Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Antasari-Nasrudin-Rani; Studi Kasus “Perselingkuhan” Penguasa-Pengusaha-Perempuan serta Legenda Matahari

    Apabila penguasa berselingkuh dengan pengusaha, akan melahirkan Fir’aunisme diktator. Jika pengusaha menjilat penguasa, niscaya Qarunisme serakah akan merajalela. Keduanya, sosok tercela dalam membangun negara yang adil dan sejahtera. Akibatnya, rakyat menderita, kesengsaraan kian merata.

    ”Kerjasama jahat dalam memperkaya diri sendiri, keluarga, kerabat dan orang lain merupakan bentuk dari sifat orang-orang yang diperbudak oleh harta dunia. Jabatan dan Korupsi seakan tidak dapat terpisahkan, demikian halnya penguasa dan pengusaha”.

Dalam perbincangan tentang sosial-politik, kita akan masuk ke dalam tiga ruang yang satu sama lain saling berhubungan, berinteraksi, bahkan terkadang harus saling bertarung mempertahankan hak masing-masing. Tiga ruang itu adalah ruang negara (state sphere), ruang privat (privat sphere), dan ruang publik (public sphere). Idealnya, ketiganya harus berjalan beriringan, namun saling membatasi, guna menciptakan suasana yang mendukung bagi proses pemenuhan hak masing-masing.

Negara, swasta maupun masyarakat mempunyai kepentingan-kepentingan yang harus dipenuhi dalam konteks kehidupan sosial-politik. Ada banyak teori yang ditawarkan berkaitan dengan bagaimana mengatur kepentingan-kepentingan dari ketiga pihak itu. Demokrasi liberal, yang selama ini menjadi acuan pelaksanaan dan penyelenggaraan ketatanegaraan mulai digugat oleh beberapa kalangan.

PERSELINGKUHAN tidak selalu berwujud zinah alias mesum. Tetapi, bisa juga berujud memanfaatkan kekuasaan dan kedudukan untuk kepentingan pribadi dan kelompok. Perselingkuhan semacam ini, terjadi hampir di segala bidang. Banyak pejabat negara yang menjadi komisaris utama di berbagai perusahaan. Akibatnya, geliat binis dan ekonomi nasional dilakukan tanpa mengikuti kaidah semestinya, dan cenderung potong kompas, dengan menggunakan pisau kekuasaan yang melekat pada diri pejabat yang dijadikan beking dengan sebutan pendiri dan komisaris (pemegang saham).

Pada masa Orde Baru lalu, peran pengusaha sebagai supporting system belaka dari jejaring politik dan ekonomi. Lantas mengapa taipan berbondong-bondong menduduki jabatan publik? Kini kesempatan untuk masuk ke wilayah politik terbuka lebar.

Berubahnya konstelasi politik dan ekonomi pasca-Soeharto membuat kekuasaan tersebar serta pengaruh politiknya terbatas. Akibatnya, upaya untuk mendapatkan kemudahan dan proteksi politik dalam berbisnis makin rumit dan berbiaya tinggi. Semakin banyak kelompok politik yang harus didekati dan disuap, sehingga biaya transaksi malah melampaui keuntungan dari rente.

Corporate state merupakan negara yang penguasanya berkolaborasi dengan para pengusaha, baik dari dalam maupun luar negeri, atau penguasa sekaligus pengusaha. Dimana-mana terjadi kapitalisasi pendidikan, privatisasi sumberdaya alam, BUMN dijual, kapitalisasi layanan publik dan kapitalisasi politik. Negara menjadi instrumen kepentingan bisnis dan mengabdi kepada pemilik modal yang sebagian besar merupakan perusahaan asing dari negara besar seperti AS. Penguasa menjadi pelayan bagi kepentingan asing sembari mereguk manfaat bagi dirinya dan kelompoknya.

Perselingkuhan pejabat dan pengusaha sudah terbukti merugikan rakyat, merugikan perekonomian nasional, namun hal itu masih saja berlangsung hingga kini. Padahal, bila geliat usaha hasil perselingkuhan itu mengalami musibah, maka muncul ketidak-adilan dan diskriminasi. Misalnya, dalam kasus semburan lumpur Lapindo, pemerintah mengeluarkan dana yang teramat banyak untuk mengatasi kasus semburan lumpur yang tiada henti sampai kini. Padahal, dana sebanyak itu (ratusan miliar) bisa untuk mensejahterakan jutaan rakyat, bisa digunakan untuk memperbaiki ratusan gedung sekolah. Kalau pemilik Lapindo bukan orang Golkar yang sedang menjabat Menko, dan kalau saja Golkar tidak dipimpin MJK yang kini berada pada posisi Wakil Presiden, belum tentu pemerintah mau mengeluarkan dana sebanyak itu.

“Antasari-Nasrudin-Rani Juliani ” Sebagai Studi Kasus

Tak bermaksud untuk menghakimi beliau-beliau, karena proses hukum masih terus berlanjut. Tetapi berdasar informasi dan berita-berita yang masih hangat dipertontonkan kasus “Antasari-Nasrudin-Rani Juliani” memiliki arti penting bagi pemahaman akan perjalanan sebuah bangsa. Memahami sebuah negara tidak sekedar konsep negara ala “konvensi montividio” atau “trias politica magna carta”, tetapi kasus “Antasari-Nasrudin-Rani Juliani” bisa memberikan gambaran dan ikon relasi antara “Penguasa – Pengusaha – Perempuan”. Relasi yang menyebabkan tumbuh atau tumbangnya suatu negara, maju atau mundurnya suatu peradaban bangsa, beradab atau biadabnya sutu generasi. Penguasa-Pengusaha-Perempuan adalah pilar-pilar negara.

Perempuan Pilar Negara

“Jika kaum perempuan runtuh, maka runtuhlah tiang negara itu,” kata Mega dalam sambutannya pada perayaan Natal bersama dengan PDIP Maluku, di Ambon, Kamis (8/1/2009).

Tak dapat dipungkiri, kecantikan fisik adalah sisi yang paling menarik dari seorang perempuan. Pada sistem materialistik sekarang, kecantikan fisik ini dilirik banyak kalangan pemodal dan dijadikan sebagai komoditas yang bisa mencetak uang. Eksploitasi perempuan juga nampak pada bidang-bidang lain, sekalipun kaum perempuan dinampakkan dengan kemasan yang lebih intelek dan eksklusif. Seperti dirangkulnya beberapa selebritis untuk ikut meramaikan kampanye sebuah partai politik.

Di tengah himpitan ekonomi yang semakin menyesakkan dada, perkara eksploitasi perempuan dapat dikesampingkan demi segepok uang. Apalagi, secara individual, eksploitasi ini memang memberikan keuntungan materi bagi pelakunya. Konsep dangkal tentang citra dan jati diri perempuan yang selalu dikaitkan dengan keindahan fisik ini akan menjerumuskan kaum perempuan pada berbagai masalah yang dapat menimbulkan kekacauan, baik pada tataran individu maupun masyarakat dan negara.

Mengenal Sang Aktor Drama “Perselingkuhan Penguasa-Pengusaha-Perempuan” (bukan sebatas naskah)

Antasari Azhar ; Potret Penguasa
Antasari Azhar (lahir di Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka Belitung, 18 Maret 1953; umur 56 tahun) menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2007. Antasari Azhar adalah anak ke 4 dari 15 bersaudara, anak dari pasangan ALM H. Azhar Hamid SH dan ALM HJ. Asnani. Dulunya bapak dari Antasari Azhar ini adalah kepala Pajak yg ditugaskan di Bangka dan Belitung.

Pendidikan Antasari Azhar di mulai dari SD di Belitung tahun 1965, kemudian SMP dan SMA di Jakarta tahun 1968 dan 1971. Ia menamatkan S1-nya di Universitas Sriwijaya (Unsri) tahun 1981.

Antasari Azhar pun pernah mengikuti kursus tentang hukum di luar negeri yaitu Australia. Di sana dia di New South Wales University Sydney mengambil kursus Commercial Law. Sementara di Melbourne Antasari Azhar mengambi Investigation for environment law, EPA.

Karir Antasari Azhar dimulai di BPHN Departemen Kehakiman pada tahun 1981. Empat tahun kemudian Antasari Azhar pun menjadi Jaksa Fungsional di kejaksaan negeri jakarta pusat. Pada tahun 1989, Antasari Azhar diangkat menjadi Jaksa Fungsional di kejaksaan negeri Tanjung Pinang.

Tiga tahun kemudian (1992) Antasari Azhar diangkat menjadi Kasi Penyidikan Korupsi kejaksaan tinggi Lampung. Tidak lama kemudian pada tahun 1994 Antasari Azhar dipercaya untuk menjadi Kasi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Jakarta Barat.

Tahun 1997 hingga tahun 1999 Antasari Azhar menjadi Kepala Kejaksaan Negeri Baturaja yang kemudian dilanjutkan menjadi Kasubdit upaya hukum pidana khusus Kejaksaan Agung pada tahun 1999.

Karirnya tidak berhenti sampai di sini, Antasari Azhar kemudian ditunjuk untuk menjadi Kasubdit Penyidikan Pidana khusus Kejaksaan Agung pada tahun 1999 hingga 2000.

Selanjutnya Antasari Azhar menjadi Kepala bidang hubungan media massa Kejaksaan Agung, namun hanya sebentar karena masih pada tahun yang sama yaitu 2000 Antasari Azhar diangkat menjadi Kepala kejaksaan negeri Jakarta Selatan. Di sinilah Antasari Azhar menjabat cukup lama yaitu tujuh tahun. Hingga akhirnya pada tahun 2007 Antasari Azhar menjabat menjadi Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi hingga April 2009.

Begitu sekilas tentang Antasari Azhar. Karirnya yang begitu cepat menanjak hingga sampai di posisi Ketua KPK.

Nasrudin Zulkarnaen ; Klan Pengusaha

Menelusuri sosok Nasrudin di saat seperti ini tak ubahnya mengurai benang kusut. Dari semula tak dikenal, anak Makassar ini namanya tergolong cepat mencuat di antara para pejabat tinggi negara. Menurut salah seorang sumber “PR” yang menjadi rekan Nasrudin semasa hidup susah di Jakarta, mengatakan bahwa Nasrudin ini orangnya pandai mencari simpati dari para pejabat tinggi negara yang hobi tenis. Latar belakangnya sebagai atlet tenis di Sulawesi Selatan membuat Nasrudin kerap dijadikan sparring partner (lawan tanding) para pejabat tinggi.

Bermodalkan pengalamannya sebagai aktivis Pelajar Islam Indonesia (PII), pria kelahiran Ujung Padang 12 Desember 1968 itu hijrah ke Jakarta. Selain tenis, upaya menggunakan kesamaan primordialisme dilakukan Nasrudin untuk membuka jaringan ekonomi dan politik di Jakarta.

Dengan bantuan senior-seniornya di PII yang sudah lebih dulu berada di Jakarta, Nasrudin juga “mendekati” pejabat-pejabat tinggi yang berasal dari Sulawesi Selatan, seperti Andi Ghalib dan A.A Baramuli. “Apalagi waktu itu kan masa pemerintahan Habibie, banyak pejabat tinggi asal Sulawesi,” katanya.

Awal tahun 1999, Nasrudin bekerja sebagai “pembantu” Tanri Abeng yang pada saat itu menjabat sebagai Meneg BUMN. “Nasrudin pada waktu itu bahkan mau jadi tukang bawain tasnya Tanri, dia saat itu masih sedang nyari simpati. Tanri kan orang Makassar juga,” ucapnya.

Sepuluh tahun berlalu, karier Nasrudin melaju begitu cepat. Pada Agustus 2008, Nasrudin diangkat menjadi Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PRB) yang merupakan anak perusahaan dari PT Mitra Rajawali Banjaran (MRB) atau cucu dari PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI).

PT MRB memproduksi alat-alat kesehatan terutama kondom di pabriknya yang berlokasi di Banjaran, Kab. Bandung.

Rani Juliani “Mungkin bukan seperti” Legenda Mata Hari Sang Intelejen

“Saya seorang gadis yang manies menurut pengamatan orang2 di sekeliling aq. Diriku lahir pada tanggal 1 juli 1986. jangan lupa ngado yah… Anak ke 3 dari 4 sodara, tadinya mau bungsu, tapi bonyok gw doyan. he he,” tulis Rani sebagai perkenalan di halaman depan blognya.

Meski masih berprofesi sebagai caddy, dara penggemar James Bond dan lagu tentang cinta ini mengungkapkan minatnya menjadi wanita karir yang sukses dan mapan.

Nama Rani muncul sebagai rangkaian kisah yang diawali dengan penembakan Nasrudin. Rani disebut-sebut sebagai wanita simpanan Nasrudin. Namun Antasari telah lebih dulu menjalin kisah cinta dengan Rani. Kini Antasari menjadi tersangka kasus pembunuhan Nasrudin. Antasari pun dinonaktifkan dari jabatan ketua KPK.

Lalu siapa Mata Hari ?

Matahari terlahir dengan nama Margaretha Geertruida pada 7 Agustus 1876 di Leeuwarden Belanda. Sejak 1905, ia terkenal sebagai penari eksotik bergaya Oriental. Sejak itulah ia menggunakan nama panggung Mata Hari, yang diambil dari bahasa Indonesia. Ia berperan, sebagai puteri dari tanah Jawa anak pendeta kelahiran India, mengaku hidupnya telah ditakdirkan bagi seni tari suci India sejak kecil. Meskipun alasan-alasan itu hanya karangannya, namun penampilannya memberikan kesuksesan baginya karena tariannya yang erotik itu dihargai bahkan memberikan status terhormat, mendobrak aliran yang ada, dan menjadi sebuah gaya hiburan yang membuat Paris dikenal ke seluruh dunia.

Mata Hari menjadi sosok yang berhasil dan memiliki banyak hubungan dengan tokoh-tokoh militer, politisi dan berbagai tokoh berpengaruh dari berbagai negara, termasuk Perancis dan Jerman.

Selama Perang Dunia I, Belanda berada pada posisi netral dan, sebagai orang Belanda, Margaretha Zelle dapat melintasi batas-batas kebangsaan. Untuk menghindari medan perang, ia harus melakukan perjalanan antara Perancis dan Belanda melalui Spanyol dan Inggris, dan tanpa terhindari gerakannya tentu akan mengundang perhatian dan curiga. Pada suatu kesempatan, saat diinterview oleh agen intelijen Inggris, ia mendaftar menjadi agen intelijen Perancis, meskipun kemudian tak ia tuliskan dalam biografinya.

Pada January 1917, atase militer Jerman di Madrid mengirimkan pesan radio ke Berlin menjelaskan tentang agen mata-mata Jerman yang dapat membantu, yang memiliki kode-panggilan H-21. Agen intelijen Perancis menyadap pesan itu dan, dari informasi yang mereka sadap itu, dikenali bahwa H-21 adalah Mata Hari. Sudah tentu, bahwa pesan yang dikirim oleh intelijen Jerman itu telah di tangkap oleh pihak Perancis, sebagian sejarawan menyebutkan bahwa dari pesan itu terungkap bahwa, pada saat Mata Hari bekerja untuk Perancis, rekan Perancis yang membayarnya mengidentifikasinya sebagai seorang agen ganda. Pada 13 February 1917, ia ditangkap di kamar hotelnya di Paris. Pada saat ia ditahan, Perancis tengah mengalami banyak kekalahan dalam peperangan. Ribuan tentaranya banyak yang mati, dan membutuhkan sesuatu untuk menjadi kambing hitam. Maka wanita Belanda yang tengah naik daun ini cocok untuk menjadi alasan. Ketenaran Mata Hari menjadi taruhan, ia dituduh sebagai mata-mata yang menyebabkan puluhan ribu tentara tewas. Meskipun merupakan spekulasi dan tak ada bukti nyata, tak terelakan ia dianggap bersalah dan dieksekusi di hadapan regu tembak pada 15 Oktober 1917, pada usia 41.

Dengan alasan demi keamanan negara, bukti-bukti dirahasiakan dan hingga kini, berkas-berkas tuntutannya tetap tertutup. Segala apa saja yang menjadi aktivitas Mata Hari di masa perang itu—yang diungkap melalui berkas-berkas pembuktian arsip lain, begitu rancu—para sejarawan tak menemukan apapun untuk membuktikan–apakah Mata Hari memberikan suatu informasi yang berarti kepada pihak lain, atau tidak. Sepertinya ia memang menerima pembayaran dari kedua pihak meski tak berhasil memuaskan para pembayarnya. Tentu saja, tuduhan yang ditimpakan saat perang tidak berpihak kepada Perancis, maka paling mudah bagi para oknum pemerintah Perancis adalah menyalahkan kegagalan perangnya kepada mata-mata yang berkhianat. Tuduhan bagi Mata Hari tersebut kemudian ternyata menjadi contoh bergengsi pula bagi publik perihal kemampuan counter-espionage Perancis.

Maka tersebarlah rumor bahwa seorang mantan penari erotis dieksekusi sebagai mata-mata. Dikisahkan bahwa ia sempat meniupkan ciuman jauh (blowing kiss) kepada para eksekutornya, seolah ia tujukan kepada pengacaranya—yang juga jadi pacarnya—konon ikut menyaksikan acara eksekusi tersebut. Rumor lain menyebutkan bahwa ia, sempat mengacaukan konsentrasi para eksekutornya, dengan membuka mantelnya dan memamerkan tubuh telanjangnya.

Rumor ke tiga menyebutkan bahwa Mata Hari menghadapi eksekusi dengan cara tidak sebagaimana layaknya, ia menolak ditutup matanya– ini dimaksudkan agar pasukan penembaknya ngawur saat melakukan eksekusi. Singkatnya, semua cerita itu diduga mengikuti plot cerita opera Puccini jaman itu, Tosca.

Secara alamiah, maka terciptalah gambaran tokoh populer –tertembak matinya seorang penari erotis yang bekerja sebagai agen ganda yang berbahaya, dan menggunakan kemampuan sexualnya untuk mengorek rahasia militer dari para agen musuh yang dijadikan kekasihnya. Imej ini menjadikan Mata Hari sebagai ikon tokoh wanita berbahaya sepanjang masa.

Popularitas itupun kemudian diabadikan dalam bentuk film berjudul “Mata Hari”, yang diluncurkan pada 1931 dan dibintangi Greta Garbo sebagai pemerannya. Alih-alih didasari oleh kisah nyata kehidupan Margaretha Zelle, kisah cerita itu malah lebih banyak fiksinya, demi memenuhi selera fantasi penonton agar seolah ceritanya berdasarkan fakta sejarah. Secara luar biasa kisah ini berhasil menjadi hiburan, karakter dalam kisah roman ini terus menginspirasi para penulis cerita dari generasi ke generasi.

Rani Juliani mungkin bukan seperti Mata Hari …. :D tetapi roman peristiwa Antasari – Nasrudin – Rani Juliani setidaknya memberikan inspirasi bagi para penulis blog/bloger dari hari ke hari sebuah drama tentang Tahta Harta dan Wanita …. :)

dari berbagai sumber

About these ads

11 comments on “Antasari-Nasrudin-Rani; Studi Kasus “Perselingkuhan” Penguasa-Pengusaha-Perempuan serta Legenda Matahari

  1. nur
    Mei 6, 2009

    Satu kalimat: penuh konspirasi …. ….

  2. annas
    Mei 6, 2009

    duh gak nahan matanya mas
    oiya yang mau lihat foto-foto perselingkuhan tiga madu, maenkan saja di http://jejakannas.wordpress.com

    ————————–
    Kopral Cepot : Sory Kang Anas baru dimoderasi 18 Mei komennya masuk spam, napa yah?

  3. itempoeti
    Mei 6, 2009

    Siapa memanfaatkan siapa…
    Siapa mengorbankan siapa…

  4. Kinanta
    Mei 7, 2009

    Baik Sutradara maupun para aktor layak mendapatkan Piala Oscar :(

  5. omiyan
    Mei 7, 2009

    hhmm mantap banget dah ulasannya…mungkin drama ini akan makin melebar dengan menghadirkan dua kubu

  6. pengabdi
    Mei 7, 2009

    Bos, numpang iklan ya. Coz, lagi bosen nih ngomongin Rani terus. Ganti topik yuks.
    Ternyata, dokter yang operasi cangkok wajah pertama di Amerika itu orang Indonesia lho…

    baca ya di sini:

    http://kalipaksi.wordpress.com/2009/05/07/wong-indonesia-dan-operasi-cangkok-wajah-pertama-di-amerika/

    Thanks Boss.

  7. ami
    Mei 7, 2009

    konspirasi bangettt

  8. elexyoben
    Mei 7, 2009

    Waow…

    Studi yang luar biasa.

    Menarik sekali membacanya : seperti sebuah review,

    Yah setidaknya lebih intelektual dibanding sejumlah blog yang cuma mengejar hits saja

    FREEDOWNLOAD YANG BEJAD-BEJAD DISINI

  9. Aji Monoarfa
    Mei 8, 2009

    wew..

    Tulisan yang menarik. Sebentar lagi ada sinetron dengan judul “Harta Tahta dan Wanita” :)

  10. Silly
    Mei 12, 2009

    iya, pada akhirnya memang laki-laki akan tunduk pada harta, tahta, dan wanita… :)

    salam kenal ya, makasih udah mampir :)

  11. dadan priyatna
    Mei 30, 2009

    ya kalo rebutan cewe ati2 dong jangan sampai nyawa melayang

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: