Politik Militer Pasca Kemerdekaan 1950 – 1952

Oleh : DR. Saleh A Djamhari (Sejarawan UI) Armed forces are employed not only for war and the threat of war, whether for purposes of aggression or defense. Throughout history they have had other political and social functions as well. Peter Paret, Understanding War, 1993 PENGANTAR Memasuki tahun 1950, saya mencatat ada dua peristiwa penting. Pertama, perubahan ketatanegaraan dari RepublikLanjutkan membaca “Politik Militer Pasca Kemerdekaan 1950 – 1952”

Lasjkar Rakjat

Pada revolusi fisik, laskar bermakna satuan bersenjata di laur tentara reguler, yang secara umum berafiliasi pada kepentingan politik tertentu. Bibit dari pada laskar rakyat di Indonesia dianggap bermula dari sikap gerakan-gerakan politik tertentu terhadap kolonialisme Belanda dan fasisme Jepang. Contohnya PNI Baru yang dibetuk akhir tahun 1931 pimpinan Hatta-Sjahrir dan Gerindo (Gerakan Indonesia Raya), yangLanjutkan membaca “Lasjkar Rakjat”

Benarkah Reformasi TNI Berhasil?

Atas dasar apa reformasi Tentara Nasional Indonesia (TNI) dinyatakan berhasil secara nyata? Layakkah TNI dan rakyat selamanya dinyatakan dan diposisikan dalam kemanunggalan? Akankah pembinaan teritorial dilanjutkan? Kiranya tiga pertanyaan tersebut layak dilontarkan untuk menanggapi sambutan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam buka puasa bersama dan silaturahim di Markas Brigade Infanteri Lintas Udara 17 Kujang I/Komando CadanganLanjutkan membaca “Benarkah Reformasi TNI Berhasil?”

Pentingnya Menjaga Kewibawaan TNI

SAMPAI saat ini ulang tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI) diperingati setiap tanggal 5 Oktober. Namun khusus tahun 2008 ini ada tiga kejadian, yaitu 5 Oktober adalah HUT TNI berdasarkan kalender, 9 Oktober berdasarkan pendekatan praktis, dan 14 Oktober pendekatan realistis. Sedangkan peringatannya akan dipusatkan di Surabaya pada 14 Oktober 2008.