukan dalam buku “Manhaj Bernegara dalam Haji” kajian Sirah Nabawi di Indonesia, dalam rangka “Memperingati 100 tahun Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII 1911-2011) tulisan Muhammad Rasuli Jamil, 2011, Media Madania. hal.215-217.
      Demikian adanya terima kasih
      wassalam

      • diko
        Maret 16, 2013

        Wa ‘alaikum salam wa rahmatullah wabarakatuh.
        Occhh iya-iya saya menyadari n memaklumi…” smoga Allah SWT berkenan menyibakkan kabut kegelapan yang menyelimuti di bumi Nusantara ini, agar sluruh umat Islam bisa melaksankan ibadah secara merdeka, sempurna, paripurna, Khusyu dan Tawadhu’.
        Amin Ya Rabbal Alamin.
        Jazakallah

      • fitria
        November 26, 2013

        bisa pesen bukunnya?

  2. doktertoeloes malang
    Maret 16, 2013

    AMIEN ALLAHUMMA AMIEN ………amien yaa robbal alamien…..

  3. Suhendri Mr
    Maret 17, 2013

    Saya tertarik juga ingin ikut berkontribusi e-book secara gratis ini. tapi saya baru komentar 2x. hehe. banyak ilmu yang saya dapat dari serbasejarah.

    author: seolow. co
    berbagi kreativitas

  4. Hasprabu
    Maret 21, 2013

    Tiap-tiap kita orang batja daripada sedjarah, itoe selaloe menarik. Djadiken kita orang semangkin faham daripada akar bangsa kita. Perang soedah djadiken bagian daripada djalan sedjarah di ini negara Indonesia. Dan tamtoenja perang ideologi, agama, atawa motif ekonomi, akan teroes sahadja terdjadinja.

    Trims kopral jang ianja itoe telah radjin bantoe koempoelken verslaag tentang daripada kita orang poenja tjatetan sedjarah…landjoetken pot!

  5. Bambang Ts
    Maret 21, 2013

    Assalamu’alaikum…
    Sebuah pembahasan yang menarik, ijin untuk menjadikannya salah satu referensi bacaan… Semoga Islam dan Indonesia kembali Jaya…

  6. Ping-balik: Buku Perang Sabil di Nusantara, telah tiba | Goresan Pena

  7. arhsa
    Maret 21, 2013

    السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Kopral, Bukunya sudah sampai ketangan saya minggu kemarin, mohon maaf baru bisa laporan sekarang, ini link-nya http://arhsa.wordpress.com/2013/03/21/buku-perang-sabil-di-nusantara-telah-tiba/ tapi beluam ada review atau ulasan.

    Kenapa susah mencari informasi tentang Mualimbunsu Syam Muhammad di Internet, saya lihat komentarnya ada disini, ala kulli hal, saya ucapkan terima kasih untuk Mualimbunsu dan Kopral Cepot,

    jazakumullah khoiron

  8. Widi Astuti
    April 4, 2013

    Assalamualaikum, salam kenal :-) saya penggemar setia blog ini, tapi maaf baru ikut comment :-) Saya juga sangat menyukai sejarah Islam dan bersyukur sekali dapat menemukan blog menarik ini. Apabila tidak keberatan, saya juga ingin sekali mendapatkan buku motivasi perang sabil di Nusantara. Btw, saya juga nulis buku tentang Tokoh Pergerakan Perempuan Islam Indonesia. Sebagian isinya bisa diintip di blog saya: http://www.widi80.blogdetik.com. Ditunggu tkunjungannya ya :-) matur nuwun

  9. Ibnu Sunarka
    April 4, 2013

    Kita oetjapken terimakasih kepada Toean Penoelis, karena boekoe jang ianja kirimken telah saia terima. Wassalam. http://www.hasprabu.com

  10. Ping-balik: Judul buku: Motivasi Perang Sabil di Nusantara, | KONSTANTA

  11. ann
    April 6, 2013

    yth. admin situs serbasejarah dan rekan-rekan pecinta blog ini, mohon kesediannya melihat blog tewelonanian wordpressdotcom aku sendiri baca postingannya sampai mengelus dada, kok bisa-bisanya membuat postingan berisi fitnah seperti itu ya, masuk ke 100 besar id.wordpressdotcom lagi.

  12. kasamago
    April 10, 2013

    menarik neh bwt nmbh kazhanah sejarah islam..

  13. arumwidyaningsih
    April 17, 2013

    Reblogged this on Arum Widyaningsih and commented:
    From “Biar Sejarah yang Bicara”

  14. saya mendapatkan hadiah dari penerbitnya via a’a kopral , saya membaca buku ini . buku ini syarat dengan ilmu dan pengetahuan maupun tuntunan suri ketauladanan .

    anjuran saya bagi yang belum memilikinya ( tentu belum membacanya ) agar supaya cepat2 membelinya……he..he..he…

    salam hyppocrates cerdas !!…….
    (doktertoeloes ” swiss van java “).

    • mualimbunsu syam muhammad
      Mei 30, 2013

      Terima kasih kepada bapak doktertoeloes “swiss van java” yang telah memberikan koment dan anjurannya. wassalam

  15. bacaunik
    April 30, 2013

    infonya menarik, sukses selalu..

  16. Mualimbunsu Syam Muhammad
    Mei 8, 2013

    Salam,
    Kepada seluruh komunitas/jamaah Serbasejarah yang dihormati.
    Setelah tiga bulan waktu berjalan; sejak beredarnya buku Motivasi Perang Sabil di Nusantara pada blog ini dan juga di pasaran. Saya pribadi mengharap dari anda semua –semoga tidak menjadi beban bagi anda– untuk memberikan kritikan, pandangan, pendapat, saran, komentar, atau apa pun bentuknya; yang dapat kita share/kongsi bersama. Semuanya itu dapat anda kiimkan ke fb mualimbunsu.
    Atas kenan dan perhatian anda diucapkan terima kasih.
    wassalam;
    mualimbunsu syam muhammad

  17. irwan tuanku saliah
    November 2, 2013

    Assalamualaikum,,,saya Irwan, rencana akan menulis tentang perang padri dengan tokoh Tuanku Nan renceh,, apa kira-kira masukan dari penulis blog thd hal ini???

  18. Toko Bunga Jakarta
    April 8, 2014

    Cerita yang sangat menarik. Jadi ingat masa belajar sejarah dulu.

  19. Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
    Juli 7, 2015

    Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan INDONESIA, memulihkan kejayaan INDONESIA, melindungi INDONESIA dari bencana. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin.

    Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada INDONESIA. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Asyhaduu anlaa ilaaha illallaah wa asyhaduu anna muhammadarrasuulullaah

    A’uudzubillaahiminasysyaithaanirrajiim

    Bismillahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahi rabbil ‘aalamiin,
    Arrahmaanirrahiim
    Maaliki yaumiddiin,
    Iyyaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin,
    Ihdinashirratal mustaqiim,
    Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladhaaliin

    Aamiin

    Bismillaahirrahmaanirrahiim

    Alhamdulillaahirabbil ‘aalamiin, hamdan yuwaafi ni’amahu, wa yukafi mazidahu, ya rabbana lakal hamdu. Kama yanbaghi lii jalaali wajhika, wa ‘azhiimi sulthaanika.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya semuanya.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin. Shalaatan tunjinaa bihaa min jamii’il-ahwaali wal aafaat. Wa taqdhii lanaa bihaa jamii’al-haajaat. Wa tuthahhiruna bihaa min jamii’is-sayyi-aat. Wa tarfa’unaa bihaa ‘indaka a’lad-darajaat. Wa tuballighuna bihaa aqshal-ghaayaati min jamii’ilkhairaati fil hayaati wa ba’dal mamaat.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya dan umatnya, shalawat yang dengannya kami selamat dari semua ketakutan dan bencana, dan Engkau sucikan kami dari semua kejahatan, Engkau angkat kami ke derajat yang tinggi di sisiMu, dan Engkau sampaikan semua cita-cita kami berupa kebaikan-kebaikan dalam hidup maupun sesudah mati.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa nuuril anwaar. Wa sirril asraar. Wa tiryaqil-aghyaar. Wa miftaahil baabil yasaar. Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-mukhtaari wa aalihil-ath-haari wa ash-haabihil akhyaar. ‘Adada ni’amillaahi wa afdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkah atas cahaya di antara segala cahaya, rahasia di antara segala rahasia, penetral duka, dan pembuka pintu kemudahan, junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, manusia pilihan, juga kepada keluarganya yang suci dan sahabatnya yang baik, sebanyak jumlah kenikmatan Allah dan karuniaNya.

    Allaahumma shalli shalatan kaamilah. Wa sallim salaaman taamman ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadanil-ladzii tanhallu bihil-‘uqad. Wa tanfariju bihil-kuruub. Wa tuqdhaa bihil hawaa-iju wa tunaalu bihir-raghaa-ibu wa husnul-khawaatim. Wa yustasqal-ghamaamu biwajhihil-kariim. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi fii kulli lamhatin wa nafasin bi’adadi kulli ma’luumin laka.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat yang sempurna dan salaam yang sempurna pula, kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, yang dengan beliau itu Engkau lenyapkan kesusahan, Engkau tunaikan segala kebutuhan, dan diperoleh segala keinginan dan akhir hidup yang baik, serta diberi minum dari awan berkat wajahMu yang mulia. Juga kepada keluarganya, sahabatnya dan umatnya dalam setiap kejapan mata dan tarikan nafas, sebanyak jumlah pengetahuan yang Engkau miliki.

    Allaahumma shalli ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadinil-habiibil-mahbuub. Syaafil ‘ilali wa mufarrijil-kuruub. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi wa baarik wa sallim.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, kekasih dan yang dikasihi, (dengan izin Allah) penyembuh penyakit dan pelepas kesusahan, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-awwaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-aakhirin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fin-nabiyyiin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil-mursaliin. Wa shalli wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammadin fil mala-il a’laa ilaa yaumid-diin. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummmatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang terdahulu. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan orang-orang kemudian. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para nabi. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para rasul. Limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di kalangan para arwah hingga hari kemudian, serta kepada keluarga, sahabat dan umatnya.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa ruuhi Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad fil arwaahi, wa ‘alaa jasadihil fil ajsaadi, wa ‘alaa qabrihi fil qubuuri. Wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ajma’iin.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada ruh junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad di alam ruh, dan kepada jasadnya di alam jasad, dan kepada kuburnya di alam kubur. Dan kepada keluarga, sahabat dan umatnya semua.

    Allaahumma shali wa sallim wa baarik ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa Muhammad wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi ‘adada in’aamillaahi wa ifdhaalih.

    Ya Allaah, limpahkanlah shalawat, salam dan berkat kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad, keluarganya, sahabatnya, umatnya sebanyak jumlah nikmat Allah dan karuniaNya.

    Allaahumma shalli wa sallim wa baarik, ‘alaa Sayyidinaa wa Nabiyyinaa wa Maulaanaa wa Maulaanaa Muhammadin wa ikhwaanihii minal anbiyaa-i wal mursaliin, wa azwaajihim wa aalihim wa dzurriyyaatihim wa ash-haabihim wa ummatihim ajma’iin.

    Ya Allaah, berilah shalawat serta keselamatan dan keberkahan, untuk junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad SAW dan saudara-saudaranya dari para Nabi dan Rasul, dan istri-istri mereka semua, keluarga mereka, turunan-turunan mereka, dan sahabat-sahabat dari semua Nabi dan Rasul, termasuk Sahabat-Sahabatnya Nabi Muhammad semua dan semua yang terkait dengan Nabi Muhammad SAW.

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ra-uufirrahiim
    Laa ilaaha illallah, subhaanal ghafuurirrahim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kariimil hakiim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci raja yang maha suci
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha bijaksana

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil wafiyy
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal lathiifil khabiir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ma’buud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuuril waduud
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal wakiilil kafiil

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuat lagi maha memenuhi
    Tiada tuhan selain Allaah, yang maha halus lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi yang disembah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha pencinta
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penolong lagi maha pelindung

    Laa ilaaha illallaah, subhaanar raqiibil hafiizh
    Laa ilaaha illallaah, subhaanad daa-imil qaa-im
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal muhyil mumiit
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil qayyuum
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaaliqil baari’

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengawasi lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menghidupkan lagi mematikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang hidup kekal lagi terus menerus mengurus ciptaannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi menjadikan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal mu’minil muhaimin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal habiibisy syahiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haliimil kariim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi tunggal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memberi keamanan lagi maha memelihara
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhanyang maha mencintai lagi maha menyaksikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyantun lagi maha mulia

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil qadiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal awwalil aakhir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanazh zhaahiril baathin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril muta-‘aal
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadhil haajat

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang pertama lagi terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang awal dan yang akhir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang nyata lagi yang rahasia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memenuhi semua keperluan

    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘arsyil ‘azhim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanir rahiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbiyal a’laa
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal burhaanis sulthaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il bashiir

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menguasai singgasana yang besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pemurah lagi maha penyayang
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha tinggi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki bukti kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lagi maha melihat

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal waahidil qahhaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil hakiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar ramaanid dayaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal kabiiril akbar

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha esa lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha bijaksana
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha besar

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aliimil ‘allaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanasy syaafil kaafi
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil baaqii
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shamadil ahad
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ardhi was samaawaati

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha memeriksa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menyembuhkan lagi mencukupi
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha kekal
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang bergantung padanya segala hal lagi esa

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghafuurisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘azhiimil ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil mulki wal alakuut
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ‘izzati wal ‘azhamah
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil haibati wal qudrah

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengampun lagi maha membalas
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha besar lagi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kerajaan bumi dan langit
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai keagungan dan kebesaran
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang mempunyai pengaruh dan kekuasaan

    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil kibriyaa-i wal jabaruut
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aalimil ghaiib
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hamidil majiid
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hakiimil qadiim

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki kebesaran dan kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha menutupi kesalahan lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menegtahui hal ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha terpuji lagi maha mulia
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan ang maha bijaksana lagi maha terdahulu

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qaadiris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas samii-‘il ‘aliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil ‘azhiim
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamis salaam
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikin nashiir

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kuasa lagi maha mnutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mendengar lgi maha mengetahui
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha besar
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui lagi maha damai
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha raja lagi maha penolong

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyir rahmaan
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qariibil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaana waliyyil hasanaat
    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shabuuris sattaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaana khaaliqin nuur

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha pengasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha dekat kebaikannya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha menguasai kebaikan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan maha penyabar lagi menutupi kesalahan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan menciptakan cahaya

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil mu’jiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal faadhilisy syakuur
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ghaniyyil qadim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil jalaalil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal khaalishil mukhlish

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha mengalahkan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha utama lagi maha berterima kasih
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha kaya lagi maha terdahulu
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya keluhuran lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha murni lagi memurnikan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanash shaadiqil wa’di
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal haqqil mubiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil quwwatil matiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qawiyyil ‘aziiz
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal hayyil ladzii laa yamuut

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang benar janjinya
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha benar lagi maha menjelaskan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang punya kekuatan lagi maha kokoh.
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha hidup lagi tidak mati

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘allaamil ghuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaanas sattaaril ‘uuyuub
    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil ‘aalamiin
    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahmaanis sattaar

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mengetahui yang ghaib
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yan maha menutupi semua cacat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki ampunan lagi dimintai pertolongan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan semesta alam
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih lagi maha menutupi

    Laa ilaaha illallaah, subhaanar rahiimil ghaffaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil wahhaab
    Laa ilaaha illallaah, subhaana qaadiril muqtadir
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil ghufraanil haliim
    Laa ilaaha illallaah, subhaana malikil mulk

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha penyayang lagi maha pengampun
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha agung lagi maha pemurah
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yangmaha kuasa lagi maha memberi kekuasaan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang memiliki semua kerajaan

    Laa ilaaha illallaah, subhaanal baari-il mushawwir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal ‘aziizil jabbaar
    Laa ilaaha illallaah, subhaanallaahi ‘amma yashifun
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal jabbaaril mutakabbir
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal qudduusis shubbuuh

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang menciptakan lagi memberi bentuk
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha mulia lagi maha perkasa
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha perkasa lagi maha membangga
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dari apa yang dianggap oleh orang kafir
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan dalam sosok dan sifat

    Laa ilaaha illallaah, subhaana rabbil malaa-ikati war ruuh
    Laa ilaaha illallaah, subhaana dzil aalaa-I wanna’maa-i
    Laa ilaaha illallaah, subhaanal malikil maqshuud
    Laa ilaaha illallaah, subhaana hannaanil mannaan

    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan para malaikat dan ruh
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan pemilik tanda-tanda tinggi dan nikmat
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan raja yang menjadi tujuan
    Tiada tuhan selain Allaah, maha suci tuhan yang maha pengasih dan pemberi

    Laa ilaaha illallaah, sayyidina aadamu ‘alaihis salaam shafiyyullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina nuuhun ‘alaihis salaam najiyyulaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ibraahiimu ‘alaihis salaam khaliilullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ismaa-‘iilu ‘alaihis salaam dzabiihullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina muusaa ‘alaihis salaam kaliimullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam khaliifatullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam ruuhullaah
    Laa ilaaha illallaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana
    muhammadur rasuulullaah shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam

    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Aadam AS pilihan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Nuuh AS diselamatkan Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ibraahiim AS teman dekat Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Ismaa-‘iil AS yang disembelih Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Muusaa AS yang diajak bicara oleh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina Daawuudu AS khalifah Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina ‘Iisaa AS ruh Allaah
    Tiada tuhan selain Allaah, sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah

    Allaahummarhamnaa bibarakati tauraati sayyidina muusaa ‘alaihis salaam wa injiili sayyidina ‘iisaa ‘alaihis salaam wa zabuuri sayyidina daawuudu ‘alaihis salaam wa furqaani sayyidina wa nabiyyina wa maulaana muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, birahmatika yaa arhamar raahimiin, walhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin.

    Ya Allaah, kasihilah kami dengan berkah Taurat Sayyidina Muusaa AS, Injil Sayyidina ‘Iisaa AS, Zabuur Sayyidina Daawuud AS dan al-Furqaan / al-Qur-an sayyidina wa nabiyyina wa maulaana Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam utusan Allaah, dengan kasihmu, yang maha penyayang. Dan segala puji bagi Allaah, tuhan semesta.

    ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ‘ALAYYA MIN KHAZAA INI RAHMATIKA YAA ARHAMAR-RAAHIMIIN.

    Ya Allaah bukakanlah bagiku hikmah-Mu dan limpahkanlah padaku keberkahan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dan Penyayang

    RABBI INNII LIMAA ANZALTA ILAYYA MIN KHAIRIN FAQIIR.

    Ya Rabb, sesungguhnya aku sangat memerlukan suatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku.

    RABBI LAA TADZARNI FARDAN WA ANTA KHAIRUL WAARITSIN.

    Ya Allaah janganlah engkau tinggalkan aku seorang diri dan engkau sebaik-baik dzat yang mewarisi. (QS. Al-Anbiya-i': 89).

    Rabbana hablana min azwaajina, wa dzurriyyatina qurrata a’yuniw, waj’alna lil muttaqiina imaamaa.

    Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami jodoh dan keturunan sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.

    اَللّهُمَّ اغْفِرْلِيْ وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَاكَمَارَبَّيَانِيْ صَغِيْرَا

    “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya war hamhumaa kama rabbayaanii shagiiraa”.

    “Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan Ibu Bapakku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku diwaktu kecil”.

    “Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada keturunanku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri.” (QS. Al-Ahqaaf: 15).

    Ya Allaah, terimalah amal saleh kami, ampunilah amal salah kami, mudahkanlah urusan kami, lindungilah kepentingan kami, ridhailah kegiatan kami, angkatlah derajat kami dan hilangkanlah masalah kami.

    Ya Allaah, tetapkanlah kami selamanya menjadi Muslim, tetapkanlah kami selamanya dalam agama yang kau ridhai – Islam, tetapkanlah kami selamanya menjadi umat dari manusia yang paling engkau muliakan – Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi, wa baraka wassallam.

    Ya Allaah, percepatlah kebangkitan INDONESIA. Pulihkanlah kejayaan INDONESIA, Lindungilah INDONESIA dari bencana.

    Ya Allaah, jadikanlah INDONESIA baldatun thayyibatun wa rabbun ghafuur.

    Allaahumma innaa nas’aluka salaamatan fiddiini waddun-yaa wal akhirati wa ’aafiyatan fil jasadi wa ziyaadatan fil ‘ilmi wabarakatan firrizqi wa taubatan qablal mauti, wa rahmatan ‘indal mauti, wa maghfiratan ba’dal maut. Allahuma hawwin ‘alainaa fii sakaraatil mauti, wannajaata minannaari wal ‘afwa ‘indal hisaab.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu keselamatan dalam agama, dunia, akhirat, kesejahteraan/kesehatan jasmani, bertambah ilmu pengetahuan, rezeki yang berkat, diterima taubat sebelum mati, dapat rahmat ketika mati dan dapat ampunan setelah mati. Ya Allah, mudahkanlah kami pada waktu sekarat dan selamatkanlah kami dari api neraka serta kami mohon kemaafan ketika dihisab.

    Allaahumma inna nas aluka husnul khaatimah wa na’uudzubika min suu ul khaatimah.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami memohon pada-Mu akhir yang baik dan berlindung dari akhir yang buruk.

    Allaahuma inna nas’aluka ridhaka waljannata wana’uudzubika min shakhkhatika wannaar.

    Ya Allaah, sesungguhnya kami mohon keridhaan-Mu dan sorga, kami berlindung kepada-Mu dari kemurkaan-Mu dan siksa neraka.

    Allaahummadfa’ ‘annal balaa-a walwabaa-a walfahsyaa-a wasy-syadaa-ida walmihana maa zhahara minhaa wamaa bathana min baladinaa haadzaa khaash-shataw wamin buldaanil muslimuuna ‘aammah.

    Ya Allaah, jauhkanlah bencana, wabah, kekejian, kekerasan dan cobaan – yang terlihat maupun tersamar – dari negeri kami khususnya dan dari dunia Muslim umumnya.

    Allaahumma ahlikil kafarata walmubtadi-‘ata walmusyrikuun, a’daa-aka a’daa-ad diin.
    Ya Allaah, hancurkalah musuhmu, musuh agamamu, yaitu orang kafir, bid’ah dan musyrik.

    Allaahumma syatttit syamlahum wa faariq jam-‘ahum, wazalzil aqdaamahum.
    Ya Allaah, cerai beraikanlah persatuan mereka, goyahkanlah keyakinan mereka.
    Allaahumma adkhilnii mudkhala shidqiw wa-akhrijnii mukhraja shidqiw waj-‘al lii milladunka sulthaanan nashiiraa.

    Ya Allaah, masukkanlah kami melalui jalan yang benar, keluarkanlah kami melalui jalan yang benar, dan berilah aku kekuasaan yang menolong.

    ——(doa khusus untuk SELURUH RAKYAT INDONESIA YANG MENJADI KORBAN IMPERIALIS / KOLONIALIS 1511 – 1962 , semoga Allaah selalu mencurahkan kasih sayang kepada mereka).

    ALLAAHUMMAGHFIRLAHUM WARHAMHUM WA’AAFIHIM WA’FU ‘ANHUM
    ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHUM WA LAA TAFTINNAA BA’DAHUM WAGHFIRLANAA WALAHUM
    ———————

    Ya Allaah, dengan hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam dan berkah semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam, kami mohon segala hal yang terbaik, segala hal yang terindah bagi semesta – khususnya kami, keluarga kami dan seluruh kaum Muslim.

    Ya Allaah, dengan segala hak yang kau berikan pada kalimah syahadat, Surah al-Fatihah, Doa Kanzul ‘Arsy dan shalawat, salam, berkah semoga selalu tercurah kepada Sayyidina wa Nabiyyina wa Maulaanaa Muhammad Shallallaahu’alaihi wa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka was sallam, kabulkanlah yaa Allaah segala doaku.

    Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanataw wa fil aakhirati hasanataw wa qinaa ‘adzaabannaar wa adkhilnal jannata ma’al abraar.

    Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia dan kesejahteraan di akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan neraka serta masukanlah kami ke surga bersama orang-orang baik.

    Rabbanaa taqabbal minna innaka antassamii’ul aliimu wa tub’alainaa innaka antattawwaaburrahiim. Washshalallaahu ‘alaa sayyidinaa wa nabiyyinaa wa maulaanaa muhammadin wa ‘alaa aalihi wa shahbihi wa ummatihi wa baraka wassallam.

    Tuhan kami, perkenankanlah do’a-do’a kami, karena sesungguhnya Engkau Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Menerima taubat dan Maha Penyayang. Shalawat, salam dan berkah semoga dilimpahkan kepada junjungan, nabi dan pemimpin kami Muhammad s.a.w, atas keluarganya, sahabatnya dan umatnya semuanya.

    HASBUNALLAAH WANI’MAL WAKIIL NI’MAL MAULA WANI’MAN NASHIIR.

    Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung, Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.

    Subhana rabbika rabbil ‘izzati, ‘amma yasifuuna wa salamun ‘alal anbiyaa-i wal
    mursaliin, walhamdulillahirabbil ‘aalamiin.

    Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘aalamiin.

    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya oleh Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia Juli 7, 2015
    Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan INDONESIA, memulihkan kejayaan INDONESIA, melindungi INDONESIA dari bencana. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin. Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada INDONESIA. Aamiin yaa Allaah yaa rabba […]
    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
  • Komentar di Motivasi Perang Sabil di Nusantara oleh Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia Juli 7, 2015
    Izinkanlah saya menulis / menebar sejumlah doa, semoga Allaah SWT mengabulkan, antara lain mempercepat kebangkitan INDONESIA, memulihkan kejayaan INDONESIA, melindungi INDONESIA dari bencana. Aamiin yaa Allaah yaa rabbal ‘alamiin. Lebih dan kurang saya mohon maaf. Semoga Allaah SWT selalu mencurahkan kasih sayang kepada INDONESIA. Aamiin yaa Allaah yaa rabba […]
    Ganie, Indra – Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Banten, Indonesia
  • Komentar di Garis Waktu Nusantara oleh beny Juli 6, 2015
    Benar sekali .kalo sebelum masehi di nusantara sdh banyak manusia.berarti apa yg tercantum di alquran yg mengatakan bhw sblm nabi muhammad sdah banyak rasul dan nabi 2 yg jumlahnya banyak sekali.hanya 25 rasul yg di sebutkn dlm alquran.utk nabi yg jumlahnya ribuan menurut alquran .berarti moga 2 dulu di nusantra jg alloh pasti menurunkan nabinya utk membimbi […]
    beny
  • Komentar di Garis Waktu Nusantara oleh beny Juli 6, 2015
    Blok sejarah yg bisa di percaya.sesuai dg th yg trjadi di indonesia dan dunia dari jaman seblm masehi.masehi smpe sekarang.
    beny

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: