“Mengapa Belanda mempraktikan devide et impera?”

Pengertian secara definitif Divide et impera atau Politik pecah belah adalah kombinasi strategi politik, militer, dan ekonomi yang bertujuan mendapatkan dan menjaga kekuasaan dengan cara memecah kelompok besar menjadi kelompok-kelompok kecil yang lebih mudah ditaklukan. Dalam konteks lain, politik pecah belah juga berarti mencegah kelompok-kelompok kecil untuk bersatu menjadi sebuah kelompok besar yang lebih kuat.

Membuat Bangsa Ini Melek Sejarah

Oleh Reiza D. Dienaputra Menarik sekaligus menyengat membaca tulisan Y. Herman Ibrahim berjudul, “Kezaliman Dalam Penulisan Sejarah Islam”, yang dimuat harian ini, Rabu (18/2). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1995: 556, 1135), zalim yang merupakan akar kata kezaliman memiliki arti yang sama dengan lalim, sehingga kezaliman identik dengan kelaliman. Kelaliman berarti kebengisan, kekejaman, dan ketidakadilan.Lanjutkan membaca “Membuat Bangsa Ini Melek Sejarah”

PENJELASAN SEJARAH (Historical Explanation)

Sebuah resume untuk belajar memahami sejarah Apakah penjelasan sejarah (historical explanation) itu ? Penjelasan sejarah ialah usaha membuat satu unit sejarah intelligible (dimengerti secara cerdas). Mengapa sekedar “penjelasan” bukan “analisis” yang meyakinkan dan pasti? Kata “analisis” memang juga dipakai bergantian dengan “penjelasan”, diantaranya oleh Marc Bloch, terutama ketika orang menganalisis hubungan kausal antar gejala sejarah.Lanjutkan membaca “PENJELASAN SEJARAH (Historical Explanation)”

SEJARAH ADALAH REKONSTRUKSI MASA LALU.

Pernahkah anda bermain-main dengan batang korek api? Sekalipun batang korek api itu terserak-serak tidak jelas bentuknya, Anda harus menyusunnya jadi petakan-petakan, orang-orangan, rumah-rumahan, dan sebagainya. Ada definisi sejarah yang tautologis yang mengatakan bahwa sejarah ialah apa yang dikerjakan sejarawan. Tautologi ini menegaskan bahwa sejarawan mempunyai kebebasan dalam merekonstruksi.  Yang mengikat sejarawan hanya „batang korek“ yangLanjutkan membaca “SEJARAH ADALAH REKONSTRUKSI MASA LALU.”