Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-4)

Mendekati detik-detik pemberontakan Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali. Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah.Lanjutkan membaca “Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-4)”

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-3)

Baca sebelumnya : Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1) Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-2) Kubu Abangan Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam. Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban,Lanjutkan membaca “Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-3)”

Misi Pen-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)

baca sebelumnya !! Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1) Berdirinya Giri Kedhaton Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara. Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, DewiLanjutkan membaca “Misi Pen-ISLAM-an Nusantara (Bag-2)”

Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)

Ini  tulisan dari seseorang yang bernama “Damar Shashangka”, yang saya dapatkan dari catatan beliau di jejaring facebook. Catatan ini terbagi pada 5 bagian yang memuat “Versi Masuknya Islam ke Nusantara”. Saya posting disini sebagai bahan belajar khususnya bagi “sang pembelajar” umumnya bagi yang kebetulan membaca postingan ini karena bagi saya ini adalah versi lain tentangLanjutkan membaca “Misi Peng-ISLAM-an Nusantara (Bag-1)”