Soekarno di Masa Krisis PDRI

Oleh : Mestika Zed* BULAN-bulan terakhir tahun 1948 adalah saat terberat dalam perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia. Bukan saja karena Republik yang masih usia balita itu harus menghadapi musuh di depan Belanda-tetapi juga ditusuk dari belakang oleh anak-bangsa sendiri, yaitu kelompok komunis (PKI) pimpinan Muso yang mendalangi peristiwa (kudeta) Madiun pada pertengahan September 1948. Klimaksnya ialahLanjutkan membaca “Soekarno di Masa Krisis PDRI”

HOS Tjokroaminoto Menurut Mohamad Roem

Pak Tjokro yang penulis ingat senantiasa memakai pakaian Jawa tradisionil. Blankon, jas tutup, kain panjang dan sandal. Saudara Anwar Tjokroaminoto baru-baru ini menerangkan kepada penulis, bahwa ia pun hanya ingat ayahnya memakai pakaian itu. Perkenalan kami, pemuda Islam terpelajar yang tergabung dalam Young Islamieten Bond (Serikat Pemuda Islam), dengan Pak Tjokro mulai di tahun 1925,Lanjutkan membaca “HOS Tjokroaminoto Menurut Mohamad Roem”

Warisan Sejarah

Apa yang kita peroleh dari orang tua kita yang telah meninggalkan alam fana? sebagai anak “yang ditinggalkan”, ada hak yang diperoleh dari orang tua yaitu warisan berupa harta benda yang dimilikinya. Apa yang diwariskan oleh Rosululloh Muhammad SAW kepada umatnya? “Aku tinggalkan dua warisan, selama kedua-duanya kamu pegang teguh maka kamu tidak akan sesat selama-lamanya,Lanjutkan membaca “Warisan Sejarah”

RAHMAH EL YUNUSIYAH ; Syaikhah Dunia Pendidikan Perempuan

Negeri Minangkabau terkenal telah melahirkan begitu banyak  tokoh utama di negeri ini, baik alim ulama maupun para cendekia. Tidak hanya hanya kaum pria yang menonjol, tapi juga kaum wanitanya. Salah satu tokoh perempuan hebat dari negeri ini adalah Rahmah El-Yunusiyah. Tidak diragukan lagi Rahmah el-Yunusiyah adalah salah satu tokoh wanita hebat yang dimiliki negeri ini.Lanjutkan membaca “RAHMAH EL YUNUSIYAH ; Syaikhah Dunia Pendidikan Perempuan”