Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Aku bukan masa lalu, tapi masa lalu membawaku ke masa depan ~kopralogic~
Attention ! Serbasejarah dengan admin Kopral Cepot hanya menulis di blog ini, tidak buka lapak di blogspot, multiply atau lainnya... Hatur tangkyu ;)
Blog pada WordPress.com. Tema: Suburbia oleh WPSHOWER.
wew sedih bgt perjuangannya..!
smoga arwahnya di terima di sisi allah swt..
amiiiiiiiiiin..
Btw si arya surajaya ke mana tuh…kok ngilang ya.
tembong agung ada dugaan sudah dipimpin raja islam prabu guru aji (haji) putih, ini bisa diketahui dari nama bukit di Darmaraja “Pasir Masigit” (bukit mesjid, juga dari kebiasaan raja2 sumedang yang tidak punya selir dan banyak hal2 lainnya.
Hasanudin Penghancur Padjajaran-kekuasaan padjajaran pindah ke sumedang konflik berlanjut banten vs sumedang vs cirebon=perang saudara di tatar sunda …
gwe liat sejarah tidak hanya dari sisi hitam putih;dakwah vs kafir, banyak aspek lain bro …
Alhamdulillah..
Semoga penulis terus menggali tentang hubungan kerja sama raja-raja kecil di tanah pasundan masa silam dengan islam.
Terima kasih.
Seandainya para penjajah nggak masuk Nusantara… tapi sudah takdir jua menentukan lain…
Assalamu’alaykum.. Hanifa, salam kenal kami suka dengan komentar Anda..
Saya senang dengan sejarah dulu, pulau jawa adalah pulah orang – oarang sakti, kekuatan negara indonesia 80 % ada di pulau jawa sebaik nya kita cucu nya harus bisa bersatu dalam membangu daerah nya . dan menjadi kan contoh yang baik bagi genrasi di masa akan datang.
Saya orang bogor asli darah sunda dan keturunan pajajaran mari kita jaga kebudayaan sunda dengan baik. Daan perlu di ketaui Bahwa Pajajaran artinya : Berbaris nya 40 Orang. yang mempuyai Kesaktian dan di sebar kan ke Seluruh Nusantara Yang di Komando Oleh Prabu Siliwangi.
Subhanallah,,,LUAR BIASA Pjuang Sang Pnyebar Islam.Qta hrz bangga dg mrka.
Heheh…Islam apa? Banten nyerbu Sumedang pada hari Jumat bertepatan dengan Idul Fitri. Orang lagi sholat ied di bantai.
Betul sekali ……. itu terjadi ketika sholat ied di Mesjid Tegal Kalong Sumedang. Pasukan Banten bersama konco-konconya yaitu Pasukan Bali dan Bugis ngebantai orang yang lagi sholat ied. Sebelumnya Pasukan Banten gagal terus nyerang Sumedang Larang alias “keok”. Segala cara dilakukan untuk menguasai kerajaan orang.
Coba kita berpikir alasan apa yang masuk akal Kerajaan Banten Nyerang Kerajaan Sumedang Larang? Agama sudah sama – sama Islam, jawabanya pastilah “keserakahan” yang dibungkus oleh Jihad atau Ilamisasi.
Kutipan Uga Wangsit :
“Ti mimiti poé ieu, Pajajaran leungit ti alam hirup. Leungit dayeuhna, leungit nagarana. Pajajaran moal ninggalkeun tapak, jaba ti ngaran pikeun nu mapay. Sabab bukti anu kari, bakal réa nu malungkir! Tapi engké jaga bakal aya nu nyoba-nyoba, supaya anu laleungit kapanggih deui. Nya bisa, ngan mapayna kudu maké amparan.”
“Engké bakal réa nu kapanggih, sabagian-sabagian. Sabab kaburu dilarang ku nu disebut Raja Panyelang!”
Bahasa Indonesia :
“Dari mulai hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang Kotanya, hilang Negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan bekas, selain nama buat orang yang ingin mencari. Sebab bukti yang ada, akan banyak yang menolak! Tapi nanti akan ada yang mencoba, agar yang hilang ketemu lagi. Bisa, tapi mencarinya harus mengunakan amparan (sejenis alat buat duduk bisa sajadah, tikar dll)”
“Nanti akan banyak yang ketemu, sebagian – sebagian. Sebab akan dilarang oleh Raja Panyelang (Raja Sementara / Kemungkinan penguasa setelah Pajajaran Runtuh)