Laratan Historiografi Sunda Poskolonial

Ku ASEP SALAHUDIN* Almarhum Edi S. Ekadjati pernah ngabagi historiografi Sunda kana tilu bagian. Masing-masingna tangtu mibanda watek anu beda. Kahiji, historiografi tradisional. Dina dapuran historiografi ieu antara anu faktual jeung mistikal masih keneh gumulung. Antara sejarah jeung dongeng ngahiji contona jiga dina Bujangga Manik, Carita Parahiyangan, Carita Waruga Guru, Carita Purwaka Caruban Nagari, SejarahLanjutkan membaca “Laratan Historiografi Sunda Poskolonial”

Pangeran Wangsakerta ~Sejarahwan Kontroversi~

Dalam beberapa hari aku berupaya sekuat tenaga sampai akhirnya semua kesulitan dapat diatasi dan naskah yang kami susun dapat disetujui seutuhnya. Walaupun demikian, maafkanlah seandainya terdapat kekeliruan dalam penyusunan pustaka ini. Lebih,dahulu aku berdoa kepada Hyang Tunggal Yang Maha Kuasa: semoga selamat sentosa. Hindarkanlah kami dari perbuatan dosa dan malapetaka. Hilangkanlah segala perbuatan jahat danLanjutkan membaca “Pangeran Wangsakerta ~Sejarahwan Kontroversi~”

Islam Sunda dan Sunda Islam

Oleh ASEP SALAHUDIN * Islam Sunda dan Sunda Islam yang pertama kali dilontarkan Haji Endang Saefudin Anshari nyaris sudah menjadi jargon. Walaupun sesungguhnya kita belum membuktikan secara ilmiah relasi Islam-Sunda dan Sunda-Islam. Klaim dua nomenklatur yang sesungguhnya memiliki sejarah yang berbeda kita terima sebagai fakta keseharian masyarakat Sunda, tanpa merasa perlu mengecek aspek epistemologisnya. BenarkahLanjutkan membaca “Islam Sunda dan Sunda Islam”

Abad Pasundan

Oleh H.M. DIDI TURMUDZI* SEBAGAI organisasi yang berdiri pada 1913, Paguyuban Pasundan dalam tiga tahun mendatang akan genap berusia 100 tahun. Inilah momentum yang sangat bersejarah bagi Paguyuban. Momentum ini memperbesar kepercayaan diri dan menggugah harapan meskipun momentum ini juga menimbulkan tantangan yang sangat berat. Periode kepemimpinan Paguyuban dalam lima tahun mendatang merupakan momentum untukLanjutkan membaca “Abad Pasundan”