Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Intelijen? ; Belajar Intelijen sebagai Ilmu

Apakah Definisi Intelijen?

Intelijen dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan langsung dari Intelligence (N) dalam bahasa Inggris yang berarti kemampuan berpikir/analisa manusia. Mudahnya kita lihat saja test IQ (Intelligence Quotient), itulah makna dasar dari Intelijen.

    Intelijen atau Intelligence berarti juga seni mencari, mengumpulkan dan mengolah informasi strategis yang diperlukan sebuah negara tentang negara “musuh”. Dari definisi ini berkembang istilah counterintelligence yang merupakan lawan kata dari intelligence.
    Intelijen juga merujuk pada organisasi yang melakukan seni pencarian, pengumpulan dan pengolahan informasi tersebut di atas. Dengan definisi ini intelijen juga mencakup orang-orang yang berada di dalam organisasi intelijen termasuk sistem operasi dan analisanya.

USA, Russia (sejak era Uni Soviet) adalah dua negara yang mengembangkan intelligence mengarah pada sebuah field science baru. Keberadaan sejumlah Akademi di Russia, bahkan Sekolah Tinggi sampai Graduate School di USA (bersepesialisasi di bidang intelijen) merupakan langkah-langkah gradual menuju penciptaan field science of intelligence.

Sementara di sebagian besar negara “besar” seperti Inggris, Perancis, dan China, Intelligence masih dianggap sebagai seni yang dirahasiakan dan hanya diajarkan pada calon-calon agen intelijen selama beberapa tahun.

Hakikat Keberadaan Organisasi Intelijen

Mungkin kebanyakan orang menyangka keberadaan organisasi intelijen semata-mata hanya untuk kepentingan pemerintah atau elit politik yang berkuasa. Hal ini merupakan kekeliruan persepsi yang sangat membahayakan bagi nama baik sebuah organisasi intelijen. Dalam kasus kebijakan represif negara junta militer, otoriter, rejim komunis dan revolusi sejenisnya, memang terjadi penyimpangan fungsi intelijen yang hakikatnya ditujukan untuk menghadapi ancaman dari luar negara menjadi alat represi bagi pemerintah.

Teknik, mekanisme kerja, sistem analisa dan produk yang dihasilkan organisasi intelijen di manapun di dunia adalah sejenis, yaitu berupa hasil olah analisa berdasarkan data-data yang akurat dan tepat serta disampaikan secepat mungkin kepada para pengambil keputusan dalam sebuah negara.

Tidak ada yang misterius, aneh ataupun luar biasa dalam organisasi intelijen. Secara historis dan alamiah, organisasi intelijen memiliki ciri tertentu yang telah diketahui masyarakat luas, yaitu prinsip kerahasiaan. Ciri utama inilah yang kemudian menimbulkan tanda-tanya bagi masyarakat. Selanjutnya timbul pula praduga-praduga yang belum tentu benar sehingga mitologi intelijen menjadi semakin kabur dalam bayang-bayang cerita atau kisah nyata, cerita fiksi dan fakta terjadinya peristiwa yang sulit diungkapkan secara transparan kepada khalayak.

Definisi tugas pokok intelijen di seluruh dunia cukup jelas, yaitu pada umumnya bertugas mengumpulkan intelijen (informasi) dan melakukan operasi tertutup (kegiatan rahasia) di luar negeri. Intisari dua kegiatan utama tersebut adalah mengidentifikasi dan mencegah ancaman terhadap negara dan warga negara serta untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan negara.

Sementara itu, apa yang dimaksud dengan kegiatan intelijen di dalam negeri adalah kontra-intelijen (kontra-spionase), yaitu kegiatan rahasia yang ditujukan untuk mendeteksi kegiatan intelijen negara asing di dalam wilayah teritorial negara kita. Dalam perkembangannya kegiatan kontra-intelijen lebih ditujukan untuk menangkal kegiatan terorisme internasional maupun kejahatan trans-nasional.

Tidak ada istilah meng-inteli warga negara yang “kontra” pemerintah. Model ini hanya ada dan muncul di negara-negara blok komunis, junta militer dan negara otoriter dengan tujuan melanggengkan kekuasaan. Sementara di negara demokrasi, transparansi dan persaingan politik yang sehat dalam koridor hukum sewajibnya diterima sebagai aturan main dan intelijen harus “bersih” dari soal dukung-mendukung kekuatan politik yang bersaing di dalam negeri. Sangat mirip dengan peranan militer dalam negara demokrasi.

Apa yang sering disebut sebagai intelijen tingkat instansi dan intelijen polisi lebih mengarah pada spesifikasi sasaran operasi, dan mereka tidak melakukan operasi intelijen seperti hakikatnya intelijen. Apa yang mereka lakukan adalah penyelidikan dan penyidikan atas suatu pelanggaran hukum. Adapun teknik dan mekanisme kerjanya bisa saja sama dengan intelijen “murni”.

Intelijen militer bisa dianggap sebagai saudara kandung intelijen sipil. Tujuan, motivasi dan hakikat operasinya bisa dikatakan sama. Hanya saja cakupan ruang operasinya yang sedikit berbeda, bahkan seringkali terjadi operasi gabungan sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing. Perbedaan hanya sedikit dalam tujuan operasi taktis (jangka pendek), sekedar contoh misalnya saja signal intelligence (SIGINT) sangat vital bagi intelijen militer karena terkait dengan pendeteksian mobilisasi militer asing yang menjadi pihak lawan (oposisi). Sementara itu, SIGINT bagi intelijen sipil lebih bermanfaat dalam mengamankan operasi tertutup di negara lawan dengan melakukan coding informasi yang rumit dan sulit dipecahkan lawan.

Meskipun dinamakan Organisasi Intelijen Sipil, organisasi intelijen yang baik tidak bisa hanya berwarna sipil karena pentingnya sentuhan militer. Hakikatnya merupakan gabungan antara kemampuan militer (tempur) atau combatants dan petugas intelijen (intelligence officers). Dengan kata lain, meskipun seorang anggota intelijen berlatar belakang militer dia juga punya kemampuan seluwes orang sipil. Sebaliknya petugas intelijen sipil wajib mempunyai kemampuan militer yang cukup. Mereka semua wajib untuk loyal dan bersumpah setia demi keselamatan rakyat dan negara. Intelktual, bakat, dedikasi dan keberanian adalah beberapa hal yang menjadi modal utama insan intelijen baik sipil maupun militer.

    “Sebagai orang Indonesia yang peduli dengan reformasi intelijen Indonesia, terus terang saya sangat sedih dan kecewa dengan perkembangan, dinamika, serta prospek intelijen di Indonesia.
    Mudah-mudahan tulisan singkat ini dibaca dan dipahami oleh generasi muda, intelektual dan mereka yang aktif di dunia intelijen. Harapan saya adalah bangkitnya semangat dan berkembangnya kreatifitas serta kesungguhan dan tekad yang kuat dalam membangun organisasi intelijen di Indonesia yang ideal, bisa diaplikasikan serta memiliki citra positif di mata masyarakat Indonesia dan disegani oleh lawan yang menjadi ancaman bagi negara dan warga negara Indonesia”. (Senopati Wirang)

 

Bidang  Studi Intelijen

Apa sebenarnya yang wajib dipelajari dalam studi intelijen secara akademik?

Pertanyaan itu terus menggelitik hati dan pikiran saya sejak Pak Hendropriyono menggagas dan akhirnya mewujudkan sekolah Intelijen setingkat S1 dan S2 beberapa tahun silam. Tanggung jawab dalam mencetak kader intelijen yang memiliki kapasitas kesarjanaan yang tinggi secara akademis terus membayangi sekolah Intelijen. Karena saya tidak bisa ikut campur dalam penyusunan kurikulum maupun penyelenggaraan sekolah tersebut, maka saya akan ungkapkan apa-apa yang wajib dipelajari dalam studi intelijen berdasarkan survey internet dan pengalaman sekolah saya (senopati wirang), sbb:

  1. Konteks studi intelijen seyogyanya lebih luas dari studi politik, ekonomi, hubungan internasional, kebijakan luar negeri, hukum internasional, kriminologi, etika, psikologi, dan usaha-usaha negara bangsa dalam memelihara keamanan politik, sosial, ekonomi, dan militer. Dengan kata lain studi intelijen bersifat multidisplin.
  2. Sebagai pondasi, diperlukan studi logika, matematika dan statistik serta dasar-dasar ilmu alam, filsafat manusia dan filsafat ilmu pengetahuan, geografi, dan sejarah dunia.
  3. Sebagai pengetahuan praktis dan teknis perlu dikembangkan spesialisasi khusus seperti bahasa asing, fotografi dan teknologi audio video, ilmu komputer, teknologi komunikasi, dan teknologi sistem pengamanan.
  4. Sebagai pilihan studi bisa disusun berdasarkan area studies (kajian wilayah/kawasan misalnya Asia Tenggara) atau issues studies (kajian masalah misalnya Terrorisme).
  5. Sebagai studi utama, tentu saja tetap mengajarkan dasar-dasar intelijen mulai dari internal security sampai pada analisa intelijen strategis tingkat advance.

The intelligence cycle

The intelligence cycle adalah proses mengolah informasi mentah menjadi produk intelijen yang disampaikan kepada pengambil kebijakan untuk digunakan dalam penentuan kebijakan dan langkah-langkah pelaksanaan kebijakan. Ada 5 langkah dalam perputaran intelijen.

  1. Planning and Direction. Merupakan manajemen informasi mulai dari identifikasi data-data yang diperlukan sampai pengiriman produk intelijen ke pengambil kebijakan atau pengguna produk intelijen. Merupakan awal dan akhir dari lingkaran. Menjadi awal karena berkaitan dengan penyusunan rencana yang mencakup kebutuhan pengumpulan informasi yang spesifik dan menjadi akhir karena produk akhir intelijen yang mendukung keputusan kebijakan, menciptakan permintaan-permintaan produk intelijen yang baru. Keseluruhan proses mengacu pada petunjuk pengambil kebijakan seperti Presiden atau Perdana Menteri, pembantu-pembantu di jajaran eksekutif seperti Dewan Keamanan Nasional, anggota kabinet….yang kesemua itu mengawali permintaan khusus kepada intelijen.
  2. Collection. Adalah pengumpulan data/informasi mentah yang diperlukan untuk memproduksi analisa intelijen. Ada banyak sekali sumber-sumber informasi termasuk informasi terbuka seperti berita radio asing, surat kabar, majalah, internet, buku, dll. Informasi terbuka merupakan salah satu sumber utama intelijen yang harus dimekanisasikan secara disiplin menjadi sebuah rutinitas sehari-hari yang menjadi supply tidak terbatas yang akan mendukung analisa intelijen. Bila anda pernah berkunjung ke CSIS di Tanah Abang III Jakarta, perhatikan bagaimana intelijen masa Orde Baru berbagi teknik dengan lembaga penelitian dan menjadikannya sebagai salah satu lembaga yang disegani. Guntingan Koran CSIS adalah khas pekerjaan membosankan yang sangat vital bagi intelijen, khususnya bagi perwira analis, karena dengan mengikuti setiap waktu perkembangan terkini dari media massa akan melatih insting analisanya. Di samping itu, ada juga informasi rahasia dari sumber-sumber yang rahasia pula. Informasi ini hanya memiliki prosentase yang kecil namun sifatnya amatlah sangat penting sehingga sering juga menjadi penentu dari sebuah produk intelijen. Biasanya diperoleh dari operasi tertutup oleh para agen intelijen atau melalui informan. Secara teknis penngumpulan data juga dilakukan oleh peralatan canggih secara elektronik dan fotografi serta satelit.
  3. Processing. Berkaitan dengan interpretasi atas data/informasi yang sangat banyak. Mulai dari penterjemahan kode, penterjemahan bahasa, klasifikasi data, dan penyaringan data. Dalam organisasi intelijen tradisional dan konservatif, seorang agen baru seringkali harus melalui masa-masa membosankan melakukan pemilahan data berdasarkan kategori yang ditentukan atasannya. Hal ini sangat penting untuk membiasakan diri dalam menyusun jurnal pribadi maupun jurnal unit yang sangat vital dalam mempercepat proses penemuan kembali data-data lama yang tersimpan. Juga membiasakan diri untuk segera melihat data dari sudut pandang potensi spot intelijen atau memiliki potensi ancaman.
  4. All source Analysis and Production. Merupakan konversi dari informasi dasar yang telah diproses menjadi produk intelijen. Termasuk didalamnya evaluasi dan analisa secara utuh dari data yang tersedia. Seringkali data yang ada saling bertentangan atau terpisah-pisah. Untuk keperluan analisa dan produksi, seorang analis, yang biasanya juga spesialis bidang tertentu, sangat memperhatikan tingkat “kepercayaan”data (bisa dipercaya atau tidak), tingkat kebenaran dan tingkat relevansi. Mereka menyatukan data yang tersedia dalam satu kesatuan analisa yang utuh, serta meletakkan informasi yang telah dievaluasi dalam konteksnya. Bagian akhirnya adalalah produk intelijen yang mencakup penilaian atas sebuah peristiwa serta perkiraan akan dampaknya pada keamanan nasional. Salah satu unsur vital dari produk intelijen adalah peringatan dini dan perkiraan keadaan. Sementara model laporan ada macam-macamnya mulai dari yang sangat singkat berupa telpon lisan yang menjadi laporan kepada pimpinan negara, sampai laporan yang cukup tebal mencakup analisa perkiraan keadaan tahunan. Dari beberapa kasus yang terungkap di media massa, terlihat jelas bahwa baik BIN maupun BAIS TNI sangat lemah di sektor analis ini, entah karena sumber daya manusia-nya yang levelnya masih sebatas lulusan akademi militer, D3 atau S1 saja, atau karena memang keterbatasan dana yang menyebabkan lembaga intelijen tidak berkutik soal peningkatan SDM. Bandingkan misalnya dengan CIA atau Mi6 yang secara aktif mengirimkan para analisnya ke universitas-universitas di berbagai negara untuk menempuh studi doktor sekaligus memantapkan spesialisasi masing-masing.
  5. Dissemination. Merupakan langkah terakhir yang secara logika merupakan masukkan untuk langkah pertama. Adalah distribusi produk intelijen kepada pengguna (pengambil kebjiakan) yang biasanya adalah mereka yang meminta informasi kepada intelijen. Untuk kasus Indonesia, pengguna disini hampir identik dengan Presiden.

Kegiatan Rahasia

Metode pengumpulan informasi oleh organisasi intelijen di seluruh dunia selalu mengandalkan human intelligence (humint). Pertanyaannya kemudian adalah apakah metode klasik penyampaian informasi ke kantor pusat masih saja berlangsung. Pola-pola operasi dead drop microfiche dan brushpass, dll tampaknya semakin rawan. Sementara komunikasi melalui internet jelas sangat terbuka oleh program-program deteksi semacam cyberspy dan kaum hacker serta sistem pengawasan oleh provider internet dan pemerintah.

Sistem pengawasan lingkungan yang semakin ketat sejalan dengan perkembangan teknologi mau tidak mau akan menyulitkan kegiatan rahasia di luar negeri.

Berbeda dengan kegiatan rahasia di dalam negeri, kegiatan rahasia di luar negeri tidak saja beresiko karena melanggar hukum sebuah negara melainkan juga karena bisa merusak kredibilitas sebuah negara di mata negara yang dimata-matai. Lebih jauh merusak hubungan diplomatik.

Hal yang paling lucu dari kegiatan rahasia di luar negeri belakangan ini adalah para intel dari berbagai negara akhirnya minum kopi bersama-sama di Starbuck sambil berdiskusi tentang terorisme internasional, tentang masalah internasional, dengan pengecualian masalah di negara masing-masing, lha bagaimana ini…mungkin abad 21 ini merupakan akhir dari kasus-kasus espionage antar negara. Hal ini saya perhatikan terjadi di Paris, Washington DC, Tokyo, Hongkong, Singapore, dan bahkan Jakarta.

Tentu tidak seluruhnya demikian, hal tersebut di atas hanya terjadi diantara organisasi yang sudah menjadi counterpart dan memiliki kesepakatan untuk bekerjasama. Tentu masih ada hal-hal yang bersifat spionase dalam kadar yang relatif berbeda-beda.

Bagaimana dengan kegiatan rahasia di dalam negeri? Dahulu salah seorang junior saya yang berwajah sangar tapi baik hati sering mengajarkan pada calon agen untuk mengutamakan keberanian, karena operasi di wilayah sendiri. Apapun persoalannya bisa diatasi karena kita memiliki “hak” untuk melakukan operasi keamanan. Keberanian yang kadangkala melangkah terlalu jauh dari sisi kerahasiaan, akibatnya ada beberapa agen yang sangat baik harus mengakhiri karirnya dari operasi lapangan karena terekspos ke pihak lawan atau ke publik, contohnya agen yang membongkar jaringan Jamaah Islamiyah.

Mengingat pentingnya kegiatan rahasia dengan segala prinsip-prinsipnya, saya ingin menghimbau kepada seluruh jajaran intelijen untuk kembali menerapkan standar baku kerahasiaan, khususnya dalam membentuk calon agen menjadi agen rahasia.

Agak aneh membahas kegiatan rahasia di media yang tidak rahasia, tetapi dengan variasi pembaca yang tidak saya ketahui, mungkin ada pesan yang tertangkap entah oleh siapa.

Sumber dari “Senopati Wirang” Intelindonesia.blogspot.com

Bacaan Lainnya :

    Dasar-dasar Intelijen (Bagian 1)
    Dasar-dasar Intelijen (Bagian-2)

About these ads

30 comments on “Intelijen? ; Belajar Intelijen sebagai Ilmu

  1. omiyan
    Mei 14, 2009

    Namun intelejen bisa dimanfaatkan buat kepentingan sebuah golongan demi menghancurkan lawan-lawannya….. banyak para toko mantan Intelejen sekarang ada didunia politik sungguh mengerikan buat saya

    —————
    Kopral Cepot : betuuuuul

  2. achoey
    Mei 14, 2009

    Wah, intelejen
    Saya punya teman yang ngasih materi2 intelejin
    Saya di surum belajar
    Tapi saya malah belum membacanya :D

    ——————
    Kopral Cepot : Makanya belajar supaya pinter he he he :)

  3. itempoeti
    Mei 14, 2009

    intelijen itu ilmu sekaligus seni.
    sebagai ilmu dia bisa dipelajari.
    sebagai seni dia perlu talenta.

    —————-
    Kopral Cepot : Makanya sedikit orang yang bisa jadi intel … btw gaji nya berapa yach ? :)

    • agus
      Mei 15, 2009

      kalo kerjanya aja rahasia… gajinya rahasia juga loh… :D

  4. ardhy wajox
    Mei 15, 2009

    tanpa informasi sangat sulitlah pemimpin u mengambil kebijakan so.. pasti

  5. coky
    Mei 22, 2009

    Sebenarnya apa sih “intelijen” koq diributkan!. wong kita hari-hari melakukan intelijen, karena yang punya intelijen emang cuma manusia, sedangkan hewan lain hanya punya insting yg relatif sama disetiap hewan sejenis. Nah itu yg membedakan manusia dgn mahkluk lain, sehingga yg punya intelijen itu just manusia saja.. Jadi tidak perlu pusing. Karena untuk hidup dan menghidupi alias survive itu perlu taktik dan strategi, maka lahirlah kata masnis yang bernama “intelijen” entah berasal dari mana, yg jelas setiap manusia mesti survive ketika menginginkan bertahan hidup, maka dgn intelijen yg dimilki ia dapat mengembangkan segala sesuatunya. Oleh krena itu subhanallah manusia sangatlah lengkap diberi oleh yg maha kuasa sesuatu yg tidak dimilki mahluk lainya walaupun hanya bagaikan setitik air disamudra tapi sekali lagi subhanallah semua dapat merubah dunia yg begitu indah menjadi sesuatu yg mendatangkan murka ALLah. Itulah manusia dgn intelijennya.
    Jadi intelijen adalah : “Harta yg paling berharga, yaitu AKAL yg diberikan hanya kpd manusia”, sedangkan ILMU adalah bekal manusia untuk memahami penciptanya,dirinya dan lingkungannya”, Ilmu yg mana yaitu ilmu yg sudah melalui penerawangan sehingga “ilmu bermaslahat” alias berguna,Sedangkan untuk negara semua itu diabdikan untuk “kepentingan Bangsa dan Negara” bukan kepentingan segelintir.
    Jadi kesimpulanya tidak ada manusia yg lebih hebat dari manusia lainya,tetapi yang ada adalah manusi yg hanya mementingkan diri sendiri yg kelak akan dimurka sang maha kuasa.

    Salam utk kang Copet..eh Cepot

    • Mata Dewa
      Agustus 26, 2009

      setuju. intelijen yang berguna bagi seluruh umat manusia di bumi agar bisa segera menjelajahi luar angkasa bersama sama. merdeka!

  6. Yep
    Juni 15, 2009

    Artikel yang menarik sekali Mas…. Thanks :)

  7. dendamar armaya
    Agustus 2, 2009

    selamat siang bapak, kalau di ijinkan kami ingin sekali belajar terkait iltelejen, dan akan senang sekaligus berbangga apabila kami diperkenankan untuk bergabung, trims.
    salam hormat, Damar Armaya.

    —————-
    Kopral Cepot : Silaken Den Damar .. dengan senang hati :)

  8. Ping-balik: Kronologi Penangkapan M Jibril | Update Blog Terbaru

  9. dani
    Desember 8, 2009

    dunia bisa damai karena orang2 intelijen
    duniapun bisa berantakan karena ulah orang intelijen

  10. komar
    Februari 6, 2010

    yang penting jangan di salah gunakan…….

  11. outsider
    Maret 10, 2010

    begini mas suatu community intelijen memiliki misi masing sesuai dengan organisasi yang mengikatnya…
    yang jelas intelijen itu bermuka dua…seperti lambangnya

  12. imansyahroekka
    Juli 12, 2010

    coba ya mereka selidiki dan kenal saya…
    hmmmm

  13. SENOPATI TANPA LENCANA
    Agustus 14, 2010

    iNTELEJEN..knp tidak buat kehidupan kita

  14. doyan baso
    November 8, 2010

    kopral cepot@ tau dari mana artikel ini.. perlu di pertanggungjawabkan ga??

  15. Bima
    Mei 25, 2011

    Saya ingin sekali mendalami ilmu intelijen. bagaimana caranya. apakah harus bergabung dengan BIN. lalu, bagaimana pula caranya,,mohon kawan-kawan beri petunjuk…Salam!!!

  16. Dhonny S Depari
    September 30, 2011

    pinggin mengetahuin lbih dalam apa itu intelijen??
    dn mungkin kalo bisa d plajarisaya pinggin bergabung.

  17. Samaranji
    Oktober 3, 2011

    Assalamu’alaikum,,, kang KC

    Intel juga manusia…
    Naluri mengolah data2 maupun datum2 adalah anugerah berharga dari Allah Ta’ala. Masing2 kita adalah spionase untuk diri kita sendiri, seorang intel yang “bekerja” untuk suatu institusi atau lembaga pada akhirnya lebih mengutamakan “bekerja” untuk diri sendiri dalam arti lebih mendahulukan keselamatan diri. Bukankah sebenarnya masing2 kita “egois” ? Mementingkan diri sendiri agar meraih ridho-Nya, yaitu dengan jalan berbuat sebaik2nya bagi lingkungan dan agama.

    Saya percaya, setiap manusia terlahir fitrah (suci), dan fitrah manusia adalah mencari kebenaran. Dan kebenaran biasanya diraih dengan cara saling melakukan “pembetulan” (QS Al-Ahsr:3), bukan dengan cara memaksakan “pembenaran”. Selamat berjuang,,,

    • supardiidris
      Desember 19, 2011

      Allah Maha Intelijen….. menguasai seluruh informasi tentang alam semesta, maka Ia putuskan sebuah Kemaha Bijakan, bahwa manusia yang layak menjadi Khalifah di bumi. Sehingga jelas bahwa Intelijen adalah naluri kemanusiaan yang dimiliki stiap manusia, dalam hakikatnya sebagai Pencari Kebenaran.

  18. sik
    Januari 26, 2012

    politik dan politisir…..

  19. KOPRAL JHONO
    Februari 16, 2012

    Sementara itu, apa yang dimaksud dengan kegiatan intelijen di dalam negeri adalah kontra-intelijen (kontra-spionase), yaitu kegiatan rahasia yang ditujukan untuk mendeteksi kegiatan intelijen negara asing di dalam wilayah teritorial negara kita. Dalam perkembangannya kegiatan kontra-intelijen lebih ditujukan untuk menangkal kegiatan terorisme internasional maupun kejahatan trans-nasional.

    Tidak ada istilah meng-inteli warga negara yang “kontra” pemerintah. Model ini hanya ada dan muncul di negara-negara blok komunis, junta militer dan negara otoriter dengan tujuan melanggengkan kekuasaan. Sementara di negara demokrasi, transparansi dan persaingan politik yang sehat dalam koridor hukum sewajibnya diterima sebagai aturan main dan intelijen harus “bersih” dari soal dukung-mendukung kekuatan politik yang bersaing di dalam negeri. Sangat mirip dengan peranan militer dalam negara demokrasi.

    “hahhhahha pengen tertawa bacanya,,,,,,”

    ————
    Kopral Cepot : Sama dunk … sy juga yg nulisnya pengen ketawa :D

    • petruk
      November 25, 2012

      As syukur allhamdulillaah Ilmu intelejen sangat lah bermanfaat utk diri kita sendri dan yg kedua utk bangsa dan negara , manfaat nya sangat besar utk kami pribadi dalam berniaga , bergaul , bisa memproteksi , strategi berdagang , dan pengembangan diri pribadi memotivasi menjadi insan yg berbobot dan berhasil ,
      rasa trimaksih kami ucapkan kpd Lembaga di Negeri Ini yg telah membentuk kami
      menjadi insan yg berguna amin

  20. jono
    Februari 6, 2013

    Apapun itu manusia tetap tidak ada yg benar, yang ada sedikit benar dan mendekati hal yang benar, karena cmn tuhan yg paling benar,,,, kesimpulan nya.

  21. MALAIKAT IZROIL
    Februari 11, 2013

    HIDUP INTELIJEN INDONESIA ???????????????????????

  22. Agung
    Maret 24, 2013

    salam hangat buat Intelijen Indonesia…..!!!

  23. ……….” SUAM – KEN ” ……….. ( dt – malang ).

  24. Washington's Bomber
    April 14, 2014

    Intel? saya juga Intel nih. Maksudnya dpt cri info dr tmpt lain dan apalagi lahh. Bahkan internet saya s*dap juga nih hahaha!

  25. Alied
    April 28, 2014

    nyimak, terimakasih

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: