Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Cukup satu kata : L A W A N

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran , maka hendaklah ia melawan kemungkaran itu dengan jalan revolusi. Jika tidak mampu, maka lawanlah dengan menggalang aksi solidarity, dan kalau tidak sanggup, maka lawanlah dengan tulisan. Dan menjadi blogger  itu adalah selemah-lemah ideologi.”

Hanya satu kata pada kemungkaran yaitu LAWAN !!!, Melawan tidak menunggu usia veteran saat sudah tidak memiliki kue peran dalam kekuasaan,  melawan bukan ajang narsis demi eksis di ruang fesbukis, melawan tak pandang zaman sepanjang jalan jajahan dipenuhi semak belukar kaum barbar, melawan tak menunggu pintar dengan selusin gelar dari meja belajar, melawan adalah nurani imani dan ideologi modal dasar melahirkan nyali yang memaksa diri melakukan aksi.

Jangan kita bermimpi kan datang imam mahdi, jangan kau komat-kamit menunggu satria pininggit, tak usah utopis memandang seseorang laksana sang herois. Selama kaki masih bisa berpijak di bumi kenapa diri tak beranjak pergi menuju jalan Ilahi. Melawan bukan jalan bagi yang ingin enak makan, melawan bukan cara para pejantan memikat perawan, melawan kemungkaran adalah jalan kemuliaan meski dunia siap ditinggalkan.

Kemungkaran adalah keadaan zaman yang selalu  memunculkan para pah-lawan, maka kemungkaran adalah hadiah terindah bagi yang ingin tersenyum saat menghuni alam kuburan.

Kemungkaran tak akan tumbang dengan aksi jalanan runtuhkan bangunan, anarkhis bukan cara herois mengikis habis perbuatan iblis, tak ada pah-lawan berjuang dengan cara free-man. Tunjukan jalan iman, propagandakan kebenaran, galang persaudaraan, bangunkan anak negeri dari mimpi terbius sensasi politik ekstasi, maka kan lahir sebuah kekuatan. Kuat – Kuasa  inilah jalan kemenangan.

“Bersabarlah, kuatkan kesabaran dan tetaplah siaga awas dan waspada …” adalah perhiasan jiwa para pejuang kebenaran yang melewati onak duri rintangan dengan senyuman, yang merindui seluruh umatti tetep mempertahankan kekuatan imani, yang terus konsisten pada cita perjuangan.

Dan sejarah telah mengajarkan bagaimana menghadapi kemungkaran dengan cukup satu kata  L A W A N !!! tanpa menghilangkan senyum yang menawan, karena suatu saat istana kan berganti nama hanya dengan satu kedipan mata :D

maka lawanlah dengan tulisan, dan menjadi blogger itu adalah selemah-lemah ideologi ;)

Catatan pengingat :

Setahun yang lalu “prasasti” Wiji Thukul terukir disini memberi peringatan yang masih dan terus relevan hingga hilang yang bernama kemungkaran.

Jika rakyat pergi
Ketika penguasa pidato
Kita harus hati-hati
Barangkali mereka putus asa

Kalau rakyat bersembunyi
Dan berbisik-bisik
Ketika membicarakan masalahnya sendiri
Penguasa harus waspada dan belajar mendengar

Bila rakyat berani mengeluh
Itu artinya sudah gawat
Dan bila omongan penguasa
Tidak boleh dibantah
Kebenaran pasti terancam

Apabila usul ditolak tanpa ditimbang
Suara dibungkam kritik dilarang tanpa alasan
Dituduh subversif dan mengganggu keamanan
Maka hanya ada satu kata: lawan!


About these ads

34 comments on “Cukup satu kata : L A W A N

  1. Ping-balik: Pendidikan Saat ini « Blognya BIMO ADRIAWAN

  2. Ping-balik: In a gentle way, you can shake the world « Biar sejarah yang bicara ……..

  3. Ping-balik: In a gentle way, you can shake the world | membangunkan negeri

  4. حَنِيفًا
    Agustus 11, 2010

    Bukaaaa revo.. eh, salah buka puasa ding .. :D

  5. apa beda kawan dan lawan didepan kekuasa’an

    apa artinya kawan dan lawan dibawah kedudukan

    apa makna kawan dan lawan s’telah kita2 bujur membentang

    camkan !! tiada kawan dan tiada lawan yang abadi kepentingan ……

    ( doktertoeloes ” swiss van java ” buat yang menghargai ….. waktu .).

  6. ROBERT
    Februari 18, 2014

    LAWAN!!

  7. Galih Noviandi
    April 18, 2014

    Nusantara jaya

  8. Riski Munandar
    Mei 2, 2014

    Tulisan yg dapat membuat ku terdiam sejenak… Apakah aku termasuk dalam lingkaran kemungkaran? Apakah masih ada api semangat untuk melawan kemungkaran? Ini adalah negeri para rahwana, negeri para Abu Lahab, negeri para Fir’aun, negeri para mafioso.

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 2, 2010 by in Blog n Me and tagged , , , , , , , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    ya,tapi kami orang toba trauma dengan islam,pasukan islam membantai tanah batak,dan kami tidak takluk dengan pedang.dio bakkara bangga dengan keislam anya,itu boleh saja.tapi alangkah baiknya anda belajar cari sejarah pengislaman tanah batak,walaupun kontroversial tapi jelas lebih mendekati dari pada sejaran yang di tulis pemerintah
    pstruct
  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    betul sekali poang,kita tau siapa yang tukang klaim,bagaimana mungkin sisingamangaraja itu islam,apakah begitu bodohnya ompui lupa tanah batak di bantai islam,yang jauuuuuuh lebih mengerikan dari belanda.
    pstruct
  • Komentar di Perang Jawa-3 ; 1825 – 1830 Perjuangan Islam Melawan Penjajah oleh hendriwibowo Juli 29, 2014
    Habis baca artikel Makasih artikelnya. Lebih membuka mata saya bahwa, jadi tertarik menelisik lebih jauh. Beberapa dokumen lain dari wikipedia, unesco, ternyata mendukung fakta liputannya natgeo bahwa perang diponegoro ternyata skalanya besar dan masif. Thxs buat artikelnya -yang Lebih membuka mata saya bahwa perang ini lebih dari sekedar urusan patok jalan. […]
    hendriwibowo
  • Komentar di Cerita Amriki di PRRI dan CIA di Permesta oleh Tri Jtamadji Juli 28, 2014
    Oh...ternyata gitu to? Selama ini banyak rakyat kita yang di benaknya ( hasil pelajaran resmi ) bahwa mereka adalah murni memberontak demi memisahkan dari NKRI. Namun harus diakui, suka atau tidak suka , ya memang runyam kalau tentara ( secara institusi) masuk ke dunia politik.
    Tri Jtamadji

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: