Kronologi Peristiwa 27 Juli 1996 ; Mengingat yang lupa …

Peringatan Peristiwa 27 Juli 1996 akan digelar di bekas Gedung Kantor Sekretariat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (27/7). Selain tabur bunga, acara juga akan diwarnai mimbar bebas untuk menyuarakan aspirasi para peserta aksi. Ketua Penyelenggara Peringatan Peristiwa 27 Juli, Sandra Lestari, mengatakan, acara itu dibuat untuk mengenang kembali para korban... Continue Reading →

YA ALLAH WAFATKANLAH AKU SEBAGAI “SERDADU PEMBERONTAK” TITIK

Segala puja dan puji bagi Ilahi Rabbi Sang Maha Pencipta negeri pertiwi, Sholawat kepada seluruh Nabi yang telah sukses sebagai ”Pemberontak” di setiap negeri , Sholawat pada Rosululloh SAW yang memberikan contoh teladan bagaimana merubah negeri jahili menjadi islami. Sholawat pada Para Jenderal bumi Nuswantara yang disetiap abad telah mengukir prestasi membangun "jati diri demi... Continue Reading →

“Vox Populi” Belum Tentu “Vox Dei”

Oleh : THE GLOBAL NEXUS ; Christianto Wibisono* Benyamin Intan PhD sebagai penceramah tunggal pada seminar "Politik, Moral, dan Kepemimpinan Nasional" Sabtu (4/7) oleh Reform Center for Religion and Society menyatakan bahwa Vox Populi belum tentu Vox Dei. Tuhan bisa menetapkan, memimpin secara negatif, mengizinkan, dan juga membiarkan rakyat memilih sesuai dengan free will. Ketika... Continue Reading →

Selamat Pagi Indonesia Tanah Air Mata Negeriku Aku Berdo’a

“Kata-kata adalah kurcaci yang muncul tengah malam, dan ia bukan pertapa suci yang kebal terhadap godaan. Kurcaci merubung tubuhnya yang berlumuran darah sementara pena yang dihunusnya belum mau patah.” (Joko Pinurbo dalam Kurcaci, 1998) Banyak sekali contoh tentang bagaimana sebuah tulisan, konten apapun, mampu menjadi pendobrak yang bahkan tak bisa dilakukan dengan ketajaman pedang dan... Continue Reading →

Kader Tulang Punggung Revolusi

Artikel ini dimuat dalam Jurnal bulanan Cuba Socialista, edisi September 1962. Pada saat artikel ini ditulis PURS berada dalam proses pembentukannya, Pada bulan Maret 1962, pendahulu-pendahulunya ORI, The Integrated Revolution --yang dibentuk melalui penggabungan Gerakan 26 Juli, Partai Sosialis Popular dan Directorate Revolsioner--telah menjalani suatu - proses reorganisasi menuju konsolidasi partai baru di paruh akhir... Continue Reading →

Antropologi Pemikiran Kaum Teroris (1)

Al Chaidar (Dosen pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Aceh) Latar Belakang Dari pengakuan para tersangka tindak pidana terorisme Bom Bali 12 Oktober 2002, jelas terlihat sebuah ekspresi emosi keagamaan. Ali Gufron, salah seorang tersangka teror Bom Bali, bahkan menyatakan sikapnya dengan tegas dan sederhana: “... membalas kezaliman dan kesewenangan AS... Continue Reading →

Mengingat yang lupa tentang “Manusia Indonesia” Untuk Bangkit Beradab

Ceramah budaya berjudul “Manusia Indonesia” yang dilisankan oleh Mochtar Lubis pada tahun 1977 dan dibukukan dengan judul “Manusia Indonesia” oleh Yayasan Obor Indonesia tahun 2001 ini masih aktual hingga kini, tugas setiap pendidik di negeri ini untuk membalik kondisi menjadi lebih baik dan bermartabat di mata dunia dan peradaban yang menjunjung tingi nilai-nilai etika dan... Continue Reading →

Orang “Indonesia” di Negeri Penjajah

DI NEGERI PENJAJAH: ORANG INDONESIA DI NEGERI BELANDA 1600-1950 Penulis: Harry A. Poeze Penerbit: KPG Tebal: 417 halaman. MISTERI adalah spesialisasi Harry A. Poeze, sejarawan penulis paling ambisius tokoh misterius Tan Malaka. Tapi, bagi Poeze, misteri itu tak hanya ada pada orang besar sekaliber Tan. Baginya justru misteri terbesar dalam perjalanan historis berbagai bangsa, termasuk... Continue Reading →

Perajaan 1 Mei (80 tahun silam); Artikel Fadjar Asia

Sedikit pemandangan atas rapat besar dari pada Indische Sociaal-Democratische Party di Betawi. Ditulis oleh S.M. Kartosoewirjo 6 dan 7 Mei 1929 yang dimuat di Koran "Fadjar Asia" Kemerdekaan dalam berhimpoen dan berkoempoel, Penghapoesan Poenale Sencre (Perboedakan Kontrakan) dan Rodi, Perhatian banjak dari Pembesar Negeri tentang perboeroehan Merdeka. Penghapoesan hak2 jang berlebihan (Exorbitan te Rechten) dari... Continue Reading →

Islam & Sosialisme ; H.O.S. Tjokroaminoto

"Bagi kita, orang Islam, tak ada sosialisme atau rupa-rupa "isme" lain-lainnya, yang lebih baik, lebih elok dan lebih mulia, melainkan sosialisme yang berdasar Islam itulah saja" (HOS Tjokroaminoto) Tahun 1924 di Mataram, HOS Tjokroaminoto seorang pendiri dan sekaligus ketua Sarekat Islam (SI) menulis buku “Islam dan Sosialisme”. Buku tersebut ditulis oleh Tjokro, di samping karena... Continue Reading →

Masa lalu yang membunuh masa depan

Buku lawas buah karya Yudi Latif sengaja aku baca kembali, bukan karena Kang Yudi udah jadi selebriti politik yang wara-wiri di layar TV, tetapi karena penasaran melihat judul buku yang selalu mengusik satu pertanya’an tentang apa maksud “Masa lalu yang membunuh masa depan”?. Buku yang diterbitkan oleh Mizan di awal masa reformasi tahun 1999 dengan... Continue Reading →

Pergerakan Partai Sjarikat Islam sebagai levend organisme

Sebagai levend organisme (satu tubuh yang hidup), Pergerakan Party Sjarikat Islam Indonesia menjalani berbagi-bagi hidup dalam perbagai zaman, Hidup PSII (dalam ukuran kualitas bukan kuantitas) itu melalui ketiga tingkat , menurut harkat derajat orang-orang yang tergabung di dalam pergerakan itu. Zaman Qauliyah (1912-1923) -------- dua fase : 1912-1917 dan 1917-1923 Zaman pertama PSII mengalami hidup... Continue Reading →

The Grand Old Man ; Jalan Perjuangan H. Agus Salim

"Bismillahirrahmanirrahim' MERDEKA! Dinda sayang, terima kasih atas surat Dinda yang menyenangkan hati itu. Dalam keadaan yang sesungguhnya merupakan bala, masih juga dapat kita menyaksikan nikmat Allah subhanahu wata'ala yang dalam kesukaran dapat juga memberi kelapangan. Kanda seperti yang sudah kerap dinda katakan, rupanya diperlakukan Allah dengan istimewa… sebab itu baiklah kita bersyukur memuji Allah Swt.... Continue Reading →

Sang Raja Tanpa Mahkota : Hidup Dan Perjuangan HOS Tjokroaminoto

Sang raja tanpa mahkota begitulah kaum Kompeni Belanda menyebutnya, lihai cerdas, dan bersemangat. Di takuti dan juga disegani lawan – lawan politiknya. Perjuangnya dalam membela hak kaum pribumi saat itu benar - benar menempatkan dirinya menjadi seoarang tokoh yang benar-benar dihormati pada saat itu. Dialah H.O.S Tjokroaminoto lahir di desa Bakur, Madiun Jawa Timur 16... Continue Reading →

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: