Inlanderpolitiek

Adalah Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje, yang telah memberikan dasar penentukan sikap Pemerintah Belanda terhadap rakyatnya yang 85% ber-Agama Islam itu. Setelah beberapa lama menyelidiki keadaan di Turki, dan setelah beberapa tahun pula tinggal di Mekah dengan nama ‘Abdul Ghafar, tinggal pula di Indonesia ini bertahun-tahun sebagai Penasihat Pemerintah, dapatlah Prof. Snouck tersebut memberi tuntunanLanjutkan membaca “Inlanderpolitiek”

Islam dan Pancasila : Betulkah Bersahabat ? (2)

Melanjutkan tulisan sebelumnya tentang “Islam dan Pancasila”, dibawah ini adalah tulisan kedua dari Buya Ahmad Syafii Maarif yang dimuat  di koran Republika (kolom Resonansi), edisi Selasa 22 Mei 2012 yang berjudul ” Saat Islam dan Pancasila Sudah Bersahabat (2)”. Setelah tulisan sebelumnya yang lebih melihat aspek hitoris tentang “Persahabatan Islam dan Pancasila“, maka tulisan keduaLanjutkan membaca “Islam dan Pancasila : Betulkah Bersahabat ? (2)”

Buya Hamka ~ketika ulama tak bisa dibeli~

Surat itu pendek. Ditulis oleh Hamka dan ditujukan pada Menteri Agama RI Letjen. H. Alamsyah Ratuperwiranegara. Tertanggal 21 Mei 1981, isinya pemberitahuan bahwa sesuai dengan ucapan yang disampaikannya pada pertemuan Menteri Agama dengan pimpinan MUI pada 23 April, Hamka telah meletakkan jabatan sebagai Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI). Buat banyak orang pengunduran diri HamkaLanjutkan membaca “Buya Hamka ~ketika ulama tak bisa dibeli~”

Ikuti Natsir …..

Ikuti Pak Natsir …“ entah dari mana bisikan itu, mengigau, dejavu  ataukah lamunan sambilalu yang terbawa ke alam mimpi. Entahlah hanya yang jelas kalimat ini pernah ku dengar sebelumnya meski lupa entah kapan. Sebuah wasiat sekaligus teka-teki yang sampai hari ini belum ku mengerti, terlebih generasiku hari ini bukanlah generasi beliau dimasa lalu. Perkenalanku padaLanjutkan membaca “Ikuti Natsir …..”