Laratan Historiografi Sunda Poskolonial

Ku ASEP SALAHUDIN* Almarhum Edi S. Ekadjati pernah ngabagi historiografi Sunda kana tilu bagian. Masing-masingna tangtu mibanda watek anu beda. Kahiji, historiografi tradisional. Dina dapuran historiografi ieu antara anu faktual jeung mistikal masih keneh gumulung. Antara sejarah jeung dongeng ngahiji contona jiga dina Bujangga Manik, Carita Parahiyangan, Carita Waruga Guru, Carita Purwaka Caruban Nagari, SejarahLanjutkan membaca “Laratan Historiografi Sunda Poskolonial”

Pangeran Wangsakerta ~Sejarahwan Kontroversi~

Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Walaupun demikian, maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Lebih,dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Hilangkanlah segala perbuatan jahat danLanjutkan membaca “Pangeran Wangsakerta ~Sejarahwan Kontroversi~”

Sumpah Palapa tidak Terlaksana

Oleh Uu Rukmana PERISTIWA Bubat menyisakan kenangan memilukan dan dianggap sebagai mimpi buruk orang Sunda. Tentang hal ini agaknya kita semua sepakat bahwa sekitar tujuh abad yang lampau, telah terjadi kisah tragis. Prabu Linggabuana dan putrinya Citraresmi beserta para pengiringnya gugur di suatu tempat bernama Bubat, sebagai konsekuensi dari upaya mempertahankan martabat dan harga diri.Lanjutkan membaca “Sumpah Palapa tidak Terlaksana”

Melanjutkan Perspektif Tragedi Bubat

Tulisan Sebelumnya : Biarkan “Perang Bubat” Berlanjut Perlukah Tragedi Bubat Difilmkan Tragedi Bubat Dalam Perspektif Jawa Timur Oleh : Agus Sunyoto, pengajar di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya Malang Peristiwa pertempuran Bubat yang terjadi sekitar 650 tahun silam adalah peristiwa sejarah yang paling menarik untuk dikaji. Pasalnya, peristiwa yang menyisakan dendam kolektif itu tidakLanjutkan membaca “Melanjutkan Perspektif Tragedi Bubat”