Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Merenungi Visi Indonesia Mencari Sang Visioner

Sebagai mana kita ketahui bersama, bahwa; Visi Indonesia adalah (1) Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang aman, bersatu, rukun dan damai. (2) Terwujudnya kehidupan masyarakat, bangsa dan Negara yang menjunjung tinggi hukum, kesetaraan dan hak azasi manusia; serta (3) Terwujudnya perekonomian yang mampu menyediakan kesempatan kerja dan kehidupan yang layak serta memberikan fondasi yang kokoh bagi pembangunan yang berkelanjutan.

Sedangkan Misi Indonesia negeri yang kita cintai ini adalah

  1. Mewujudkan Indonesia yang aman dan damai,
  2. Mewujudkan Indonesia yang adil dan demokratis, serta
  3. Mewujudkan Indonesia yang sejahtera.

Dari visi dan misi Indonesia diatas, sudahkah kita merasakan realisasinya? Jika sudah seberapa besar wujud dari realisasinya? Jika belum kenapa bisa? Lalu bagaimana visi dan misi indonesia seharusnya? Rentetan pertanyaan yang saya sendiri bingung mencari jawabannya.

Berkaca pada sejarah atau fenomena yang terjadi saat ini sepertinya para pemimpin Indonesia masih diragukan jika harus dianugerahi sebuah gelar sang visioner, karena pada kenyataannya visi dan misi indonesia belum mampu diemban dengan baik.

Contohnya saja masalah kesejahteraan sebagaimana disebut dalam visi indonesia nomer 2 dan misi indonesia nomer 3, ternyata pemimpin maupun pemerintahan belum bisa dibilang berhasil dalam mensejahterakan rakyat maupun masyarakat. Buktinya saja masalah kesehatan, banyak yang tidak mampu jika harus berobat ke Rumah Sakit. Katanya ada pengobatan gratis, rumah sakit gratis untuk orang miskin, nyatanya mana? Semua orang miskin yang datang ke rumah sakit dengan asuransi kesehatan (askes) miskin, tidak dilayani. Kalaupun dilayani, mereka dinistakan terlebih dahulu.

Bagaimana visi dan misi indonesia seharusnya? Apakah visi dan misi indonesia sudah berhasil tercapai? Kalau saja masalah kesehatan belum bisa dikoordinir dengan baik. Coba bayangkan, ketika orang miskin datang ke rumah sakit, ternyata banyak rumah sakit yang tidak mau melayani orang-orang tak berduit, dengan mengatakan kamar habislah, obat-obatan terbataslah dan macam-macam, memang tidak semua rumah sakit seperti ini, tapi nyatanya buanyak yang seperti ini.

Tapi anehnya pemerintah indonesia tidak mengontrol hal itu dan tidak memberikan sanksi pada rumah sakit yang mungkir. Kalau sudah begini, saya rasa tidak salah jika masyarakat lebih memilih datang kerumah dukun cilik ponari daripada harus mengeluarkan uang banyak untuk biaya kesehatan di rumah sakit. Sepertinya ponari memang ditakdirkan untuk turut mengemban amanah dan mensukseskan visi dan misi indonesia sehat 2010. Mungkin ia (ponari) malah lebih layak menyandang dan mendapat gelar sang visioner ketimbang Rusli Zainal Sang Visioner. Jika masalah kesehatan saja belum benar-benar terjamin, mungkinkah visi dan misi indonesia telah sukses terlaksana?. Dan dalam rangka mengemban visi dan misi indonesia tercinta ini, siapa saja kira-kira para pemimpin yang sudah pantang menyandang gelar sang visioner? Apa hanya cukup gubernur Riau saja yang bisa mendapat gelar odol-odol Rusli Zainal Sang Visioner

Opini anda penting bagi saya dan bagi rakyat negeri indonesia yang kita cintai ini, kalau menurut pendapat anda bagaimana visi dan misi indonesia seharusnya?.

About these ads

21 comments on “Merenungi Visi Indonesia Mencari Sang Visioner

  1. Pertamaaaaaaxxx teriak-teriak sambil mijitin jempol.

  2. Weh! Ponari jadi sang visioner, kalo besar ponari punya cita-cita jadi dokter. Jempolku masih akit, aku tak minta tolong ponari dulu.

  3. Kalo visi dan misi kopral cepot dalam mengemban blog serba sejarah ini apa dan bagaimana?

    ————–
    Kopral Cepot : liat aja di Trilogi Serbasejarah :)

  4. Catatan Rudy
    Juli 24, 2009

    Weks.. Ini buat ikutan kontes ya? Hati-hati sama mas WordPress. Dia gag suka lho dngan kontes2…

    ————
    Kopral Cepot : oh gitu yach … baru tahu.. hatur tangkyu :) .. tp ini bukan tuk kontes cuman dukung ajach……. he he he he

    • nusantaraku
      Juli 25, 2009

      Oh….saya baru tahu kalo Om WordPress tidak suka kontes…
      Emang sih, dia tidak suka teknik SEO, copas, marketing, advertising…

      ———
      Kopral Cepot : Semoga om WP ngak marah :)

  5. masblankon
    Juli 24, 2009

    menjadikan indonesia sebage rumah kita sendiri

    Salam

  6. haniifa
    Juli 24, 2009

    Satuju…. ehh, saiyah belon baca dengan jelas :D

  7. nusantaraku
    Juli 25, 2009

    Rusli Zainal???
    Pas jadi gubernur tahun 2003, saya dapat kabar ia diback up oleh TW, anggota DPRD Riau disupport 2 M, sedangkan saingannya Saleh Djasit cuma sanggup support 1 M. Sama-sama orang Golkar sih..
    Lalu, setelah jadi Gubernur, banyak sekali-kali konsesi-konsesi HPH hutang Riau diberikan kepada pihak-pihak tertentu, yang bila dilihat kepentinannya ada si TW dibelakangnya.
    Dan yang sangat berkesan adalah “pak Rusli Zainal” senang ketika meresmikan salah satu gedung “malam” di Pekanbaru, yang merupakan milik dari AG group.
    Perlu dicatat bahwa DAK Riau sekitar 3 triliun, belum lagi dari penghasilan daerah. Tapi, sayang disparitas kaya dan miskin di provinsi Riau masih kentara. Memang sih, gaji pegawai di Riau sangat wah.. Bayangkan saja, rumah dinas Bupati Bengkalis bernilai Rp 26 miliar dari rencana awal Rp 50 miliar…

    ————-
    Kopral Cepot : Yang spt ini bageannya Mas Nusantaraku .. :)

    • haniifa
      Juli 25, 2009

      @Nusantaraku
      Mungkin beliau bersaing ketat dengan “permen loli baru” Kabupaten Siak Sri Indrapuri… :mrgreen:

      • nusantaraku
        Juli 25, 2009

        Oh…orang Riau juga yah..
        Sultan Syarif Qasim II tidak memiliki keturunan kan?
        Jadi ruhnya sudah menghilang dari Kab. Siak Sri Indrapur*…

      • haniifa
        Juli 25, 2009

        Saiyah… orang Indonesia tulen, asli… :D
        Yang prihatin keadaan kondisi Kab. Siak dan beberapa tempat di Prop. Riau, bigitu ceritanya….

      • nusantaraku
        Juli 25, 2009

        Oh…begitu..
        Kasus Riau tidak jauh berbeda dengan provinsi terkaya yakni Kaltim..

      • haniifa
        Juli 25, 2009

        iaiyah… mereka saudara sepersusuan, sengsara nyah… :mrgreen:

  8. itempoeti
    Juli 27, 2009

    ada yang struktur pemahaman berbangsa dan bernegara yang hilang (sengaja?) selama orde-baru.

    jika struktur pemahaman yang menjadi dasar dari tatanan berbangsa dan bernegara ingin diurai dengan menggunakan pendekatan visi dan misi maka landasan idiil dan konstitusionalnya harus dipahami secara abdaktif untuk bisa melihatnya secara komprehensif.

    Pembukaan atau Preambule UUD’45 adalah Pedoman Umum yang mengandung philosphy grondslag, latar belakang dan tujuan dari adanya NKRI.

    philosphy grondslag yang kemudian dikenal sebagai Pancasila menjadi filosofi dasar dalam tata kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

    Filosofi dasar ini digunakan untuk membangun cara pandang/visi tentang apa yang ingin dituju dalam proses bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. ada 4 hal yang secara eksplisit tertulis dalam Pembukaan UUD’45 sebagai visi NKRI, “… melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia…”

    Setelah FILOSOFI dan VISI tersebut diatas, maka sesungguhnya ada yang hilang (sengaja?) selama masa pemerintahan Soeharto dengan rezim orde baru-nya. Hal yang hilang inilah yang seharusnya menjadi MISI dari NKRI.

    Hal yang hilang tersebut oleh Soekarno sering disebut dengan TRISAKTI, yaitu :
    1. Berkedaulatan di bidang politik.
    2. Berdikari di bidang ekonomi.
    3. Berkepribadian di bidang budaya.
    Inilah sesungguhnya MISI dari Indonesia.

    Setelah FILOSOFI, VISI dan MISI; barulah selanjutnya batang tubuh UUD’45 yang berfungsi sebagai tata aturan ketatanegaraan dan pemerintahan untuk mengatur pemisahan kekuasaan kelembagaan negara baik eksekutif, legislatif dan yudukatif dalam bingkai demokrasi.

    Jika saja Soeharto dengan rezim Orde-Barunya tetap berpegang teguh pada MISI TRISAKTI, maka sudah barang tentu kondisi negara bangsa ini tidak akan terpuruk seperti yang terjadi sekarang ini.

    ————
    Kopral Cepot : Ayo dukung Mas Itempoeti CAPRES 2014 … :)

    • itempoeti
      Juli 28, 2009

      halaaahhhhhh…. kabuuuuuurrrrrrrrr….. :D

  9. Ping-balik: Rusli Zainal, Tersangka Koruptor Kok Pahlawan Oleh Blogger? « Nusantâraku

  10. Sewa Proyektor
    September 5, 2009

    Indonesia negeriku yang kaya raya kenapa jadi berantakan begini siapa kira-kira pemimpin yang dapat membereskan kondisi indonesia saat ini??

  11. pasukan elite
    Oktober 11, 2013

    tetap RZ GUBRI ku,,, :p

بسم الله الرحمن الرحيم

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 23, 2009 by in Blog n Me, Wacana Kini and tagged , , , .

Arsip Serbasejarah

Serbasejarah Community

RSS Koment tangkyu

Ter-apresiasi..

%d blogger menyukai ini: