Hari-hari terakhir ~Tah ieu teh Hudaibiyah ~

Pada tanggal 15 Mei 1962, Kartosoewirjo, mendapat laporan bahwa pasukan DI/TII yang tersebar di gunung Cakrabuana, gunung Guntur serta gunung Galunggung telah kocar-kacir. Tak hanya itu, juga mendengar kondisi fisik pasukannya kian lemah, kehabisan tenaga. Kondisi yang tak jauh beda dengan dirinya. Saat itu Sang Imam ini sedang sakit, Ia menderita penyakit gula serta kurang…

Sumpah Palapa tidak Terlaksana

Oleh Uu Rukmana PERISTIWA Bubat menyisakan kenangan memilukan dan dianggap sebagai mimpi buruk orang Sunda. Tentang hal ini agaknya kita semua sepakat bahwa sekitar tujuh abad yang lampau, telah terjadi kisah tragis. Prabu Linggabuana dan putrinya Citraresmi beserta para pengiringnya gugur di suatu tempat bernama Bubat, sebagai konsekuensi dari upaya mempertahankan martabat dan harga diri….

Melanjutkan Perspektif Tragedi Bubat

Tulisan Sebelumnya : Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut Perlukah Tragedi Bubat Difilmkan Tragedi Bubat Dalam Perspektif Jawa Timur Oleh : Agus Sunyoto, pengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang Peristiwa pertempuran Bubat yang terjadi sekitar 650 tahun silam adalah peristiwa sejarah yang paling menarik untuk dikaji. Pasalnya, peristiwa yang menyisakan dendam kolektif itu tidak…

Westerling “pun tersenyum” ..

Kalau hanya senyum yang engkau berikan Westerling pun tersenyum……. (Iwan Fals) Masyarakat Jawa Barat dan Divisi Siliwangi boleh jadi tidak bisa melupakan peristiwa ini. Pagi itu, 23 Januari 1950, tentara Belanda yang dipimpin Komandan Baret Hijau Kapten Raymon P.P. Westerling menggemparkan Kota Bandung. Pasukan tanpa atribut itu membabi buta menembaki anggota Divisi Siliwangi yang berada…