Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Mengoreksi Sejarah Masuknya Islam

Sejarah baru itu terkuak dari perairan Cirebon. Jejak-jejaknya ditemukan pada sekumpulan harta karun di kedalaman 50 meter lebih dari permukaan laut. Benda berharga itu mengisi perut kapal perdagangan yang tenggelam ribuan tahun silam di 60 mil utara Cirebon. Ribuan artefak berupa keramik, emas, perak, dan rubi itu telah diangkat PT Paradigma Putera Sejahtera (PPS) dan akan dilelang awal Mei.

Peninggalan sejarah dari dasar laut itu menyimpan misteri besar. Dari sekumpulan benda berharga itu, ditemukan bukti otentik yang bakal mengubah informasi sejarah penyebaran Islam ke seluruh dunia. Kurt Tauchmann, profesor emeritus di Departemen Antropologi Universitas Cologne, Jerman, mengaku telah melihat langsung bukti sejarah itu.

Tauchmann menemukan cetakan untuk reproduksi teks kitab suci Al-Quran SURA XII-16 di dalam naskah Naskhi (Uthman). Reproduksi teks itu kelihatannya menggunakan debu emas sebagai bahan untuk mencetak tulisan. Hasil cetakan lalu dipakai sebagai jimat. Ada pula sejumlah tasbih dengan aneka ragam manik-manik, yang juga bertuliskan teks Arab seperti yang tertulis di cetakan.

“Itu semua menghadirkan bukti sejarah Islam yang paling awal di dalam wilayah Indonesia,” ungkap Tauchmann, saat proses pengangkatan BMKT (benda muatan kapal tenggelam) di perairan Cirebon. Lebih jauh, muatan kapal yang tenggelam di abad ke-10 itu membuka berbagai kemungkinan rekonstruksi ilmiah tentang perubahan bentuk sosial dan ekonomi sepanjang milenium pertama. Bukti sejarah itu, menurut Tauchmann, mengindikasikan kehadiran orang Iran dan keturunan Arab yang asli.

Demikian juga hadirnya komunitas beragama Buddha dapat dikenali dari pelat kecil yang terukir teks empat baris pada masing-masing sisi di dalam scripture Pali dan kerang-kerangan diukir untuk membawa air kudus dalam upacara agama Buddha. Ada pula beberapa objek religius agama Hindu, yang merupakan gambaran simbolis pemujaan Dewa Siwa.

Horst Hubertus Liebner, arkeolog asal Jerman yang ikut meriset temuan laut Cirebon, sepakat dengan Tauchmann bahwa BMKT yang diangkat PT PPS itu merupakan temuan terbesar sepanjang sejarah. Horst menilai, benda-benda yang ditemukan di kapal itu bakal mengungkap sejarah baru, terutama dalam penyebaran Islam di dunia.

Kapal Cirebon diperkirakan karam pada tahun 960-990. “Kapal yang memuat orang dari semua agama itu berteknologi dowel-and-lashed-lug yang menjadi ciri kapal Nusantara,” ungkapnya. Bukti adanya kaca di perut kapal bisa dihubungkan dengan adanya pedagang Arab dan Persia, yang saat itu tidak lagi berdagang langsung ke Cina. “Mereka bermarkas di sekitar Sriwijaya. Sebab, menurut catatan orang-orang Cina, pada saat itu di sekitar Kepulauan Riau terdapat gudang besar perdagangan yang dimiliki orang Arab dan Persia,” Horst memaparkan.

Ini jelas erat hubungannya dengan penyebaran Islam. Menurut Horst, pada era itu, pedagang Arab dan Persia banyak yang dibunuh dan diusir dari wilayah Kanton, Cina. Lantas para pemeluk Islam itu lari ke Sriwijaya dan Melayu, dan kemungkinan menyebarkan agama di sana. “Mereka memperluas ajarannya hingga ke Jawa dengan menumpang kapal-kapal dagang, yang salah satunya karam di Cirebon itu,” kata Horst.

Buktinya, ada cetakan teks Arab di dalam kapal karam Cirebon itu. Horst mengamati secara detail teks yang tertulis. Salah satunya berbunyi “Al-Malik Allah”, “Al-Wahid”, dan “Al-Halala” (salah satu huruf tidak terlihat dengan jelas). “Tulisan itu menunjukkan adanya tarekat yang sangat spesifik,” ungkapnya. Hanya orang-orang tertentu yang menganut tarekat tersebut. Tulisan serupa juga ada di manik-manik tasbih.

Horst menilai, semua artefak bernuansa religius itu menjadi bukti tertua masuknya Islam ke wilayah Nusantara. Bisa jadi, bila penelitian berlanjut, maka bukti tersebut bakal mementahkan cacatan sejarah kedatangan Islam di Tanah Air. Selama ini, para ilmuwan memercayai bahwa masuknya Islam ke Indonesia dimulai pada 1250 Masehi lewat pintu Samudra Pasai. “Bukti dari Cirebon itu akan mengoreksi waktu kedatangan Islam hingga 300 tahun ke belakang,” katanya.

Heru Pamuji
[Ekonomi, Gatra Nomor 26 Beredar Kamis, 6 Mei 2010]

About these ads

9 comments on “Mengoreksi Sejarah Masuknya Islam

  1. udienroy
    Mei 10, 2010

    Wah pertamanya to?

  2. udienroy
    Mei 10, 2010

    Wah penjelasannya renci banget nih, jadi rada mengerti tentang sejarah ini, meskipun di buku2 sejarah juga banyak di tulis tentang sejarah islam, tapi kadang2 isi ceritanya masih simpang siur

  3. dedekusn
    Mei 10, 2010

    Bukti otentik yg baru nya kang? siap2 buku sejarah disekolahan diganti kayaxnyah… hhehe…

  4. Ruang Hati Blog
    Mei 11, 2010

    trims pencerahannya Kopral, jadi banyak nambah wawasan setiap kemari

  5. pluma
    Mei 11, 2010

    salam kenal mas. mas.. mhon bantuannya ya.. link anda sudah terpasang di blog saya. backlink ya…

  6. noto
    Mei 14, 2010

    Berarti buku2 pelajaran tentang sejarah masuknya Islam ke Indonesia harus dikoreksi semua ya?

  7. itempoeti
    Juni 1, 2010

    Kalau bisa menjejaki siapa itu Syech Subakir, maka kita akan tahu sejarah islam di Indonesia.

  8. indra
    Juli 8, 2010

    Akhirnya……….sedikit demi sedikit kebohongan sejarah selama ini mulai terkuak. Tinggal di tunggu keberanian dari “sang Penguasa” NKRI untuk merevisi ulang buku2 sejarah yang beredar di masyarakat.

  9. gunungsepuh
    Agustus 15, 2012

    Reblogged this on Gunung Sepuh.

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih oleh Bhatara Simatupang November 25, 2014
    Horass lae,, Sayapun Batak Toba 100%,tp saya tdk prnah trsinggung dgn apa yg d posting Mr.cepot. Buknya saya membenarkan apa yg d posting, tp itu saya anggap sebgai bahan rujukan untk meluruskan sejarah. Mari kita sama2 saling menggali sejarah leluhur kita, jika ada mlenceng dari sejarah harus kita yg meluruskannya secara fakta dan data dgn mengesampingkan p […]
    Bhatara Simatupang
  • Komentar di Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih oleh waldy November 25, 2014
    Sebenarna nga cukup be itindas halakon hita.na ikkon mangalo nama hita..sai sabar do hita torus manghadapi halakon.seakan2 naeng mangislamisasi do halakon mambaen songoni. Butima....ale naeng do jumpang nian tu halak sunda heang on (kopral cepot)asa unang palantam hu mussungna.asa ittor niboan langsung tu akka pinompar ni ssm.XII. Horassss......
    waldy
  • Komentar di Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih oleh Bhatara Simatupang November 25, 2014
    Horas dongan sa bangso hu,, horas sahabat maya ku. "Hi(o)tang hita saw'ana(nya)kta-{s(c)rivijawa}". Semua kita saling mencari kesalahan n mlibatkan pertentangan agama. Pada dasarnya semua agama itu baik, tetap br-Tuhan Kepada Yang Esa. Disini kita brtukar info tntang sejarah, jk sejarah itu mlenceng mari kita meluruskannya, krna sejarah itu d […]
    Bhatara Simatupang
  • Komentar di Sisingamangaraja XII (1845 – 1907) Pejuang Islam yang Gigih oleh waldy November 24, 2014
    Ehe bodat....sama lah kau kayak penulis blog ini. .ga ngerti apa2 yg ada sok tahu tanpa ada bukti...yg ada membalikkan fakta disuruh milah milih mana yg baik dan mana yang buruk.aku ingin penulisnya ini bertanggungjawab sama tulisannya.saya asli orang batak bung....dan tinggal di kota balige dimana makam ss.XII bertempat persis di kota saya. Saya ingin sekal […]
    waldy

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: