Penulisan Sejarah Islam Indonesia (Masih di Dominasi Versi Sarjana Barat)

Oleh: Saifullah Hayati Nur *Praktisi Muda dan berdomisili di Banda Aceh. Kita semua mengetahui bahwa penulisan tentang sejarah Islam di Indonesia selama ini masih di dominasi oleh versi sarjana-sarjana barat yang dalam penilaian kita masih banyak terdapat kekeliruan, baik sengaja ataupun tidak sengaja. Ini merupakan tanggung jawab kita bersama dan semestinya para ulama serta intelektual... Continue Reading →

Perjuangan Islam dengan Dakwah

(Fakta Empirik Dakwah Para Wali) Suatu gerakan politik merupakan kelompok atau golongan yang ingin mengadakan perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga politik atau ingin menciptakan suatu tata masyarakat yang baru sama sekali, dengan memakai cara-cara politik. Satu daripada ciri-ciri Islam ialah bersifat "merubah." La menolak cara menempel atau memperbaiki. Ia tidak rela dengan penyelesaian separuh-separuh atau sesuku-sesuku, atau... Continue Reading →

Dari Cirebon ke Banten : Langkah Dakwah Sunan Gunung Jati

Putera Sri Baduga Maharaja Raja Padjadjaran (Sunda-Galuh) yaitu Sang Surasowan di angkat menjadi raja di daerah (bupati) Banten pesisir yang berkuasa atas pelabuhan perdagangan yang ramai. Sang Surasowan memiliki 2 anak yaitu Sang Arya Surajaya dan Nyi Kawunganten. Pada masa pemerintahnnya, dakwah Islam berkembang yang mulai dikembangkan oleh seorang ulama muda dari Cirebon; Syekh Syarif... Continue Reading →

Syarif Hidayatullah; Sunan Gunung Jati

Pangeran Walangsungsang yang selanjutnya bergelar Sri Manggana raja pertama daerah Cirebon Larang, memiliki adik bernama Rara Santang. Ketika Walangsungsang menunaikan ibadah Haji, Rara Santang juga ikut serta untuk berhaji. Diceritakan ketika sampai di pelabuhan Jedah, Samadullah alias Walangsungsang dan Rara Santang bertemu dengan Syarif Abdullah, penguasa (walikota) di negeri Mesir. Syarif Abdullah adalah keturunan Bani... Continue Reading →

Cirebon; Gerbang Dakwah Islam Jawa Barat

Pada tahun 1416 M, armada angkatan laut Cina mengadakan pelayaran keliling, atas perintah Kaisar Cheng-Hu atau Kaisar Yunglo, Kaisar Dinasti Ming yang ketiga. Armada angkatan laut tersebut dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho alias Sam Po Tay Kam seorang muslim. Dalam rombongan armadanya, terdapat seorang Ulama Islam bernama Syekh Hasanudin berasal dari Campa, bermaksud berdakwah di... Continue Reading →

Sunan Kalijaga; Politikus Empat Zaman

Sunan Kalijaga hidup dalam empat dekade pemerintahan. Yakni masa Majapahit (sebelum 1478), Kesultanan Demak (1481 – 1546), Kesultanan Pajang (1546-1568), dan awal pemerintahan Mataram (1580-an). Di antara anggota Dewan Wali, Sunan Kalijaga merupakan wali yang paling populer di mata orang Jawa. Ketenaran wali ini adalah karena ia seorang ulama yang cerdas. Ia juga seorang politikus... Continue Reading →

Proses Pelembagaan Islam : Dari Dakwah ke Negara

Penting di cermati di dalam pelembagaan Islam yaitu proses terbentuknya Institusi Sosio Politik Islam dalam bentuk Negara Islam Demak, Dakwah Walisanga yang menjadi tokoh sentral  perjuangan, menggunakan beberapa tahapan, yaitu : Pertama , Mendirikan Masjid. Masjid di dalam bahasa Arab ialah isim makan dari fi’il sajada yang artinya bersujud. Sebagai isim makan (kata benda tempat)... Continue Reading →

Proklamasi Berdirinya Negara Islam Demak

Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan, Raja Brawijaya ingat akan puteranya yang tinggal di Bintara. Sabdanya kepada Adipati Terung, “ bagaimana kakakmu sudah sekian lama tidak pernah menghadap. Janjinya setiap tahun akan menghadap, ini sudah tiga tahun tidak datang kesini. Apakah sudah mulia, lalu lupa pada saya. Kalau begitu, pergilah ke Bintara tanyakan pada kakakmu apa... Continue Reading →

Raden Fatah alias Al-Fatah; Sang Pemimpin Muda

Dalam Babad Tanah Jawi dikisahkan, tentang silisilah Raja-raja Majapahit. Prabu Adining Kung berputra Hayam Wuruk. Hayam Wuruk berputra Lembu Amisani, patihnya bernama Deming Wular. Lembu Amisani berputra Bra Tanjung. Bra Tanjung berputra Raden Alit, setelah menjadi raja bergelar Brawijaya, patihnya Gajah Mada. Sang Prabu Brawijaya beristrikan puteri raja dari Campa. Raja Campa ini memiliki dua... Continue Reading →

Sunan Bonang; Panglima Tentara Demak

Raden Makhdum atau Raden Maulana Makhdum Ibrahim selanjutnya dikenal dengan Sunan Bonang adalah putera Sunan Ampel dan seperti yang sudah dituliskan di atas dalam sejak kecil mendapat pendidikan dan pengkaderan seangkatan dan seperjalanan dengan Sunan Giri. Yang terkenal sampai dengan sekarang warisan dari Sunan Bonang adalah Syi’iran Tamba Ati (Tombo Ati-nya Opick). Pada masanya Sunan... Continue Reading →

Sunan Giri ; Aktor Berdirinya Negara Islam Demak

Nama kecil Sunan Giri adalah Jaka Samudra ayahnya Maulana Ishak Syekh Awalul Islam dari Pasai, Ibunya Sekardadu, putri Raja Blambangan Lahir sekitar 1443 M, Masa kecilnya mengenyam pendidikan di Pesantren Ampel Denta, setelah menginjak remaja bersama Raden Makdum Ibrahim (Sunan Bonang) ditugaskan Sunan Ampel belajar ke Mekkah dan selanjutnya menempuh pedidikan di Negara Islam Pasai... Continue Reading →

Wali Songo itu Para Pemuda

Setiap biografi para wali, terdapat beberapa versi tentang asal-usul mereka, tahun kelahiran, sampai usia hidup mereka. Meskipun demikian ada beberapa patokan yang bisa menjadi ukuran pada usia berapa mereka berkiprah dalam perjuangan penegakan Islam di Tanah Jawa.Tokoh sentral yang menjadi pencetak generasi futuh Islam adalah Sunan Ampel. Dari beberapa literatur Raden Rahmat yang kemudian dikenal... Continue Reading →

Strategi Dakwah Walisanga

Hakekat strategi adalah usaha-usaha untuk menguasai dan mendayagunakan segala sumber daya untuk mencapai tujuan. Tujuan dakwah walisanga adalah tegaknya Islam di tanah Jawa pada khususnya dan bumi Nusantara pada umumnya dengan kata lain futuh islam fi Nusantara. Dalam cerita tradisional diungkapkan bahwa para wali itu kaya akan ilmu kesaktian, jaya kawijayan. Mereka wicaksana, sugih srana... Continue Reading →

Pesan Dakwah Walisanga

Pesan dakwah walisanga yang pertama dan urgent adalah Penanaman Aqidah yang benar dan murni. Salah satu upaya para Walisanga dalam rangka menanamkan aqidah Islam dengan “de-dewanisasi” dengan sarana mitologi hindu yang berkembang di masyarakat, lalu di reinterpretasi yang berupa cerita-cerita yang berkait dengan kelemahan dan kekurangan dewa sebagai sesembahan manusia selanjutnya remitologi pembuatan mitos baru.... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: