Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

kepastian dalam pengetahuan

‘Tujuanku adalah untuk mencerap realitas yang terdalam dari hal ihwal; aku ingin menangkap hakikat pengetahuan. Pengetahuan yang pasti adalah yang membuat hal yang diketahui mewedarkan dirinya tanpa membiarkan secercah pun peluang untuk ragu atau kemungkinan apapun untuk salah dan berilusi, dan tak pula hati kita membiarkan kemungkinan semacam itu. …Orang harus dilindungi dari kekeliruan, dan harus begitu terpaut erat dengan kepastian hingga usaha apapun, misalnya, untuk mengubah sebungkah batu menjadi emas atau sebatang tongkat menjadi seekor ular, tak akan membangkitkan ragu atau menimbulkan kemungkinan yang berlawanan….’

- al-Munqidh min al-Dalal, Al-Ghazali -

About these ads

5 comments on “kepastian dalam pengetahuan

  1. budak baonk
    Januari 24, 2011

    hmm, sesuatu yg tidak bisa mendadak tapi seperti ulasan al ghazali yg dikaji lagi oleh orang mesir yg cetakan pertamanya 2007, tidak bisa ujug2 dan tanpa persiapan, bukan seperti reformasi yg menumpahkan darah sesama bangsa sendiri dan kekacauan demi kepentingan kelompok atau golongan tapi demi keadilan sosial, semuanya dilakukan dengan perencanaan seperti yg diuraikan di buku tersebut dalam berbagai bidang, pada akhirnya setelah reformasi, bangsa ini bingung untuk menentukan rem, gas, dan setir nya, saling memperebutkannya dan akan selalu begitu, kemunculan shalahudin al ayubi bukan ujug2, melalui kerja kolektif umat dan proses yg terukur dan bukan seperti reformasi, tapi u keadilan dunia untuk ridho akhirat

  2. ndesa by iwan pales
    Februari 3, 2011

    kemaren membaca ttg ketahanan pangan cak khudori di koran tempo, hakikatnya ga mungkin ada kelaparan di muka bumi, toh banyak cerita ttg domba dan susu yg dibuang di laut, belum lagi sistem industri sekarang sebenarnya sangat kacau dari segi masalah stok (menyimpan sebanyak2nya, pemakaian formalin dll, seperti memeras alam untuk mengeluarkan lebih banyak dalam waktu yg lebih singkat, buah2an/daging yg ter freeze dalam waktu bulanan) yg didominasi/disetir paradigma dari negeri 4 musim dan akibat dari sistem finansial yg aneh. karena faktor waktu dan hitungan dari pemakaian bbm dan keseluruhan analisa hasilnya hanya ada 2 pilihan karena deadline/momen yg telat yaitu rugi sedikit atau rugi lebih banyak, bisa juga ketahanan dibentuk dari otonomi terkecil dari diri sendiri atau dari organisasi terkecil, yaitu desa. makanya dipikirkan proses, ada kebenaran di hadis nabi, berhenti makan sebelum kenyang, 1/3 air, 1/3 udara, dan sisanya makanan. ngomongin desa, sama yg heran di islam setahuku pajak pangan apakah harus pangan atau menjadi/terkonversi uang?ketika terkonversi uang, ia masuk tingkatan lebih umum dan menjadikan nya memiliki kebebasan lebih u terkonversi menjadi apa saja, juga kelemahan nya dengan menjadi rupiah otomatis ketergantungan nya mengikuti segala atribut2 +- dari mata uang tersebut. artinya dari keseluruhan proses yg ada, kalo bisa dikendalikan dengan cara mengurangi seminimal mungkin u terkonversi ke uang, karena lebih baik tetapkan produk tersebut dalam lingkung otonomnya lebih ke asas manfaatnya drpd melangkah ke arah yg lebih bebas atau terkonversi menjadi uang, dengan asumsi pemenuhan pangan adalah kebutuhan primer. ya dari desa ketahanan pangan akan muncul, di lumbung kita menabung kata bang iwan pales, setahuku juga dahulu ada tradisi jimpitan, kalo di kota pilihannya adalah sayur/bahan pakan lain yg terbuang percuma oleh restoran atau supermarket/pasar?

  3. ndesa by iwan pales
    Februari 3, 2011

    jaringan yg mampu mengkonversi kebutuhan dasar manusia ke uang(alat tukar umum) dan mendominasinya, ia yg akan mudah u mempermainkan defenisi EKONOMI

  4. ndesa by iwan pales
    Februari 3, 2011

    kayaknya aku harus puasa bicara sebelum yg lain2nya pada bilang BERISIK, wuehehehehe kaburrrrrrrr

  5. ndesa by iwan pales
    Februari 3, 2011

    selain itu dengan otonom “bulog” desa, keanekaragaman pangan terjaga, termasuk varietas2 padi lokal, setahuku kalo dalam bentuk gabah variets lokal jadul bisa bertahan tahunan broooooow?

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Januari 21, 2011 by in Buku dan Aku and tagged , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    ya,tapi kami orang toba trauma dengan islam,pasukan islam membantai tanah batak,dan kami tidak takluk dengan pedang.dio bakkara bangga dengan keislam anya,itu boleh saja.tapi alangkah baiknya anda belajar cari sejarah pengislaman tanah batak,walaupun kontroversial tapi jelas lebih mendekati dari pada sejaran yang di tulis pemerintah
    pstruct
  • Komentar di Mempersoalkan “Agama” Sisingamangaraja XII oleh pstruct Juli 30, 2014
    betul sekali poang,kita tau siapa yang tukang klaim,bagaimana mungkin sisingamangaraja itu islam,apakah begitu bodohnya ompui lupa tanah batak di bantai islam,yang jauuuuuuh lebih mengerikan dari belanda.
    pstruct
  • Komentar di Perang Jawa-3 ; 1825 – 1830 Perjuangan Islam Melawan Penjajah oleh hendriwibowo Juli 29, 2014
    Habis baca artikel Makasih artikelnya. Lebih membuka mata saya bahwa, jadi tertarik menelisik lebih jauh. Beberapa dokumen lain dari wikipedia, unesco, ternyata mendukung fakta liputannya natgeo bahwa perang diponegoro ternyata skalanya besar dan masif. Thxs buat artikelnya -yang Lebih membuka mata saya bahwa perang ini lebih dari sekedar urusan patok jalan. […]
    hendriwibowo
  • Komentar di Cerita Amriki di PRRI dan CIA di Permesta oleh Tri Jtamadji Juli 28, 2014
    Oh...ternyata gitu to? Selama ini banyak rakyat kita yang di benaknya ( hasil pelajaran resmi ) bahwa mereka adalah murni memberontak demi memisahkan dari NKRI. Namun harus diakui, suka atau tidak suka , ya memang runyam kalau tentara ( secara institusi) masuk ke dunia politik.
    Tri Jtamadji

Ter-apresiasi..

%d bloggers like this: