Membaca Manhaj Haraki ; Manhaj Juang Nabi SAW (Bagian-3)

Hijrah Pertama Ke Habasyah Ibnu Hisyam meriwayatkan dari Ibnu Ishaq dalam Sirah-nya bahwa Rasulullah saw. bersabda kepada kaum muslimin, “Sebaiknya kalian pergi ke Habasyah karena di sana ada seorang raja yang adil sekali. Di dalam kekuasaannya tidak seorang pun boleh dianiaya, di sana adalah bumi kejujuran. Sampai Allah memberikan jalan keluar kepada kalian.” Sejak itu,Lanjutkan membaca “Membaca Manhaj Haraki ; Manhaj Juang Nabi SAW (Bagian-3)”

Gerilya di Ajteh

Tulisan ini melengkapi beberapa tulisan sebelumnya tentang perjuangan Abu Daud Beureueh di Atjeh yaitu : Beureueh, “Pemberontakan” dengan Sebab Klasik Pada Suatu Hari Dengan Daud Beureueh ______________ Hanya dua bulan sebelum pergolakan yang kemudian disebut sejarah sebagai Darul Islam-pecah pada 21 September 1953, Boyd R. Compton berkunjung ke rumah Daud Beureueh di Beureuneun, Pidie. Compton, peneliti dariLanjutkan membaca “Gerilya di Ajteh”

Bang Imad : Pekerjaan yang belum selesai ..

“…tegas terhadap kaum penyangkal Tuhan tapi saling kasih-mengasihi di antara sesamanya. Kamu lihat mereka membungkuk dan bersujud demi mendapatkan ridha Allah. … (Orang-orang seperti ini) bagaikan benih, yang menumbuhsuburkan cecabang dan rerantingnya, lalu menjadikannya kukuh, membesar, berdiri tegak atas batangnya, sehingga menggembirakan penanamnya….“- al-fath : 29 – Di zamannya, bentuk masjid itu tak lazim. AtapnyaLanjutkan membaca “Bang Imad : Pekerjaan yang belum selesai ..”

Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1)

Pengantar : Akar kesadaran politik umat Islam pada masa modern di Indonesia adalah dengan bangkitnya SI (Syarekat Islam) sebelum Perang Dunia I yang merupakan transformasi dari Sarekat Dagang Islam (SDI).  Lahirnya SDI bukanlah satu kebetulan dalam sejarah (an historical accident) yang tidak dilatar belakangi oleh kesadaran yang dalam dan panjang. Kelahiran SDI dapat dikatakan sebagaiLanjutkan membaca “Catatan Sejarah Syarekat Islam (Bag-1)”