Jangan Titipkan Perjuangan Umat Pada Pemerintah

Ustadz Didin Hafidhuddin Bagi saya, siapapun yang terpilih menjadi presiden, tak terlalu signifikan dalam upaya membangun umat. Karena membangun umat sangat tergantung pada kekuatan dan arah perjuangan kita sendiri. Di mana-mana yang namanya praktik kekuasaan selalu berorientasi pada ”netralitas” karena ingin merangkum semua pihak. Di negara-negara Arab pun yang hampir 100% Muslim, penguasannya selalu berada... Continue Reading →

Peringatan dari Wiji Thukul

Suara-suara itu tak bisa dipenjarakan/di sana bersemayam kemerdekaan/apabila engkau memaksa diam/aku siapkan untukmu: pemberontakan! >>(Wiji Thukul) PERINGATAN Jika rakyat pergi Ketika penguasa pidato Kita harus hati-hati Barangkali mereka putus asa Kalau rakyat bersembunyi Dan berbisik-bisik Ketika membicarakan masalahnya sendiri Penguasa harus waspada dan belajar mendengar Bila rakyat berani mengeluh Itu artinya sudah gawat Dan bila... Continue Reading →

Kronologi Peristiwa 27 Juli 1996 ; Mengingat yang lupa …

Peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 akan digelar di bekas Gedung Kantor Sekretariat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Selain tabur bunga, acara juga akan diwarnai mimbar bebas untuk menyuarakan aspirasi para peserta aksi. Ketua Penyelenggara Peringatan Peristiwa 27 Juli, Sandra Lestari, mengatakan, acara itu dibuat untuk mengenang kembali para korban... Continue Reading →

Memahami Terorisme

Teror adalah fenomena yang cukup tua dalam sejarah. Menakut-nakuti, mengancam, memberi kejutan kekerasan atau membunuh dengan maksud menyebarkan rasa takut adalah taktik-taktik yang sudah melekat dalam perjuangan kekuasaan, jauh sebelum hal-hal itu dinamai ”teror” atau ”terorisme”. Lembaran sejarah manusia telah diwarnai oleh tindakan-tindakan teror mulai dari perang psikologis yang ditulis oleh Xenophon (431-350 SM), Kaisar... Continue Reading →

YA ALLAH WAFATKANLAH AKU SEBAGAI “SERDADU PEMBERONTAK” TITIK

Segala puja dan puji bagi Ilahi Rabbi Sang Maha Pencipta negeri pertiwi, Sholawat kepada seluruh Nabi yang telah sukses sebagai ”Pemberontak” di setiap negeri , Sholawat pada Rosululloh SAW yang memberikan contoh teladan bagaimana merubah negeri jahili menjadi islami. Sholawat pada Para Jenderal bumi Nuswantara yang disetiap abad telah mengukir prestasi membangun "jati diri demi... Continue Reading →

Pengakuan Seorang Ekonom Perusak

Judul buku : Confessions of An Economic Hit Man Penulis : John Perkins Penerbit : Abdi Tandur, Jakarta Halaman : 278 Inilah "pengakuan dosa" dan kesaksian seorang ekonom bayaran Amerika Serikat yang ditugasi untuk menciptakan ketergantungan ekonomi negara dunia ketiga dan terbelakang (less-developed countries) melalui politik utang kepada negara adikuasa. Membaca buku karya John Perkins--salah... Continue Reading →

“Vox Populi” Belum Tentu “Vox Dei”

Oleh : THE GLOBAL NEXUS ; Christianto Wibisono* Benyamin Intan PhD sebagai penceramah tunggal pada seminar "Politik, Moral, dan Kepemimpinan Nasional" Sabtu (4/7) oleh Reform Center for Religion and Society menyatakan bahwa Vox Populi belum tentu Vox Dei. Tuhan bisa menetapkan, memimpin secara negatif, mengizinkan, dan juga membiarkan rakyat memilih sesuai dengan free will. Ketika... Continue Reading →

Tapak Jejak Negeri Memilih Demokrasi

“Supaya tercapai suatu masyarakat yang berdasarkan keadilan dan kebenaran, haruslah rakyat insyaf akan haknya dan harga dirinya. Kemudian haruslah ia berhak menentukan nasibnya sendiri perihal bagaimana ia mesti hidup dan bergaul” -Mohammad Hatta- Katanya, ide filosofis demokrasi sebenarnya telah ada sejak zaman yunani kuno dengan adanya Negara kota (polis) di Athena pada abad ke 4... Continue Reading →

Dosa-dosa Demokrasi

Oleh : YASRAF AMIR PILIANG (Pemikir di Forum Studi Kebudayaan (FSK), FSRD, Institut Teknologi Bandung) SETELAH kejatuhan rezim otoriter Orde Baru pada 1998, "sistem demokrasi" dilihat sebagai satu-satunya harapan yang dapat membawa bangsa ini menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Akan tetapi, setelah lebih dari satu dekade masa transisi, yang tumbuh di kalangan masyarakat adalah... Continue Reading →

Menghapus Palestina ; Holocaust Kedua

Resensi Buku JUDUL: Pembersihan Etnis Palestina: Holocaust Kedua, PENULIS: Ilan Pappe, PENERJEMAH: Citra Sari, PENERBIT: Elex Media Komputindo, TAHUN: 2009, HALAMAN: 477 + xxv Menghapus Palestina merupakan keniscayaan bagi Zionis untuk tetap eksis. Tak pernah terjadi dalam sejarah kemanusiaan bagaimana keberlangsungan hidup suatu bangsa mesti mengambil pilihan seperti laiknya virus ganas yang mesti meniadakan bangsa... Continue Reading →

Kader Tulang Punggung Revolusi

Artikel ini dimuat dalam Jurnal bulanan Cuba Socialista, edisi September 1962. Pada saat artikel ini ditulis PURS berada dalam proses pembentukannya, Pada bulan Maret 1962, pendahulu-pendahulunya ORI, The Integrated Revolution --yang dibentuk melalui penggabungan Gerakan 26 Juli, Partai Sosialis Popular dan Directorate Revolsioner--telah menjalani suatu - proses reorganisasi menuju konsolidasi partai baru di paruh akhir... Continue Reading →

Bila Djuanda Melawat Ke Ambalat

”Djuanda selalu tak dianggap. Dilupakan. Tetapi juga terang, bangsa dan negara ini tumbuh dan berkembang karena wajah-wajah yang membiarkan diri mereka sekan-akan tak bernama, mereka yang bersedia menghadapi masalah riil dengan hati terbuka dan pikiran yang jernih; sekelompok orang yang tak bermain dalam wilayah romantisme dan glamor sejarah. Djuanda adalah pemuka dari para anonim (dalam)... Continue Reading →

Kisah Negara (Politik) Tanpa Ideologi

Yang bisa didapatkan dari perkembangan politik di Indonesia, salah satunya, adalah tentang keberadaan ideologi yang mengalami degradasi dari kemajemukan menjadi tiada. Pada periode 1950-an, ideologi merupakan identitas bagi kelompok-kelompok politikus. Soekarno pun menobatkan dirinya sebagai penghulu kemajemukan ideologi dengan slogan nasakom (nasionalisme, agama, dan komunisme). Inilah era keanekaan ideologi, yang diidealkan oleh antropolog Clifford Geertz... Continue Reading →

Mengingat yang lupa tentang “Manusia Indonesia” Untuk Bangkit Beradab

Ceramah budaya berjudul “Manusia Indonesia” yang dilisankan oleh Mochtar Lubis pada tahun 1977 dan dibukukan dengan judul “Manusia Indonesia” oleh Yayasan Obor Indonesia tahun 2001 ini masih aktual hingga kini, tugas setiap pendidik di negeri ini untuk membalik kondisi menjadi lebih baik dan bermartabat di mata dunia dan peradaban yang menjunjung tingi nilai-nilai etika dan... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: