Tahun “Vivere Pericoloso”

Oleh : YUDI LATIF dimuat di Harian Kompas 8 Desember 2009 Setelah menggelar kenduri demokrasi yang paling lama, paling kolosal, dan (mungkin) paling mahal di muka bumi, mestinya kita tutup tahun ini dengan pesta kembang api kebahagiaan. Akan tetapi, gempa demi gempa yang melanda negeri sepanjang tahun seperti tak memberi jeda untuk sekadar menyalakan lilinLanjutkan membaca “Tahun “Vivere Pericoloso””

Tapak Jejak Negeri Memilih Demokrasi

“Supaya tercapai suatu masyarakat yang berdasarkan keadilan dan kebenaran, haruslah rakyat insyaf akan haknya dan harga dirinya. Kemudian haruslah ia berhak menentukan nasibnya sendiri perihal bagaimana ia mesti hidup dan bergaul” -Mohammad Hatta- Katanya, ide filosofis demokrasi sebenarnya telah ada sejak zaman yunani kuno dengan adanya Negara kota (polis) di Athena pada abad ke 4Lanjutkan membaca “Tapak Jejak Negeri Memilih Demokrasi”

Dosa-dosa Demokrasi

Oleh : YASRAF AMIR PILIANG (Pemikir di Forum Studi Kebudayaan (FSK), FSRD, Institut Teknologi Bandung) SETELAH kejatuhan rezim otoriter Orde Baru pada 1998, “sistem demokrasi” dilihat sebagai satu-satunya harapan yang dapat membawa bangsa ini menuju masyarakat adil, makmur, dan sejahtera. Akan tetapi, setelah lebih dari satu dekade masa transisi, yang tumbuh di kalangan masyarakat adalahLanjutkan membaca “Dosa-dosa Demokrasi”