Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara
Ternyata tidak hanya iklan komersial yang memiliki tagline. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ketika memimpin rapat perdana Kabinet Indonesia Bersatu II, Jumat (23/10) di Gedung Utama Sekretariat Negara, Jakarta, menyampaikan tagline kabinet baru yang baru dibentuknya.
Secara keseluruhan, ada tiga tagline yang hendak direkatkan pada kabinet berjumlah 34 menteri tersebut. “Pertama, change and continuity. Apa yang dilakukan kabinet sebelumnya, yang masih relevan, yang masih berlanjut, harus dilakukan. Jangan malu-malu,” ujar Presiden.
Tagline kedua adalah debottlenecking, acceleration, and enhancement. Sebelumnya, SBY telah berulang-ulang menyampaikan tiga kata yang bermakna perbaikan ke arah yang lebih baik ini. “Dari evaluasi Kabinet Indonesia Bersatu I, saya bisa mengidentifikasi kelemahan dan kekurangan. Ada sasaran yang tidak tercapai karena bottlenecking dan regulasi yang saling bertabrakan. Bottlenecking atau sumbatan ini menjadi PR Kabinet Indonesia Bersatu II,” jelasnya beberapa waktu lalu.
Dalam kesempatan tersebut, SBY juga meminta para menteri melakukan percepatan dan peningkatan kualitas pembangunan di segala bidang. Pada acara silaturahim dengan para wartawan di kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, beberapa waktu lalu, SBY sempat menjelaskan, percepatan, misalnya, dapat dilakukan di bidang pendidikan, pemberdayaan UKM, serta pemberian kredit rakyat.
Agak mengherankan, mengapa arah kebijakan itu harus ditulis dalam Bahasa Amrika/Inggris. Padahal ketiga-ketiganya memiliki padanan dalam Bahasa Indonesia. Pertanyaan senada sudah sering dilontarkan kepada Presiden SBY, yang suka sekali menggunakan istilah dalam Bahasa Inggris untuk banyak pidatonya
Sumpah Pemuda telah tercanangkan
28 Oktober 1928 adalah harinya
Dimana semua unsur negeri menjadi satu
Satu kesatuan…bangsa Indonesia
Satu nusa, satu bangsa, satu bahasa
Ya…INDONESIA
Disitulah bahasa Melayu berubah nama
Menjadi bahasa Indonesia yang kita ketahui saat ini
Bahasa Indonesia seiring waktu makin berkembang
Menjadi bahasa nan mandiri, mulailah terpisah
Namun akar tetaplah sama dengan serumpun
Hanya nama dan sejarah yang memisahkan
Namun dibalik kerudung banggaku
Aku masih menyimpan segenggam duka
Semakin berkembang bahasa persatuanku
Namun semakin hancurlah dia….
Serbuan-serbuan kosakata dari bahasa adikuasa
Makin mencabik-cabik bahasaku
Makin kacau balau bahasaku
Jangan sampailah bahasaku hilang….
Jaman memang tak bisa dihalang
Namun kapankah kita sebangga Prancis pada bahasanya?
Masih malukah kita dengan bahasa kita sendiri?
Kapankah kita menganggap bahasa Indonesia sebagai kebanggan?
Itu yang patut dipertanyakan pada setiap anak bangsa
Anak bangsa yang merasa dirinya bangsa Indonesia….
Mana semangat sumpah pemuda itu kawan?
Apakah hanya sebagai pemanis bibir belaka?
Bahasa menunjukkan bangsa
Banggalah kita dengan bahasa kita
Bahasa pemersatu ratusan suku di tanah air tercinta
Bahasa Indonesia…
(Puisi Bambang Priantono)
Menurut sejarah, Zionis dan Nazi (Hitler) ternyata memiliki akar yang sama.
Sejarah itu penting. Jangan lupakan sejarah!