Pidato Lengkap H.O.S Tjokroaminoto di NATICO 1 Bandung 1916

Pidato Tjokroaminoto ini terdapat dalam laporan yang berasal dari Dr. G.A.J Hazeu, kemudian laporan itu oleh G.G Van Limburg Stirum diteruskan kepada Menteri Jajahan di Nederland, Pleyte dan disertai komentar dari van Limburg Stirum . Laporan serta surat pengantar dari Gubernur Jenderal van Limburg Stirum kepada Menteri Jajahan tentu termasuk dokumen rahasia dan menurut kebiasaanLanjutkan membaca “Pidato Lengkap H.O.S Tjokroaminoto di NATICO 1 Bandung 1916”

Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya

Suatu hari di tahun 1945, datanglah beberapa orang yang tergolong ‘Ulama ke rumah Anwar Tjokroaminoto (Anak kedua dari H.O.S Tjokroaminoto). Salah seorang diantara mereka itu bertanya : “Adakah almarhum mempunyai peninggalan kepada saudara ?”. Anwar Tjokroaminoto menjawab : “ Ada, tetapi apa maksud saudara bertanya demikian?” “Kalau ada, sebenarnya mengherankan kami sebab kami tidak pernahLanjutkan membaca “Amanat Tjokroaminoto Kepada Anaknya”

Kartosoewirjo Muda Jurnalis Fadjar Asia

Media massa atau Pers adalah suatu istilah yang mulai dipergunakan pada tahun 1920-an untuk mengistilahkan jenis media yang secara khusus didesain untuk mencapai masyarakat yang sangat luas. Dalam pembicaraan sehari-hari, istilah ini sering disingkat menjadi media.  Istilah “pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atauLanjutkan membaca “Kartosoewirjo Muda Jurnalis Fadjar Asia”

Surat Kabar Fadjar Asia

Tesis bahwa bangunan kebangsaan kita dididirkan dari tradisi pers bisa dilihat dari fakta sejarah bahwa nyaris seluruh tokoh kunci pergerakan kebangsaan dan nasionalisme adalah tokoh pers. Dan posisi mereka dalam struktur pers umumnya pemimpin redaksi (hoofdredakteur) atau paling rendah adalah redaktur. HOS Tjokroaminoto yang kita kenal sebagai salah satu “guru pergerakan” adalah pemimpin redaksi OetoesanLanjutkan membaca “Surat Kabar Fadjar Asia”