Mewawancarai “kembali” Bung Hatta

~ generasi itu lahir tanpa dibikin-bikin ~ BATAVIA, 1919. Sabtu sore. Dari rumahnya di Tanah Abang ia bersepeda ke gang Kwini. Pakaiannya selalu rapih, bersih. Dan selalu lima menit sebelum waktu yang dijanjikan ia sudah berdiri depan sahabatnya di asrama STOVIA (School tit Opleiding voor Indische Artsen) Gedung Kebangkitan Nasional jalan Abdurrahman Saleh 26 Jakarta…

Tamasya Sejarah Bersama Bung Hatta

Bung Hatta : Iwan Fals Tuhan terlalu cepat semua Kau panggil satu-satunya yang tersisa Proklamator tercinta… Jujur lugu dan bijaksana Mengerti apa yang terlintas dalam jiwa Rakyat Indonesia… Hujan air mata dari pelosok negeri Saat melepas engkau pergi… Berjuta kepala tertunduk haru Terlintas nama seorang sahabat Yang tak lepas dari namamu… Terbayang baktimu, terbayang jasamu…

Kejadian Disekitar Proklamasi 17 Agustus 1945

Pada tanggal 6 Agustus dengan tidak disangka-sangka jatuhlah bom atom pertama Amerika Serikat atas kota Hirosima dan pada tanggal 9 Agustus jatuh bom atom yang kedua di kota Nagasaki, selanjutnya tanggal 15 Agustus Jepang menyerah tanpa syarat, hal mana diketahui oleh pemuda revolusioner di Jakarta. Menurut Adam Malik dalam bukunya yang berjudul “Riwayat Proklamasi”, maka…