Biar sejarah yang bicara …….

Menggali jejak sukma nagara | Mengibas cakrawala mengepak mayapada | Melesatkan pikiran yang tak tembus peluru | Membiarkan hati bersuara

Lautan Tangis …… Lautan Tangis …. Lautan Tangis

oleh : Sujiwo Tejo

Teman-teman, jika pun revolusi sudah saatnya harus terjadi, mari kita berdoa agar peristiwa itu berlangsung dengan sangat damai dan indah. Dan sehabis itu kita dapat bersekolah dan kuliah dengan lebih tenang, karena para orangtua lebih leluasa mecari membuat dan mencari lapangan kerja. Anak-anak kecil kembali riang di atas-atas pematang sawah dengan matahari pagi yang syahdu.

Jika pun harus terjadi, sehabis revolusi yang berlangsung damai dan indah itu kita tak perlu terlalu pusing jika ada sanak-famili yang sakit, karena negara turut menanggung setiap warganya yang menderita. Biaya rumah-rumah sakit tidak semengerikan bagai sekarang. Harga rumah terjangkau karena government akan memperhatikan betul papan sebagai kebutuhan dasar warganya.

Kesempatan melakukan usaha-usaha kecil makin terbuka, karena bank-bank tak boleh lagi hanya mengucurkan kredit pada pengusaha-pengusaha raksasa. Pasar-pasar tradisional kembali hidup. Spirit dan energi kita kembali berkobar, seiring dengan kembalinya kita kelola secara mandiri batu bara, gas, minyak dan lain-lain.

Berlayarlah di laut, laut keringat kami
Tertawalah di laut, laut keringat kami
Berselancarlah di laut, laut keringat kami
Berpesiarlah di laut, laut keringat kami…

Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Menderap langkah, merapat barisan
Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berat kita junjung, ringan kita jinjing

Bergerak, bergerak, tetap bergerak
Berlumur keringat dan airmata….
Berlayarlah di lautan airmata kami
Tertawalah di lautan airmata kami

Berselancarlah di lautan airmata kami
Berpesiarlah di lautan airmata kami
Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Amuk kita timbun, munjung bagai gunung

Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Amuk kita tunda, gunung tak meletus
Bersabar, bersabar, kita sejak dulu
Sejak dulu nahan, sejuk bagai gunung

Pesta poralah di gunung kesabaran kami
Dansa dansilah di gunung kesabaran kami
Injak injakkan kakimu di gunung kesabaran kami
Buang botol-botol minummu di gunung kesabaran kami

Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Sabar jadi riak, riak jadi ombak
Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
Gunung pun bergetar, laut bergelora
Bergelora-gelora, bergunung-gunung ombak
Gulungan gelombang keringat dan airmata

Hati hati jangan kau terlena di laut keringat kami
Hati hati jangan kau haha hihi di laut keringat kami
Awas awas awas di gunung kesabaran kami
Mawas mawas dirilah di gunung kesabaran kami

(Sujiwo Tejo, Lagu Lautan Tangis, album Presiden Yaiyo)

17 Comments on “Lautan Tangis …… Lautan Tangis …. Lautan Tangis

  1. krupukcair
    Juli 15, 2010

    aku suka puisinya :D :D :D

  2. sikapsamin
    Juli 15, 2010

    Rrrevvvolusssiii…

    Mari…kita hapuskan ‘CULTURCIDE’
    Mari…kita hapuskan ‘ETNOCIDE’
    Mari…kita hapuskan ‘SILENT GENOCIDE’
    Mari…kita hapuskan ‘LANGUAGE IMPERIALISM’
    Mari…kita hapuskan ‘TECHNOLOGY IMPERIALISM’

    Dengan…RRREVVVOLUSSSIII…
    Kita bangkitkan…
    BHINNEKA TUNGGAL SIKEP
    agar…
    BAKUH – KUKUH – UTUH…..
    SELURUH PERSADA MOSAIK NUSWANTARA

    Salam…
    samin adalah sikap

  3. gommu
    Juli 15, 2010

    Tulisan ini muncul disaat yang tepat bagi saya. Mantap kang!

  4. Dangstars
    Juli 15, 2010

    Bersabar, bersabar, sampai habis sabar
    Bergerak, bergerak, tetap bergerak
    Mawas mawas dirilah di gunung kesabaran kami

  5. Dangstars
    Juli 15, 2010

    Wah terjadi Takut juga yahhh ?
    Gak terjadi ada kemungkinan jadi

    Kumaha atuh Akang ?

  6. nurrahman18
    Juli 15, 2010

    selepas katanya reformasi dulu, negri ini menurut saya ga berubah secara signifikan

  7. sikapsamin
    Juli 15, 2010

    air-mata kami…kering sudah,
    keringat kami…tekuras sudah,
    tangis kami…terhenti sudah,

    Tinggal yang terakhir…tetesan darah…..

  8. majorprad
    Juli 16, 2010

    Jadi teringat syairnya Ronggowarsito dalam Serat Kalatidha. Beliau memprediksi ada 7 Satria Piningit yang memimpin Indonesia. Sekarang sudah yang ke enam.
    Yang ke tujuh adalah SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.

    Tinggal menanti atau membukakan jalan ya? :D

  9. majorprad
    Juli 16, 2010

    Jadi teringat syairnya Ronggowarsito dalam Serat Kalatidha. Beliau memprediksi ada 7 Satria Piningit yang memimpin Indonesia. Sekarang sudah yang ke enam.
    Yang ke tujuh adalah SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU. Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu).

    Tinggal menanti atau membukakan jalan ya? :D

  10. udienroy
    Juli 16, 2010

    Pertama mbaca jadi bertanya-tanya. Wah ini puisi apa cerita rakyat, begitu ada nemu bahasa yang di ulang2 wew, kayaknya ini nyanyi hehe..

  11. Sugeng
    Juli 16, 2010

    membaca sambil menunggu selesainya loading lagu membuat hatiku renuyh. Apalagi setelah tahu sipenyanyi naya Sujiwo Tedjo. :shock: :???:
    Salam hangat serat jabat erat selalu dari Tabanan

  12. orange float
    Juli 16, 2010

    rakyat semakin susah, harga semakin melambung tinggi, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin :???:

  13. kalabang
    Juli 17, 2010

    Tapi revolusi tidak selalu menyelesaikan masalah. Contoh Irak, katanya rezim Saddam kejam, tapi perang lebih kejam, makin banyak perpecahan dan kehancuran.

    —————
    Kopral Cepot : Wah klo itu bukan revolusi gan ;)

  14. elsabarto®
    Juli 18, 2010

    sampai kapan ya harus sabar…???

  15. Akhid
    Juli 21, 2010

    Revolusi adalah puncak sebuah gerakan. Jika kita tak pernah bergerak mendorong transformasi sosial untuk menyadarkan rakyat akan realitas yang menindas maka revolusi masih jauh dari panggang api. Kecuali jika Allah swt. bermurah hati dengan tiba-tiba mendatangkan bencana layaknya Kaum Nuh dipilih sebagai generasi yang berhak melanjutkan peradaban.

    Salam… :)

  16. Padly
    Juli 21, 2010

    Cabe bagaimana? :)

  17. Amarkhoir
    Juli 22, 2010

    Hade euy syair tiap bait na, hehe :-)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on Juli 15, 2010 by in Blog n Me, Wacana Kini and tagged , , .

Arsip Serbasejarah

RSS Koment tangkyu

  • Komentar di Jejak Soeharto : Petualangan Politik Seorang Jenderal Godean oleh komeng chipasir Mei 28, 2012
    inget masa soeharto,rakyat ga ada yang perang saudara......walau korup tapi adem ayem,bahkan malaysia pun takut buat geser patok perbatasan
    komeng chipasir
  • Komentar di Mengintip Lobi Israel di Indonesia oleh Muhamad Ab Mei 28, 2012
    mengapa umat muslim anti Yahudi? zeonis sudah menguasai dunia,Yahudi telah membuktikan kekuasannya pada dunia,dimana negara timur tegah yang mayoritas negara muslim,tidak sanggup menentang kebijakan israel malah tunduk pada israel. Palestina tidak akan bebas dari belengku Israel Yahudi.apa bila Umat muslim tidak tunduk pada Israel.zionisme telah kuasai Indon […]
    Muhamad Ab
  • Komentar di Islam dan Pancasila : Betulkah Bersahabat ? oleh David Mei 28, 2012
    Saya mahasiswa & beragama Islam. Pancasila lah yg baik utk dasar negara yg majemuk serta multikultur seperti Indonesia. Bukan Islam, sebab pd realitanya Islam egois & fasis.
    David
  • Komentar di Abdoel Moeis ~Penggagas ITB~ oleh xdiablo Mei 28, 2012
    "Maka didirikanlah Persatuan Perjuangan Priangan, suatu persatuan perjuangan untuk memertahankan kemerdekaan." Susah ya cari orang asli sunda/bandung yg jadi pejuang.... Persatuan Perjuangan Priangan didirikan oleh pejuang dari Minang, sedangkan Darul Islam didirikan oleh pejuang dari Jawa..... Moh. Toha yg disebut pahlawan dari sunda juga sampai s […]
    xdiablo

Ter-apresiasi..