Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

esbeye dua ; fa ‘aina tadzhabuun …

semoga tetap sehat untuk 5 tahun kedepan

semoga tetap sehat untuk 5 tahun kedepan

“Democracy is an impossible thing until the power is shared by all, but let not democracy degenerate into mobocracy(Mahatma Gandhi)

Di persimpangan jalan sejarah yang krusial, nasib bangsa-bangsa sering terkait sangat erat dengan orang-orang tertentu. Individu-individu ini seolah dipilih oleh sejarah untuk mengemban suatu misi besar. Keputusan moral dan pilihan politik mereka untuk menjawab tantangan sejarah ini menentukan dan mengubah nasib bangsanya untuk selama-lamanya.

Afrika Selatan dan Mandela adalah contoh yang baik untuk era akhir abad ke-20. Runtuhnya rezim apartheid melontarkan Mandela ke tampuk pimpinan Afrika Selatan dan langsung menghadapkannya pada pilihan pelik, yakni mengikuti semangat membalas dendam atas ketidakmanusiawian rezim masa lalu terhadap warga kulit hitam atau rekonsiliasi yang sangat tidak populer. Mandela memilih rekonsiliasi.

Sejarah memilih mereka untuk mengemban misi besar dan mereka menjawabnya dengan keputusan moral yang benar dan pilihan politik yang tepat dan, kadang, berani. Keberhasilan mereka membuat nama mereka selalu dikenang oleh bangsanya dan terukir dalam sejarah dunia. Mereka bukan lagi sekadar presiden, tetapi juga pemimpin besar.

Indonesia hari ini berada di persimpangan jalan sejarah yang sangat penting. Arah pertama akan membawa kita kembali ke republik masa lalu, sementara arah kedua mengantar kita kepada Indonesia masa depan; yang pertama jalan memutar kembali ke praktik sosial-politik yang korup dan yang kedua adalah jalan lurus menuju politik yang bersih serta tata kelola pemerintahan yang efisien dan akuntabel; jalan pertama menuju stagnasi sosial-politik dan keterpurukan, jalan kedua menuju Indonesia yang adil dan sejahtera serta bermartabat dalam pergaulan bangsa-bangsa.(1)

MOBOCRAZY VS DEMOCRACY

Apakah Mobocrazy itu ? Ia diambil dari kata Mob yang artinya adalah gerombolan/ sejumlah massa. Mobocrazy itu sendiri berarti ? Situasi dimana individu telah kehilangan kepribadiannya dan tenggelam terbawa arus massa kemanapun massa itu bergerak? Kata Mobocracy digunakan Frank Lloyd Wright seorang arsitek kenamaan Amerika , untuk menggambarkan sebuah Comformist Society, namun saya lebih suka menyebutnya sebagai Mobocrazy.

According to The Free Dictionary, the meaning of mobocracy is mob·oc·ra·cy (mb-kr-s) n. pl. mob·oc·ra·cies

  1. Political control by a mob.
  2. The mass of common people as the source of political control.

Demokrasi hanya bisa sukses bila para individu menjadi mandiri, kritis dan berpartisipasi dalam suatu masyarakat, bukan menjadi bagian pasif dari suatu massa, yang hanya bisa ikut-ikutan.

Namun dalam suatu masyarakat dan sistem yang Paternalistik, Chauvinistic dan Feodal, sengaja sikap kristis ini dimandulkan demi kepentingan status quo dan para penguasa dan kaum elitis. Masyarakat dibikin pasif seperti robot, sebuah Mobocrazy yang bisa digerakan sekehendak hati para penguasa, sesuai dengan kepentingan mereka. Harmonis merupakan kata favorit mereka. Kalau ada perbedaan pendapat dan sikap kristis langsung harus dibungkam karena bisa merusak harmoni (ala penguasa) dalam masyrakat.

Mobocracy atau the rule of the mob, merupakan kritik Aristoteles terhadap demokrasi di awal-awal kelahirannya. Ia menggambarkan demokrasi sebagai sebuah sistem yang bobrok, karena sebagai pemerintahan yang dilakukan oleh massa, rentan akan anarkhisme, dan sangat sulit dibayangkan adanya suatu kelompok yang besar (mayoritas) memimpin kelompok yang jumlahnya lebih kecil (minoritas).”

Mobocracy timbul karena kaum-kaum elite menggunakan emosi rakyat sebagai alat untuk memaksakan kehendak mereka. Mobocracy sering terjadi dalam negara yang pemerintahan pusatnya kurang stabil. Contohnya, negara-negara yang baru lepas dari sistem authoritarian dan menuju sistem demokrasi.

Kejatuhan sistem authoritarian menyebabkan kekuasaan jatuh ke tangan segelintir kelompok-kelompok politik atau ke tangan elite-elite politik yang memiliki dukungan golongan. Namun, seperti biasanya, dalam pemerintahan, akan terjadi pertentangan antara kaum-kaum elite ini. Sering satu kelompok terdesak dan merasa kedudukannya terancam seperti karena skandal, kurangnya legitimasi, atau melemahnya posisi mereka.

Bisa juga salah satu atau beberapa kaum elite ingin mendapat dukungan lebih banyak dari rakyat demi legitimasi. Cara termudah untuk lebih banyak mendapatkan dukungan adalah mereka berupaya membangkitkan emosi rakyat dengan berusaha membuat rakyat atau kelompoknya merasa kepentingan mereka terancam.

Ada beberapa faktor yang bisa “membantu” kaum elite membakar emosi rakyat. Pertama: adanya rasa takut dalam diri rakyat sendiri. Misalnya, kalau rakyat merasa kepentingan mereka terancam oleh unsur yang mereka anggap dari luar. Kedua: adanya faktor satu target atau musuh pada rakyat yang sedang dibangkitkan emosinya itu. Ketiga: kondisi ketika pemerintahan sedang labil yang disebabkan kekalahan perang, kerusakan ekonomi, atau masa pergantian pemerintahan dari autocracy ke oligarchy atau democracy.

Pelaku-pelaku ”mobocrazy” pandai bela diri. Sebagian melarikan diri, sebagian menyalahkan para pengelola negeri, dan sebagian lagi mengarang teori konspirasi. Tidak mengherankan ”mobocrazy” justru semakin meningkatkan apatisme masyarakat terhadap demokrasi. Sebagian kalangan bahkan menyimpulkan bangsa ini sesungguhnya kurang compatible dengan sistem demokrasi.

Negara Gempa

Bangsa ini sudah cukup lama diguncang gempa, baik gempa denotatif berskala Richter maupun gempa konotatif: gempa politik, gempa sosial, gempa ekonomi, dan gempa budaya. Gempa konotatif jauh lebih rutin dan panjang daripada gempa denotatif yang datang secara berkala, sesuai dengan hukum alam.

Warisan penderitaan itu pula yang menjadikan bangsa kita ”membiarkan” Orde Baru-Soeharto mampu menciptakan ”gempa” selama 32 tahun. Dalam rentang waktu yang lumayan menyesakkan itu, Orde Baru-Soeharto mampu membelokkan dinamika sosial-politik-ekonomi negeri ini yang semula berciri kerakyatan, sipil, dan antimodal asing menjadi elitis, militeristis, dan promodal asing.

Arus utama yang dibangun Orde Baru-Soeharto itu masih mendominasi hingga kini, di mana ekonomi kapitalistik neoliberal mengatur setiap tarikan napas kita. Akibatnya, bangsa kita semakin kehilangan kedaulatan dan negara lebih berperan sebagai ”panitia” pasar bebas.

Mereka yang prosistem ekonomi dan politik liberal mungkin menganggap kondisi sekarang ini merupakan pencapaian bangsa yang ”gilang-gemilang”. Kalau toh kemiskinan dan kebodohan masih menganga, itu karena ”kesalahan rakyat sendiri yang tidak pintar dan kaya”.

Mereka lupa bahwa kemiskinan dan kebodohan adalah anak kandung sistem yang tidak distributif sehingga aset dan akses menggumpal hanya di lingkaran kekuasaan yang terbatas dan tertutup. Inilah kondisi yang oleh Mahatma Gandhi dianggap bertentangan dengan ukuran ideal suatu negara. Menurut Gandhi, ukuran kebesaran suatu negara harus didasarkan pada betapa pedulinya negara kepada rakyatnya yang paling lemah (2)

era SBY jilid satu adalah era “presiden sial”

Juan Linz, profesor bidang Ilmu Politik dari Yale University, pernah melontarkan tesis bahwa negara yang menerapkan sistem pemerintahan presidensial di atas struktur politik multipartai cenderung melahirkan konflik antara lembaga presiden dan parlemen.

Tesis di atas diperkuat oleh hasil studi Scott Mainwaring dan Matthew Soberg Shugart yang menyatakan bahwa kombinasi antara presidensial dan multipartai akan melahirkan presiden minoritas (minority president) dan pemerintahan terbelah (divided government). Ini adalah sebuah kondisi ketika presiden sangat sulit mendapatkan dukungan politik di parlemen.

Tesis Linz maupun Mainwaring dan Shugart sedikit atau banyak terjadi di era SBY pada periode pemerintahan 2004-2009. Saat itu, SBY cukup direpotkan oleh manuver politik partai-partai besar di parlemen, termasuk Partai Golkar yang ketua umumnya JK.

Kerepotan SBY itu setidaknya bisa dilihat pada tiga fakta politik saat itu. Fakta pertama, kuatnya kontrol parlemen terhadap pemerintahan. Akibatnya, kebijakan presiden sangat sulit mendapatkan dukungan politik di parlemen. SBY beberapa kali “diancam” dengan penggunaan hak angket serta penarikan dukungan. Itu menjadi alat negosiasi parpol dengan SBY.

Fakta kedua, dalam proses pembentukan dan reshuffle kabinet, partai politik mengebiri hak prerogatif presiden dengan melakukan intervensi. Akibatnya, presiden terpaksa lebih akomodatif untuk memuaskan parpol. Fakta ketiga, koalisi parpol yang mendukung pemerintah di parlemen berjalan tidak efektif. Ikatan koalisi sangat cair dan cenderung rapuh. Misalnya Partai Golkar. Meski partai ini jelas-jelas berkoalisi dengan pemerintah karena kader-kadernya menjadi menteri, di parlemen Partai Golkar tidak selalu sejalan dengan SBY.

Tiga fakta itulah yang bisa menggambarkan betapa repotnya SBY dalam menjalankan pemerintahan. Karena itu, muncul guyonan, era SBY saat itu adalah era “presiden sial” (presiden yang bernasib sial).

BAGAIMANA kira-kira jalannya pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Wakil Presiden Boediono setelah pada bulan ini mereka dilantik? … esbeye dua ; fa ‘aina tadzhabuun …

sebuah opini anak negeri (dari berbagai sumber inspirasi)

Update 12 Oktober 2009 Sebuah catatan yang menarik dari Arie Sujito, pemerhati masalah sosial politik asal Universitas Gadjah Mada (UGM) tentang arah esbeye dua yang dimuat di liputan6.com

SBY Akan Buat Skema Korporatisme Politik

Arie Sujito, pemerhati masalah sosial politik asal Universitas Gadjah Mada (UGM), memperkirakan presiden terpilih Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY akan membuat skema korporatisme politik dalam kabinetnya. “…Skema korporatisme antara Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, dan Partai Golkar,” kata Arie di Yogyakarta, Ahad (11/10).

Menurut dia, komposisi kabinet kemungkinan proporsional antara partai politik (parpol) dan kalangan profesional. Hanya saja, kekuasaan dikelola dan disangga koalisi tiga parpol besar dengan arah yang sama. “Dengan skema tersebut maka jelas tidak akan ada oposisi efektif, sementara parpol-parpol kecil hanya menjadi penggembira sirkuit politik,” kata Arie, seperti dikutip ANTARA.

Ia menjelaskan, jika tidak ada terobosan maka parpol kecil tidak akan mampu mengimbangi kekuatan skema korporatisme tersebut. Dengan demikian, masyarakat sipil harus berkonsolidasi untuk mengimbanginya. “Dengan cara membuat regrouping untuk membangun basis-basis gerakan sipil yang kuat, sembari mempersiapkan pertarungan baru menuju Pemilu 2014,” ujar Arie.

Lebih jauh Arie mengatakan, bila masyarakat sipil tidak berani membangun basis-basis kekuatan sipil maka dikhawatirkan proses demokratisasi di negeri ini akan berjalan di tempat. Tentunya, imbuh dia, keadaan tersebut tidak akan memberikan pembelajaran yang baik bagi masyarakat.

“Jika masyarakat sipil tidak memilki basis kekuatan untuk mengimbangi korporatisme tersebut maka akan mengalami kemandegan demokrasi karena tidak ada lagi oposisi efektif,” urai dia.

Arie menambahkan, dominasi ketiga parpol tersebut dan kemenangan mutlak SBY memang tidak akan menghasilkan otoriterisme. Namun, dominasi itu juga tidak akan meningkatkan kualitas demokrasi di Indonesia.

esbeye dua ; fa ‘aina tadzhabuun … Baca juga !!!

  • vox populi belum tentu vox dei
  • Jejak Negeri Memilih Demokrasi
  • Dosa-dosa Demokrasi
  • About these ads

    56 comments on “esbeye dua ; fa ‘aina tadzhabuun …

    1. ABDUL AZIZ
      Oktober 10, 2009

      Assalamu’alaikum,

      Kang baru bisa mampir lagi nih. Disuguhi tulisan menarik, sayang tidak ada kesimpulan bahwa sekarang ini terjadi mobocrazy atau tidak.

      Beberapa hari yang lalu TK, yang malas ke Senayan itu,dilantik jadi ketua MPR, padahal sebelumnya partainya itu menjadi oposisi. Kemarin kaki tangannya jadi ketum PG, dan salah seorang yang direkrut menjadi anggota kabinet PG adalah si kutu loncat Rizal Malarangeng orangnya esbeye itu. Bagaimana Kang? Mobocrazy ?

      Judul di atas dengan kata “fa aina tadzhabuun ?” Kok rasanya seperti bertanya pada saya Kang.Soalnya hari ini tepat sekian puluh tahun lalu saya ngaborojol ka alam dunya ieu. Saya sudah cukup panjang menyia-nyiakan waktu yang diberikan Allah SWT.

      Jadi saya bertanya pada diri sendiri,”fa aina tadzhabuun ? “. Quo Vadis ?

      Neda pidu’ana we Kang.
      Hatur nuhun

      Salam

      —————
      Kopral Cepot : Hatur tararengkyu silaturahmi na … jejak sejarah masih panjang untuk dilalui kemana arah melangkah apakah menuju shu’ul khotimah atawa khusnul khotimah. Semua berharap baik diri pribadi, keluarga bahkan negara ini menuju Khusnul Khotimah

    2. حَنِيفًا
      Oktober 10, 2009

      Fakta ke NOL:
      Setiap dimulainya era esbiye… bencana sana-sini :mrgreen:
      2004 – tsunami aceh, longsor sampah… duh :(
      2009 – gempa bumi,… lengser duwit…. duh juga :(

    3. Hafid Algristian
      Oktober 10, 2009

      “bahwa negara yang menerapkan sistem pemerintahan presidensial di atas struktur politik multipartai cenderung melahirkan konflik antara lembaga presiden dan parlemen.”

      hmm… betul juga..
      *manggutmanggut*

      makasii infonya, kang. salam kenal ;)

      • kopral cepot
        Oktober 10, 2009

        *mangutmangut*
        salam kenal juga ;)

        • KangBoed
          Oktober 11, 2009

          kenalan yuuuuuuuuuuuuuuk

          • Dangstars
            Oktober 11, 2009

            yoooooooooooooo…
            Kenalaaaannnzzzx

          • dedekusn
            Oktober 12, 2009

            kenalaaannn yok….

          • KangBoed
            Oktober 13, 2009

            Nyooook kenalan Nyaaaaaaaaak

    4. KangBoed
      Oktober 11, 2009

      Tiada bosan bosannya mengajak sahabatku untuk melangkah….

      “Demi Masa sesungguhnya manusia itu merugi”

      Sebab tiadalah semua ini kecuali kembali kepada Fitrah Diri
      Mari bersama kita saling mensucikan diri menuju Illahi Robby
      Membersihkan diri melangkah menemukan diri sebenar diri
      Mulai menghampiri DIA tulus ikhlas karena CINTA
      Meraih keselarasan diri dalam Ketenangan Jiwa
      Menjadi Manusia seutuhnya meliputi lahir bathin
      Dahulu datang putih suci bersih
      Mudah mudahan kembali suci putih bersih

      Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang
      ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaaaank
      I Love U fuuulllllllllllllllllllllllllllll

    5. Dangstars
      Oktober 11, 2009

      Sekarang kita berharap Presiden yang terpilih menjalankan tugas pemerintahannya dengan sesuai janjinya dan tegas..
      Sebab di negara kita diperlukan pemimpin yang tegas,berani dan kuat.

    6. NoRLaNd
      Oktober 11, 2009

      mnurut ku se, tidak ada perubahan signifikan untuk 5 tahun kedepan, sama seperti 5 tahun yang lampau….

      • dedekusn
        Oktober 12, 2009

        hmmmmm masa sih?

        • KangBoed
          Oktober 13, 2009

          mudah mudahan enda sih.. walau kemungkinan besar malah sebaliknya

    7. Love4Live
      Oktober 11, 2009

      Democracy?
      Saya lebih suka menyebutnya Democrazy…

      • dedekusn
        Oktober 12, 2009

        demogelooo… :)

        • KangBoed
          Oktober 13, 2009

          DEMO CRAZY..

    8. abifasya
      Oktober 11, 2009

      Shilaturrahmi ba’da idul fitri neh sahabatku
      Apa Kabar ?
      Dah Lama aku tak Berkunjung
      Semoga Allah senantiasa melindungi Kita
      Salaaaaaaaaaaaaaaam

      —————-
      Kopral Cepot : Lama tak sua pak guru … kabar baik … amin :)

      • dedekusn
        Oktober 12, 2009

        Damang Mr. Guru?

        • KangBoed
          Oktober 13, 2009

          Kamana wae kang Ibing teeeeehhhh..

    9. nusantaraku
      Oktober 12, 2009

      SBY akan lebih mudah menjalan pemerintahnya.
      Meskipun kritis (dibuat kritis untuk tontonan media), namun semua akan “yes…sir…yes..sir”..

      —————–
      Kopral Cepot : “yes…sir…yes..sir”.. sir yg disana … sir yg disini :lol:

      • dedekusn
        Oktober 12, 2009

        “yes…sir…yes..sir”.. what this?

        • dedekusn
          Oktober 12, 2009

          NAON ETTEH KANG cEPOT?

          • KangBoed
            Oktober 13, 2009

            Kang Chpot aya.. eteh na mah tos bobo

    10. gaelby salahuddin
      Oktober 12, 2009

      Assalamu’alaikum wr. wb.

      Rasulullah pernah mengatakan dalam salah satu hadits. bahwa akan ada suatu zaman dimana kebenaran akan dikucilkan, sedangkan kecurangan dan kedzoliman akan menjadi tren.

      Trimakasih atas pencerahannya yg sgt bagus, dzadjakumullah khairan,

      Wassalam

      ——————
      Kopral Cepot : Hatur tararengkyu atas silaturahmi n tausyiah-nya :)

    11. dedekusn
      Oktober 12, 2009

      NUHUN KANG, INFO nya membuat sy melek

      • kopral cepot
        Oktober 13, 2009

        sing enggal damang belek na :lol:
        pissssss ach :)

        • KangBoed
          Oktober 13, 2009

          doooooooooh karunya teuing kasep kasep belekan,,..

    12. KangBoed
      Oktober 13, 2009

      Bangsa ini sudah cukup lama diguncang gempa, baik gempa denotatif berskala Richter maupun gempa konotatif: gempa politik, gempa sosial, gempa ekonomi, dan gempa budaya. Gempa konotatif jauh lebih rutin dan panjang daripada gempa denotatif yang datang secara berkala, sesuai dengan hukum alam.

      • KangBoed
        Oktober 13, 2009

        WASPADALAAAAAAAAH dan Berhati hatilah.. Bangkit dan Sadarilah.. segera melangkah dalam Taubatan Nasuha.. menemukan diri sebenar diri.. bergandengan tangan lahir dan bathin.. hidup Eling dalam kesadaran dan waspada dalam setiap langkah serta mengambil hikmah dalam kehidupan.. hayooooo.. bergandengan tangan bersama.. menemukan ketenangan JIWA.. JIWA JIWA yang MERDEKA
        Salam Sayang Selalu

        • KangBoed
          Oktober 13, 2009

          Krisis Multi Dimensi sedang terjadi saat ini… disini..
          Krisis Moral yang sungguh dahsyat dan luar biasa
          Menimpa semua golongan… atas… tengah… bawah…
          Korban fikir.. logika… angan angan dan peradaban
          Tertipu tuhan tuhan yang palsu… yaaaa palsuuuuuuu

          Keseimbangan alam semesta benar berubah dahsyat
          Bumi akan bergetar menelan manusia manusia yang takabur
          Air dan angin akan menyapu manusia manusia yang lupa diri
          Api akan membakar… sehingga terjadilah emosional tak terkendali
          Waspada jika semuanya berkonspirasi bergerak berdendang bersama

          Jikalau itu terjadi… dan mungkin saja terjadi…
          Kemanakah engkau akan berlindung ???…
          TUHAN…. Hahahahahahahaha………….
          Sudahkah engkau mengenal TUHAN ???…
          Kenal diri sendiri juga TIDAK… boro boro…

          • KangBoed
            Oktober 13, 2009

            Keseimbangan alam terganggu disebabkan keseimbangan dalam diri manusia yang sudah rusak hebaaaat.. sesuai hukum alam menampung semua keburukan dan nafsu emosi angkara murka.. mungkin hanya 1 : 10000.. hmm skala yang mengerikan dari diri yang benar benar seimbang.. tapi entahlaaaaaahhhh !!!.. sedikit lamunan si botol kosong yang pernah dituliskan dalam Krisis Multi Dimensi .. ZOMBIE = Mayat Hidup … Takabur Lupa Diri.. Hilangnya Jati Diri Manusia ..

            Menuju kepada perubahan yang lebih baik maka harus ada pembaharuan…. Dan adanya pembaharuan itu, segala sesuatu yang sudah tidak ada keseimbangan harus di rombak secara total keseluruhan dan setelah itu barulah di tegakkan kembali Alam dengan keberadaan yang baru yang tenang aman dan damai. Karena ketidak seimbangan Alam yang terjadi dimuka Bumi ini karena ulah Manusia yang tidak “Tahu diri”. Dan Saya rasa karena itulah Tuhan menurunkan segala macam bentuk bencana-bencana yang terjadi yang di ikuti dengan kerusuhan-kerusuhan, pertikaian, perdebatan bahkan peperangan. dan waspadalah jika kerusuhan sudah diikuti dengan penjarahan.. maka waktu akan bermain Agar Tuntas secara menyeluruh SELEKSI ALAM yang akan berganti dengan ALAM yang TENANG, AMAN dan DAMAI.

    13. yosbeda
      Oktober 13, 2009

      ampuuunnn deh, tulisanya panjang bgt…
      pusing…. :mrgreen:
      ————————–
      kunjungan pertamax nie..
      lam kenal dulu aj deh dr yos

      —————-
      Kopral Cepot : ;) lam kenal jug

    14. Ping-balik: Kontemplasi Anak Negeri » Blog Archive » esbeye dua; fa ”aina tadzhabuun ….

    15. indra1082
      Oktober 13, 2009

      Indonesia aman dan damai sajalah :grin:

    16. yangputri
      Oktober 14, 2009

      mampir kang pagi hari

    17. sekoteng
      Oktober 14, 2009

      Lanjutkan….esBeye!
      Numpang mampir salam kenal.

    18. Ping-balik: Presiden Yudhoyono dan “Demokrasi Mataraman” « Biar sejarah yang bicara ……..

    19. sikapsamin
      Oktober 17, 2009

      Sebagai ‘Pengamat SokSial Politik’ lulusan UGD (hi..hi..), saya perlu menggaris-bawahi beberapa hal:

      1. Utk. Mandela/Afrika-Selatan:
      – istilah ‘semangat membalas-dendam’ SEHARUSNYA ‘SEMANGAT KEADILAN DAN
      PERTANGGUNG-JAWABAN’
      – Mandela SEHARUSNYA MENEMPUH JALUR MAHKAMAH-INTERNASIONAL ;
      2. Mobocrasy adalah ‘DEMOKRASI OVER-DOSIS’ atau ‘DEMOKRASI RABIES’
      – George Bush adalah CONTOH TERBAIK UTK DEMOKRASI-RABIES ini;
      3. Oposisi adalah SISTIM-KONTROL.

      Salam Tunggal-Sikep
      Bakuh-Kukuh-Utuh…NKRI
      Samin adalah Sikap

    20. Ping-balik: ebeye “menculik miyabi” « Biar sejarah yang bicara ……..

    21. Ping-balik: Virus, Namru 2 dan Ibu Menkes Baru « Biar sejarah yang bicara ……..

    22. Ping-balik: Menteri Yang Berani Melawan Amerika Digusur « Detikmall’s – Indonesia Malls Online

    23. Ping-balik: Virus, Namru 2 dan Ibu Menkes Baru « Kutilangpsyche's Blog

    24. Ping-balik: Repost: Virus, Namru 2 dan Ibu Menkes Baru « Wordpress Test

    بسم الله الرحمن الرحيم

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Google+ photo

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s

    Arsip Serbasejarah

    Serbasejarah Community

    RSS Koment tangkyu

    Ter-apresiasi..

    %d blogger menyukai ini: